Claim Missing Document
Check
Articles

Found 124 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Dan Realisasi Antena Bandnotch Monopole Pada Frekuensi 2,4 Ghz Untuk Aplikasi Wifi Muhammad Miftakhus Sahid; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wi-Fi atau Wireless Fidelity adalah satu standart Wireless Networking tanpa kabel,Awalnya Wi-Fi digunakan pada perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses data Internet. Standar 802.11 pada awalnya disahkan pada tahun 1997 yang beroperasi pada frekuensi 2.4 GHz. Teknologi WIFI memerlukan antena yang berukuran kecil, ringan, murah, dan mudah pabrikasinya. Pada Tugas Akhir ini merancang dan merealisasikan antena mikrostrip band-notch mononopole untuk aplikasi WIFI pada frekuensi 2,4 GHz dengan gain ≥ 2 dB. Pada perancangan ini menggunakan bahan epoxy FR4, dengan = 4,4 dan ketebalan 1.6 mm, sangat cocok untuk aplikasi antenna frekuensi tinggi. Untuk simulasi pada penelitian ini menggunakan software CST Microwave Studio Dari hasil perancangan dengan menggunakan CST microvawe studio didapatkan hasil yang sesuai dengan spesifikasi antenna, dengan VSWR ≤ 1,5 dengan gain 2,381 dBi. Hasil pengukuran antenna realisasi antenna memiliki polarisasi elipstik, gain 4,304 dBi dan polaradiasi omnidrirectional Kata kunci : WIFI, Omnidirectional, gain, mikrostrip
Perancangan Dan Realisasi Antenna Deployment Untuk Muatan Automatic Packet Reporting System (Aprs) Pada Sturktur Nanosatellite Ratih Tryas Prodoningrum; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University bersama Aerospace Exploration Center tengah mengembangkan satelit nano dengan nama Tel-U Sat. Satelit tersebut memiliki dimensi 10 cm × 10 cm × 10 cm dengan berat kurang dari 10 kg. Salah satu muatan pada Tel-U sat 1 adalah Automatic Packet Reporting System (APRS). APRS nanosatellite bekerja pada frekuensi 145.880 MHz yang berfungsi untuk mengirimkan posisi satelit kepada Ground Station secara periodik[1]. Komunikasi APRS membutuhkan sebuah antena dengan cakupan pola radiasi yang luas sehingga digunakan antena monopole dengan panjang 54.5 cm. Panjang antena tersebut mengganggu pengepakan satelit pada sebuah launch adapter sebelum di tumpangkan ke roket sehingga diperlukan alat untuk menggulung antena. Setelah satelit berada pada ketinggian orbit rendah (Low Earth Orbit) yaitu 300-1000 km di atas permukaan bumi, antena dilepaskan sehingga APRS dapat mulai berfungsi. Antenna deployment menggunakan antena monopole dengan struktur nanosatellite sebagai groundplane. Struktur dibuat dari bahan alumunium dengan ukuran 10 cm × 10 cm × 10 cm dengan tebal 2 mm. Antena monopole dibuat dari bahan meteran (seng) dengan panjang 54.5 cm. Mekanisme kerja teknik deployment adalah dengan memutuskan benang nylon dari resistor pemanas pada elemen pemanas yang dipicu oleh informasi ketinggian berdasarkan data GPS. Hasil pengukuran antena monopole dengan struktur sebagai groundplane pada frekuensi kerja 145.880 MHz mendapatkan VSWR 1.358 dengan bandwidth 21.54 MHz. Polarisasi yang diperoleh adalah polarisasi elips dengan nilai axial ratio 12.58 dB. Pola radiasi yang diperoleh adalah omnidirectional dengan nilai HPBW θ = 90o selebar 104.25°dan HPBW ϕ = 0o selebar 77.63o dan nilai gain yang diperoleh sebesar 4.44 dB. Pengujian teknik deployment mendapatkan hasil antena terlepas (deploy) dengan waktu rata-rata 3.88 menit dengan perincian 3.85 menit waktu penguncian modul GPS dan 1.8 detik waktu yang dibutuhkan untuk memutus benang nylon dari resistor pemanas. Kata Kunci : APRS, antenna deployment, GPS
