Claim Missing Document
Check
Articles

Found 123 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Pada Frekuensi K-band Untuk Radar Otomotif Suryo Sasono; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radar otomotif merupakan sistem radar yang memiliki fungsi untuk mendeteksi banda-benda yang ada di depan kendaraan. Antena yang dapat menunjang perangkat radar adalah antena mikrostrip. Alasan digunakannya antena mikrostrip yaitu bentuknya yang kecil, ringan, dan portable. Namun kekurangan dari antena mikrostrip adalah gain yang dicapai kecil, sedangkan radar otomotif membutuhkan gain yang relatif besar. Maka dari itu perlu dilakukan perancangan antena yang dapat menghasilkan gain yang besar untuk aplikasi radar tersebut. Pada tugas akhir ini dirancang suatu antena mikrostrip rectangular empat elemen untuk aplikasi radar otomotif yang bekerja pada frekuensi K-Band (24,05 – 24,25 GHz). Antena mikrostrip yang dirancang menggunakan teknik antena susun atau array dengan tujuan untuk memperoleh gain yang besar. Dari hasil pengukuran, antena yang telah dirancang memiliki VSWR ≤ 1,5 pada frekuensi 24,05 – 24,25 GHz, bandwidth selebar 575 MHz, gain sebesar 12,086 dB, polarisasi linier, dan pola radiasi direksional. Kata kunci : antena mikrostrip, array, rectangular, VSWR, bandwidth, gain
Desain Dan Realisasi Kombiner 4 : 1 Pada Antena Array Transmitter 2,425 Ghz Untuk Stasiun Bumi Pada Sistem Nano Satelit Muhammad Raudhi Azmi; Heroe Wijanto; Arfianto Fahmi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nano satelit merupakan satelit berukuran kecil yang menggunakan komponen elektronik berukuran kecil pula. Nano satelit hanya memiliki berat sekitar 10-15 kg. satelit ini dirancang dengan misi mengumpulkan berbagai macam data. Dalam kasus ini, perancangan komponen yang dapat digunakan sebagai pengkombine catuan antena yang disusun secara array sebanyak 4 susunan. Hal ini dikarenakan beam yang dibutuhkan untuk mentransmisikan sinyal dibutuhkan beam yang sempit. Dalam penilitian ini perancangan komponen ini di pasang pada bagian base station (stasiun bumi). Kombiner yang dirancang hanya untuk bagian transmiter, yang dibutuhkan isolasi (kopling) masing-masing port output yang berdekatan paling besar -15dB pada s12, s13m, s14 dan s15, agar masing-masing port output yang berdekatan tidak mempengaruhi satu sama lain, sehingga maching impedance yang di hasilkan murni dari masing-masing port, apabila impedansi yang dihasilkan maching, maka VSWRnya akan semakin mendekati 1, dan artinya dapat digunakan. Berdasarkan hasil pengukuran dan simulasi yang tidak jauh berbeda dengan yang diharapkan, dapat disimpulkan parameter seperti VSWR, return loss, insertion loss, dan kopling sudah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk power divider. Teknik perancangan power divider dapat menghasilkan return loss dan VSWR yang sesuai sehingga didapat impedansi yang mendekati nilai Z0 (50 ohm). Insertion loss dan kopling yang dihasilkan power divider pada simulasi dan realisasi sudah sangat baik sesuai dengan spesifikasi power divider yang bagus untuk digunakan. Spesifikasi power divider yang dirancang sudah sesuai dengan spesifikasi dari Wilkinson-Power divider, yaitu memiliki insersion loss -6dB dan dapat bekerja pada frekuensi yang diinginkan sehingga power divider ini dapat diimplementasikan untuk aplikasi nano satelit yang menggunakan frequensi 2,435 GHz. Kata Kunci : nano satelit, combiner, isolasi, transmitter, power divider, return loss
Antena Mikrostrip Array 1×4 Inset-fed Patch Persegi Untuk Wifi 2,4 Ghz Access Point Pandu Andika Darmawan; Levy Olivia Nur; Heroe Wijanto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WiFi adalah salah satu jenis jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai alat atau media transmisi data. Salah satu perangkat penunjang WiFi adalah access point. Antena yang dipakai di access point diharuskan memiliki nilai gain > 5 dBi agar mampu memaksimalkan area pancar. Agar dapat menjangkau area yang luas dan melayani banyak user. Selain itu antena yang digunakan harus sesuai dengan dimensi access point.Antena yang dirancang berupa antena mikrostrip yang mudah difabrikasi dan dengan dimensi  minimum. Antena mikrostrip juga dipilih karena mudahnya menyesuaikan dengan dimensi dan  ukurannya yang ringan. Metode inset-fed dipilih untuk meningkatkan nilai return loss dan mempermudah dalam pengaturan bandwidth. Metode array 1x4 dipilih untuk meningkatkan nilai gain.Pada Tugas Akhir ini, didapatkan nilai pada simulasi return loss di -29 dB di 2,4 GHz, gain 7,38 dBi dengan lebar bandwidth 100 MHz pada rentang frekuensi 2,350 – 2,450 GHz. Pada pengukuran hasil realisasi didapatkan return loss -28,46 dB, gain 8,64 dBi dengan lebar bandwidth 108 MHz pada rentang frekuensi 2,351 – 2,458 GHz. Ini membuktikan dengan menggunkan inset-fed dan array mampu meningkatkan gain dan return loss.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Array Dengan Pencatuan Proximity Fed Dengan Berpolarisasi Sirkular Untuk S-band Transmitter Pada Satelit Mikro Alief Kusumaningtyas Krishnanti; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan muatan payload dengan menggunakan teknologi dari SAR (Synthetic Aperture Radar) dengan penggunaan prinsip cara kerja radar sensor aktif dimana untuk mendapatkan informasi dari objek dibangkitkan dulu gelombang mikro, kemudian ditembakkan ke arah objek dan nantinya gelombang pantul terhambur ditangkap untuk dianalisa karakteristiknya. Pada proses kerjanya teknologi SAR tidak terpengaruh oleh keadaan cuaca seperti penggunaan kamera murni yang tergantung dengan sinar matahari saja. Sistem satelit mikro dibutuhkan antena sebagai media transmisi untuk mengenali benda tersebut dan mengirimkan data image dengan jenis antena s-band Transmitter ke stasiun bumi . Oleh karena itu,desain antena yang memiliki polarisasi sirkular dipilih untuk mengatasi efek faraday yang akan menyebabkan terjadinya polarization loss factor (PLF). Dalam Tugas Akhir ini dirancang sebuah antena mikrostrip array proximity-fed untuk menghasilkan polarisasi sirkular. Antena disimulasikan dengan bantuan software simulator antena dan direalisasikan digunakan untuk menggunakan bahan substrat FR-4 Epoxy dengan nilai (εr = 4,3 dan h =1,6 mm). Antena bekerja pada frekuensi 2,35 GHz yang menghasilkan VSWR = 1,062, polarisasi sirkular (AR = 1,58 dB), gain ≥ 6 dBic, pola radiasi unidireksional (HPBW ≥ 90,48°), dengan effective bandwidth ≈ 35,586 MHz. Kata Kunci : SAR, Satelit Mikro, S-Band Transmitter, Antena Mikrostrip Array, proximity-fed
Analisis Performansi Dan Optimasi Jaringan Long Term Evolution(lte) Pada Wilayah Tol Padaleunyi Wahyu Setiaji; Ali Muayyadi; Heroe Wijanto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tol Padaleunyi merupakan jalan tol yang menghubungkan antara Padalarang –Cileunyi yang mempunyai panjang sejauh 40,7 Km dengan kepadatan lalu lintas yang cukup padat. Pada tahun 2016 periode bulan Januari-September menunjukan angka kepadatan mencapai 45.320.456 kendaraann. Wilayah tol Padaleunyi merupakan daerah yang sudah tercakup teknologi LTE. Teknologi LTE merupakan teknologi seluler generasi keempat yang merupakan evolusi lanjutan dari standar sistem komunikasi seluler yang ditentukan oleh 3GPP (Third Generation Patnership Project) Release 8 yang mampu melakukan layanan berbasis IP. Namun pada kenyataannya wilayah tol Padaleunyi masih ada daerah yang belum tercakup teknologi LTE. Maka untuk meningkatkan kinerja jaringan sehingga mempunyai kualitas yang baik dan hasil kerja yang tinggi, kita bisa melakukan pengukuran dengan mengukur kualitas jaringan LTE di wilayah tol Padaleunyi. Pada penelitian ini, telah dilakukan pengukuran kualitas jaringan LTE dengan menggunakan metode drive test. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan Tems dan Atoll. Adapun area studi kasus pada penelitian ini yaitu wilayah tol Padaleunyi yang telah dilakukan sebelumnya dengan pelanggan yang menggunakan operator Telkomsel. Dalam penelitian ini digunakan skenario optimasi yaitu dengan cara physical tuning antena. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi terjadi perubahan nilai parameter RSRP, SINR dan Throughput pada daerah bad coverage, bad quality dan low throughput. Pada lokasi kilometer 149-150 untuk RSRP berubah dari -123,56 dBm menjadi -102 dBm ≤ RSRP ˂ -92 dBm., untuk SINR dari -1 dB berubah 3 dB ≤ SINR < 10 dB dan throughput dari 45 kbps berubah menjadi 324 Kbps ≤ Throughput < 1.500 Kbps . Sedangkan pada lokasi kilometer 152-153 untuk RSRP berubah dari -120,56 dBm menjadi -102 dBm ≤ RSRP ˂ -92 dBm, untuk SINR dari -0,65 dB berubah menjadi 3 dB ≤ SINR < 10 dB dan throughput dari 47 kbps berubah menjadi 324 Kbps ≤ Throughput < 1.500 Kbps. Parameter tersebut telah memenuhi target KPI jaringan LTE operator Telkomsel pada area Tol Padaleunyi.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Phased Array 8×4 Untuk Sistem Airport Surveillance Radar (asr) S-band Aninditya Esti Pratiwi; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Airport Surveillance Radar (ASR) merupakan radar untuk memantau pergerakan pesawat komersial pada saat memasuki/keluar wilayah bandara. Namun saat ini radar pengawas udara milik bandara-bandara masih belum dapat mencakup semua wilayah udara NKRI. Sehingga LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) sedang giat mengembangkan riset ASR. Salah satu komponen yang krusial dalam sistem ASR adalah antena.Antena yang digunakan merupakan phased array antenna yang terdiri dari beberapa elemen antena, dan menggunakan variabel fasa atau pengontrolan time- delay pada masing-masing port untuk memindai beam yang diberi sudut tertentu sehingga memungkinkan kontrol pola radiasi lebih tepat. Phased array antenna diatur dengan memberikan panjang kabel catu yang berbeda untuk masing masing elemen phased array antena. Pergeseran fasa yang dihasilkan yaitu pola radiasi elevasi. Antena direalisasikan menggunakan bahan substrat epoxy FR-4 