Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Studi Perencanaan Dan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih Di Daerah Reservoir Unit Beji Kabupaten Pasuruan Muhammad Azhar Thirafi Say; Very Dermawan; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.112

Abstract

Pembangunan distribusi air bersih di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan oleh PDAM Giri Nawa Tirta belum sepenuhnya terjangkau. Dalam rangka menunjang dan meningkatkan pelayanan distribusi tersebut, dilakukan perencanaan sistem jaringan air bersih di Desa Cangkringmalang dan Desa Gununggangsir melalui reservoir Unit Beji yang memiliki kapasitas tampungan sebesar 1200 m3 debit pengaliran maksimal sebesar 70liter/detik. Perencanaan ini menggunakan program EPANET dan simulasi pengembangan jaringan distribusi air bersih dengan proyeksi 15 tahun (2022-2037) untuk mendapatkan analisa perhitungan kebutuhan air rata-rata. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan air rata-rata di tahun 2037 di kedua desa yaitu Desa Cangkringmalang sebesar 8,36 liter/detik dan Desa Gununggangsir sebesar 5,67 liter/detik. Dengan jumlah penduduk terlayani di kedua desa sebesar 17.351 jiwa. Analisis biaya (RAB) untuk pembangunan jaringan air bersih di daerah Reservoir Unit Beji Kabupaten Pasuruan adalah sebesar Rp 4.861.747.405. dengan jumlah total dibulatkan sebesar Rp 4.861.748.000
Model Jaringan Saraf Tiruan (JST) untuk Prediksi Debit pada AWLR MT. Haryono Jakarta Timur Firza Achmad Kurnia; Very Dermawan; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.007

Abstract

Peristiwa banjir sangat sering melanda wilayah Jakarta Timur akibat berkurangnya daerah resapan dan perubahan tata guna lahan secara masif. Selain banjir, kekurangan air pada akhir tahun 2023 karena peristiwa El Nino merupakan masalah yang harus dapat diantisipasi. Penyelesaian kedua masalah di atas tentu memerlukan data debit yang panjang dan kontinu. Data debit umumnya diperoleh melalui pencatatan pos pencatatan tinggi muka air. Pada pos yang menggunakan papan duga, hasil pencatatan bisa tidak akurat karena pencatatan dilakukan secara manual (human error). Sedangkan pada pos duga air yang menggunakan alat Automatic Water Level Recorder (AWLR), dapat ditemui kerusakan komponen dan berpotensi membuat tinggi muka air tidak tercatat untuk selang waktu tertentu. Studi ini diharapkan dapat menjadi solusi atas keperluan data debit untuk analisis sumber daya air. Penelitian dilakukan berbasis model jaringan saraf tiruan menggunakan data masukan hujan rerata daerah, rerata hari hujan, dan debit di hulu untuk memprediksi debit di lokasi studi. Hasil studi didapatkan nilai kalibrasi terbaik menggunakan data 6 tahun dengan 5000 epoch diperoleh nilai R = 0,911, NSE = 0,827 dan KR = 20%. Sedangkan hasil verifikasi terbaik diperoleh menggunakan data 2 tahun dengan 3000 epoch dan diperoleh nilai R = 0,807, NSE = 0,510 dan KR = 15%.
Pemodelan Debit DAM Sengkaling Berdasarkan Data Curah Hujan Menggunakan Model Jaringan Saraf Tiruan (JST) Satria, Radifa Satria Pratama; Runi Asmaranto; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.005.01.014