Analisis Deteksi Skema Modulasi Digital Single Carrier Dan Multi Carrier Pada Kanal Fading Dan AWGN Dickie Hervianto; Heroe Wijanto; Afief Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, dilakukan simulasi dan analisis deteksi skema modulasi digital singlecarrier dan multi carrier. Metode multi carrier yang akan dianalisa adalah OFDM. Tujuan utamanya adalah dapat membedakan sinyal termodulasi single carrier dan multi carrier, dan dapat mendeteksi skema modulasi di masing-masing single carrier dan multi carrier. Pada simulasi, skema modulasi yang akan dideteksi adalah QPSK, 16QAM, dan 64QAM di mana sebelumnya sinyal akan melewati kanal fading terdistribusi Rayleigh dan AWGN. Metode yang digunakan pada ekstraksi ciri adalah metode spektrum dan statistik. Sedangkan pada proses klasifikasi digunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST-BP). Simulasi dilakukan dengan menggunakan tujuh ciri sebagai neuron masukkan dan enam tipe sinyal sebagai enam neuron keluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan nilai learning rate, jumlah neuron, dan jumlah lapisan tersembunyi dapat mempengaruhi performansi JST-BP dalam aspek persentase akurasi. Pada fading Rayleigh dengan kecepatan 120 km/jam, sistem JST-BP menghasilkan persentase akurasi pengujian sebesar > 90% ketika kondisi SNR > 8 dB. Kata Kunci : Automatic Modulation Recognition (AMR), OFDM, Rayleigh Fading, Jaringan Syaraf Tiruan
Antena Mikrostrip Fraktal Koch Untuk Penerima Televisi Digital (478-694 Mhz) Sulma Agida Yusfandini; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai dengan rekomendasi KOMINFO, penyiaran analog akan mengalami migrasi ke penyiaran digital pada tahun 2018. Untuk mendukung perubahan tersebut diperlukan antena penerima handal yang dapat beroperasi pada UHF Band untuk televisi digital. Salah satu jenis antena yang dapat memenuhi adalah antena mikrostrip fraktal koch. Pada tugas akhir ini dirancang antena mikrostrip fraktal koch iterasi dua dengan teknik slot pada groundplane untuk televisi digital yang dapat bekerja sesuai dengan alokasi frekuensi televisi digital di Indonesia yaitu 478-694 MHz. Pencatuan yang dipakai adalah mikrostrip line dengan menggunakan bahan FR4-epoxy dengan konstanta dielektrik 4,3. Antena mikrostrip ini memiliki dimensi yang cukup kecil sehingga dapat diaplikasikan di indoor. Fraktal koch iterasi 2 dipilih karena frekuensi kerja yang dihasilkan sesuai untuk diaplikasikan pada televisi digital serta parameter yang lainnya seperti vswr, bandwidth, return loss yang cukup baik. Perancangan dan simulasi menggunakan software CST Studio Suite 2016. Berdasar simulasi dan analisis yang telah dilakukan menunjukan bahwa fraktal koch yang dimodifikasi menjadi slot groundplane dapat menghasilkan VSWR ≤1,796, gain 3,29 dBi, Return loss ≤ - 10,909 dB, bandwidth 265,5 MHz serta memiliki polarisasi ellips dan pola radiasi bidireksional. Kata Kunci: televisi digital, fraktal koch, mikrostrip
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Mimo 4x4 Dengan Catuan Emc (electromagnetically Coupled) Untuk Aplikasi Lte 2,3 Ghz Arif Pratama; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip MIMO 4×4 untuk aplikasi pada teknologi LTE pada frekuensi 2,3 GHz. Teknologi MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan sistem komunikasi dengan menggunakan multi antena baik disisi transmitter maupun receiver. Dengan teknologi MIMO , empat antena mikrostrip akan direalisasikan supaya dihasilkan bandwidth ≥ 50 MHz. Antena ini akan bekerja pada frekuensi kerja 2,3 GHz yang dapat diaplikasikan dalam LTE (Long Term Evolution). Pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan antena MIMO 4 × 4 untuk LTE pada frekuensi 2,3 GHz dengan pencapaian gain ≥ 3 dBi dan bandwidth mencapai ≥50 MHz. Dengan menggunakan catuan EMC (Electromagnetically Coupled) dimana menggunakan dua buah substrat guna meningkatkan bandwidth antena. Pada hasil pengukuran antena didapatkan hasil VSWR ≤ 2 . Bandwidth ≥50 MHz pada semua antenna. Gain pada antena pertama 3,38 dBi pada antenna kedua 3.34 dBi, pada antena ketiga 3,35 dBi,dan pada antena keempat 3,27 dBi. Pola radiasi yang dihasilkan ketika simulasi dan pengukuran adalah unidireksional. Polarisasi yang dihasilkan adalah elips. Berdasarkan ukuran dimensi antena dan pola radiasi yang dihasilkan, maka antena ini dapat digunakan sebagai Antena outdoor BTS pada teknologi LTE. Kata kunci: Antena, mikrostrip, MIMO, LTE, EMC
Perancangan Dan Realisasi Filter Band Pass Hairpin Line Pada Frekuensi 2.425 Ghz Menggunakan Substrat Rogers Duroid 5880 Untuk Satelit Nano Angga Harwi Yanto; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Universitas telkom sedang melakukan penelitian mengenai satelit nano dengan misi remote sensing. Satelit nano universitas telkom diberi nama Tel-USAT 1 yang menggunakan frekuensi 2425 mhz untuk keperluan pengiriman data muatan kamera dengan misi penginderaan jarak jauh. Satelit nano ini mengorbit pada lintasan Low Earth Orbit (LEO).[1] Satelit ini mempunyai fungsi utama untuk keperluan komunikasi data. Pada bagian space segment terdapat subsistem RSPL (Remote Sensing Payload)yang bertugas mengirimkan data gambar dari hasil pemotretan permukaan bumi oleh kamera. RSPL (Remote Sensing Payload ) sebagai sensor payload menggunakan frekuensi 2.425 Ghz. Untuk dapat bekerja dengan baik maka dibutuhkannya band pass filter untuk bisa meloloskan frekuensi tersebut. Untuk mendapatkan hasil tersebut, filter ini harus memiliki tingkat akurasi slope yang tajam dan memiliki bandwidth 20 MHz. Pada perancangan band pass filter menggunakan metode Hairpin-Line dan simulasinya software CST Studio Suite. Filter yang dirancang menggunakan Substrat Rogers Duroid 5880. Filter yang dirancang menggunakan metode hairpin line dengan respon frekuensi chebyshev ripple 0.01 dB. Pada frekuensi tengah filter di 2425 Mhz menunjukan insertion loss sebesar -3,988 dB dan return loss yang benilai -10,680 dB. Bandpass filter hairpin line menunjukkan respon fasa yang linear. Bandwidth dari filter yang telah dirancang ini sebesar 45 Mhz. Dengan adanya perangkat filter ini, sehingga dapat mendukung perancangan filter di satelit nano. Kata kunci : Nanosatellite,Band Pass Filter,Hairpin-Line,chebyshev,ripple, Rogers Duroid 5880
Validasi Karakteristik Pada Antena Coplanar Vivaldi 27 Ghz Dengan Teknik Scaling Down Ke 2,7 Ghz Mardaputri Rannu Pairunan; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi LTE yang dikenal sebagai 4G akan dilanjutkan dengan teknologi 5G untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Teknologi 5G dialokasikan pada frekuensi 27,5 GHz sampai 28,35 GHz. Antena vivaldi yang diciptakan oleh Gibson pada tahun 1979[1] merupakan antena yang memiliki beamwidth lebar dan mampu bekerja pada frekuensi 27 GHz. Pada pengukuran antena di frekuensi tinggi dibutuhkan teknik penskalaan. Teknik penskalaan merupakan suatu teknik yang dapat dilakukan untuk melaksanakan