yang bekerja pada frekuensi S-Band (2,97 GHz - 3,03 GHz) dengan VSWR yaitu 1.065,1.023,1.042,1.054 pada masing-masing port, Gain 17,244 dB dan pola radiasi unidireksional. Serta memiliki dimensi (328,7 × 405 × 7,76 mm) dengan effective bandwidth ≈ 60 MHz dan ketika digeser sebesar 30˚ dan 60˚ dalam pola radiasi elevasi menghasilkan pergeseran fasa sebesar 10˚ dan 20˚. Dengan spesifikasi tersebut, antena phased array mampu bekerja dengan baik untuk performansi Airport Surveillance Radar (ASR). Kata kunci : Airport Surveillance Radar, Antena Phased Array, Phased Shifter,S-Band
Pembagi Daya 1:2 Stripline 1805-1880 Mhz Fajar Siddiq; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi semakin lama semakin canggih dan efisien. Suatu komunikasi umumnya memiliki antena dimana antena tersebut memiliki bagian transmitter dan receiver. Kedua bagian itu terhubung dengan sebuah rangkaian. Sebelum sinyal masuk, ada bagian yang bertugas mengatur atau membagi sinyal tersebut yaitu power splitter. Pada jurnal ini dirancang dan direalisasikan power splitter dalam komunikasi GSM indoor. Dengan menggunakan transformator λ/4. Bahan yang digunakan adalah PCB (Printed Circuit Board) dengan permitivitas relatif 2,2 dan tebal dielektrik 1,578 mm. Dalam perancangannya digunakan software Advanced Design System 2015 untuk mensimulasikan rangkaian. Pengujian kinerja power splitter dilakukan dengan membandingkan data hasil pengukuran dengan spesifikasi awal dan simulasi. Kemudian, dari hasil simulasi pada frekuensi 1805 – 1880 MHz, pembagi daya pada rancangan yang dibuat memiliki daya sebesar -3,453 dB dan -3,812 dB di kedua port outputnya. Kata Kunci : Power Splitter, Transformer λ/4, Monolithic Microwave Integrated Circuit, Stripline
Perancangan Dan Realisasi Antena Parabola Dengan Feed Point Mikrostrip S-Band Polarisasi Sirkular Menggunakan Metode Tumpuk Untuk Stasiun Bumi Renaldy Wibisono; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University AXC (Aerospace and eXploration Center) tengah mengembangkan sebuah proyek pembuatan satelit mikro yang mempunyai misi SAR (Synthetic Aperture Radar). Demi menunjang keberlangsungan satelit di orbit, maka diperlukan stasiun bumi untuk mengontrol seluruh payload satelit. Maka dari itu dibutuhkan sebuah antena sebagai media komunikasi antara stasiun bumi dengan satelit dalam menjalankan misinya. Antena yang dibuat dalam tugas akhir ini yaitu antena parabola dengan feed point mikrostrip polarisasi sirkular dengan frekuensi kerja 2,35 GHz. Dalam tugas akhir ini dipilih antena parabola karena antena ini mempunyai gain yang tinggi sehingga mampu mengirimkan gelombang elektromagnet dengan jarak komunikasi stasiun bumi dan satelit sekitar 700 km. Kemudian feed point yang dipakai adalah mikrostrip agar lebih efektif karena memiliki dimensi yang kecil. Mikrostrip dibuat dengan polarisasi sirkular karena komunikasi stasiun bumi dengan satelit pada umumnya menggunakan polarisasi sirkular untuk menanggulangi loss yang disebabkan oleh perbedaan fasa antena. Hasil akhir yang diperoleh dari Tugas Akhir ini adalah antena parabola dengan feed point mikrostrip polarisasi sirkular dengan VSWR sebesar 1,043 pada frekuensi kerja 2,35 GHz, lebar pita sebesar 150 MHz, dan gain sebesar 29,5 dBic. Kata kunci: Antena Parabola, Mikrostrip Polarisasi Sirkular, Stasium Bumi.
Perancangan Dan Realisasi Antena Phased Array Mikrostrip 1×4 X-band Zillya Fatimah; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Defense Radar , radar ini merupakan radar pertahanan udara yang mampu mendeteksi target di udara meliputi posisi dan kecepatan. sistem Air Defense Radar membutuhkan sebuah media transmisi berupa antena.Untuk sistem radar konvensional, antena radar diputar menggunakan rotator sehingga memungkinkan antena melakukan scanning area sekitar antena. Dengan aplikasi antena phased array maka memungkinkan dilakukan scanning secara elektrik pada antena radar,dimana dengan posisi antena tidak berubah tetapi polaradiasi bisa diarahkan dengan mengendalikan fasa arus catu pada antenanya. Pada tugas akhir ini Antena dirancang dan disimulasikan dengan bantuan perangkat lunak bantu dan direalisasikan menggunakan bahan substrat Rogers Duroid 5880 dengan nilai (εr = 2,2 dan h=1,57 mm). Antena bekerja pada frekuensi X-Band (9,37 – 9,43 GHz) yang menghasilkan VSWR 1.101, 1.104 , 1.106 , 1.109 , polarisasi linier, Gain =18,636 dBi dan pola radiasi unidireksional. Antena memiliki dimensi 256,6 × 37,88 x 1,535 mm serta mampu menggeser fasa secara elektrik sebesar 200 dan 300 saat variasi sudut fasa 700 dan 900 menggunakan variasi kabel catu. Dengan spesifikasi tersebut antena phased array mampu bekerja dengan baik untuk Air Defense Radar Kata Kunci: Antena Phased array, Phase shifter , X-band
Perancangan Dan Realisasi Low Noise Amplifier (Lna) 1,265-1,275 Ghz Untuk Aplikasi Synthetic Aperture Radar (Sar) Destia Rahmawati; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Synthetic Aperture Radar (SAR) adalah salah satu teknologi radar yang dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan optical camera yang telah lebih dahulu digunakan untuk aplikasi penginderaan permukaan bumi dalam jarak jauh (remote sensing), yang memanfaatkan prinsip kerja gelombang elektromagnetik sebagai sarana pengambilan data. SAR ini bekerja pada frekuensi 1,265-1,275 GHz (L-Band), dengan frekuensi tengah 1,27 GHz. Sinyal yang dikirimkan oleh SAR mengenai permukaan bumi dan dipantulkan sehingga diterima kembali oleh SAR dan diproses di dalam receiver. Karena level daya sinyal yang sangat lemah ketika diterima oleh antena penerima, maka setelah dikuatkan oleh antena penerima, sinyal perlu diperkuat lagi oleh low noise amplifier (LNA) agar sinyal memiliki level daya yang cukup besar dengan noise yang rendah agar dapat diproses oleh stage selanjutnya. Pada Tugas Akhir ini dirancang dan direalisasikan sebuah LNA yang dapat bekerja pada frekuensi 1,265-1,275 GHz. Spesifikasi LNA yang dirancang adalah memiliki gain sebesar ≥ 20 dB dan noise figure sebesar ≤ 5 dB. Dalam perancangan dan simulasi LNA digunakan software Agilent’s Advanced Design System 2011.10 (ADS 2011.10). Komponen aktif yang digunakan adalah Hetero Junction Field Effect Transistor (HJFET) tipe NE3508M04 yang memiliki gain maksimum sebesar 21,757 dB pada frekuensi 1,27 GHz, sehingga digunakan metode single stage amplifier dengan bilateral design dalam perancangan dan realisasi LNA. Pengujian kinerja LNA dilakukan dengan membandingkan data hasil pengukuran dengan spesifikasi awal perancangan. Dari hasil pengukuran diperoleh gain yang dihasilkan pada frekuensi 1,27 GHz adalah 17,53 dB dengan noise figure 10,7 dB. VSWR input 16,336 dan VSWR output 1,595, serta impedansi input (6,842 - j55,03) Ω dan impedansi output (56,3 – j24,15) Ω. Kata kunci: Low Noise Amplifier (LNA), Gain, Noise Figure, Synthetic Aperture Radar (SAR), Agilent’s Advanced Design System 2011.10 (ADS 2011.10)
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Putra Kurniawan Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi