Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Efisiensi Produksi Teh Bunga Rosela di UMKM Anugerah Alam Wilis Melalui Diseminasi Food Dehydrator Dewanti, Beauty Suestining Diyah; Rucitra, Andan Linggar; Rohmah, Wendra Gandhatyasri; Ikasari, Dhita Morita; Jamroni, Mofit; Kurniawati, Adelya Desi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 4, No. 2: October 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2025.v4i2.7621

Abstract

Teh bunga rosela merupakan bagian dari minuman herbal yang semakin popular. Minuman ini dibuat dari bunga kering Hibiscus sabdariffa dan memiliki rasa yang segar dan asam. Produksi teh rosella membutuhkan waktu 2 hari untuk sekali proses produksi. Waktunya 80% dibutuhkan untuk penjemuran kelopak bunga rosela yang mengandalkan panas sinar matahari. Jika keadaan mendung atau musim hujan, produksi teh rosela menjadi kurang efisien dan butuh waktu lebih lama sehingga kesulitan untuk meningkatkan kapasitas produksi pada waktu permintaan tinggi atau pada masa panen bunga rosela sedang melimpah. Pengeringan menggunakan sinar matahari membutuhkan waktu yang lama, kualitas produk yang tidak seragam, serta kemungkinan terjadinya kontaminasi. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yaitu adanya penguatan teknologi fasilitasi produksi dengan food dehydrator sehingga akan bisa meningkatkan efisiensi proses dan kualitas produk dengan maksimal. Sehingga diharapkan dengan adanya food dehydrator untuk proses pengeringan maka kadar air rosela kering bisa mencapai 5-7%, waktu pengeringan maksimal 24 jam dengan suhu pengeringan maksimal 70°C.Kata kunci: bunga rosela, food dehydrator, minuman herbal, pengeringan
Pemberdayaan Poklahsar dalam Pengolahan Tepung Cangkang Gonggong di Desa Pengujan, Tanjung Pinang Dewanti, Beauty Suestining Diyah; Suprayogi, Suprayogi; Rohmah, Wendra Gandhatyasri; Septifani, Riska; Rucitra, Andan Linggar; Tri Widayanti, Vindhya; Ikasari, Dhita Morita
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v8i3.5094

Abstract

Siput Gonggong menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Siput Gonggong memiliki cangkang yang berukuran relatif besar dan keras dengan penyumbang 60% berat bagian dari Gonggong. Cangkang Gonggong menjadi limbah dikarenakan masyarakat menganggap bahwa cangkang Gonggong sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat. Cangkang Gonggong di Desa Pengujan, Kabupaten Bintan pada umumnya hanya dijadikan sebagai kerajinan souvenir dengan harga yang murah. Oleh karena itu program ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat di Desa Pengujan dalam memanfaatkan limbah cangkang Gonggong menjadi tepung yang dapat dijadikan sebagai alternatif bahan campuran pakan ternak. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dalam pengolahan limbah cangkang Gonggong menjadi tepung. Hasil kegiatan ini adalah masyarakat Desa Pengujan memanfaatkan cangkang Gonggong yang ada di lingkungan sekitar sehingga meningkatkan nilai ekonomi. 
Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Produksi Mie Buah Naga Dalam Upaya Penguatan Ekonomi Lokal Di Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi Dewanti, Beauty Suestining Diyah; Cakra Nirwana, Wa Ode; Mulyadi, Arie Febrianto; Laili, Fitrotul; Eka Pertiwi, Fenty Nurtyastuti; Ikasari, Dhita Morita; Rucitra, Andan Linggar; Tri Widayanti, Vindhya; Pratama, Muhammad Firza; Effendi, Rio Saputra; Adinda, Adella Tata; Bambang, Rahel Aisyiah; Aulia, Azmy; Lawalata, Svitzer Gerald
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i3.7702

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah penghasil buah naga terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai lebih dari 82.000 ton per tahun. Pasokan buah naga yang melimpah saat panen raya sering menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan, sehingga petani dan pelaku usaha mengalami kerugian. Diversifikasi produk menjadi mie buah naga yang dilakukan oleh UD. Sri Mulyo merupakan salah satu upaya strategis dalam mengatasi permasalahan tersebut. Namun, proses produksi yang masih manual, pengeringan yang mengandalkan sinar matahari, kemasan yang kurang kedap udara, serta manajemen usaha yang belum profesional menjadi kendala utama yang membatasi kapasitas dan kualitas produksi. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki kualitas kemasan, memperkuat manajemen usaha, serta mengoptimalkan strategi pemasaran digital. Metode pelaksanaannya meliputi identifikasi masalah, pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP), penyusunan dan implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP), instalasi peralatan produksi baru (mixer, mesin pencetak, oven pengering), inovasi kemasan kedap udara, dan pendampingan digital marketing. Populasi kegiatan adalah seluruh karyawan UD. Sri Mulyo, dengan partisipasi aktif pemilik dan lima mahasiswa program pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi, perbaikan mutu produk, pengurangan waktu pengeringan dari 2-4 hari menjadi 2-3 jam, kemasan lebih menarik dan fungsional, serta terbentuknya sistem manajemen keuangan dan jadwal produksi yang lebih terstruktur. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan jangka panjang dan monitoring keberlanjutan penerapan program agar kualitas tetap terjaga.