Claim Missing Document
Check
Articles

Found 124 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Rectenna (rectifier Antenna) 800 Mhz - 2500 Mhz Ryan Rivaldo; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem komunikasi saat ini tidak lepas dari penggunaan Radio Frequency (RF). karena sumber dan penyebarannya yang luas membuat sinyal RF dapat digunakan sebagai salah satu sumber energi alternatif. Untuk mewujudkannya digunakan teknologi rectenna yang merupakan integrasi antara antenna dan rectifier. Antena bertugas dalam menangkap sinyal RF dari ruang bebas, lalu diteruskan ke rectifier untuk dikonversi menjadi keluaran tegangan DC. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dan realisasi rectenna pada rentang frekuensi 800 MHz hingga 2500 MHz menggunakan antena vivaldi coplanar (Tapered Slot Antenna) dan rangkaian rectifier Voltage doubler 5-stage dengan dioda BAT17. Dari hasil pengujian dan pengukuran menunjukan rectenna dapat mengubah sinyal AC menjadi tegangan output DC. Antena bekerja paling baik pada frekuensi 900 MHz dengan perolehan nilai VSWR sebesar 1.3 dan gain sebesar 3.86 dBi. Tegangan rata-rata output maksimal yang dihasilkan rectenna yaitu pada frekuensi 900 MHz dengan level daya 10 dBm sebesar 474.2 mV pada jarak antena 30 cm, 345.53 mV pada jarak 1m, dan 208.27 mV pada jarak 1.5 m. Kata kunci : RF, Rectenna, Vivaldi, Rectifier Abstract Current communication system can not be separated from the use of Radio Frequency (RF). because its source and wide spread, signals can be used to produce alternative energy. Rectenna technology make it happen, that is the integrated of antenna and rectifier. The antenna used to receive the RF signals from the free space, then rectifier convert to DC voltage.In this final project designed and realized of rectenna that working in the frequency range 800 MHz - 2500 MHz using a coplanar vivaldi antenna (Tapered Slot Antenna) and 5-stage Voltage doubler rectifier circuit with BAT17 diode.From the result of test and measurement show that rectenna can convert AC signal into output DC voltage. The antenna best on work at 900 MHz with VSWR of 1.3 and a gain of 3.86 dBi. The average maximum output voltage generated by rectenna is 900 MHz with a power level of 10 dBm of 474.2 mV at distance of 30 cm, 345.53 mV at a distance of 1m and 208.27 mV at a distance of 1.5 m. Keywords : RF, Rectenna, Vivaldi, Rectifier
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Rektangular Untuk Aplikasi Pesawat Udara Nirawak Krisna Maulana; Heroe Wijanto; Agus Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unmanned Aerial Vehcile (UAV) adalah pesawat udara tanpa awak yang mempunyai banyak fungsi salah satu nya dapat digunakan untuk memfoto, merekam, memantau dan meliput suatu objek dari udara menggunakan kamera yang terpasang pada pesawat. Untuk melakukan pemantauan tersebut dibutuhkan suatu jalur komunikasi yang menghubungkan ground station ke UAV dengan kecepatan transfer data yang cukup besar dan jarak jangkauan yang cukup jauh. Umumnya pesawat yang digunakan untuk memantau berada di tempat yang lebih tinggi dan modul pengirim yang terpasang pada pesawat memiliki power transmit yang relatif kecil, namun pemakaian antena dipole pada bagian transmitter yang memiliki pola radiasi omnidirectional dirasa kurang efektif. Maka pada tugas akhir ini dirancanglah antena mikrostrip rektangular agar menghasilkan pola radiasi unidirectional sehingga efektif dalam penggunaan daya pada modul transmit yang terletak di UAV. Perancangan menggunakan teknik pencatuan microstripline. Metoda perancangan pada tugas akhir ini adalah dengan perhitungan menggunakan persamaan untuk mencari