Claim Missing Document
Check
Articles

ESTIMASI STOK KARBON BIRU (BLUE CARBON) PADA EKOSISTEM MANGROVE DESA KUALA TAMBANGAN KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Aprilia, Zahra Dhiva; Nursalam, Nursalam; Yuliyanto, Yuliyanto
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcsij.v8i2.15067

Abstract

Salah satu desa di Kabupaten Tanah Laut yang memiliki ekosistem mangrove cukup luas adalah Desa Kuala Tambangan. Berdasarkan interpretasi citra luas ekosistem mangrove di Desa Kuala Tambangan yaitu 312,63 ha. Salah satu fungsi mangrove adalah sebagai penyerap karbon di atmosfer, maka dari itu perlu dilakukan penelitian mengenai kandungan karbon yang tersimpan pada ekosistem mangrove Desa Kuala Tambangan. Pengambilan data parameter lingkungan mangrove (pH, DO, salinitas, suhu dan substrat), kerapatan mangrove, volume pohon (tinggi pohon dan lingkar batang) dan massa jenis kayu (volume sampel kayu dan berat kering sampel). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 spesies mangrove yaitu Rhizophora apiculata, Exocecaria agallocha dan Xylocarpus granatum. Volume pohon tertinggi terdapat pada jenis Rhizophora apiculata dengan nilai rata-rata 296,17 m3/ha dan massa jenis kayu tertinggi juga dimiliki oleh jenis Rhizophora apiculata dengan nilai 839,99 kg/m3. Tingginya nilai massa jenis dan volume akan berdampak pada nilai biomassa dan karbon, dimana biomassa tertinggi adalah 248,77 Ton/ha dengan jenis Rhizophora apiculata sedangkan, nilai stok karbon tertinggi juga dimiliki oleh jenis Rhizophora apiculata dengan nilai 116,909 Ton C/ha. 
PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGUNAKAN CITRA QUICKBIRD DAN PENGUKURAN TERESTRIS DI PANTAI TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT Setiawan, Iwan Dwi; Baharuddin, Baharuddin; Yuliyanto, Yuliyanto
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v6i1.11808

Abstract

Wilayah Pantai Takisung pada dasarnya senantiasa mengalami proses penyesuaian yang terus menerus menuju keseimbangan alami terhadap dampak dari pengaruh eksternal dan internal baik alami maupun pengaruh campur tangan manusia. Wilayah ini mendapat pengaruh dari Laut Jawa dan Sungai Barito serta input suplai sedimen sungai-sungai yang bermuara di sepanjang pesisir Takisung sehingga berdampak terhadap keseimbangan pantai pada berbagai elevasi garis pantai.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan perubahan garis pantai berdasarkan referensi pasang surut HAT, MSL dan LAT di Pantai Takisung menggunakan metode penginderaan jauh dengan citra satelit Quickbird tahun 2012 dan 2016 serta hasil pengukuran terestrial (batimetri dan topografi) dan drone tahun 2020. Perubahan garis pantai HAT 2012 – 2020 Pantai Takisung mengalami abrasi sebesar 3,67 ha dan sedimentasi sebesar 2,34 ha. Perubahan garis pantai MSL Pantai Takisung 2012 – 2020 mengalami abrasi sebesar 6,38 dan sedimentasi sebesar 3,15 ha. Sedangkan Perubahan garis pantai LAT Pantai Takisung 2012 – 2020 mengalami abrasi sebesar 5,41 ha dan sedimentasi sebesar 1,58 ha. Perubahan garis pantai ini dominan terjadi dikeranakan adanya pembangunan bangunan pantai berupa breakwater dan jetty pada tahun 2016 dan 2020.
ANALISIS KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN BIVALVIA SERTA HUBUNGANNYA TERHADAP KERAPATAN MANGROVE DI PESISIR DESA TABANIO KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ambarwati, Indah Widya; Tony, Frans; Yuliyanto, Yuliyanto
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v7i2.11832

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pesisir Desa Tabanio Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji kelimpahan dan keanekaragaman bivalvia serta hubungannya dengan kerapatan mangrove di lokasi penelitian tersebut. Kelimpahan bivalvia berbeda di tiga stasiun dengan indeks keanekaragaman sedang. Jenis bivalvia termasuk Glauconome virens, Anadara granosa, Pharella acutidens, Placamen chloroticum, Anadara ehrenbergi, dan Paphia amabilis. Kerapatan mangrove juga berbeda di tiga stasiun, dengan tingkat kerapatan sangat padat, sedang, dan jarang. Jenis mangrove mencakup Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Nypa fruiticans, Sonneratia alba, dan Sonneratia caseolaris. Hubungan antara kelimpahan bivalvia dan kerapatan mangrove memiliki koefisien korelasi rendah (r = 0,3648).
ANALISIS KANDUNGAN MIKROPLASTIK PADA IKAN PELAGIS DAN DEMERSAL YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN BANJAR RAYA BANJARMASIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Amin, Muhammad Faisal; Syahdan, Muhammad; Yuliyanto, Yuliyanto
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v7i1.11822

Abstract

Manfaat penelitian ini untuk mengetahui jumlah partikel, karakteristik yang meliputi bentuk dan warna mikroplastik dan mengetahui hubungan perbedaan jumlah partikel mikroplastik ikan pelagis dan ikan demersal, selain itu juga dapat mengetahui hubungan jumlah partikel mikroplastik dengan berat organ, bobot, dan panjang tubuh ikan pelagis dan demersal. Penentuan lokasi sampling menggunakan metode simple random sampling dengan mengumpulkan sampel ikan dari nelayan yang mendaratkan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah partikel mikroplastik pada ikan pelagis sebanyak 250 partikel dengan rata-rata 8,3 partikel/individu. Sedangkan pada ikan demersal berjumlah 152 partikel dengan rata-rata 5,07 partikel/individu, tingkat pencemaran mikroplastik tergolong sedang. Karakteristik bentuk mikroplastik yaitu fiber, film dan fragmen dengan film mendominasi seluruh sampel. Karakteristik warna dominan mikroplastik secara berurutan didominasi oleh warna transparan, hitam, merah dan biru. Hubungan perbedaan jumlah mikroplastik pada ikan pelagis dan demersal menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan.  Adapun Hubungan pengaruh jumlah mikroplastik dengan berat organ, bobot dan panjang tubuh ikan diketahui tidak terdapat pengaruh hubungan yang signifikan.
ANALISIS KANDUNGAN MIKROPLASTIK PADA SEDIMEN PANTAI DI KECAMATAN TAKISUNG, KABUPATEN TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN Mustopa, Mustopa; Nursalam, Nursalam; Yuliyanto, Yuliyanto
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcsij.v8i2.15069

Abstract

Mikroplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil yang didefinisikan memiliki diameter kurang dari 5 mm dan dapat mencemari lingkungan. Mikroplastik dapat berdampak bagi biota yang ada di perairan seperti merusak sistem fungsional organ biota. Mikroplastik yang masuk ke dalam air akan masuk ke badan air dan akhirnya mengendap di sedimen. Mikroplastik yang terakumulasi di sedimen dapat diserap oleh organisme dasar, seperti bentos dan deposit feeder yang dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan organisme dan berpotensi masuk ke dalam rantai makanan manusia. Tujuan peneltian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis mikroplastik pada sedimen, antara lain bentuk, warna, dan ukuran, menganalisis kelimpahan mikroplastik pada sedimen, serta menganalisis pergerakan arus terhadap distribusi kelimpahan mikroplastik pada sedimen di pantai Kecamatan Takisung. Metode penelitian yang digunakan untuk pengambilan sampel sedimen yaitu dengan menggunakan sekop dengan kedalaman 0 – 10 cm dan diambil sebanyak 1 kg sampel sedimen dengan 2 kali pengulangan di setiap stasiun. Adapun pengambilan data arus diperoleh melalui website Copernicus yang kemudian akan diolah menggunakan software Surfer 16 dan ODV (Ocean Data View). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis mikroplastik dengan bentuk line, fragmen dan film dengan klasifikasi warna hitam, biru, kuning dan transparan. Adapun ukuran mikroplastik yang ditemukan berkisar 2000 – 5000 μm. Total kelimpahan mikroplastik yang ditemukan yaitu sebesar 2.880 partikel/m3 dengan kelimpahan tertinggi pada mikroplastik jenis line yang sangat mendominasi sebesar 2.060 partikel/m3 dan kelimpahan terendah yaitu pada jenis film dengan total kelimpahan 280 partikel/m3. Berdasarkan analisis pola pergerakan arus pada saat menuju surut menunjukkan pola arus dari arah timur berbelok ke arah selatan dengan kecepatan maksimum 0,41 – 0,45 m/s dan kecepatan minimum 0,01 – 0,005 m/s. Adapun pada saat menuju pasang pola pergerakan arus bergerak dari arah utara ke arah barat dengan kecepatan maksimum 0,28 – 0,03 m/s dan kecepatan minimum 0,02 – 0,05 m/s.
Pendampingan Teknis dan Pembinaan Petani dalam Peningkatan Kesadaran Lingkungan dan Kemandirian Pertanian Berkelanjutan di Kelurahan Lirboyo, Kediri Yuliyanto, Yuliyanto; Chamro', Wardatul; Hadiyanti, Nugraheni; Junaidi, Junaidi; Kustiani, Edy; Muharram, Muhammad; Sidhi, Eko Yuliarsha
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): MAY
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i1.6467

Abstract

The technical assistance and farmer empowerment activities in Lirboyo Subdistrict aim to raise environmental awareness, reduce dependency on chemical inputs, promote self-reliance in sustainable agricultural practices, and engage in the Go Green campaign. This program involves collaboration between university students, local farmers, and vocational high school students (SMKN), who work together through various activities. A Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, along with preliminary observations and Focus Group Discussions (FGDs) involving local farmers, students, and participants from SMKN 1 Kediri City, was employed to identify needs. Furthermore, the program used demonstration methods to provide skills in the production of organic fertilizers, engaging farmers, university students, and vocational students in the process. The outcomes of this program show highly positive impacts. These include increased knowledge and skills among farmers, students, and vocational students in producing and applying liquid bokashi fertilizer, implementing natural pest control, and a shift in attitudes as indicated by participants’ growing awareness of the importance of environmental preservation. Participants also expressed a willingness to share information about organic fertilizer production with friends, family, and the surrounding community through direct communication and social media videos. Additionally, participants expressed interest in maintaining ongoing discussions with agricultural extension officers through digital messaging platforms. Kegiatan pendampingan teknis dan pembinaan petani di Kelurahan Lirboyo bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, mengurangi ketergantungan penggunaan bahan kimia, mendorong kemandirian dalam praktik pertanian berkelanjutan dan terlibat dalam upaya kampanye go green. Program ini melibatkan mahasiswa, petani, dan siswa SMKN, yang bekerja sama dalam berbagai kegiatan. Pendekatan yang dilakukan untuk mengidentfikasi kebutuhan adalah dengan pendekatan PRA (Particaptory action research), observasi pendahuluan, FGD yang melibatkan petani setempat, mahasiswa, dan siswa SMKN 1 Kota Kediri. Selanjutnya, kegiatan ini juga mengguanakan metode Demonstrasi untuk memberikan keterampilan pembuatan pupuk organik yang melibatkan petani, mahasiswa dan siswa SMKN 1 Kediri. Hasil dari program ini menunjukkan dampak yang sangat positif. Hasil dari kegiatan ini dapat terlihat dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani, mahasiswa, dan siswa SMK berupa kemampuan dalam membuat dan mengaplikasikan pupuk bokhasi cair, mampu melaksanakan pengendalian OPT alami, serta berdasarkan hasil komunikasi dengan peserta kegiatan ingin terjadi perubahan sikap berupa kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam dan berkeinginan untuk ikut menyebarkan informasi terkait pembuatan pupuk organik kepada teman, keluarga, dan masyarakat disekitarnya melalaui komunikasi langsung, dan video di sosial media. Selain itu, para peserta juga ingin untuk dapat berdiskusi secara berkelanjutan melalui pesan digital dengan penyuluh.
Crop Recommendation Based on Soil and Weather Conditions Using the K-Nearest Neighbors Algorithm Yuliyanto, Yuliyanto; Sahibu, Supriadi; Imran, Taufik; Arisha, Andriansyah Oktafiandi; Munawirah, Munawirah
Journal of System and Computer Engineering Vol 6 No 3 (2025): JSCE: July 2025
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61628/jsce.v6i3.1955

Abstract

The national food self-sufficiency program demands innovation in optimizing the selection of agricultural commodities based on environmental and weather conditions. This challenge is rooted in a fundamental problem faced by farmers—achieving harmony among soil characteristics, weather patterns, and suitable crops. In support of this initiative, it is necessary to develop a crop recommendation system based on machine learning that utilizes key soil and weather condition parameters. This study employs the K-Nearest Neighbors (KNN) algorithm, which functions by identifying the optimal value of ‘K’ to maximize classification accuracy. The KNN algorithm is implemented in a crop recommendation system to classify 1,100 datasets representing ideal growing conditions for 11 crop types. These datasets were generated using a normal distribution approach with a 5% variation from the mean values, and were validated using a clipping function to ensure the data remained within ideal ranges. The results of this study demonstrate that the KNN algorithm achieves high accuracy 96,67% in utilizing soil and weather parameters to generate crop recommendations. The average probability score for the recommended crops was 83.33%. Based on experimental testing, rice was recommended during the rainy and extreme rainy seasons, soybeans were recommended during the dry season, and mung beans were most suitable during extreme dry conditions.
Performance Improvement of Coal Dust Briquettes: Application of Taguchi Design and Pareto Analysis for Optimizing Key Processing Variables Dharta, Yuli; Wahyudie, ilham Ary; Sukanto, Sukanto; Husman, Husman; Yuliyanto, Yuliyanto; Oktriadi, Yudi
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/fwl.v11i1.34541

Abstract

The main challenge in the briquette-making process is selecting the appropriate and proportionate reinforcement or adhesive. The chosen adhesive must not only provide strong adhesion but also be compatible with other components. Briquettes are alternative fuels in solid form, made from carbon-containing materials with a high calorific value, allowing them to burn for an extended period. Coal is one of the alternative materials that can be used for briquettes. The choice of adhesive type and composition directly influences the compressive strength, thermal stability, and durability of briquettes in various environmental conditions. This study aims to investigate how process parameters affect the compressive strength of briquettes produced from coal powder reinforced with molasses, to improve the efficiency of the briquette production process. The methodology used in this study is the Taguchi method. The process parameters include four factors, each with three levels, tested with three replications: the percentage of reinforcement or adhesive at levels of 10%, 12.5%, and 15%; pressure at levels of 8 MPa, 10 MPa, and 12 MPa; temperature at levels of 70 °C, 90 °C, and 110 °C; and heating time at levels of 60 minutes, 90 minutes, and 120 minutes. To enhance the comprehensiveness of the study, several factors, including the moisture content of the briquettes, have also been examined. The results indicate that the temperature during the drying process is the most significant factor influencing the production of these briquettes.
PENINGKATAN SEKTOR PANGAN PENGELOLAAN HASIL LAUT PADA UMKM BERKAH UTAMA SNACK DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DIKELURAHAN SINAR JAYA SUNGAILIAT BANGKA Oktriadi, Yudi; Yuliyanto, Yuliyanto; Josi, Ahmad; Hasdiansah, Hasdiansah; Afriadi, Achmad; Dafri, Nastiar; Gunadi, Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Polmanbabel Vol. 5 No. 02 (2025): DULANG : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/dulang.v5i02.714

Abstract

This Community Service Program aims to address production challenges faced by the Berkah Utama Snack business group, which operates in the fishery processing industry, specifically the production of fish crackers and kemplang (fish crackers). The business group, led by Mrs. Rika Trisdasawati, is located in the Sinar Jaya neighborhood of Sinar Jaya Jelutung Village, Sungailiat District, Bangka. The main challenges faced by partners were limited and worn-out production equipment, including worn and unhygienic fish grinding machines, manual kneading processes, and low-capacity packaging equipment. This resulted in a production capacity of only 10 kg per day, insufficient to meet consumer demand. The implementation method for this activity involved six main stages: (1) identifying partner needs through field observations, (2) designing machines according to technical specifications using CAD software, (3) manufacturing machines at the Polman Negeri Babel Mechanical Workshop with the involvement of technicians and students, (4) operational testing with partners, (5) operational mentoring, and (6) technology dissemination to partners. The results of this activity demonstrated significant achievements in the form of the construction and delivery of three production machines. First, a fish grinding machine with a 40x40 mm L-shaped angle iron frame, a 5.5 HP internal combustion engine, and a pulley-belt transmission system. Second, a stainless steel dough mixer with a 550x450x550 mm dough tube, a Ø30x370 mm screw mixer shaft, and a gear system for heavy loads. Third, a packaging machine equipped with a 1500x800x700 mm table stand. This program has succeeded in increasing partners' production capacity, improving the hygiene of the production process, and reducing dependence on manual labor. In addition, this activity also provides appropriate technology transfer to local communities and strengthens the regional economy by increasing the productivity of fishery product processing business groups.
PENGUATAN KELOMPOK TANI DESA BANYU ASIN BANGKA MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN NILAI TAMBAH Yuliyanto, Yuliyanto; Silalahi, Parulian; Muharani, Laily; Kusuma, Rian; Permana Liu, Marcell Candra; Aiwa, Toto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Polmanbabel Vol. 5 No. 02 (2025): DULANG : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/dulang.v5i02.716

Abstract

This Community Service Program aims to increase the productivity and competitiveness of the agricultural sector in Banyu Asin Village, Riau Silip District, Bangka Regency. This village, with an area of ??3,354 hectares, has 1,706 hectares of agricultural land, including 106 hectares of rice fields, but faces challenges in the form of the use of traditional technology, limited modern agricultural tools, a suboptimal business management system, and limited marketing access. The main problems faced include three aspects: (1) Production sector - the rice harvesting and drying process is still manual, resulting in low efficiency and the risk of crop loss, especially during the rainy season; (2) Business management sector - lack of understanding of financial management and optimization of BUMDes which is not yet optimal. The program implementation method uses a participatory approach with five stages: socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and program sustainability. The implemented solutions included modernizing production technology through the procurement of modern agricultural equipment, implementing a rice-growing system for income diversification, and optimizing village-owned enterprises (BUMDes).The program's implementation demonstrated significant achievements, including: (1) Transferring appropriate technology through the construction of a rotary drum rice dryer with a capacity of 50-100 kg/batch, which can overcome weather dependence in drying; (2) Developing a rice harvesting aid using a modified grass cutter with a storage container, which increases harvesting efficiency by 5-10 times; (3) Implementing a rice-growing system on a 0.25 hectare plot of land with 1,000 tilapia fish, integrating rice cultivation and fisheries.This program successfully increased farmers' production capacity, reduced crop losses, and diversified income through the rice-growing system. This activity supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically poverty alleviation, food security, and economic growth. It also aligns with the university's Key Performance Indicators (KPI) for student and faculty experiences outside of campus. This community service program is expected to serve as a model for other villages to replicate in implementing appropriate, sustainable agricultural technology, while contributing to improving farmer welfare and regional food security.
Co-Authors Abda Abda Adha, Adha Adi Pratama, Adi Afriadi, Achmad Afriadi, Muhammad Ahmad Gunadi, Ahmad Aiwa, Toto Akbar Rafsanjani, Alfarobbi Al Aziz, Putra Habib Ambarwati, Indah Widya Amriyeny, Ulya Fajri Anjani, Arrum Puspita Aprilia, Zahra Dhiva Arisha, Andriansyah Oktafiandi Arliansyah, Arul Armin, Andre Hasnuryadi Baharuddin Baharuddin Baharuddin Baharuddin Chamro', Wardatul Dafiuddin Salim Dafri, Nastiar Dharta, Yuli Edy Kustiani Eko Noer Kristiyanto, Eko Noer Eko Yudo Eko Yuliarsha Sidhi Ergiantoro, Anugerah Fadhian, Muhammad Filo Fathur Rohman, Fathur Feriadi, Indra Habib Al Aziz, Putra Hakim, Zikrul Harwadi, Harwadi Hasdiansah, Hasdiansah Husman Husman Ilham Ary Wahyudie Imran, Taufik Jailani Jailani Josi, Ahmad Juanda Juanda Junaidi Junaidi Kon Phin, Lioe Kurniawan, Ade Dwi Kusuma, Rian Laily Muharani Lioe, Kon Phin Marzuki, Slamet Masdani, Masdani Muhaimin Muhaimin Muhammad Faisal Amin Muhammad Subhan Muhammad Syahdan muharram, Muhammad Munawirah, Munawirah Mustopa Mustopa Novizal Novizal, Novizal Nugraheni Hadiyanti Nurcahya, Dian Nurcahya Nursalam Nursalam Oktoviandi, Oktoviandi Oktriadi, Yudi Parulian Silalahi Permana Liu, Marcell Candra Pranata, Yogi Pratika, Anggun Pristiansyah, Pristiansyah Ramli Ramli Rangga Pratama, Rangga Pratama Razqi, Fadilla Muhamad Robert Napitupulu Rollastin, Boy Sahibu, Supriadi Saputra, Aprianor Teguh Setiawan, Iwan Dwi Simangunsong, Kristian Jubatner Somawardi Somawardi Subarkah, Imam SUBHAN, MUHAMAD Sugianto Sugianto Sujatmiko Sujatmiko Sukanto Sukanto Suzen, Zaldy Sirwansyah Sylvia Madusari Tony, Frans umah, khoiroh Ventani, Embun Wahyudie, Illham Ary Wibowo, Willy Zaldy Kurniawan Zulfan Yus Andi Zulfitriyanto, Zulfitriyanto