Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN KAOLIN DAN KARBON AKTIF TERHADAP KEKERASAN PADA TEKO TEH POCI Hansel Muhammad Falah; Agus Setyo Budi; Widyaningrum Indrasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 9 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.945 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2020.01.FA.14

Abstract

Abstrak Salah satu pekerjaan yang juga banyak digeluti masyarkat Purbalingga yaitu menjadi pengrajin teko teh poci (berbahan dasar tanah liat). Namun, saat ini para pengrajin mengeluhkan masuknya teko teh poci dari mancanegara, yang dapat mengancam industri lokal. Dengan kualitas yang sama namun harga yang lebih murah, membuat teko teh poci buatan lokal sulit untuk bersaing. Maka dari itulah, penelitian ini dilakukan dengan tujuan membuat bahan baku dari teko teh poci (keramik) dengan kualitas lebih baik. Dilakukan analisis terhadap pengaruh penambahan kaolin dan karbon aktif terhadap kekerasan keramik. Hasilnya menunjukan bahwa penambahan kaolin dan karbon aktif meningkatkan nilai kekerasan keramik. Suhu juga sangat mempengaruhi kekerasan, oleh sebab itu diperlukan suhu yang tepat untuk membuat keramik semakin keras, tetapi tidak mengalami vitrifikasi sehingga volume dari keramik tersebut tidak menyusut. Kata kunci: Teko teh poci, tanah liat, keramik, kaolin, karbon aktif, kekerasan, porositas, Purbalingga, lokal.
PENGARUH DOPING DAN PERLAKUAN PANAS TERHADAP KEKERASAN KERAMIK PADA BAHAN DASAR PEMBUATAN POCI Axel Nathanael; Agus Setyo Budi; Widyaningrum Indrasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 9 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.175 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2020.01.FA.16

Abstract

Abstrak Poci yang termasuk dalam keramik memiliki kekurangan karena mudah pecah. Beragam cara telah dilakukan untuk meningkatkan kekerasan poci. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan menambah doping dan melakukan perlakuan panas. Perlakuan panas yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan variasi suhu pemanasan, lamanya waktu pemanasan, hingga variasi laju pemanasan. Tujuan paper ini adalah mengetahui pengaruh penambahan doping dan perlakuan panas terhadap tingkat kekerasan keramik. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap penelitian terkait. Hasil yang didapat adalah keramik akan semakin keras bila ditambahkan dengan material tertentu namun kekerasan akan berkurang setelah melebihi komposisi optimumnya. Hal yang sama didapatkan pada perlakuan panas, sekamin lama dan semakin tinggi suhu akan menigkatkan kekerasan keramik sampai batas optimumnya. Hasil ini akan digunakan untuk menentukan komposisi dan suhu yang paling optimumdalam memperkuat keramik. Kata-kata kunci: Poci, Keramik, Suhu, Doping, Kekerasan Abstract The pot that is included in ceramics has a disadvantage because it breaks easily. Various ways have been done to increase pot hardness. One of the things done is to add doping and heat treatment. The heat treatment that can be done is to vary the heating temperature, the length of time for heating and the variation of the heating rate. The purpose of this paper is to determine the effect of the addition of doping and heat treatment on the level of hardness of ceramics. The method used is the study of literature on related research. The results obtained are ceramics that will be harder when added to certain materials, but the hardness will decrease after exceeding its optimum composition. The same thing is found in heat treatment, long time and higher temperature will increase the hardness of ceramics to the optimum. This result will be used to determine the optimum composition and temperature for strengthening ceramics. Keywords: Pot, Ceramic, Temperature, Doping, Hardness
PENGARUH PENAMBAHAN MATERIAL ALUMINA DAN KARBON AKTIF TERHADAP KEKERASAN DAN MUTU AIR PADA TEKO TEH POCI Dina Ramadhini Rinaldy; Agus Setyo Budi; Widyaningrum Indrasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 9 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.364 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2020.01.FA.17

Abstract

Abstrak Purbalingga adalah salah satu daerah pengasil teko teh poci terbesar di Indonesia. Tetapi produk yang dihasilkan rentan pecah dan memiliki zat terlarut sehingga kualitas produk cukup rentan dalam ketatnya persaingan pasar. Maka dari itu dilakukan inovasi peningkatan kualitas teko teh poci dengan memperkuat sifat kekerasan dan mengurangi zat terlarut pada teko teh poci dengan menambahkan alumina dan karbon aktif ke dalam tanah liat sebagai bahan dasar pembuatan teko teh poci. Tujuan dari paper ini adalah mengetahui pengaruh penambahan alumina dan karbon aktif ke dalam tanah liat. Metode yang digunakan pada paper ini adalah studi literatur terhadap penelitian terkait. Hasil yang didapat adalah material alumina akan menambahkan kekerasan material tanah liat dengan menaikkan nilai densitas dan mengurangi porositas sehingga material semakin padat. Semakin tinggi konsentrasi alumina dan suhu yang digunakan akan menaikan kekerasan material. Sedangkan penambahan karbon aktif ke dalam tanah liat akan menaikan porositas seiring dengan meningkatnya konsentrasi yang digunakan dan menghasilkan uji TDS yang lebih baik. Kata kunci: Tanah liat, alumina, karbon aktif, kekerasan, zat terlarut. Abstract Purbalingga is one of the biggest teapot producers in Indonesia. But the products are fragile and have dissolved solids, so the quality of the products is quite vulnerable in the intense market competition. Therefore an innovation was made to improve the quality of the teapot by strengthening hardness material and reduce dissolved solids by adding alumina and activated carbon into the clay as the teapot basic material. The purpose of this paper is to determine the effect of addition alumina and activated carbon into clay. The method used in this paper is study of literature on related researches. The result is alumina material will increase the hardness of clay by increasing the density and reducing porosity so the material becomes denser. The higher concentration of alumina and the temperature used will increase the hardness of material. Addition of activated carbon will increase porosity as more as the increasing of concentration that are used and produce a better TDS test. Keywords: Clay, alumina, activated carbon, hardness, dissolved solids.
RANCANG BANGUN ALAT PERAGA TUMBUKAN BERBASIS MIKROKONTROLLER UNTUK SMA Widyaningrum Indrasari; Agus Setyo Budi; Dias Prima Fadilla
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 9 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.375 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2020.02.PF.14

Abstract

Abstrak Makalah ini memaparkan rancang bangun alat peraga tumbukan berbasis mikrokontroller di Sekolah Menengah Atas (SMA). Langkah pengembangan yang dilakukan meliputi: 1) perancangan perangkat keras, 2) perancangan perangkat lunak, dan 3) uji coba alat peraga. Alat peraga yang sudah dirancang telah divalidasi oleh ahli materi fisika dan ahli media pembelajaran fisika. Perancangan perangkat keras terdiri dari Personal Computer (PC)/Laptop, Arduino Mega 2560, Kabel USB Micro, LED Infra merah, Foto diode, Tabung akrilik 100 cm, holder sensor, tiang penyangga bola dan bidang pantul/alas. Perancangan perangkat lunak menggunakan bahasa pemrograman C++, dengan sistem operasi Windows, Arduino IDE 1.8.12, USB Driver dan Microsoft Excel. Sementara uji coba alat peraga dilakukan dengan cara menjatuhkan berbagai jenis bola ke lantai, dimana hambatan udara dan gesekan lintasan diabaikan. Hasil uji coba yang didapat adalah sebagai berikut: bola golf dengan lantai keramik memiliki koefisien restitusi sebesar 0,901 dengan kesalahan relatif 1,552%, bola pingpong dengan lantai keramik memiliki koefisien restitusi sebesar 0,806 dengan kesalahan relatif 1,822%, dan bola tenis dengan lantai keramik memiliki koefisien restitusi sebesar 0,656 dengan kesalahan relatif 5,964%. Kata-kata kunci: alat peraga, tumbukan, rancang bangun, koefisien restitusi. Abstract This paper describes the design of microcontroller-based impact props in Senior High Schools (SMA). The development steps taken include 1) hardware design, 2) software design, and 3) testing props. The props that have been designed have been validated by physics material experts and physics learning media experts. The hardware design consists of a Personal Computer (PC) / Laptop, Arduino Mega 2560, Micro USB Cable, and Infrared LED, Photodiode, 100 cm acrylic tube, sensor holder, ball support pole and reflective plane/base. The software design uses the C ++ programming language, with the Windows operating system, Arduino IDE 1.8.12, USB Driver and Microsoft Excel. While testing, the props were carried out by dropping various balls on the floor, where air resistance and track friction were ignored. The test results obtained are as follows: a golf ball with a tiled floor has a restitution coefficient of 0.901 with a relative error of 1.552%, a ping pong ball with a tiled floor has a restitution coefficient of 0.806 with a relative error of 1.822%, and a tennis ball with a tiled floor has a restitution coefficient of 0.656 with a relative error of 5.964%. Keywords: props, collision, design, restitution coefficient.
ANALISIS CLUSTER BAHAN HERBAL BERDASARKAN FITUR RESPON E-NOSE Anggiyansah Sitompul; Bambang Heru Iswanto; Widyaningrum Indrasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 9 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.364 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2020.01.FA.22

Abstract

Abstrak Electronic nose (e-nose) merupakan alat yang tersusun atas berbagai sensor kimia elektronik dengan sensitivitas parsial dan sistem pengenalan pola yang tepat serta mampu mengenali bau yang sederhana maupun kompleks. Dalam perkembangannya, e-nose berfungsi menggantikan keterbatasan hidung manusia dalam mengenali aroma terentu secara cepat dan tepat. Namun, e-nose yang terdiri dari sejumlah larik sensor menghasilkan data yang sangat besar sehingga membutuhkan metode ekstraksi fitur yang tepat dalam mengenali pola dari respons e-nose. Data respon e-nose terhadap lima bahan herbal yang terdiri dari jahe (ZO), kencur (KG), kunyit (CL), lengkuas (LG), dan temulawak (CX) telah dianalisis dalam penelitian ini. Dua metode ekstraksi fitur, yaitu relative amplitude (RA) dan surface (S) digunakan untuk mendapatkan fitur terbaik untuk clustering data respon e-nose kelima bahan herbal tersebut. Pada proses analisis data, metode cluster analysis yaitu k-means clustering digunakan untuk clustering dataset respons yang diekstraksi menggunakan metode RA, dan S. Dua kriteria eksternal validasi cluster yaitu entropy dan purity digunakan dalam mengukur kualitas cluster yang dihasilkan. Nilai entrophy minimum pada penelitian ini adalah 0,53 diperoleh pada fitur RA dan purity maksimum adalah 0,83 yang diperoleh pada fitur RA. Dari hasil tersebut, fitur yang lebih efektif dalam menghasilkan solusi cluster terbaik untuk membedakan kelima bahan herbal adalah fitur RA. Kata-kata kunci: electronic nose, bahan herbal, ekstraksi fitur, cluster analysis. Abstract Electronic nose (e-nose) is a device composed of various electronic chemical sensors with partial sensitivity and a precise pattern recognition system capable of recognizing simple and complex odors. In its development, the e-nose serves to replace the limitations of the human nose in recognizing certain aromas quickly and precisely. However, the e-nose which consists of a number of sensor arrays produces very large data, so it requires the right feature extraction method in recognizing the pattern of the e-nose response. E-nose response data to five herbal ingredients consisting of Zingiber officinale (ZO), Kaempferia galanga (KG), Curcuma longa (CL), Languas galanga (LG), and Curcuma xanthorrizha roxb (CX) were analyzed in this study. Two feature extraction methods, namely relative amplitude (RA) and surface (S), were used to obtain the best features for clustering the e-nose response data of the five herbal ingredients. In the data analysis process, the cluster analysis method, namely k-means clustering, was used for clustering the response dataset which was extracted using the RA and S methods. Two external criteria for cluster validation, namely entropy and purity, were used to measure the quality of the resulting clusters. The minimum entrophy value in this study was 0.53 obtained for the RA feature and the maximum purity was 0.83 obtained for the RA feature. From these results, the feature that is more effective in producing the best cluster solution to differentiate the five herbal ingredients is the RA feature. Keywords: electronic nose, herbal ingredients, feature extraction, cluster analysis.
PEMETAAN SEBARAN KUALITAS TANAH DENGAN MENGGUNAKAN PARAMETER SUHU, KELEMBABAN, PH, SALINITAS, DAN MEDAN MAGNET Hani Harjayanti; Widyaningrum Indrasari; Esmar Budi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 10 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.185 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2022.01.FA.09

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan sebaran kualitas tanah dengan menggunakan parameter suhu, kelembaban, pH, salinitas, dan medan magnet. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan beberapa sampel dari tiap lokasi yang ditentukan dan dilanjutkan dengan mengukur parameter yang dibutuhkan menggunakan alat uji parameter tingkat tanah di laboratorium. Metode eksperimen yang digunakan dalam proses pengambilan sampel tanah adalah metode sistematik (systematic sampling) yaitu pemilihan pengacakan dilakukan dengan membatasi set dari titik yang dibatasi dengan jumlah area atau kluster pengambilan sampel namun tetap mencakup keseluruhan areal dalam bentuk regular grid, segi empat, triangular atau hexagonal. Hasil penelitian menunjukkan sampel tanah yang berasal dari sekitar kawasan industri pabrik memiliki tingkat kelembaban dan nilai pH yang lebih tinggi dari sampel tanah dengan kualitas baik. Hasil data diklasifikasikan berdasarkan persebaran titik pengambilan sampel untuk mengevaluasi potensi kualitas tanah dari tiap lokasi. Kata-kata kunci: kualitas tanah, kawasan industri, parameter fisika. Abstract This study aims to map the distribution of soil quality using parameters of temperature, humidity, pH, salinity, and magnetic field. This research was conducted by taking several samples from each determined location and continued by measuring the required parameters using a soil level parameter test instrument in the laboratory. The experimental method used in the soil sampling process is a systematic sampling method, namely the selection of randomization is done by limiting the set of points that is limited by the number of sampling areas or clusters but still covers the entire area in the form of a regular grid, rectangle, triangular or hexagonal. The results showed that soil samples from around the industrial factory area had a higher moisture level and pH value than soil samples with good quality. The data results were classified based on the distribution of sampling points to evaluate the potential soil quality of each location. Keywords: soil quality, industrial area, physical parameters.
SIMULASI RANGKAIAN DC-DC BUCK CONVERTER DENGAN VARIASI NILAI RESISTOR BEBAN PADA SISTEM PENYIMPANAN ENERGI LISTRIK PANEL SURYA Valendio Febriano; Widyaningrum Indrasari; Rahmondia Nanda Setiadi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 10 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.247 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2022.01.FA.11

Abstract

Abstrak Untuk memanfaatkan energi surya sebagai sumber energi alternatif, umumnya energi surya akan disimpan terlebih dahulu di dalam baterai. Dalam melakukan proses penyimpanan energi tersebut, diperlukan suatu sistem pengontrol energi listrik dari panel surya agar lebih stabil. Salah satu caranya adalah menggunakan DC-DC Buck Converter. Penelitian ini bertujuan merancang sistem untuk mengontrol daya yang ditransmisikan dari panel surya menuju baterai agar lebih optimal. Oleh karena itu dilakukan simulasi rangkaian DC-DC Buck Converter menggunakan aplikasi LT Spice untuk mengetahui nilai arus dan tegangan keluaran pada sistem rangkaian. Simulasi ini dilakukan dengan memvariasikan nilai beban (R) pada filter dari rangkaian DC-DC Buck Converter. Variasi nilai resistor yang digunakan adalah 18 Ohm, 25 Ohm, 30 Ohm, 35 Ohm, 40 Ohm, 50 Ohm, 60 Ohm, dan 220 Ohm. Dengan menetapkan nilai tegangan input sebesar 20 Volt dan duty cycle sebesar 60%, didapatkan variasi nilai R yang paling mendekati nilai tegangan baterai adalah 30 Ohm dengan tegangan keluaran sebesar 12,03 Volt. Kata-kata kunci: energi surya, buck converter, simulasi, variasi beban. Abstract To utilize solar energy as an alternative energy source, generally solar energy will be stored in the battery first. In carrying out the energy storage process, a system for controlling electrical energy from solar panels is needed to make it more stable. One way is to use a DC-DC Buck Converter. This study aims to design a system to control the power transmitted from the solar panel to the battery so that it is more optimal. Therefore, a DC-DC Buck Converter circuit simulation was carried out using the LT Spice application to determine the current and output voltage values ​​in the circuit system. This simulation is done by varying the value of the load (R) on the filter of the DC-DC Buck Converter circuit. The resistor values ​​used are 18 Ohm, 25 Ohm, 30 Ohm, 35 Ohm, 40 Ohm, 50 Ohm, 60 Ohm, and 220 Ohm. By setting the input voltage value of 20 Volt and a duty cycle of 60%, the variation of the R value that is closest to the battery voltage value is 30 Ohm with an output voltage of 12.03 Volt. Keywords: solar energy, buck converter, simulation, load variation.
PENGUKURAN KUALITAS AIR TERCEMAR LIMBAH MIKROPLASTIK BERDASARKAN PARAMETER FISIKA Fitri Sakinah; Widyaningrum Indrasari; Umiatin Umiatin
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 10 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.805 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2022.01.FA.12

Abstract

Abstrak Mikroplastik merupakan partikel kecil plastik yang memiliki ukuran kurang dari 5 mm. Keberadaan mikroplastik saat ini sudah terdeteksi di banyak wilayah perairan seluruh dunia. Keberadaan mikroplastik di wilayah perairan berdampak menurunkan kualitas air. Pengukuran kualitas air perlu dilakukan untuk mengetahui kelayakan air yang dapat dikonsumsi sehari-hari. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran kualitas air berdasarkan parameter fisika, yaitu pH, TDS, dan salinitas dengan alat ukur yang tersedia di laboratorium. Metode yang digunakan adalah eksperimen, dengan menggunakan sampel buatan yang terdiri dari 10 sampel larutan air murni, 10 sampel larutan air tanah, 10 sampel larutan aquades yang masing-masing sebanyak 100 mL Masing-masing sampel ditambahkan body scrub dengan penambahan massa body scrub sebanyak 1 gram. Variasi massa body scrub yang ditambahkan pada masing-masing sampel dimulai dari 1 gram hingga 10 gram. Hasil penelitian menunjukkan makin tinggi penambahan konsentrasi body scrub menghasilkan nilai pH yang semakin naik, nilai TDS yang semakin naik untuk air minum dan aquades tetapi untuk air tanah nilai TDS semakin turun, dan untuk salinitas tidak terjadi perubahan. Hasil dari nilai pH pada setiap perubahan konsentrasi body scrub terkecil terdapat pada air tanah yaitu 0,0156 pH/g dan untuk nilai TDS terkecil terdapat pada aquades yaitu 1,00 ppm/g. Kata-kata kunci: mikroplastik, kualitas air, parameter fisika, TDS, pH Abstract Microplastics are small particles of plastic that have a size of less than 5 mm. The presence of microplastics is now detected in many territorial waters around the world. The presence of microplastics in aquatic areas has the effect of lowering water quality. Water quality measurement needs to be done to know the feasibility of water that can be consumed daily. In this study, water quality measurement was conducted based on physical parameters, namely pH, TDS, and salinity with measuring instruments available in the laboratory. The method used is experimentation, using artificial samples consisting of 10 samples of pure water solution, 10 samples of groundwater solution, 10 samples of aquades solution of 100 mL each. Each sample is added body scrub with the addition of body scrub mass as much as 1 gram. Variations in body scrub mass added to each sample range from 1 gram to 10 grams. The results showed that the higher the concentration of body scrubs resulted in an increasing pH value, an increasing TDS value for drinking water and aquades but for groundwater the TDS value was decreasing, and for salinity there was no change. The result of the pH value in each change in the concentration of the smallest body scrub is found in groundwater which is 0.0156 pH/g and for the smallest TDS value is found in aquades which is 1.00 ppm/g. Keywords: microplastics, water quality, physical parameters, TDS, pH
SIMULASI RANGKAIAN DC-DC BUCK CONVERTER PADA SISTEM PENYIMPANAN DAYA LISTRIK PANEL SURYA Ferdy Alfian Indra Prasetya; Widyaningrum Indrasari; Rahmondia Nanda Setiadi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 10 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.748 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2022.01.FA.14

Abstract

Abstrak Pada proses penyimpanan energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya ke dalam baterai diperlukan suatu sistem pengontrol yaitu menggunakan DC-DC buck converter. Melalui sistem ini dapat mengoptimalkan proses transmisi energi dari panel surya ke baterai. Untuk mendapatkan optimasi rangkaian DC-DC buck converter, dilakukan perencanaan melalui simulasi rangkaian buck converter dengan memperhitungkan nilai faktor kualitas Q pada filter butterworth orde-2. Variasi Q yang digunakan terdiri dari tiga variasi, yaitu 0,541, 0,707, dan 1,307 dengan menggunakan frekuensi cut-off sebesar 5kHz. Masing-masing variasi Q menggunakan resistor R dengan nilai 180Ω, 220Ω, dan 430Ω. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penguatan sinyal pada frekuensi cut-off masing-masing yaitu -4,8dB (untuk Q = 0,541), -3,1dB (untuk Q= 0,707), dan 2,7dB (untuk Q = 1,307). Hasil pengujian juga menunjukan bahwa noise yang dihasilkan pada tegangan keluaran semakin besar seiring dengan peningkatan nilai Q. Kata-kata kunci: Panel Surya, Buck Converter, Faktor Kualitas, Frekuensi Cut-Off. Abstract In the process of storing electrical energy produced by solar panels into the battery need a control system, namely using a DC-DC buck converter. Through this system, it is possible to optimize the energy transmission process from solar panels to batteries. To get the optimization of the DC-DC buck converter circuit, planning is done through simulation of the buck converter circuit by taking into account the value of the quality factor Q on the butterworth filter of order-2. The Q variation used consists of three variations, namely 0.541, 0.707, and 1.307 using a cut-off frequency of 5kHz. Each variation of Q uses a resistor R with a value of 180Ω, 220Ω, and 430Ω. The test results show that the signal gain at the cut-off frequency is -4.8dB (for Q = 0.541), -3.1dB (for Q = 0.707), and 2.7dB (for Q = 1,307). The test results also show that the noise generated at the output voltage is greater as the Q value increases. Keywords: Solar Cell, Buck Converter, Quality Factor, Cut-Off Frequency
KARAKTERISASI SENSOR SUHU DAN KELEMBABAN TANAH UNTUK APLIKASI SISTEM PENGUKURAN KUALITAS TANAH Wahyu Dwi Meilianto; Widyaningrum Indrasari; Esmar Budi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 10 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.527 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2022.01.FA.16

Abstract

Abstrak Adanya kerusakan serta penurunan kualitas tanah menjadi salah satu alasan pengukuran kualitas tanah perlu dikembangkan. Karena dengan dilakukannya pengukuran tersebut maka kualitas tanah yang optimal bagi suatu tanaman dapat diketahui. Beberapa parameter yang dapat menunjukkan kualitas tanah adalah suhu tanah dan kelembaban tanah. Suhu tanah yang optimal bagi beberapa jenis tanaman berkisar antara 20ºC-35ºC dan kelembaban tanah yang optimal bagi beberapa jenis tanaman berkisar antara 50%-70%. Maka dari itu penelitian ini dilakukan karakterisasi sensor DS18B20 dan 2 jenis probe sensor soil moisture. Sensor DS18B20 dapat diaplikasikan sebagai pendeteksi suhu tanah sedangkan sensor soil moisture dapat diaplikasikan sebagai pendeteksi kelembaban tanah. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa sensor DS18B20 dapat bekerja dengan baik pada rentang 20ºC-60º dengan kesalahan relatif 0,35%. Sedangkan untuk sensor soil moisture kedua jenis probe tersebut dapat bekerja dengan baik pada rentang kelembaban tanah 10%-50% dengan rata-rata kesalahan relatif untuk probe A dan B sensor soil moisture masing-masing adalah 5,74% dan 6,04%. Kata-kata kunci: kualitas tanah, DS18B20, sensor soil moisture Abstract The improvement and degradation of soil quality is one of the reasons for measuring soil quality that needs to be developed. Because by knowing these measurements, the optimal soil quality can be known. Several parameters that can indicate soil quality are temperature and soil moisture. Optimal soil temperature for several types of plants ranges from 20ºC-35ºC and optimal soil moisture for several types of plants ranges from 50% -70%. Therefore, this research was conducted to characterize the DS18B20 sensor and 2 types of soil moisture sensor probes. The DS18B20 sensor can be applied as a soil temperature detector while the soil moisture sensor can be applied as a soil moisture detector. The characterization results show that the DS18B20 sensor can work well in the range of 20ºC-60º with a relative error of 0.35%. As for the soil moisture sensor, the two types of probes can work well in the soil moisture range of 10%-50% with the average relative error for probes A and B of the soil moisture sensor, respectively 5.74% and 6.04%. Keywords: soil quality, DS18B20, soil moisture sensor
Co-Authors A. Handjoko Permana Achmad Fadhlih Saldy Saputra Achmad Samsudin Achmadi, Ridho Adindya Giovanni Afifah Trie Lestari Agus Setyo Budi Ahmad Aminudin Ahmad Zatnika Purwalaksana Aisah Anggiyansah Sitompul Ariyanti, Shallu Fidhah Axel Nathanael Bahagia, Marthin Virgo Bambang Heru Iswanto Bambang. H. Iswanto Budi Mulyanti Cecep E. Rustana Cecep E.Rustana Chayani Sarumaha Dadan Sumardani Danang Trihatmoko, Danang Desriyan Lestari Dewanti, Kunti Dewi Muliyati Dias Prima Fadilla Dila Sabila Dina Ramadhini Rinaldy Donna Rajagukguk Eka Pawinanto, Roer Erfan Handoko Esmar Budi Esmar Budi Esmar Budi Esmar Budi Fadilla, Dias Prima Fathul Arifin Fauzi Bakri Febrianti, Yana Feby Dwitri Putri Ferdy Alfian Indra Prasetya Fitri Sakinah Ghina Muqita, Saffanah Habiburosid Hadi Nasbey Halimah, Nova Nur Hani Harjayanti Hani Harjayanti Hansel Muhammad Falah Haris Suhendar Heri Firmansyah Heri Firmansyah Heri Firmasyah Hermanta, Catur Anthony Hersaputra, Nugraha I Made Astra Ida Hamidah Iip Wahyuni Inggrid Ayu Putri Isnaini, I Gusti Ayu Jumril Yunas, Jumril Juniastel Rajagukguk Khan, Shak Rhuk Lee, Chang-Wook Leni Andayani Lestari, Intan Rachmawati Lilik Hasanah Lutvi Vitria Kadarwati Mangasi Alion Marpaung Martalia Andayani Melia Vivi Ningrum Mimin Iryanti Mitra Djamal Mitra Djamal Muqita, Saffanah Ghina Muthiah, Alya Nadya Hidayatie Novita Fitriani Nurul Fitri, An Nisa Nuvus, Afiva Riyatun Pintor Simamora Putri, Feby Dwitri Rahmondia N. Setiadi Rahmondia Nanda Rahmondia Nanda Rahmondia Nanda Setiadi Rama, Gusti Ramadhani, I Gusti Ayu Isnaini Fatha Ramayanti, Suci Ramdhan, Muhammad Rofiid Rappel Situmorang RATNA KOMALA DEWI Rifqi Md Zain, Ahmad Risanti, Risanti Riser Fahdiran Riski Amelia, Riski Sabila, Dila Sahari, Siti Kudnie Saldy Saputra, Achmad Fadhlih Setyo Nugroho, Harbi Shak Rhuk Khan Siswoyo Siswoyo SUBEKTI, FAJAR Sugandi, Gandi Supriyadi, Rizky Tsaniya Mukarromah Umiatin, Umiatin Valendio Febriano Wahyu Dwi Meilianto Wahyuni, Iip Wisnu Satria Budi Wulandari, Chandra Yetti Supriyati, Yetti Yolanda Natasya Mega Stella Yulkifli Yulkifli Zannuraini Zannuraini Zulfiah Ayu Kurnia Sari Zulfikar Zulfikar Zulmi, Febrian