pengukuran antena yang berhubungan dengan struktur yang sangat besar. Teknik ini sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang sesuai, seperti pola radiasi, return loss serta vswr dengan pengaturan pengukuran frekuensi yang lebih terjangkau. Pada tugas akhir ini, dirancang dan direalisasikan proses pengecilan skala antena co-planar vivaldi di frekuensi 27 GHz yang ditujukan untuk mengukur resonansi yang diinginkan dimana ditetapkan pada frekuensi 2,7 GHz dengan menggunakan bahan Duroid Rogers 4003C (Ԑr=3,55 dan h=0,813 mm). Dari hasil simulasi melalui CST Microwave Suite 2017 dan hasil realisasinya diperoleh kesebandingan kedua frekuensi dengan nilai vswr ≤ 1,1 ; return loss ≤ -10 dB serta Pola radiasi uni-directional Kata kunci : antena vivaldi, teknik scaling down. Abstract LTE technology known as 4G will be continued with 5G technology to meet the needs of a growing community. The 5G technology is allocated at frequency of 27.5 GHz to 28.35 GHz. The vivaldi antenna created by Gibson in 1979 is an antenna that has wide beamwidth and is capable of working at a frequency 27 GHz. In antenna measurement at high frequency scaling technique is required. Scaling technique is a technique that can be done to carry out antenna measurements associated with very large structures. This technique is needed to get the appropriate results, such as radiation pattern, return loss and vswr with a more affordable frequency measurement setting. In this final project, we designed and realized the process of variance of co-planar vivaldi antenna at 27 GHz frequency which is intended to measure the desired resonance which is set at 2.7 GHz frequency using Duroid Rogers 4003C (Ԑr = 3,55 and h = 0,813 mm). From the simulation results through CST Microwave Suite 2017 and the realization results obtained the comparison of two frequencies with the value of vswr ≤1,1 ; return loss ≤ -10 dB and uni-directional radiation pattern. Keywords: vivaldi antenna, scaling down technique.
Perancangan Dan Realisasi Antena Deployment Uhf Untuk Aplikasi Ttc Downlink Dengan Struktur Nanosatellite Sebagai Groundplane Nurul Hidayah; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University sedang mengembangkan sistem komunikasi satelit yaitu nanosatelit. Pada space segmnet salah satu subsistem yaitu TTC (Telemetry, Tracking, and Command) berhubungan langsung dengan ground station untuk komunikasi. Salah satu perangkat yang bisa menghubungkan space dengan ground adalah antena. TTC menggunakan frekuensi amatir yang telah disediakan oleh ORARI, yaitu VHF untuk uplink pada 145,95 MHz dan UHF untuk downlink pada 437,325 MHz. Dalam penelitian ini dirancang sebuah antena deployment untuk komunikasi TTC yang berada pada space segment dengan frekuensi 437,325 MHz untuk downlink. Antena deployment merupakan antena yang menggunakan mekanisme deploy dikarenakan kondisi tertentu. Teknik deployment yang digunakan yaitu dengan heating element menggunakan sensor cahaya dan rangkaian timer. Antena deployment dirancang agar ketika satelit diluncurkan dari bumi ,antena dalam keadaan aman dan bekerja dengan baik. Antena deployment menggunakan antena monopole dengan struktur nanosatellite sebagai groundplane. Groundplane dibuat dari bahan alumunium dengan ukuran 10x10x10 cm dengan tebal 2 mm . Antena monopole terbuat dari bahan meteran (seng) dengan panjang 159 mm,sedangkan untuk teknik deployment menggunakan rangkaian timer dengan sensor cahaya. Hasil pengukuran antena monopole pada frekuensi kerja 437,325 MHz mendapatkan VSWR 1,1242,bandwidth 52,8 MHz, untuk polarisasi diperoleh polarisasi elips dengan nilai axial ratio 3,34 dB, pola radiasi omnidirectional dengan nilai HPBW theta 90o sebesar 117,88o dan HPBW phi 270o sebesar 71,48o, dan untuk nilai gain sebesar 2,23 dB. Untuk teknik deployment antena deploy dengan waktu 3 detik sedangkan timer aktif selama 6 detik. Kata Kunci :nanosatelit, TTC, antena deployment, monopole, sensor cahaya