dimensi antena, hasil yang didapat dari perhitungan merupakan input untuk proses simulasi dan hasil terbaik dari proses optimasi pada simulasi akan digunakan sebagai nilai pada pembuatan antena. Dalam tugas akhir ini diteliti juga paramater antena seperti VSWR, bandwidth, pola radiasi, gain, return loss dan impedansi total. Antena mikrotrip retangular ini diharapkan mampu menghasilkan karaktersitik antena yang bekerja pada frekuensi tengah 5795MHz, bandwidth 300Mhz, untuk nilai VSWR dibawah 2 dan memiliki pola radiasi unidirectional Kata kunci: UAV(Unmanned Aerial Vehicle), antenna mikrostrip rektangular, unidirectional
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip S-band Susunan Linier Untuk Radar Kapal Arnold Nicolas; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radio Detection and Ranging (RADAR) berfungsi untuk mendeteksi, mengukur jarak, ketinggian dan memetakan suatu objek. Karena kemampuannya itu RADAR dapat digunakan untuk melihat objek- objek di laut dan udara pada jarak jangkauan yang luas meskipun cuaca buruk seperti hujan badai dan kabut. Teknologi RADAR merupakan salah satu aplikasi yang dapat membantu lembaga dan aparat negara dalam mengawasi dan mengamankan perairan Indonesia. Salah satu bagian RADAR yang berperan penting adalah Antena. Antena ini mampu melakukan proses kirim-terima sinyal yang mendeteksi keberadaan suatu objek di sekitar RADAR dalam jarak tertentu. Pada Tugas Akhir ini dibahas mengenai pembuatan antena untuk RADAR kapal dengan menggunakan teknik pencatuan mikrostrip line dengan bentuk patch rectangular dengan jumlah 8 elemen yang dibuat secara bersusun satu kali delapan. Untuk mempermudah proses perancangan digunakan software simulasi CST Microwave Studio 2010. Tugas akhir ini dimulai dengan menghitung dimensi antena sesuai rumus yang ada. Dimensi hasil perhitungan akan digunakan pada proses simulasi. Modifikasi dimensi antena digunakan sebagai cara untuk mendapatkan hasil yang optimum dalam simulasi, kemudian dimensi optimum tersebut digunakan dalam proses pabrikasi. Hasil pengukuran menunjukkan performansi antena dengan frekuensi tengah 3.006 GHz, dengan bandwidth 100 MHz, pada VSWR 1.002, serta memiliki gain sebesar 10.17 dB. Kata kunci : Antena Mikrostrip, Radar, S-Band
Perancangan Dan Realisasi Antena Tekstil Body Centric Untuk Komunikasi Wbans Merghita Zahrah Yuliandari; Heroe Wijanto; Bambang Setia Nugroho
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi komunikasi wireless merupakan bagian penting dalam perkembangan sistem komunikasi generasi ke-4. Dan salah satu dari teknologi yang dikembangkan saat ini adalah Body Centric Wireless Communications (BCWCs). Teknologi BCWCs yang dipakai pada tugas akhir ini adalah Wireless Body Area Networks (WBANs). Dan pada perkembangannya kini antenna tidak hanya berbentuk seperti antenna yang biasa tetapi kini sudah ada antenna yang berbahan dasar kain. Dalam merancang sebuah antenna, dilakukan studi parametrik untuk mendapatkan dimensi antenna yang bisa bekerja pada frekuensi UWB dan bisa digunakan untuk komunikasi BCWCs. Jenis antenna yang digunakan adalah microstrip patch hexagonal, pada bagian substrat digunakan bahan aramid fabric dan untuk patch dan groundplane menggunakan bahan tekstil zelt electro fabric. Selain itu antenna body centric ini juga menggunakan phantom dalam simulasi untuk menggantikan bagian-bagian tubuh manusia seperti skin,fat, muscle, dan bone yang berdekatan dengan antenna. Tugas akhir ini membahas tentang bagaimana hasil simulasi dan pengukuran parameter antenna berdasarkan bahan antenna tekstil dan bagaimana pengaruh tubuh terhadap performansi antenna pada jarak tertentu. Parameter yang akan dilihat adalah VSWR, impedansi, pola radiasi, dan gain. Simulasi dilakukan dalam software CST Microwave Studio. Perancangan dan simulasi antena tekstil body centric menghasilkan antenna yang bisa diaplikasikan untuk komunikasi WBANs yang bekerja pada rentang frekuensi UWB. Hasil yang didapatkan dalam tugas akhir ini meliputi frekuensi kerja sebesar (3.1 - 10.6) GHz, bandwidth selebar 7.5 GHz, VSWR≤ 2, impedansi input mendekati 50 Ω, gain sebesar 3.914 dBi di frekuensi center yaitu 6.85 GHz pada pengukuran antena saat dekat 2 mm dari tubuh manusia, memiliki polarisasi elips dan pola radiasi omnidirectional. Kata kunci : antena tekstil body centric, mikrostrip patch hexagonal
Perancangan Dan Realisasi Antena Microstrip Patch Segitiga Mimo 2x2 Pada Frekuensi 2,3ghz Untuk Aplikasi Lte Marsahala Situmorang; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teknologi telekomunikasi yang sedang dikembangkan saat ini adalah teknologi LTE, teknologi ini menawarkan kualitas komunikasi yang lebih baik dari teknologi-teknologi sebelumnya. Salah satu perangkat yang dibutuhkan pada teknologi tersebut adalah antena. Teknik MIMO adalah teknik antena yang dapat memperbaiki kualitas performansi dan kapasitas dari sistem LTE. Sistem ini menggunakan multiantena baik di sisi transmitter maupun di sisi receiver. Pada tugas akhir ini akan dirancang dan direalisasikan antenna Mikrostrip MIMO patch segitiga untuk LTE pada frekuensi tengah 2,3 GHz, pada range frekuensi 2,2647 GHz - 2,3336 GHz dengan pencapaian gain ≥ 2 dBi dan bandwidth mencapai 60 MHz. Dari hasil simulasi dengan menggunakan software CST, didapatkan bandwidth yang sudah memenuhi syarat VSWR ≤ 1,5 dan Gain sekitar 1.02 dBi. Pada hasil pengukuran antena didapatkan hasil VSWR ≤ 1,5 dengan bandwidth 60 MHz pada antena pertama, 60 MHz pada antena kedua, dan Gain sekitar 1,02 dB pada antena pertama, 1,02 dB pada antena kedua. Pola radiasi berbentuk bidireksional didapat ketika simulasi dan pengukuran. Polarisasi yang didapatkan adalah linier. Dari perancangan frekuensi, Bandwidth dan Gain ini, maka antena ini dapat digunakan sebagai Antena indoor pada teknologi LTE. Kata Kunci: Antena Mikrostrip, MIMO,LTE
Perancangan Dan Realisasi Susunan Mikrostrip X-band Untuk Aplikasi Radar Maritim Remon Riyanto; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah sebuah negara kepulauan terbesar yang dikelilingi oleh lautan. Untuk ini diperlukan pengawasan dan pengamanan diwilayah perairan Indonesia. Kemampuan mata manusia sebagai salah satu indera penting yang sangatlah terbatas hanya tidak lebih 100 meter. Peralatan yang dapat berfungsi sebagai “mata” tetapi menggunakan pancaran gelombang radio yang dikenal sebagai Radar. Radar dapat menggantikan fungsi mata manusia untuk memantau objek dengan jarak yang jauh. Radar maritim dapat mendeteksi keberadaan kapal lain, cuaca/awan yang di hadapi di depan sehingga bisa menghindar dari bahaya yang ada di depan kapal. Pemasangan antena ini diletakkan di atas kapal, dibantu dengan rotator agar radar ini dapat berputar secara 360o . Antena yang dirancang pada tugas akhir ini adalah antena array mikrostrip dengan patch rectangular pada frekuensi tengah 9.4 GHz, pada range frekuensi 9.37-9.43 GHz dengan gain ≥ 12 dB dan bandwidth 60 MHz. Pada perancangan antena ini menggunakan substrat Rogers RT5880 dengan ??  2.2 dan ketebalan 1.57 mm. Untuk proses simulasi antena akan dibantu dengan software CST Microwave Studio. Antena yang sudah dirancang pada tugas akhir bekerja pada frekuensi X-Band 9.24-9.60 GHz pada VSWR ≤ 2 dengan gain 15.26 dB dan bandwidth 360 MHz. Antena array mikrostrip ini menghasilkan pola radiasi unidirectional dan polarisasi elips. Kata kunci : Radar, antena mikrostrip, antena array
Perancangan Dan Realisasi Antena Dipol Silang Uhf Dengan Reflektor Planar Horisontal Untuk Penerima Tv Digital Dvb-t2 (desain And Realization Uhf Cross Dipole Antenna With Horizontal Planar Reflector For Dvb-t2 Digital Tv Receiver) Imam Muaffiq; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Televisi adalah salah satu perangkat penerima sumber informasi yang paling sering digunakan oleh masyarakat hingga saat ini. Pemerintah mempunyai target migrasi televise analog ke digital pada 2018 dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Kominfo No.32 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Secara Digital dan Penyiaran Multipleksing Melalui Sistem Terestrial[1]. Salah satu perangkat yang dibutuhkan untuk menunjang terselenggaranya komunikasi televisi adalah antena. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dan realisasi antena dipol silang dengan reflektor planar horizontal untuk penerima tv digital dengan bahan tembaga. Perancangan antena ini menggunakan software CST Studio Suite dan beroperasi pada frekuensi 470-806 MHz dengan gain ≥ 2,15 dBi, bandwidth 336 MHz, VSWR ≤ 2, pola radiasi omnidirectional pada bidang horisontal dan polarisasi linier horisontal. Hasil pengukuran yang didapatkan menunjukkan bahwa antena dapat bekerja pada frekuensi 470-806 MHz. Gain maksimum yang didapatkan 5,821 dBi. VSWR pada frekuensi tengah ( fc = 638 MHz ) adalah 1,283 dan bandwidth 466 MHz. Pola radiasi omnidirectional pada bidang horisontal dan polarisasi elips horisontal dengan axial ratio sebesar 6,07 dB. Kata Kunci : Televisi Digital, UHF , Dipol Silang, Reflektor Planar
Antena Mikrostrip Celah Persegi Pita Ganda Untuk E-nodeb Lte 1,8 Dan 2,3 Ghz Agung Rachman; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Term Evolution (LTE) merupakan salah satu sistem seluler versi mutakhir saat ini telah dikembangkan di dunia teknologi. LTE sendiri bekerja pada banyak frekuensi, salah satunya adalah 1,8 GHz. Digunakan antena mikrostrip dengan alasan antena mikrostrip memiliki keuntungan berbentuk kompak dengan dimensi yang kecil, mudah untuk difabrikasikan, mudah dikoneksikan dan mudah diintegrasikan dengan perangkat lainnya. Pada penelitian sebelumnya telah dibuat 4G LTE pada frekuensi 1,8 GHz untuk 4G LTE sehingga pada penelitian ini dibuat antena mikrostrip patch rectangular dengan dual frekuensi di 1,8 GHz dan 2,3 GHz dengan tujuan untuk teknologi 4G mendatang akan digunakan spektrum frekuensi di 2,3 GHz Pada tugas akhir ini akan dirancang antena mikrostrip dengan patch rectangular dan slot rectangular untuk menghasilkan dual band. Kelemahan dari antena mikrostrip adalah gain dan bandwidth yang tidak maksimal, oleh karena itu pada proposal kali ini digunakan teknik catu daya Electromagnetically coupled (EMC) untuk menghasilkan bandwidth dan gain yang lebih besar. Antena direalisasikan dengan menggunakan dua buah subtrat yaitu Rogers Duroid ( = 2.2 dan ketebalan substrat = 1.57 m) dan FR-4 Eproxy ( = 4.6 dan ketebalan substrat = 1.6 ) dengan dimensi (127.25 mm x 101.7562 mm ). Seteleh dilakukan pengukuran antena bekerja pada dua frekuensi yaitu 1,8 dan 2,3 GHz dengan bandwidth masing-masing 75 Mhz & 60 Mhz, gain 5,04 dB & 2,04 dB, polarisasi elips dan pola radiasi unidireksional
Desain Dan Realisasi Bi-directional Couplers Untuk Mengurangi Isolasi Pada Transceiver 2,425 Ghz Untuk Aplikasi Sistem Nano Satelit Varhantz Reinardy; Heroe Wijanto; Tengku Ahmad Riza
