Claim Missing Document
Check
Articles

EFFECT OF TIME AND DEPTH IMMERSION WITH SEAWATER ON COMPRESSIVE STRENGTH OF HIGH-QUALITY CONCRETE Anisah Nur Fadhilah; Qomariah Qomariah; Nawir Rasidi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3832

Abstract

The use of concrete on land and around the sea has different treatments, which affect the strength of concrete. In carrying out concrete treatment, pay attention to not only the quality of the water used but also the time and depth of the concrete immersion to produce good quality concrete. This study aims to determine the effect of immersion time and depth using fresh water and seawater on the concrete of compressive strength and to obtain the most optimal depth and time with seawater immersion. The quality of the concrete plan is 42 MPa with cylinder samples with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm as many as 70 samples. Immersion is carried out with a treatment duration of 21 days, 28 days, and 56 days with variations in immersion depths of 0, 1/3h, 1/2h, and h. The data needed for this study are the results of compressive strength testing and absorption testing results on concrete, The immersion method used in this study is the water curing method. The research process carried out is by testing the physical properties of aggregates, calculating mix design and material requirement analysis, making test objects and testing fresh concrete, carrying out concrete treatment with water curing immersion methods with fresh water and seawater, conducting absorption and compressive strength testing, and analyzing data. The results showed that the compressive strength of concrete with differences in depth and time using seawater greatly affects the strength of concrete so that it produces higher compressive strength compared to fresh water. This hypothesis is caused by alkaline conditions that can strengthen the reaction of Ca (OH) 2, the formation of Friedel salts in concrete due to chloride content in seawater, and the influence of Sika Viscocrete 3115 N which can withstand carbonation in concrete. So based on all results, concrete with the most optimal seawater immersion at a depth of 1/2h with immersion for 56 days is 73.56MPa with a percentage increase of 19% compared to freshwater immersion.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR BETON DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN ASRAMA SISWA TERPADU MTsN 2 KOTA KEDIRI JAWA TIMUR Riki Fakhru Perdana; Nawir Rasidi; Sitti Safiatus Riskijah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4053

Abstract

Dinding bangunan gedung asrama terpadu MTsN 2 Kota Kediri kerapkali mengalami keretakan saat terjadi gempa bumi, dimana rancangan struktur beton disesuaikan berdasarkan Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-2002 & SNI 2847-2013). Selain itu juga diperlukan perhitungan rencana anggaran biaya yang tepat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis perencanaan ulang struktur beton pada kolom dan balok gedung asrama siswa terpadu MTsN 2 Kota Kediri Jawa Timur, serta struktur atap dan pelat lantainya. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yakni menggunakan metode yang bersifat deskriptif analisis, dengan menggunakan data primer yang dipersiapkan dalam penelitian ini berupa data minat masyarakat akan kebutuhan gedung co-working space dan data teknis gedung yang merupakan variabel tetap dari penelitian, serta data sekunder berupa Peta opografi Jl. Sunan Ampel No 12 Kecamatan Ngronggo Kota Kediri Jawa Timur dan studi kepustakaan (library research) terhadap buku-buku. Hasil penelitian diperoleh yakni struktur atap yang berupa dak beton dengan tebal 125 mm, mutu beton 35 MPa, dan mutu baja tulangan 400 MPa menggunakan penulangan utama diameter 10 mm dengan jarak 175 mm untuk arah x dan penulangan utama diameter 10 mm dengan jarak 175 mm untuk arah y. Struktur pelat lantai beton dengan tebal 125 mm, mutu beton 35 MPa, dan mutu baja tulangan 400 MPa menggunakan penulangan utama diameter 10 mm dengan jarak 175 mm untuk arah x dan penulangan utama diameter 10 mm dengan jarak 175 mm untuk arah y. Struktur balok dengan dimensi 250/500, mutu beton 35 MPa, dan mutu baja tulangan 400 MPa pada daerah tumpuan didesain sebagai balok rangkap dengan jumlah tulangan tarik sebanyak 7 buah diameter 16 mm dan tulangan tekan sebanyak 5 buah diameter 16 mm. Struktur kolom dengan dimensi 400/400, mutu beton 35 MPa, dan mutu baja tulangan 400 MPa menggunakan penulangan utama 12 buah diameter 16 mm.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN BANGUNAN SIPON PADA SALURAN INDUK PETERONGAN DAERAH IRIGASI MRICAN KANAN KABUPATEN JOMBANG Muhammad Ilham Rohmansyah; Moh. Charits; Nawir Rasidi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4111

