Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Studi Alternatif Pengendalian Banjir Sistem Drainase Polder Kembangan Di Kota Jakarta Barat Dengan Pendekatan Permodelan Banjir Aliran 2D Kautsar, Gymas; M. Bisri; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.125

Abstract

Wilayah DKI Jakarta, khususnya daerah Kembangan Jakarta Barat, merupakan daerah rawan banjir yang disebabkan oleh intensitas hujan tinggi, keterbatasan kapasitas drainase, dan perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan jaringan drainase eksisting dalam menampung debit banjir rancangan dengan kala ulang 5 dan 10 tahun, mengidentifikasi alternatif pengendalian banjir, dan menyusun rencana anggaran biaya untuk penanganan genangan di sistem polder Kembangan. Permodelan banjir dilakukan menggunakan software HEC-RAS 6.6 dengan pendekatan dua dimensi pada area seluas 758,8 Ha di Kembangan, Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukkan keterbatasan kapasitas sistem drainase eksisting dalam menampung debit banjir rancangan periode ulang 5 dan 10 tahun. Studi ini menghasilkan informasi komprehensif mengenai pola genangan banjir dan identifikasi titik-titik kritis sistem drainase. Rekomendasi pengendalian banjir yang paling efektif meliputi rehabilitasi saluran eksisting, perencanaan saluran baru, dan peningkatan sistem perpompaan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemodelan genangan banjir, rekomendasi teknis kepada instansi terkait, dan informasi rencana anggaran biaya untuk alternatif pengendalian banjir. Hasil studi dapat digunakan sebagai data dasar dalam perencanaan pengembangan sistem polder dan penyusunan strategi mitigasi bencana banjir di wilayah Jakarta Barat. Pendekatan permodelan 2D terbukti lebih representatif dalam menggambarkan kondisi banjir aktual dibandingkan dengan metode konvensional.
Studi Analisa Pola Genangan Banjir Menggunakan Pemodelan 2D HECRAS Di Sungai Pekalen, Kabupaten Probolinggo Fadhlurrahman, Yafie Suryadany; Runi Asmaranto; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.093

Abstract

Sungai Pekalen berlokasi di Kabupaten Probolinggo. Sungai ini memiliki panjang 30 Km. Pada tahun 2020, Sungai Pekalen melimpas dan menyebabkan banjir di beberapa kecamatan. Sebanyak 45 rumah terendam banjir. Diperlukan adanya analisa pola genangan banjir yang bertujuan untuk mengetahui tinggi dan luas sebaran banjir akibat meluapnya Sungai Pekalen. Analisa ini menggunakan pemodelan 2D HECRAS. Dari hasil analisa diketahui bahwa Banjir terjadi pada wilayah tengah dan wilayah hilir sungai dengan ketinggian yang bervariasi. Ketinggian banjir mencapai 1,5 m di wilayah tengah. Selain itu, luas sebaran banjir mencapai 322,6 ha.
Analisa Oksigen Terlarut (Do) Terhadap Jumlah Tangga Bangunan Terjun Bertingkat Tiga Menggunakan Uji Model Fisik Aurellia Rahma Sakti; Emma Yuliani; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.068

Abstract

Bangunan terjunan tegak merupakan bangunan yang memiliki perbedaan elevasi dasar saluran yang mendadak dari elevasi atas ke lebih rendah, hal ini dapat memberikan peredaman energi serta meningkatkan kadar DO pada aliran. Penelitian ini menggunakan terjunan bertingkat anak tangga 3 dengan dimensi 3,3 menggunakan 6 (enam) variasi debit. Untuk sudut kemiringan terjunan ditetapkan sebesar 45o. metode penelitian ini menggunakan prosedural eksperimental dengan bahan kimia Na2SO3 pada aliran terjunan. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan kajian tentang kondisi perubahan dan efisiensi kadar oksigen terlarut (DO) untuk semua kondisi model fisik yang dilakukan. Alternatif perencanaan yang dilakukan untuk menciptakan kondisi hidrolika aliran yang baik dan kondisi peredaman aliran yang maksimal di hilir pelimpah dengan melakukan perubahan pada anak tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah anak tangga memiliki pengaruh terhadap kadar oksigen terlarut (DO), dimana semakin banyaknya anak tangga terjunan maka semakin meningkat kadar oksigen terlarut (DO).
Studi Pengendalian Banjir Menggunakan Pemodelan HEC-RAS 1D di Hilir Sungai Malalayang Kota Manado Bagian Selatan Berlyansari, Cindy; Sumiadi; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.19

Abstract

Indonesia merupakan negara rawan bencana terutama banjir sebagai jenis bencana hidrometeorologi yang paling dominan. Pada musim penghujan, wilayah Sungai Malalayang di Kota Manado bagian Selatan, khususnya di Kelurahan Bahu, kerap mengalami peristiwa banjir. Dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama musim hujan pada tahun 2014 dan 2021, debit aliran Sungai Malalayang meningkat secara signifikan sehingga kapasitas sungai tidak lagi memadai untuk menampung debit air tersebut. Banjir di wilayah bagian hilir Sungai Malalayang disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain perubahan penggunaan lahan, pemanfaatan sempadan sungai sebagai permukiman, intensitas curah hujan tinggi, serta adanya pengaruh pasang surut air laut. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk memodelkan profil aliran Sungai Malalayang menggunakan software HEC-RAS 6.2 guna mengidentifikasi ruas-ruas sungai yang terjadi limpasan serta mengkaji alternatif pengendalian banjir yang tepat melalui pendekatan struktural. Pada studi ini, software HEC-HMS dimanfaatkan untuk perhitungan debit banjir rancangan menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik SCS. Debit banjir rancangan yang digunakan dalam analisis pemodelan kondisi eksisting adalah sebesar 51,3 m³/detik untuk untuk Q25th. Berdasarkan hasil simulasi aliran kondisi eksisting Q25th diketahui bahwasanya terjadi luapan air di beberapa ruas sungai bagian hilir, oleh karena itu mempertimbangkan kondisi tersebut, dilakukan alternatif pengendalian banjir berupa normalisasi sungai untuk mengatasi banjir di Sungai malalayang.
Studi Manajemen Konstruksi Proyek Dermaga Ujung Surabaya dengan Implementasi Building Information Modeling (BIM) Wijaya, Andrian Ahmad; Pitojo Tri Juwono; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.44

Abstract

Dermaga Ujung merupakan dermaga yang berlokasi di Kota Surabaya, dermaga ini direncanakan untuk ditingkatkan kapasitasnya agar bisa digunakan oleh kapal yang berkapasitas lebih besar. Perencanaan proyek yang masih menggunakan cara konvensional dengan software 2D Computer-Aided Design (CAD)  yang tidak terintegrasi membuat perencanaan kurang efisien sehingga memperlambat durasi pengerjaan desain rencana. Oleh sebab itu, studi ini bertujuan memberikan alternatif solusi penerapan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan efisiensi perencanaan proyek sekaligus memberikan alternatif penjadwalan yang dapat mengurangi durasi dan biaya proyek. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan BIM dapat menjadi solusi keterbatasan data dan meningkatkan efisiensi pembuatan desain dan perhitungan volume pekerjaan dengan hasil rencana pekerjaan pengerukan sebesar 116.967,775 m3, kemudian alternatif percepatan penjadwalan dengan penambahan lembur merupakan yang paling optimal dan dapat menurunkan durasi proyek hingga 11,765% dengan biaya proyek berkurang sebesar 0,943% dibandingkan dengan estimasi awal. Manfaat dari studi ini dapat memberikan rekomendasi penggunaan BIM untuk efisiensi perencanaan dan alternatif percepatan yang optimum untuk meningkatkan kecepatan penyelesaian proyek dan pengurangan biaya proyek.