Abstract

Ketersediaan data debit yang tidak lengkap dan akurat pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat menyebabkan berbagai permasalahan dalam pemanfaatan sumber daya air. Pada umumnya, data debit diperoleh dari pengukuran tinggi muka air di suatu pos duga air. Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan cara manual meggunakan papan duga air atau cara otomatis menggunakan alat Automatic Water Level Recorder (AWLR). Studi ini berfokus pada Pos Duga Air (PDA) Dam Sengkaling yang berada di DAS Brantas Hulu yang mana masih menggunakan papan duga air dalam pencatatan tinggi muka airnya sehingga hasil pencatatan tersebut bisa saja tidak akurrat bahkan tidak terrcatat karena dalam pencatatannya masih dilakukan secara manual (human error). Penelitian ini bertujuan untuk membuat semacam model hujan menjadi debit, dengan harapan dapat menjadi solusi atas ketersediaan data debit pada lokasi studi. Metode yang digunakan dengan memanfaatkan teknologi komputer menggunakan model Jaringan Saraf Tiruan (JST) dengan input yang digunakan yaitu data curah hujan. Hasil penelitian didapatkan nilai kalibrasi terbaik terdapat pada data 7 tahun dengan 3000 epoch diperoleh nilai r = 0,994 dan NSE = 0,987. Sementara untuk nilai validasi terbaik terdapat pada data 3 tahun dengan 3000 epoch dan diperoleh nilai r = 0,980 dan NSE = 0,948.
Evaluasi Jaringan Drainase dan Penanganan Genangan Daerah Kalpataru Kota Malang Dengan Konsep LID Menggunakan SWMM 5.1 Sihasale, Diva Angeline Sinta Inggritasari; Very Dermawan; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.005.01.015

Abstract

Perubahan penggunaan lahan menjadi kawasan padat pemukiman, menjadikan Daerah Kalpataru Kota Malang sebagai daerah langganan genangan ketika musim penghujan. Saluran yang tidak bekerja secara maksimal, akibat adanya sedimen, sampah maupun dimensi saluran lama dengan sistem konvensional menjadi penyebabnya. Sistem drainase konvensional telah lama menyebabkan permasalahan banjir, oleh karena itu diperlukan penanganan dengan konsep Low Impact Development (LID) yang dapat mereduksi genangan dengan meresapkan ke tanah. Dalam prosesnya diperlukan analisa hidrologi untuk mendapatkan intensitas hujan jam-jaman kala ulang 5 tahun dan nantinya proses simulasi pemodelan menggunakan bantuan aplikasi SWMM 5.1. Berdasarkan hasil simulasi dengan kala ulang 5 tahun diketahui dari 90 saluran terdapat 8 saluran yang tidak dapat menampung debit banjir yang ada. Maka dari itu, 15 saluran diantaranya harus dilakukan rehabilitasi. Sedangkan melalui hasil pendekatan pemodelan LID dengan penerapan sumur injeksi (infiltration trench) sebanyak 24 sumur yang tersebar pada 10 subcatchment area dapat mereduksi 56% genangan, dengan rencana anggaran biaya yang diperlukan sebesar Rp 227.832.000,-.
Penerapan Metode jaringan Syaraf Tiruan Dalam Mencari Hubungan Curah Hujan dan Debit Pada DAS Cisadane aryadiva, raihan; Very Dermawan; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.017

Abstract

Analisis sumber daya air sangat terhambat oleh hilangnya data akibat kerusakan alat pencatat, proses perbaikan, dan kesalahan manusia. Ketersediaan data curah hujan dan debit yang lengkap dan akurat menjadi faktor krusial dalam perencanaan wilayah. Penelitian ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan informasi data yang sering dihadapi dalam analisis sumber daya air. Estimasi tinggi debit di suatu daerah dalam periode tertentu dapat diprediksi dengan metode permodelan jaringan syaraf tiruan, memanfaatkan data curah hujan dan debit. Studi ini menemukan nilai validasi terbaik untuk proses kalibrasi dengan rentang 6 tahun dan epoch 500, menghasilkan nilai Percentage Bias (PBIAS) 0,061% (sangat baik), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) 0,994 (baik), dan Koefisien Korelasi (r) 0,997 (sangat kuat). Untuk nilai validasi terbaik dengan rentang 6 tahun dan epoch 3000 menghasilkan nilai Percentage Bias (PBIAS) 2,803% (sangat baik), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) 0,936 (baik), dan Koefisien Korelasi (r) 0,981 (sangat kuat).
Pemodelan Debit DAM Sengkaling Berdasarkan Data Curah Hujan Menggunakan Model Jaringan Saraf Tiruan (JST) Satria, Radifa Satria Pratama; Runi Asmaranto; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.043

Abstract

Pada umumnya, data debit diperoleh dari pengukuran tinggi muka air di suatu pos duga air. Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan cara manual meggunakan papan duga air atau cara otomatis menggunakan alat Automatic Water Level Recorder (AWLR). Studi ini berfokus pada Pos Duga Air (PDA) Dam Sengkaling yang berada di DAS Brantas Hulu yang mana masih menggunakan papan duga air dalam pencatatan tinggi muka airnya sehingga hasil pencatatan tersebut bisa saja tidak akurrat bahkan tidak terrcatat karena dalam pencatatannya masih dilakukan secara manual (human error). Penelitian ini bertujuan untuk membuat semacam model hujan menjadi debit, dengan harapan dapat menjadi solusi atas ketersediaan data debit pada lokasi studi. Metode yang digunakan dengan memanfaatkan teknologi komputer menggunakan model Jaringan Saraf Tiruan (JST) dengan input yang digunakan yaitu data curah hujan. Hasil penelitian didapatkan nilai kalibrasi terbaik terdapat pada data 7 tahun dengan 3000 epoch diperoleh nilai r = 0,994 dan NSE = 0,987. Sementara untuk nilai validasi terbaik terdapat pada data 3 tahun dengan 3000 epoch dan diperoleh nilai r = 0,980 dan NSE = 0,948.
Pemetaan Sebaran Kualitas Air Akibat Pencemaran Limbah Organik Pada Segmen Hilir dari Sub DAS Konto Hulu, Kabupaten Malang Nazwa Shiva Setya Putri; Very Dermawan; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.103

Abstract

Sungai Konto merupakan salah satu sungai yang berada di wilayah Kabupaten Malang bagian Barat yang tercemar dan berperan sebagai sungai penyuplai Waduk Selorejo. Perannya ini menjadikan Sungai Konto sebagai salah satu media masuknya kontaminan yang berasal dari berbagai aktivitas di sekitar waduk maupun di sepanjang aliran sungai. Penelitian ini berfokus pada Segmen Hilir dari Sub DAS Konto Hulu dengan tujuan untuk menentukan status mutu air dengan menganalisis menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) serta memetakan kualitas air menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW) pada enam lokasi titik sampling ketika musim hujan dan kemarau. Berdasarkan analisis IP yang didasarkan pada Kepmen LH No. 115 Tahun 2003 dan baku mutu air yang mengacu pada PP No. 22 Tahun 2021, maka diperoleh bahwa Segmen Hilir dari Sub DAS Konto Hulu ketika musim kemarau mengalami 43,46% Tercemar Ringan dan 56,54% Tercemar Sedang. Sedangkan ketika musim hujan, Segmen Hilir mengalami 13,86% Tercemar Ringan dan 84,14% Tercemar Sedang. Pemetaan kualitas air memberikan gambaran visual mengenai sebaran kualitas air secara spasial. Ketika musim kemarau, TS 1 hingga TS 3 mengalami Tercemar Ringan sedangkan TS 4 hingga TS 6 yang semakin mendekati Waduk Selorejo mengalami Tercemar Sedang. Namun, ketika musim hujan, hanya TS 1 yang mengalami Tercemar Ringan sedangkan TS 2 hingga TS 6 mengalami Tercemar Sedang. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas air sungai ketika musim hujan. Berdasarkan hasil studi, maka diperlukan upaya pengelolaan dan pengendalian pencemaran air dengan memperhatikan kondisi ekologi sungai guna menjaga keseimbangan lingkungan dan fungsi ekosistem Sungai Konto.
Makroinvertebrata Sebagai Bioindikator Penilaian Kualitas Air Dengan Pendekatan Berbasis Ekohidrolik Pada Segmen Hulu Dari Sub DAS Konto Hulu Kabupaten Malang Djatmiko, Aurynargyaristawidya; Very Dermawan; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.087

Abstract

Sungai Konto merupakan salah satu sungai penyuplai air terbesar yang masuk ke Waduk Selorejo. Ribuan ton kotoran ternak di wilayah Pujon terbuang percuma ke kawasan Sungai Konto tanpa proses pengelolaan terlebih dahulu. Kualitas air pada suatu perairan dapat diukur dengan menggunakan beberapa parameter salah satunya parameter biologi. Dari hasil perhitungan family biotic index menunjukkan hasil status mutu air pada Segmen Hulu dari Sub DAS Konto Hulu dalam kategori cukup hingga sangat buruk dengan nilai berkisar 5,00 – 8,00 dari 8 titik sampling yang telah dilakukan identifikasi. Terdapat 19 jenis famili makroinvertebrata yang ditemukan dan terdapat 11 jenis famili yang memiliki nilai toleransi terhadap bahan organik. Populasi peternakan dan pertanian yang ada pada Segmen Hulu dari Sub DAS Konto Hulu merupakan faktor utama penyumbang bahan cemaran yang masuk di perairan Sungai Konto.
Studi Pengendalian Banjir menggunakan Pemodelan HEC-RAS 1D di Sungai Likupang Bagian Hilir Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara Elli Senjawati, Elli Senjawati; Sumiadi; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.121

Abstract

Sungai Likupang yang berada di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, kerap mengalami banjir tahunan akibat kapasitas alirannya yang tidak memadai saat musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan Sungai Likupang dalam mengalirkan debit banjir serta merancang alternatif pengendalian banjir melalui tindakan normalisasi sungai. Analisis hidrologi dilakukan dengan metode SCS CN yang dibantu oleh perangkat lunak HEC-HMS, guna memperoleh debit banjir rancangan untuk Q25th dan Q50th, yaitu sebesar 72,8 m³/dt dan 79,1 m³/dt. Selanjutnya, dilakukan analisis hidrolika menggunakan HEC-RAS versi 6.2 untuk mensimulasikan profil aliran sungai. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa kondisi eksisting sungai belum mampu menampung debit tersebut secara optimal, dengan ditemukannya 17 titik rawan banjir dan 57 titik yang tergolong aman. Setelah dilakukan simulasi skenario normalisasi dengan kondisi pasang tertinggi dengan debit Q25th (melalui pelebaran dan pendalaman penampang sungai), titik banjir menurun menjadi 16, sedangkan titik aman meningkat menjadi 58.
Studi Alternatif Pengendalian Banjir Sistem Drainase Polder Kedoya Taman Ratu Greenville di Kota Jakarta Barat dengan Pendekatan Pemodelan Banjir Aliran 2D Aditama, Attaya Rakha; Mohammad Bisri; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.124

Abstract

Kawasan Kedoya Taman Ratu Greenville di Jakarta Barat sering mengalami banjir akibat curah hujan tinggi, perubahan tutupan lahan, serta kapasitas sistem drainase yang tidak memadai. Banjir yang terjadi berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat dan infrastruktur setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem drainase eksisting dan merancang alternatif pengendalian banjir yang lebih efektif. Metode yang digunakan adalah pemodelan banjir aliran 2D menggunakan perangkat lunak HEC-RAS versi 6.6. Simulasi dilakukan berdasarkan debit rencana dengan kala ulang 5 dan 10 tahun. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi titik rawan genangan serta kapasitas saluran dalam menampung limpasan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem drainase saat ini belum mampu mengatasi debit puncak secara optimal. Beberapa alternatif pengendalian banjir diusulkan, seperti peningkatan kapasitas saluran dan pembangunan serta optimalisasi rumah pompa. Selain itu, disusun rencana anggaran biaya sebagai estimasi awal pelaksanaan solusi teknis. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan banjir yang berkelanjutan di wilayah tersebut.