Abstract

Pembangunan jaringan irigasi Mrican Kanan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bertujuan meningkatkan fungsi dan pelayanan irigasi bagi petani serta mendorong swasembada pangan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan. Perencanaan yang matang diperlukan untuk memastikan efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan sistem irigasi, sesuai dengan perannya dalam mendukung produktivitas pertanian. Bangunan persilangan, seperti sipon, menjadi komponen penting dalam mengatasi rintangan seperti jalan, sungai, dan jurang. Aliran dalam sipon bersifat tertutup sehingga air mengalir karena tekanan dan trashrack mencegah masuknya sampah atau gangguan lainnya. Dalam konteks ini, teknologi konstruksi terus berkembang, termasuk penggunaan pipa HDPE Spiral yang diusulkan sebagai alternatif pengganti pipa beton. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung debit, dimensi, stabilitas, dan biaya konstruksi pada sipon pipa beton dan HDPE Spiral. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai penggunaan material yang lebih efisien dan berkualitas untuk pembangunan infrastruktur irigasi yang berkelanjutan. Hasil perhitungan debit rencana saluran induk peterongan ruas BPT5-BPT6 adalah 4,152 m3/dt. Sehingga didapatkan dimensi saluran, dengan lebar saluran b = 4,50 m, tinggi muka air h = 1,40 m, diameter sipon yang baru didapat 1,20 m, panjang total sipon diperoleh 36 m, dan sipon direncanakan terdiri dari 2 pipa menggunakan pipa HDPE Spiral. Total kehilangan tinggi energi harus lebih kecil dari perbedaan tinggi energi yang tersedia yaitu 0,200 m, total kehilangan tinggi energi pada sipon yang didapat yaitu 0,168 m. Perencanaan bangunan pelengkap didapatkan bervariasi, dimensi ambang terkecil diperoleh lebar 0,30 m dan dimensi terbesar diperoleh 2,00 m. Diperoleh dimensi pintu sorong terkecil lebar 0,30 m dan dimensi terbesar diperoleh lebar 1,00 m. Stabilitas Sipon terhadap gaya-gaya yang berpengaruh masih dalam kondisi aman dan sesuai syarat-syarat stabilitas bangunan. Sipon menggunakan HDPE Spiral SN2 didapatkan biaya sebesar Rp. 39.468.622.000,00 dan sipon dengan beton sebesar Rp. 39.029.015.000,00. Hasil perhitungan biaya perencanan bangunan sipon pipa HDPE spiral SN2 lebih mahal bila dibandingkan dengan perencanaan sipon pipa beton dengan nilai efisiensi sebesar 0,0111 %.
PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA TIPE WARREN MENGGUNAKAN SOFTWARE UNTUK JEMBATAN TAMBANG DESA BUNTARAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Farhan Ayuhan Fahmi; Nawir Rasidi; Aulia Rahman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4116