Perencanaan Dan Analisis Retune Frekuensi 1710-1717.5 Mhz Dengan 1730-1745 Mhz Pada Teknologi Dcs1800 Di Area Madura Alif Randhy Pratama; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status penggabungan dua operator seluler ramai diperbincangkan di Indonesia. Jika benar ini terjadi maka akan ada ekspansi besar-besaran terutama pada sisi teknis. Salah satu sumber daya yang perlu diperhatikan adalah frekuensi kerja dari operator yang perlu penanganan khusus agar terjaga efisiensi sumber daya frekuensi dan kualitas performa jaringan.  Pada  penelitian ini  diteliti mengenai retune frekuensi secara menyeluruh pada teknologi DCS1800 dan diujikan pada area Madura dengan tujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh pengurangan frekuensi kerja terhadap performa jaringan yang telah dilakukan pengalokasian ulang. Sebelumnya di Madura telah tergelar jaringan dan kondisi tersebutlah yang akan diolah dengan metode konvensional berupa optimasi coverage dari segi radio access. Dari penelitian ini didapatkan bahwa pengurangan alokasi frekuensi mempengaruhi performa jaringan jika dilihat melalui parameter carrier to interference ratio dan kualitas daya terima namun tidak terpengaruh terhadap level daya terima, sehingga dapat dikatakan terjadi efisiensi jika dilihat dari segi level daya terima namun terjadi penurunan terhadap kualitas sinyal dan kualitas daya terima. Kata Kunci: DCS1800, retune, RXLEV, RXQUAL, C/I, coverage.
Band Pass Filter Combline Untuk Pemancar S-band Satelit Nano Mohammad Andi Pamungkas; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satelit Nano adalah satelit yang beroperasi pada orbit LEO dan mempunyai dimensi yang sangat kecil jika dibandingkan dengan satelit lainnya. Combline Band Pass Filter merupakan salah satu metode perancangan filter yang paling menguntungkan dan dapat diterapkan pada sistem komunikasi satelit yang memancarkan sinyal dengan daya yang sangat besar karena mempunyai ruang hampa yang disebut cavity box. Filter yang akan dirancang bekerja dengan frekuensi tengah 2,35 GHz. Pada filter ini digunakan respon frekuensi chebyshev ripple 0.1 dB dan impedansi terminal input dan terminal output 50 Ohm. Dalam mendesain filter perlu diperhatikan jenis bahan pembuat filter combline, penentuan dimensi yang teliti, dan karakteristik dari masing – masing resonator agar didapatkan hasil filter yang ideal. Hasil dari band pass filter ini dapat meloloskan sinyal pada frekuensi 2.250-2.450 MHz dan memiliki bandwidth sebesar 38 MHz, memiliki VSWR 1,28 , insertion loss sebesar -3,76 dB dan return loss sebesar -28,293 dB.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama ARIS HARTAMAN Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Suhendi Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Purnomo, Garin Ari Putra Kurniawan Rabbani, Rafif Hilmy Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Septiono, Reza Fahreza Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Shofa, Nabila Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi