Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : NUTRIRE DIAITA

HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI WARGA BINAAN LAPAS ANAK WANITA TANGERANG Muslimah M, Nur; Angkasa, Dudung; Melani, Vitria
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 9, No 02 (2017): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v9i02.2201

Abstract

Background: Most women in prison are experiencing inadequate energy and macronutrient intake which may affect their nutritional and health status. Objective: To determine the relationship between the level of energy sufficiency and macro nutrient with nutritional status of women. Method : Cross-sectional data were collected from 100 women prisoner aged 19-45 years old from a major prison in Tangerang City of Indonesia. Weight and height were measured with standard weighing scale and microtoise, respectively and body mass index (BMI) was produced. The prisoner’s intakes were measured by three days 24 hour food recalls. Others observed variables were health seeking behaviour (HSB) and infectious disease history (IDH) which assessed by structured interview questionnaire. Spearman's Rank Test was performed to answer the research questions. Result: There was a positive and weak relationship between energy sufficiency level and nutritional status (p = 0,030), protein adequacy level with nutritional status (p = 0,015), fat sufficiency level with nutritional status (p = 0,034) and carbohydrate sufficiency level with nutritional status p = 0.043). Conclusion: Level of energy and macronutrient intake associate with prison women’s nutritional status.  Keywords: energy sufficiency level and macro nutrient, nutritional status, women
Analisa Konsumsi Protein Hewani Pada Anak Usia 7-12 Tahun di Daerah Pedesaan dan Perkotaan Di Provinsi Jawa-Barat (Riskesdas 2010) Anastasia, Reynie Arvilla; Angkasa, Dudung
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 5, No 1 (2013): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v5i1.1249

Abstract

 AbstrakKonsumsi protein hewani setelah krisis ekonomi, mengalami perubahan baik di pedesaan maupun di perkotaan. Tujuan: Mengetahui perbedaan konsumsi protein hewani pada anak usia 7-12 tahun di daerah pedesaan dan perkotaan, di Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan data sekunder Riskesdas 2010, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel anak sekolah di pedesaan (n=2182) dan anak sekolah di perkotaan (n=2719). Dalam pengujian statistik menggunakan uji t-test independen dan one-way annova. Hasil: Rata-rata konsumsi protein hewani pada laki-laki di perkotaan (25,63±21,30 gr) dan di pedesaan (19,79±17,95 gr). Sementara, rata-rata konsumsi protein hewani pada perempuan di perkotaan (25,46±21,40 gr) dan di pedesaan (18,51±17,93 gr). Rata-rata IMT responden di pedesaan 2,12 kg/m2, sedangkan di perkotaan 2,15 kg/m2. Status ekonomi responden di pedesaan berada pada kuintil 1 (ekonomi sangat rendah), sedangkan di perkotaan pada kuintil 3 (ekonomi menengah). Terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara konsumsi protein hewani berdasarkan daerah pemukiman, status gizi dan status ekonomi. Terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara status gizi berdasarkan jenis kelamin, daerah pemukiman, dan status ekonomi. Tidak ada perbedaan yang bermakna(p≥0,05) konsumsi protein hewani berdasarkan jenis kelamin. Kata kunci: Protein, Hewani, Anak-anak 
Asupan Energi-Protein dengan Status-Gizi Anak Umur 6-24 Bulan di Daerah Pesisir Tanjung-Kait Tangerang Yustrina, Artha; Angkasa, Dudung
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 3, No 2 (2011): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v3i2.1241

Abstract

Abstract6-24 months is a golden period for children because in this period occurred rapid growth and development and almost 80% of the brain will be formed. The objective of this study was to determine the relationship of energy intake, protein intake, and other factors towards nutritional status of children in coastal areas of Tanjung Kait. This study is observational study with cross-sectional design and used T-test to analyze the data. Samples were children aged 6-24 months. The data of protein-energy intake was measured by 24 hour-food recall, others data using questionnaires and observation. The results shows that most of children were 14-22 months (53.3%), female (63.3%), energy intake <80% (80%), protein intake <80% (60%), fathers occupation as fisherman (53.3%), non-working mothers (96.7%), parent’s education was elementary/junior high school (83.3%), income status of poor families (90%), and no history of infectious disease (93.3%). The average energy and protein intake, respectively are (-1.498±1.777) kcal and (-1.757±1.947) g. The average z -score W/A is 2.97 (±0.718). There is a relationship between energy-protein intake and  nutritional status (t = -1.97; t= -2.22; p< 0.05), whereas there is no association between other factors (occupation, mother-father education , income, infectious disease) and nutritional status (t = 0.128 ; t = 0.253 ; t = 1.046 ; t = 0.412 ; t = - .418, p ≥ 0.05). Cadres is needed to be involved in providing information related to Recommended Daily Intake (RDI) of energy and protein to the community.  Keywords: nutritional status, intake, coastal area  AbstrakUsia 6-24 bulan adalah masa emas bagi anak karena cepatnya perkembangan dan pertumbuhan pada masa ini dan hampir 80% otak akan dibentuk pada masa tersebut. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan asupan energi, asupan protein, dan faktor-faktor lain terhadap status gizi anak-anak di daerah pesisir pantai Tanjung Kait. Penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan cross sectional study dan dianalisa T-test. Sampel adalah anak-anak umur 6-24 bulan dari daerah pesisir pantai Tanjung Kait. Data asupan energi-protein diukur dengan food recall sedangkan faktor-faktor lain dengan kuesioner serta observasi. Status gizi dinilai dengan z-score WHO 2005. Hasil uji statistik menunjukkan sebagian besar anak-anak berumur 14-22 bulan (53.3%), jenis kelamin perempuan (63.3%), asupan energi < 80% (80%), asupan protein < 80% (60%), pekerjaan bapak sebagai nelayan (53.3%) dan ibu yang tidak bekerja (96.7%), pendidikan orang tua SD/SMP (83.3%), pendapatan status keluarga tidak miskin (90%), dan yang tidak memiliki riwayat penyakit infeksi (93.3%). Rata-rata asupan energi -1,498 (±1,777) kkal dan asupan protein -1,757 (±1,947) gr. Rata-rata z-score BB/U adalah 2.97 (±0.718). Ada hubungan antara asupan energi dan protein berdasarkan status gizi (t=-1.97;t=-2.22; p<0.05) sedangkan tidak ada hubungan antara faktor lain (pekerjaan, pendidikan ibu-bapak, pendapatan, penyakit infeksi) berdasarkan status gizi (t=0,128; t=0,253; t=1,046; t= 0,412; t=- 0,418; p≥0.05). Perlu dilibatkanya para kader untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai Angka Kecukupan Gizi (AKG) energi dan protein kepada masyarakat. Kata kunci: status gizi, asupan, pesisir pantai.
Hubungan Asupan Vitamin A, Konsumsi Buah dan Sayur dengan Kejadian Low Vision pada Anak Usia Sekolah 7 – 12 Tahun di Provinsi Bengkulu (Analisa Data Sekunder Riskesdas Tahun 2007) Mareta, Sonia; Angkasa, dudung
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 1 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i1.1258

Abstract

AbstractLow vision differs with blindness. Not like the blind, people with low vision has some useful sight. Low vision caused by several factors such as birth too young (premature), maternal infection when pregnant, refraction abnormalities, inadequate intake, dietary habits and patterns that are wrong as well as vitamin A deficiency. Research aims to determine the relationship of vitamin A , the consumption of fruit and vegetables with incidence of low vision in children aged 7-12 years in the province of Bengkulu.This research using data secondary Riskesdas 2007, with the approach of cross-sectional, with the number of samples a whole (n = 894). Using statistics t-test independent and chi square. The results of statistical tests showed no significant of vitamin A intake , consumption of fruits and vegetables with incidence of low vision ( p ≥ 0.05). Need for attention from parents regarding vitamin A intake , consumption of fruits and vegetables as well as the attention of the parties concerned about the prevalence of low vision and need to improve the health and nutrition education programs. Keywords: vitamin A, consumption of fruits and vegetables, low vision  AbstrakLow vision berbeda dengan kebutaan. Tidak seperti orang yang buta, orang dengan low vision memiliki beberapa pandangan yang berguna. Low vision terjadi karena beberapa faktor seperti kelahiran yang terlalu muda (premature), infeksi ibu ketika hamil, kelainan refraksi, asupan yang tidak memadai, pola dan kebiasaan makan yang salah serta defisiensi vitamin A.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan vitamin A, konsumsi buah dan sayur dengan kejadian low vision pada anak usia 7-12 tahun di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2007, dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel keseluruhan (n = 894). Menggunakan uji statistik uji t-test independent dan uji chi square. Dari hasil uji statistik menunjukkan Tidak ada hubungan asupan vitamin A, konsumsi buah dan sayur dengan kejadian low vision (p≥0.05). Perlu adanya perhatian dari orangtua mengenai asupan vitamin A, konsumsi buah dan sayur serta perhatian dari pihak yang terkait mengenai prevalensi low vision serta perlu adanya peningkatan program penyuluhan kesehatan dan gizi. Kata kunci: vitamin A, konsumsi buah dan sayur, low vision
Co-Authors Alisa, Yudiana Noor Amalia, Dea Sofa Amanda, Virgita Anastasia, Reynie Arvilla Anggiruling, Dwikani Oklita Annisa Dwi Meitha Appukuty, Mahenderan Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Aprisa, Annisa Sekar Aristi, Dela Bestari, Dania Senja Budi Mulyana, Budi Destyana, Riche Mia Devi Angeliana Kusumaningtiar Dewanti, Lintang Purwara Dewi, Sita Pramesti Dyvia Agustina Sidup Efnita, Annike Elvandari, Milliyantri Erry Yudhya Mulyani Fauzi, Maulana Fauzi, Maulana Gifari, Nazhif Gina Lestari, Gina Harna Harna, Harna Hasan, Hosni Heryana, Ade I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Idrus Jus’at Indah Suci Anzarkusuma Iskari Ngadiarti Julianti, Putri Firna Jus'at, Idrus Jus'at, Idrus Jus?at, Idrus Jusat, Idrus Jus’at, Idrus Jus’at, Idrus Jus’at, Idrus Kusrianti, Eri Laras Sitoayu Lintang P. Dewanti Malabay Malabay Maratis, Jerry Mareta, Sonia Maulana, Handika Rahmat Monic, Monica Mulyadi Mulyadi Mulyadi, Mulyadi Mury Kuswari Muslimah M, Nur Nabila Permatasari Nadheem, Fathimath Ana Nadhilah Syarafina Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Novianti, Anugrah Noviyanti, Anugrah Noviyanti, Anugrah Palupi, Khairizka Citra Pradini, Indira Prita Dhyani Swamilaksita Putri Ronitawati Putri, Vina Rizky Putri, Vina Rizky Putri, Vina Rizky Rachmanida Nuzrina Rahim, Elika Maret Rahmayati, Nadiya Putri Ratri Ciptaningtyas Ratri Oktaria Jasmine Reza Fadhilla Rinanda Almira Rinova, Rinova Aprillia Utari Rita Ismail Rosliana Hardiyanti Sa'pang, Mertien Salleh, Razali Mohamed Salsabila, Unik Hanifah Sari, Eva Siallagan, Damayanti Sita Pramesti Dewi Stanin, Enrico Sugiyatmi, Tri Astuti Trisia Lusiana Amir Tyas Putri Utami Vionalita, Gisely Vitria Melani Vitria Melani, Vitria Wahyu Pratama Wahyuni, Yulia Widyawati, Risti Shalsa Yuli Azmi Rozali Yustrina, Artha Zaizafia, Athaya