Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Edema Paru pada Preeklamsia Wihandi, Fadira Rinella; Iqbal, Teuku Yudhi
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3677

Abstract

Preeklampsia merupakan kondisi peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg mulai usia 20 minggu yang ditandai dengan proteinuria signifikan (protein dalam urine ≥300 mg/24 jam atau rasio protein/kreatinin urine ≥0,3) atau terdapat disfungsi organ maternal, seperti gangguan hati, ginjal, sistem saraf, hematologi, atau uteroplasenta. Salah satu komplikasi yang mengancam jiwa dari preeklamsia adalah edema paru. Berbagai etiologinya seperti ketidakseimbangan antara tekanan hidrostatik dan onkotik kapiler paru, disfungsi endotel, serta overload cairan. Prevalensinya rendah namun mortalitasnya cukup tinggi. Dalam penatalaksanaanya adalah stabilisasi pasien dengan evaluasi jalan napas, pernapasan serta sirkulasi. Setelah pasien stabil, selanjutnya harus dipertimbangkan metode terminasi kehamilan yang tepat untuk pasien.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Pencegahan ISK Di Wilayah Puskesmas Muara Dua Siregar, Mutia Rahmah; Albin, Iskandar; Iqbal, Teuku Yudhi
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3804

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan kondisi infeksi akibat pertumbuhan mikroorganisme dalam sistem kemih. ISK menjadi salah satu infeksi yang paling umum terjadi selama masa kehamilan, karena adanya perubahan anatomi saluran kemih pada ibu hamil yang mempengaruhi jarak antara uretra, vagina, dan rektum. Kerentanan ibu hamil terhadap ISK salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai infeksi ini dan upaya pencegahannya. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pencegahan ISK adalah melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan ISK sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di wilayah kerja Puskesmas Muara Dua. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 87 ibu hamil sebagai responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan yang dibagikan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (34 orang atau 39,1%), yang kemudian meningkat menjadi baik (71 orang atau 81,6%) setelah penyuluhan dilakukan. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05, yang menandakan adanya pengaruh yang signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan ISK di wilayah Puskesmas Muara Dua.
Vaginismus as a Genito-Pelvic Pain/Penetration Disorder (GPPPD): Etiology, Pathophysiology, Diagnosis, and Multimodal Therapeutic Approach Hasibuan, Imam Irawan Saputra; Iqbal, Teuku Yudhi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 3 (2026): April 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaginismus is a sexual dysfunction disorder in women characterized by the inability or difficulty to achieve penetration due to involuntary contraction of the pelvic floor muscles, often accompanied by pain as well as anxiety and avoidance responses. In the latest classification, this condition is included in genito-pelvic pain/penetration disorder (GPPPD). The prevalence of vaginismus varies and tends to be underdiagnosed due to stigma, embarrassment, and limitations in reporting and clinical examination. The etiology of vaginismus is multifactorial, involving the interaction of biological, psychological, and sociocultural factors. Its pathophysiology is related to a recurring pain–fear–muscle contraction cycle, which exacerbates symptoms and perpetuates the disorder. Diagnosis is established through targeted history taking, assessment of pain and anxiety related to penetration, and evaluation of the patient’s response to gradual examination. Management is carried out using a multimodal and stepwise approach, including education, progressive dilator therapy, pelvic floor physiotherapy, and psychological interventions such as sexual counseling and cognitive behavioral therapy. In severe or refractory cases, additional therapies such as botulinum toxin may be considered. A comprehensive and integrated approach is expected to improve treatment outcomes and patients’ quality of life.
Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Muara Dua Lhokseumawe Maghfiroh Rahma Rafie; Iskandar Albin; Teuku Yudhi Iqbal
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5206

Abstract

Tanda bahaya kehamilan adalah tanda bahaya selama masa kehamilan yang harus di ketahui setiap ibu hamil. Kematian pada ibu dapat terjadi selama masa kehamilan, pada saat bersalin serta masa nifas yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan untuk mengenali adanya tanda bahaya kehamilan. Berdasarkan data yang di rilis oleh Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, jumlah angka kematian ibu di Lhokseumawe persereratus ribu kelahiran dari tahun 2017-2021 adalah 20 orang dan terbanyak di tahun 2021 yang terjadi di puskesmas Muara Dua Lhokseumawe yaitu berjumlah 6 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan variabel umur, Pendidikan, graviditas dan riwayat tanda bahaya dengan Tingkat pengetahuan. Penelitian ini menggunakan populasi sebanyak 55 ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di puskesmas Muara Dua. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode Total Sampling sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 ibu hamil. Data penelitian diperoleh dengan cara wawancara responden menggunakan kuesioner. Hasil univariat menunjukkan bahwa responden berpengetahuan cukup sebesar 5,1% , sedangkan responden dengan pengetahuan yang baik sebesar 94,9%. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar responden berpengetahuan baik dalam mengenali tanda bahaya kehamilan. Hasil bivariat menunjukkan bahwa hanya variabel umur dan graviditas yang memiliki hubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan, selebihnya tidak memiliki hubungan apapun