Abstract

Akses penyeberangan di Sungai Brantas yang memisahkan daerah Desa Buntaran (Kabupaten Tulungagung) dan Desa Purwokerto (Kabupaten Blitar) masih menggunakan perahu konvensional dan dinilai tidak aman. Adapun kecelakaan yang terjadi telah menewaskan 3 orang dan menenggelamkan 1 unit mobil. Penelitian ini merencanakan jembatan rangka baja tipe Warren sebagai alternatif akses penyebrangan yang lebih aman dan efisien. Detail perencanaan terdiri dari bangunan atas, pier kolom, dan jembatan. Metode pelaksanaan pekerjaan jembatan meliputi perencanaan struktur menggunakan pendekatan Load and Resistance Factor Design (LRFD) dengan pembebanan jembatan mengacu pada SNI 1725 – 2016 dengan bantuan program Midas Civil 2022. Jembatan sepanjang 100 m direncanakan menjadi dua bentang 50 m dengan lebar 9 m. Hasil penelitian ini adalah gelagar memanjang WF 400x300x12x14, gelagar melintang tengah WF 708x302x15x28, gelagar melintang ujung WF 428x407x30x50, batang atas 1 WF 428x407x20x35, batang atas 2 WF 428x428x30x50, batang bawah WF 428x407x20x35, batang diagonal WF 428x407x20x35, ikatan angin ujung WF 400x300x12x14, ikatan angin tengah WF 200x200x8x12, ikatan angin L 130x130x5. Pelat lantai tebal 250 mm menggunakan beton f’c 30 MPa dengan tulangan lentur menggunakan D16-100 dan tulangan bagi D13-100. Penghubung geser menggunakan diameter 22 dengan jumlah arah melintang 110 buah jarak 150 mm dan jumlah arah memanjang 56 buah jarak 150 mm. Sambungan menggunakan baut diameter 30 mm, 27 mm, 24 mm, 16 mm dengan ketebalan pelat buhul 20 mm. Pilar menggunakan beton f’c 30 MPa dimensi 2200 x 2200 dengan tulangan 94 D36 dan tulangan geser D16 – 200. Lendutan pada jembatan dikategorikan aman dengan menggunakan profil tersebut didapat 0,057 m.
PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN PRATEGANG PROFIL I GIRDER PADA JEMBATAN LEMBAH DIENG KOTA MALANG Alvien Saher Gaza Provanda; Nawir Rasidi; Wahiddin Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4673

Abstract

Jembatan Lembah Dieng Kecamatan Sukun, Kota Malang ambrol total sebelum diperbaiki, 30 April 2022. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti menemukan masalah yang mana terdapat gerusan dipilar yang disebabkan oleh adanya gangguan oleh pilar. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui bagaimana hasil desain dan hitungan dimensi struktur jembatan serta metode pelaksanaan yang digunakan. Perencanaan jembatan berpedoman pada peraturan yakni SNI 1725:2016, SNI 2833:2016, dan RSNI T-12-2004. Proses analisis dilakukan secara 2 dimensi (2D) menggunakan bantuan software microsoft excel. Dari perencanaan ini, Girder jembatan memiliki panjang 30 meter dengan tipe girder PCI H-170, jarak antar girder 1,85 m dengan mutu beton fc’ 40 MPa. Jenis strand yang digunakan adalah tipe 15 mm (0,6”) ASTM 416-06 Grade 270. PCI-Girder memiliki tulangan utama bagian bawah, tengah, dan atas masing-masing 12D13, 8D13, dan 10D13. Pelat lantai jembatan memiliki tebal 0,2 m yang menggunakan tulangan pokok dan bagi masing-masing D16-100 dan D13-100. Trotoar jembatan memiliki dimensi lebar 1 m dengan tebal 0,2 m yang menggunakan tulangan pokok dan bagi masing-masing D10-150 dan D8-200. Tiang sandaran memiliki dimensi 0,2 m x 0,2 m x 1 m yang mengunakan tulangan D13 dengan tulangan geser D8-200 dan menggunkan pipa baja galvanis Ø 76,3 mm BJ-37. Kepala Jembatan (Abutment) menggunakan jenis T terbalik dengan ukuran lebar 8 x 10 m. Tinggi abutment adalah 8 m. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode Launching Gantry merupakan salah satu metode yang dapat dilaksanakan untuk jenis jembatan beton prategang.
UJI EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN LIMBAH ABU DAUN PISANG PADA BETON INTERLOCK SEBAGAI DINDING PENAHAN OPRIT JEMBATAN Annisa Zakiyah Najib; Nawir Rasidi; Deni Putra Arystianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5623

Abstract

Perkembangan infrastruktur jembatan khususnya dinding penahan oprit jembatan melakukan inovasi terbarukan dengan menggunakan interlock concrete block, selain itu penelitian terbaru melakukan pengembangan bahan tambahan pada beton yang sifatnya ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian ini menyelidiki penggunaan abu daun pisang (BLA) yang mengandung silika sebagai bahan tambahan pada beton interlock untuk meningkatkan daya tahan dan kekuatan konstruksi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh BLA (0%, 1%, 4.5%, 8%) terhadap kekuatan tekan dan tarik beton, menentukan persentase BLA optimal, nilai kuat geser desain beton interlock, serta membandingkan anggaran 1m³ dinding beton interlock dengan batu kali. Metode eksperimental melibatkan 32 sampel silinder (15 x 30 cm) untuk uji tekan dan tarik, serta 2 sampel interlock (60 x 15 x 45 cm) untuk uji geser selama 28 hari. Hasilnya, kekuatan tekan rata-rata berkisar antara 26.00 MPa hingga 33.00 MPa, kekuatan tarik antara 3.2 MPa hingga 3.7 MPa, dan kekuatan geser 22,957 ton/m². Anggaran pembuatan 1m³ beton interlock adalah Rp 655.153, sementara batu kali Rp 938.109. Penambahan BLA optimal adalah 1%, meskipun terjadi penurunan kekuatan pada 4.5% dan 8%. Kekuatan tarik berkurang dengan penambahan BLA, dan kapasitas beban benda uji ukuran 60 x 15 x 15 cm adalah 1942,83 Kg.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG (ZONA 2) PASAR INDUK KOTA BATU Yahya Ilham Suryadi; Nawir Rasidi; Agustin DIta Lestari
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5640

Abstract

Perencanaan struktur merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum lelang dan pelaksanaan. Dalam hal ini, gedung akan didesain ulang menjadi empat lantai, dengan penambahan ruang makan di lantai tiga. Pekerjaan struktur akan dibangun dari bawah ke atas dan seluruh struktur akan terbuat dari beton bertulang. Data yang diperlukan meliputi data pendukung seperti shop drawing, hasil pengujian tanah N-SPT, dan data spektrum respons desain. Perancangannya didasarkan pada SNI 1726-2019, SNI 1727: 2020 dan SNI 2847: 2019 untuk elemen kolom, balok, pelat, dan tangga. Untuk desain balok dan pelat digunakan perhitungan sesuai perhitungan yang terdapat pada SNI 2847: 2019, dan untuk kolomnya sendiri digunakan metode Whitney. Perancangan ulang ini mengubah dimensi serta memperkecil ukuran kolom seiring dengan bertambahnya level dan penyesuaian komposisi besi, untuk balok cenderung memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan eksisting, dengan adanya perbesaran dimensi dan meningkatnya kebutuhan tulangan. Sementara elemen plat lantai hanya akan mengalami penebalan secara dimensi. Komposisi mutu beton dan mutu baja yang digunakan cenderung lebih tinggi dibandingkan eksisting. Selain itu, dimensi dan perkuatan substruktur, tiang pondasi, dan pilecap juga ditingkatkan.
PENGEMBANGAN BETON APUNG BERONGGA MENGGUNAKAN BOLA PLASTIK Faiz pratama Habibi; Nawir Rasidi; Moh. Charits
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5676

Abstract

Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer Bumi dan permukaan laut.. Pemanasan global mempunyai dampak yang sangat berbahaya pada manusia. mencairnya gletser dan es dikutub menyebabkan permukaan air laut meningkat.Pengembangan konstruksi apung adalah konsep dan pendekatan baru terkini yang dapat mengatasi hal tersebut. konstruksi apung menunjukkan bahwa tidak hanya bermanfaat untuk sekitarnya namun juga memberikan keuntungan di bidang ekonomi. Salah satu material penyusun yang cocok untuk digunakan dalam pengembangan beton apung adalah dengan menggunakan bola plastik seperti yang terdapat dalam pembangunan slab lantai menggunakan metode bubble deck.Pada penelitian ini menggunakan mutu beton 20 MPa dengan benda uji ukuran 20 cm x 30 cm dengan tinggi 10 cm dan dengan variasi campuran agregat kasar kerikil 100 % , kerikil 70 % batu apung 30 %,kerikil 50 % batu apung 50 %. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa berdasarkan percobaan pengujian beton dapat mengapung di atas air dengan komposisi kerikil 50 % dan batu apung 50 % dengan berat jenis 833.33 kg/m3. Dan juga dengan komposisi material tersebut beton menghasilkan kuat tekan rata rata sebesar 10.3 Mpa. Selain itu beton apung juga kuat untuk menahan beban sebesar 14.167 kg/m² sampai akhirnya beton itu terbalik/tenggelam. Rencana anggaran biaya untuk membuat 1 beton apung adalah Rp226.217,03 sedangkan biaya untuk membuat beton apung untuk per m2 nya adalah Rp3.770.283,84
UJI EKSPERIMENTAL BETON INTERLOCK DENGAN PENAMBAHAN ABU BONGGOL JAGUNG PADA STRUKTUR WINGWALL JEMBATAN Diah Laila Fitria Ningrum; Nawir Rasidi; Winda Harsanti
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5707

Abstract

Harga semen yang semakin tinggi dan emisi karbon yang tinggi, beberapa peneliti meneliti limbah pertanian yang dapat menggantikan peran semen. Limbah pertanian seperti bonggol jagung dan sekam padi setelah diteliti dan dijadikan sebagai abu, dapat digunakan sebagai pengganti/bahan tambah semen setalah proses laboratorium dan bengkel [1]. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan abu bonggol jagung pada beton interlock terhadap kinerja struktur wingwall jembatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji eksperimental dengan variasi penambahan abu bonggol jagung sebanyak 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%. Pengujian meliputi uji kuat tekan, uji kuat tarik belah, dan uji kuat geser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu bonggol jagung dapat meningkatkan kinerja beton interlock hingga batas tertentu. Nilai kuat tekan rata – rata dan nilai kuat tarik belah rata – rata tertinggi didapat pada penambahan 2% abu bonggol jagung (CCA) berturut – turut sebanyak 29,3 Mpa dan 3,6 MPa. Sedangkan nilai kuat geser rata – rata dinding beton interlock dengan penambahan variasi 2% didapat 20,47 Ton/m². Selain itu, analisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembuatan 1m³ beton interlock juga dilakukan dalam penelitian ini. Dari penelitian ini juga disarankan bahwa cetakan beton interlock diharuskan presisi dan menggunakan pelat baja. Penelitian selanjutnya untuk mengembangkan desain interlocking dan variasi CCA.
PEMANFAATAN PECAHAN GENTENG DAN KEMASAN TETRA PACK DALAM PEMBUATAN BETON APUNG faishal Adiwangsa; Nawir Rasidi; Winda Harsanti
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6061

Abstract

Keterbatasan sumber daya lahan mendorong adanya inovasi dalam dunia konstruksi dimana pendekatan konvesional hari ini seperti reklamasi lahan menjadi lebih mahal, tidak ramah lingkungan, dan memakan waktu karena peningkatan kedalaman air secara signifikan akibat pemanasan global. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pecahan genteng dan batu apung sebagai subtitusi agregat kasar dan pengaruh kemasan tetra pack sebagai bahan pengisi rongga beton apung Metode penelitian meliputi persiapan bahan, pengujian fisik agregat, desain campuran beton, dan pengujian karakteristik beton apung. Beberapa uji yang dilakukan antara lain uji kuat tekan, uji daya apung, dan uji fisik agregat kasar,halus dan pecahan genteng. Pada penelitian ini kuat tekan yang paling optimal dengan penambahan pecahan genteng 2%, 3%, 4% adalah pecahan genteng dengan prosentase 3% hingga nilai 36 MPa sedangkan pada pengujian kuat tekan pada komposisi material 50% batu apung dan 50% pecahan genteng diperoleh kuat tekan rata – rata 6.86 MPa, untuk benda uji apung menggunakan ukuran 20 cm x 30 cm dengan tinggi 11 cm dan dengan beberapa variasi campuran untuk beton apung seperti 97 % kerikil 3% pecahan genteng,batu apung 50% pecahan genteng 30 % kerikil 20% ,dan pecahan genteng 50 % batu apung 50 %. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pengujian beton dapat mengapung di atas air dengan komposisi pecahan genteng 50 % dan batu apung 50 % dengan berat jenis 705.1 kg/m³.Untuk hasil daya apung yang dapat dicapai oleh satu beton apung campuran tersebut adalah 15 kg/m² sedangkan pengujian daya apung dua beton adalah 16.667 kg/m².Sedangkan rencana anggaran biaya dalam pembuatan beton apung ukuran 20 x 30 x 11 cm adalah Rp 288,226.07 dan untuk pembuatan beton apung ukuran 1 x 1 m adalah Rp 4,803,767.91
Co-Authors Achendri M. Kurniawan Achmad, Imron Ramdhani Adjib Karjanto Agus Sugiarto Agustin Dita Lestari ALEKSANDER TELNONI, REYNOLD JOHAN Alvien Saher Gaza Provanda Anisah Nur Fadhilah Anisah Nur Fajarwati Annisa Zakiyah Najib Annisah Nur Fajarwati Arifianto, Andi Kristafi Armin Naibaho Arthur Daniel Limantara, Arthur Daniel Asukmajaya, Bobby Aulia Rahman BAHRUN, MUHALIM Bala, Yosep Bambang Subiyanto Bin Arshad, Mohd Fadzil Deni Putra Arystianto Deri, Eusabius Ignasius Deus, Joao Mendonca De Dewantari, Riska Amalia Dhuiki Nursepta Aldiansyah Diah Laila Fitria Ningrum Diana Ningrum, Diana Dora, Margaritha P.I Eko Nurmianto EKO WAHYUDI faishal Adiwangsa Faiz pratama Habibi Farhan Ayuhan Fahmi Fauzie Nursandah Firdaus Pratama Wiwoho, Firdaus Pratama Frank Rijkaard Mouwlaka, Enroe Gungto, Benediktus Gusman S.W, Lalu Hardian Ningsih, Hardian Harmanto, Dani Hendramawat Aski Safarizki Hery Lilik Sudarmanto I Putu Artaya Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ikrar Hanggara, Ikrar KAKARUA, YOAKIM Koi, Damianus Kusuma, Indri Yunita LOY, YOHANES PAULUS GELA Luh Dina Ekasari M. Hadziq Azhari Maruli, Sahat Mau, Jefrianus Mayestino, Alexander Machicky Moh. Charits Mohamad Ikhsan Setiawan MONE, HESRON IGNASIUS Muhammad Ikhsan Setiawan Muhammad Ilham Rohmansyah Muhammad Ridwan Mulyadi, Irwan Nahak , Antonius Nenohai, Imanuel F PAPA, EDISTENIKSON ADI Paty, Kristian H. P. U. Pereira, Augusto Manuel Purnomo, Fadjar Qomariah Rema, Petrus Damianus Rhebi, Maria Yoventa Riki Fakhru Perdana Riswanda Shofansa Rizal Bahaswan Rosario, Domingos Sahira Widyarahayu Sitti Safiatus Riskijah Sri Wiwoho Mudjanarko, Sri Wiwoho Sugeng Utomo Suhariyanto Suhariyanto Suhudi . Tjahjaning Tingastuti Surjosuseno Tjahjono, Prijo Umami, Viky Rafida Wahiddin Wahiddin Wijaya, Handika Setya Winda Harsanti Yahya Ilham Suryadi Yurnalisdel, Yurnalisdel ZULKIBLI, ZULKIBLI