Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Cakrawala Pendidikan

HIKAYAT KALILA DAN DAMINA DITINJAU DARI ASPEK PENDIDIKAN Haryadi Haryadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1995,TH.XIX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v3i3.9188

Abstract

Arus globalisasi yang melanda berbagai belahan dunia, lermasukIndonesia telah membnerikan andil cukp besar terhadap kemajuan.Namun, di sisi lain globalisasi memberikan dampak negal.if berupapeningkatan kriminalitas, dekadensi moral, dan benluk penyimpanganyang lain. Berbagai pihak yang menaruh keprihatina'nmenyarankan agardigunakan filter budaya sebagai penangkairiya. Hikayal KaliladanDomina Dilinjall dari Aspek Pendidikan ditulis dalam rangka mempcrkenalkanbudaya nenek moyang kila, sckaligus mengkaji nilai-nilai yangterdapat di dalamnya untuk kepenlingan pembangunan, khususnya dalambidang pendidikan.Pemilihan subjek kajian didasarkan pada perlimbangan isi danmotivasi penulisannya. Kalika dan Damina berisi kisah leJ:llang keberhasilanseorang pendeta dalam mengangkat anak raja dari perilaku bermasalahsehingga menyadari kedudukannya sebagai pewaris masa depanbangsa dan negara. Oleh penyusunnya cerila itu dimaksudkan untukmemberikan pelajaran tentang berbagai hal.Hikayat Kalila dan Damina sebagai salah satu cerila berbingkaisarat dengan nilai pendidikan, anlara lain (I) pendidikan polilik, lerularnapolilik 'devide et impera', (2) pendidikan kemasyarakatan, (3) taktikdan stralegi menghadapi 'lawan, (4) tipu-menipu dan rayuan, (5) kecermatandan pengendalian emosi. 'Oi samping itu di dalamnya terdapat .beberapa pernyataan dan cerita yang berisi pendidikan hukum, moral,dan kesenatan. Penyajian hikayat ini kepada generasi muda akan memberikanmanfaat ganda, di satu pihak akan bermakna bagipeningkatanapresiasi sastra, dan di lain pihak diharapkan dapat bermanfaatbagipendidikan, terutama dalam usahanya membenluk manusia Indonesiayang berbudaya.
SETTING POLITIK DALAM CERITA ABUNAWAS Haryadi Haryadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1991,TH.XI
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.29 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8766

Abstract

Cerita Abunawas merupakan salah satu ·cer.ita jenakayang bercorak simbolis dan· bernad?- satire. Di dalamnya terdapatpikiran kritis dari sang'tokoh (Abunawas) untuk mengantisipasikondisi politik pada zamannya.Gi.lnlbaran mengenal kcaut!an polllik, pelllcrintalliln,dan kemasyarakatah yang amat bQbrok. terdapat pada hampirsemua cerita. Pada' uMllIlinya, ceritanya l11.enampilkanpejabat yang lalim, aniaya, dan -berlaku sewenang-wenangpada rakyainya. Beberapa cerita menampi'lkan kondisi ma-"syarakat yang kurang beradab, yang selama itu kurang.mendapatkan perhatian dari para pej~bat.Setting cerita berada. di dalam kerajaan Islam, tetapikerajaan Islam yang sudah jauh dari cahaya Islam. Hal inftampak 'dari sistem 'pemerintahan dan perilakti pejabat-yanghidup bermewah-mewah yang tidak sesuai dengan ajaranIslam, bahkan mirip dengan perilaku pejabat pada kerajaankuno yang pernah jaya ,sebelumnya (Romawi dan Yunani).Pes¥J.n (message) 'yang ingin disampaikan oleh pengarangrasanya akan te~ap - reIevan sepanjang zaman sebabkebobrokan sistem politik, pemerintahan, dan kema'syarakatanseperti tergambar dalam cerita itu dapat terjadi kapandan di mana saja.Setting Polltlk dalam Cerlta Abunawas yang disajikanini diharapkan dapat ,memperluas wawasan mengenai taktikdan strategi pengarang dalam menghadapi I;trisis politik danpemerintahan sehingga secara tidak langsung akan memberikankontribusi terhada,p pendidikan politik di negara kita,khususnya pendidikan demokrasi.
APRESIASI DOSEN TERHADAP FABEL Haryadi Haryadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2004): Cakrawala Pendidikan edisi November 2004, Th. XXIII, No.3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.827 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.7606

Abstract

Societies ofold appreciated animal fables highly. They used such fables as means ofentertainment and education. Along with developments in science and technology, society's appreciation offables has started to change. As part ofmodem society, university lecturers have also been in lesser or greater degrees contaminated withnewviewson such fables. What their appreciation ofsuch fables is like would be analyzed in this writing. This article is based on the results ofa research on apopulation consisting ofteachers at Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ninety ofthem have been selected for the research by means ofsimple random sampling. The research instrument used has been a questionnaire containing twenty questions concerning relevant knowledge and appreciative activities. The data have been analyzed by means ofa descriptive quantitative technique. The research has yielded the conclusion that university teachers appreciation ofanimal fables as seen from indicators ofliterary appreciation is good. Mastery ofknowledge, receptive activity, and communication to others are categorized 'good' while documentative and productive ctivities are categorized 'fair'. Meanwhile, it turns out that gender, educational level, academic position, dan residence do not make a difference in their level of appreciation of such fables.
MANFAAT SASTRA LISAN NUSANTARA DALAM PEMBANGUNAN BIDANG PENDIDIKAN Haryadi Haryadi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1994,TH.XIV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3888.111 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.9054

Abstract

Sastra lisan nusantara sebagai bagian dari khasanah sastra Indonesia lama memiliki sifat duice er utile, yakni pragmatik yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, dan kemasan yang disuguhkan memiliki nilai seni yang membawa kenikmatan yang kepusan batin.
Co-Authors . Aprizal A Nurhasanah Abdul Rahim Ade Irma Anggraeni Ade Irman Adianto, Irham Husna Aditya Ramadhan Aga Anum Prayudi Agnes Swasti Anindya Agus Nuryatin Ali Fikri Hasibuan Ali Rahmat Allamanda Kusumaning Anjora Amril Amril Andri Zainal Anny Sulaswatti Apriansyah Sipayung Aprinawati, Aprinawati Arif Suryono Arthia Diarina Asa Alvi Zahroh Asep Purwo Yudi Utomo Asmaul Husna Aswata Aswata Audya Nilam Nariswari Begem Viantimala Bernadus Wahyudi Joko Santoso Burhanuddin Burhanuddin Chandra Wijaya Chandra Wijaya Christanti Sumardiyono Cita Chusnul Chotimah Dhimas Satria Dimas Ersantyo Dio Caisar Darma Dito Wijaya Eka Marisca Harliyani Eman Sutrisna Emy Listijorini Eti Daniastuti Etik Umiyati Eva Riani Fadillah Fasha Fadli Agus Triansyah Fahmi Rizky Ferdiansyah Farah Failasufa Firman Gusmawan Hari Bakti Mardikantoro Hasan Ashari Oramahi Heru Mei Giantoro Hidayah, Nasik Hidir Efendi Hikmah, Mamluatul Hilyati Hilyati Imron Rosyadi Imron Rosyadi Indah Nurmayasari khafi puddin KHOIRUL ANWAR M Greasia M Haikal Fasya M. Aji Sadewo Mamluatul Hikmah Muhamad Rizki Mutaqien Muhammad Fauzan Muhammad Firdaus Muhammad Furi Irsyadi Mustika Mustika Nas Haryati Nasywa Khalista Nendyah Roestijawati Nofita, Desi Novreza Pratama Nur Alam Nur Alam Nur Alam Nursamsi Pusposendjojo Nuryatini Nuryatini Pujo Widodo Putri Rahmadani Sitorus R Endang Rahab Rahab Rahmad Nur Setiawan Rahmad Santosa Rakhman, Moh. Arief Ratih Rosita Ratno Purnomo Rina Lusiani Rio Rizkiansyah Rustono Rustono Saefuloh, Iman Siti Dahlia Siti Hodijah Siti Isnijah Slamet Riadi Slamet Wiyono Sobar Sutisna Sri Adeyana Thohiri, Roza Tri Imam Munandar Umar Santoso Wagiran Windarto Windarto Wira Fazri Rosyidin Yuliana Yuliana Yuliyana, Rian Yusvardi Yusuf Zulgani Zulgani