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bi-Directional Coupler merupakan komponen telekomunikasi yang memiliki fungsi untuk mengurangi isolasi antara bagian transmitter dan bagian receiver, agar sinyal receiver tidak dipengaruhi dari sinyal yang berasal dari perangkat transmit sendiri (siklus dalam), Bi-Directional Coupler yang akan direalisasikan diharapkan memiliki coupling isolasi sebesar 20 dB baik untuk transmit dan receiver, maupun sebaliknya (Forward Coupling Isolation dan Reverse Coupling Isolation). Bi-Directional Coupler yang direalisasikan memiliki frekuensi sebesar 2.425 GHZ. Dalam realisasinya sebuah Bi-Directional Coupler harus memiliki beberapa karakteristik yang harus dipenuhi seperti VSWR ≤1.5, impedansi 50Ω, coupling ±-20 dB, isolasi ≤-20dB Untuk itu dalam tugas akhir ini dirancang dan direalisasi Bi-Directional Coupler pada frekuensi 2.425 GHz, Bi-Directional Coupler memiliki karakteristik yang harus dipenuhi khususnya pada port coupling akan menghasilkan nilai ± -20 dB, RL ≤ -20 dB, sedangkan hasil untuk port isolasi ≤ -20 dB agar alat dapat diaplikasikan sesuai dengan tujuan. Pada simulasi didapatkan hasil bandwidth sesuai spesifikasi dengan nilai return loss sebesar -46.83 dB, isolasi sebesar -23.72 dB, coupling sebesar -28.93 dB. Hasil pengukuran dari Bi-Directional Coupler yang direalisasikan memiliki bandwidth sesuai spesifikasi, nilai return loss sebesar -43.12 dB, isolasi sebesar - 23.08 dB, dan nilai coupling sebesar -23.68 dB. Kata Kunci : Isolasi, Bi-directional, Receiver dan Transmitter
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Ultra Wideband (Uwb ) Berbentuk Dual Elips Untuk Radar Tembus Tembok Aldino Priyatna; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan di bidang teknologi salah satunya antenna UWB sekarang ini memegang peranan penting sebagai aplikasi yang banyak digunakan untuk sarana komunikasi seperti sistem pendeteksi radar dan radio. UWB memiliki berbagai keunggulan karena alat antenna yang digunakan berukuran kecil, biaya murah, dapat tembus dinding dan aman bagi kesehatan. Tugas akhir dengan judul “Perancangan dan Realisasi Antena Mikrostrip Ultra-Wideband Berbentk Dual Elips untuk Aplikas RadarTembus Tembok” bertujuan untuk merancag dan meralisasi antenna microstrip berbentuk dual elips untuk aplikasi radar tembus tembok sebagai solusi untuk memenuhi perkembangan tersebut. Proses pengerjaan yang dilakukan adalah, merancang design antenna mikrostrip UWB dengan menentukan bahan dielektrik Roger 8550. Antenna mikrostrip UWB yang dapat diaplikasikan pada radar tembus tembook disimulasikan menggunakan software CST sebagai alat simulasi sebelum melakukan pabrikasi. Simulasi dilakukan untuk melihat pengaruh penggunaan slot dan reflector pada antenna dan dilihat parameter-parameter antenna yang dirancang agar sesuai dengan karakteristik antenna UWB untuk aplikasi radar tembus tembok. Untuk keperluan validasi design antenna maka didesain prototype yang nantinya dapat dipabrikasi. Prototype kemudian diukur, dihitung dan dibandingkan dengan hasil simulasi. Hasil yang ingin diperoleh diukur mengkonfirmasi bahwa antena yang diusulkan memiliki bandwith 9,1 GHz selama rentang UWB dari 3,1 GHz sampai 10,6 GHz, gain maksimum sekitar 9 dBi, pola radiasi unidirectional, dan polarisasi elips. Oleh karena itu antenna cocok untuk aplikasi radar tembus tembok Kata kunci: mikrostrip, UWB, reflector, radar tembus tembok, bandwith
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama ARIS HARTAMAN Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Suhendi Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Purnomo, Garin Ari Putra Kurniawan Rabbani, Rafif Hilmy Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Septiono, Reza Fahreza Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Shofa, Nabila Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi