Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perencanaan Layanan Data Jaringan Long Term Evolution (lte) Indoor Pada Terminal 3 Keberangkatan Ultimate Bandara Soekarno-hatta Wulan Dwi Anggraini; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan layanan data dan kualitas sinyal yang baik pada seluler menjadi hal yang sangat penting pada era ini, khususnya di Bandar Udara (Bandara) Soekarno – Hatta terutama di terminal 3 Ultimate. Karena semua maskapai penerbangan internasional dan beberapa maskapai penerbangan domestik dipindahkan ke terminal 3 Ultimate yang sebelumnya berada di sub terminal 2E dan 2F pada terminal 2. Sehingga banyaknya mobilisasi pengguna seperti penumpang dan petugas bandara pada area tersebut akan menyebabkan peningkatan permintaan layanan data dan membutuhkan kapasitas yang lebih besar. Hasil perencanaan ini, diperoleh nilai RSRP dari hasil simulasi untuk skenario 1 dan 2 masing-masing adalah - 78.00 dBm, dan -67.88 dBm. Untuk nilai SIR pada skenario 1 dan 2 masing-masing adalah 41.2 dB, dan 50.71 dB. Dari hasil simulasi, perencanaan jaringan LTE indoor telah memenuhi KPI (Key Performance Indicator) yang digunakan oleh operator telekomunikasi acuan.
Analisis Performansi Traffic Offload Data Video Streaming Lte Ke Wlan 802.11n Andreana Yunio Prasetya; Arfianto Fahmi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pengguna layanan data jaringan seluler berkembang pesat yang mengakibatkan beban trafik semakin meningkat. Agar beban trafik tetap stabil dan performansi kapasitas jaringan meningkat, dapat menggunakan teknik traffic offload / data offload. Traffic offload / data offload adalah penggunaan teknologi jaringan yang saling melengkapi untuk memberikan akses data bagi pelanggan selular. Pada penelitian ini dilakukan analisis dan simulasi traffic offload data dari jaringan LTE ke jaringan WLAN 802.11n dengan menggunakan tiga skenario. Skenario 1 yaitu pemodelan sel jaringan WLAN 802.11n berada didalam lingkup sel jaringan LTE, skenario 2 yaitu pemodelan sel jaringan WLAN 802.11n beririsan dengan lingkup sel jaringan LTE, dan skenario 3 yaitu pemodelan sel jaringan WLAN 802.11n berada diluar lingkup sel jaringan LTE. Analisis dilakukan dengan mengamati parameter Received Signal Strength (RSRP dan RSL), LTE user, Offload user, Drop user, Cell Capacity, dan Throughput. Hasil penelitian skenario 1 diperoleh jumlah user LTE sebanyak 613 user, user offload sebanyak 18 user, user Wi-Fi sebanyak 18 user, dan user drop sebanyak 104 user dari total 735 users. Dengan average capacity per user LTE meningkat sebesar 6.38% (0.113425 Mbps) dan LTE system capacity meningkat sebesar 3.34% (69.52943Mbps). Hasil penelitian skenario 2 diperoleh jumlah user LTE sebanyak 620 user, user offload sebanyak 11 user, user Wi-Fi sebanyak 19 user, dan user drop mengalami penurunan sebanyak 8 user menjadi 96 user dari total 735 users. Dengan average capacity per user LTE meningkat sebesar 3.8% (0.110679 Mbps) dan LTE system capacity meningkat sebesar 1.99% (68.6208 Mbps). Hasil penelitian skenario 3 diperoleh jumlah user LTE sebanyak 631 user, user offload sebanyak 0 user, user Wi-Fi sebanyak 13 user, dan user drop mengalami penurunan sebanyak 13 user menjadi 91 user dari total 735 users. Dengan average capacity per user LTE tidak mengalami peningkatan (0.106622 Mbps) dan LTE system capacity tidak mengalami peningkatan (67.2786 Mbps) dengan maksimum offload user untuk skenario 1, 2, dan 3 sebanyak 27 user. Kata kunci: 4G(LTE), WLAN 802.11n, Traffic Offload, Data Offload.
Optimasi Jumlah Dan Posisi Enode-b Berbasis Algoritma Genetika Gina Ilma Amalia; Achmad Ali Muayyadi; Arfianto Fahmi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi telekomunikasi semakin lama semakin berkembang, dari generasi pertama sampai dengan generasi berikutnya, yakni teknologi 4G LTE, yang mempunyai kualitas jaringan telekomunikasi khususnya dalam hal kecepatan data dan voice. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan kebutuhan akan layanan komunikasi, semakin meningkatkan demand trafik dan membuat jumlah operator yang menyediakan layanan dengan kualitas yang bersaing. Tugas akhir ini mengusulkan algoritma genetika sebagai algoritma optimasi yang sering digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan kompleks. Algoritma genetika mampu memberikan solusi yang cukup baik untuk penempatan posisi eNodeB dalam permasalahan jangkauan pelanggan. Dari hasil perancangan berdasarkan perhitungan kapasitas untuk kota Cimahi didapatkan sebanyak 10 eNodeB dengan jari-jari sebesar 0,903 km cukup untuk memenuhi demand trafik sampai dengan tahun 2022. Dengan diimplementasikannya algoritma genetika, yang didapatkan dari kombinasi parameter yakni ukuran cross over : 0.8, populasi : 1000, generasi : 1000 dan mutasi : 0.05, merupakan kombinasi yang paling optimum yang di dapakan dari hasil percobaan ini, dengan fitness yang dihasilkan 0.90716824, dimana dapat mencangkup wilayah kota Cimahi sebesar 36,46542 km2 dan wilayah yang tidak tercover sebesar 3,73458 km2 , kombinasi tersebut dilakukan dengan tujuan, menentukan posisi eNodeB yang optimal untuk meminimalkan luas area blankspot dan optimal dari segi cost atau biayanya dengan menggunakan metode LCC (life cycle cost), bisa didapatkan biaya terendah sebesar Rp.13,314,348,098.15 biaya tersebut, merupakan biaya maintenance real yang dibutuhkan oleh perusahaan supaya bisa menghindari pembengkakan anggaran untuk kegiatan maintenance. Kata kunci : 4G LTE, Optimasi, Algoritma Genetika, eNodeB, LCC (Life Cycle Cost). Abstract Telecommunications technology is increasingly growing, from the first generation to the next generation, namely 4G LTE technology, which has a quality telecommunications network, especially in terms of data speed and voice. This leads to a growing need for communication services, increasing the demand for traffic and making the number of operators providing services of the highest quality. This final project proposes genetic algorithm as an optimization algorithm that is often used to solve complex problems. The Genetic Algorithm is able to provide a good enough solution for eNodeB position placement in customer reach issues. From the design results based on the calculation of capacity for the city Cimahi in get as many as 10 eNodeB with radius of 0,903 km is enough to meet the demand traffic until the year 2022. With the implementation of genetic algorithm, obtained from a combination of parameters that is the size of cross over: 0.8, population: 1000, generation: 1000 and mutation: 0.05, is the most optimum combination of the results of this experiment, with fitness generated 0.90716824, where can cover the area of Cimahi city of 36,46542 km2 and the un-covered area of 3,73458 km2 , the combination is done with the purpose, determine the optimal position of eNodeB to minimize the blankspot area and optimally in terms of cost or cost using the LCC method (life cycle cost), can be obtained the lowest cost of Rp.13,314,348,098.15 such costs, is the real maintenance cost required by the company in order to avoid the budget swelling for maintenance activities. Keywords : 4G LTE, Optimization, Genetic Algorithm, eNodeB, LCC (Life Cycle Cost).
Desain Dan Implementasi Radar Jarak Pendek Luthfi Aditama; Arfianto Fahmi; Erfansyah Ali
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radar jarak pendek berbeda dengan Radar konvensional dalam teori dan teknik pengoperasiannya. Radar jarak pendek menggunakan sinyal transmisi kontinu dimana sistem Radar ini mentransmisi sinyal dan menerima sinyal secara simultan. Hal ini menyebabkan arsitektur radar yang tidak biasa. untuk mendapatkan data target yang akurat dan resolusi yang tinggi, Radar jarak pendek membutuhkan bandwidth yang lebar. Daerah target radar memiliki banyak sekali gangguan dari material yang tidak diinginkan atau clutter, Maka dari itu dibutuhkan pemrosesan data yang koheren dan algoritma deteksi yang tepat. Ada dua mode transmisi sinyal yang digunakan dalam RADAR jarak pendek ini. Countinuous wave dan frequency modulated continuous wave. Sinyal kontinu digunakan untuk mengobservasi efek dopler yang ditimbulkan dari target atau mengobservasi fenomena fisik secara umum. Sedangkan untuk mendapatkan jarak target digunakan sinyal FM. Dengan mengalikan sinyal transmisi FM dengan sinyal pantulnya maka jarak target dapat diketahui. Hasil akhir dari tugas akhir ini menghasilkan perangkat radar jarak pendek dengan kemampuan yang cukup baik dalam menunjukan kecepatan target dan jarak target relatif terhadap sistem radar. Dengan pemrosesan dan konversi sinyal radar menjadi data digital pada perangkat PC. Kata kunci: Radar Jarak pendek, Chirp Signal, Cluttetr Rejection
Analisis Manajemen Interferensi Berbasis Kognitif Pada Femtocell Dengan Distributed Carrier Selection Reyza Pratama; Arfianto Fahmi; Dharu Arseno
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trafik data yang terus meningkat dari waktu ke waktu berbanding terbalik dengan kapasitas yang tersedia. Untuk pemenuhan kebutuhan tersebut hadir suatu konsep yang dianggap dapat menjadi solusinya. Konsep femtocell dianggap sebagai solusi menjanjikan untuk meningkatkan kapasitas serta permasalahan pada coverage indoor. Namun, pada femtocell pola penyebaran yang unpredictable sering kali membentuk jaringan terpusat secara praktis. Permasalahan ini terjadi karena pada femtocell tidak terkoordinasi satu dengan yang lainnya. Dengan alasan tersebut dibutuhkan suatu manajemen interferensi yang efisien untuk merealisasikan fungsi femtocell secara optimal. Pada tugas akhir ini penulis menggunakan metoda Distributed carrier selection sebagai manajemen interferensi. Dimana metoda ini adalah menghitung nilai interferensi secara kognitif dengan mengestimasikan nilai pathloss antara FAP & FUE. Dari interferensi yang didapatkan akan dihitung besar SCC (Secondary component carrier) dari PCC (Primary component carrier) yang digunakan. Metoda ini juga memberikan peningkatan pada nilai downlink throughput. Metoda ini diuji dengan beberapa skenario,dan didapat besar interferensi terbesar adalah 154,280mW dan yang terkecil adalah 726,61mW . serta peningkatan nilai downlink throughput dengan menggunakan metoda Distributed carrier selection sebesar 1,94x. Kata Kunci : Femtocell, Interferensi, Kognitif, Distributed carrier selection, Throughput.
Radio Resource Scheduling Pada Sistem Lte-advanced Arah Downlink Dengan Algoritma Berbasis Proportional Fair Muhamad Fithryan; Arfianto Fahmi; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Skema resource scheduling menjadi sebuah hal yang penting karena digunakan untuk memillih pada time domain maupun frequency domain yang tepat. Selain itu seiring perkembangannya, terdapat dua tipe user yang harus dialokasikan, LTE user dan LTE-A user. Pada tugas akhir ini telah dilakukan proses alokasi PRB menggunakan algoritma yang berbasis proportional fair. Dan terdapat tiga skema yang disimulasikan, yaitu skema INS, INS WF, dan INS termodifikasi. Dari hasil simulasi yang dilakukan, ternyata terjadi peningkatan dan penurunan serta terjadi trade-off antara user throughput dan fairness. Kata Kunci: Resource Scheduling, Proportional Fair, LTE, LTE-Advanced, INS
Optimasi Resource Allocation Menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization (pso) Pada Sistem Long Term Evolution (lte) Arah Uplink Anhar Muthaqien; Arfianto Fahmi; Nur Andini
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kebutuhan manusia seperti komunikasi wireless broadband akan mengalami suatu perkembangan, maka kebutuhan manusia seperti teknologi juga ikut berkembang. Namun dengan fakta kendala yang ada seperti sistem komunikasi wireless pada masalah permintaan dalam peningkatan kapasitas, efficiency resource, penigkatan QoS (Quality of Service), dan optimasi energy efficiency. Dengan berbagai masalah tersebut, yaitu mampu memodelkan sistem pengalokasian resource block guna memberikan usulan mengenai teknik alokasi sumber daya pada multi-user SC-FDMA arah uplink.Dengan menggunakan metode alokasi sumber daya permasalah user memiliki fairness index untuk mendapatkan performansi skema komunikasi SC-FDMA dapat ditingkatkan dengan parameter berupa suatu pemanfaatan throughput jaringan yang baik.Pada Tugas Akhir ini algoritma yang digunakan ialah algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) untuk pengalokasian daya kepada user dengan membandingkan teknik alokasi daya Waterfilling dengan skema Equal Power Allocation untuk meningkatkan performansi.Dari hasil simulasi yang didapat, skema yang menggunakan teknik waterfilling memiliki fairness index sistem yang lebih baik dibandingkan dengan skema equal power allocation, tetapi memiliki average user throughput dan efisiensi spektral yang lebih rendah. Di parameter fairness index sistem, memiliki nilai perbaikan rata-rata sebesar 0,155 bps. Parameter keluaran average user throughput dan efisiensi spektral mendapatkan nilai yang maksimum pada skema EPA tanpa menggunakan teknik alokasi daya waterfilling, dengan nilai ratarata average user throughput sebesar 8,78 Mbps dan efisiensi spektral 3,415 bps pada semua skenario yang diujikan. Kata kunci : LTE, SC-FDMA, Waterfilling, PSO, Equal Power Allocation, PRB. Abstract In the human needs such as communication, wireless broadband will experience development, then the needs of human beings such as technology are also growing. But with the fact that there are some obstacles in regards of wireless communication systems on demand issues in capacity building, resource efficiency, improvement of QoS (Quality of Service), and energy efficiency optimization. With the various problems, it is able to model resource allocation block system to provide suggestions on resource allocation techniques on multi-user SC-FDMA uplink direction. By using resource allocation method problem user have fairness index to get performance SC-FDMA communication scheme can be improved with parameter in the form of a good network throughput utilization. In this final paper, the used algorithm is Particle Swarm Optimization algorithm to allocate resource to user with comparing Waterfilling resource allocation technique with the scheme of Equal Power Allocation to increase performance. Based on the results, the scheme which uses waterfilling technique has better fairness index system than equal power allocation, but it has average user throughput and lower spectral efficiency. In the fairness parameter of the system, it has an average improvement value of 0,155 bps. The average user output throughput and spectral efficiency parameters get maximum value on the EPA scheme without using the waterfilling power allocation technique, with average user throughput average of 8.78 Mbps and spectral efficiency of 3,415 bps in all test scenarios. Keywords: LTE, SC-FDMA, Waterfilling, PSO, Equal Power Allocation, PRB.
Physical Resource Block (prb) Allocation Using Modified Round Robin Scheduling Algorithm In Downlink Lte Network Rudi Sianipar; Arfianto Fahmi; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Physical Resource Block (PRB) allocation is an important part that must be set so well so all users can be served by eNode-B in LTE downlink network. One of the optimization methods can be applied by resource scheduling that can allocate PRB to the user based on channel and capacity conditions. This study aims to produce a resource scheduling algorithm that have the best performance. The algorithms are used in the simulation such as Round Robin, Modified Round Robin, Maximum CSI and Proportional Fair. The performance parameters are used as indicators of algorithm performance such as spectral efficiency, average user throughput, eNode-B throughput and eNode-B payload. With appropriate scheduling algorithms will increase spectral efficiency and user throughput to improve quality of service. Knowing the condition of channel capacity aims to maintain quality of service sustainably. Different resource scheduling algorithm will produce different performance. In the Round Robin algorithm has method that each user who occupies the channel first or first active will be the top priority to obtain the resource block. In Round Robin Algorithm, the resource blocks allocation does not consider the channel conditions. The users does not have the best channel condition which does not has the maximum spectral efficiency value. So the Round Robin algorithm has been modified to produce more maximal spectral efficiency. Some modifications have been done that like resource scheduling based on priority scheme. Initial condition, user will send channel state information (CSI) value to eNode-B and eNode-B store CSI data into matrix and compile it. The CSI will be used as a consideration for scheduling resource blocks. Users who have the highest or best CSI and the first user that occupy the channel or first active will be the first priority who are allocated resource block. In varied users (1-50 users), Modified Round Robin has the highest spectral efficiency, average user throughput, eNodeB throughput and eNode-B payload that compared to other algorithms performance. Spectral efficiency is 4.892 bps/Hz, average user throughput about 0.88 Mbps, eNode-B throughput about 44.031 Mbps and eNode-B payload about 158.512 Gigabits. Keywords: Physical Resource Blok (PRB), Round Robin, Maximum CSI, Proportional Fair
Pencarian Perangkat Menggunakan Double Uav Dengan Kombinasi Flying Path Meutia Qoonita Noviyani; Arfianto Fahmi; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Akhir ini bertujuan untuk mensimulasikan kondisi bencana dimana jaringan telekomunikasi tidak mampu beroperasi secara optimal sehingga digunakan teknologi komunikasi Device-to-Device pada area bencana untuk mengurangi energi pada sisi pengguna. Dua Unmanned Aerial Vehicle (UAV) bertipe quadcopter yang dipasang perangkat RF digunakan sebagai pengganti Base Station untuk melakukan proses device discovery secara Network Assisted sehingga jaringan telekomunikasi tidak terputus. Terdapat tiga skenario flying path yang akan digunakan, yaitu kombinasi Rectangular-Path dan O-path, kombinasi Rectangular-Path dan Zigzag-Path dan Double S-Path dengan area simulasi berbentuk persegi sebesar 100 km2 pada ketinggian quadcopter 80 hingga 150 m. Berdasarkan hasil simulasi yang diujikan pada tugas akhir ini, hasil yang didapatkan dari tiga skenario yang dianalisis berdasarkan penelitian adalah 80% perangkat dapat terdeteksi dengan skenario Double S-Path namun total durasi pada Rectangular & O Path 3 kali lebih cepat dari Double S-Path. Pada saat terjadi bencana waktu menjadi faktor penting dalam disaster relief sehingga untuk kondisi bencana di rekomendasikan menggunakan skenario Rectangular & O Path untuk diterapkan. Walaupun selisih jumlah perangkat yang terdeteksi di antara Rectangular & O Path dan Double S-Path cukup besar, namun secara umum penggunaan dua UAV meningkatkan banyaknya perangkat yang terdeteksi daripada penggunaan satu UAV.Kata Kunci: Device discovery, UAV, D2D
Analisis Pengalokasian Daya Menggunakan Skema Waterfilling Berbasis Algoritma Greedy Pada Sistem Ofdma Rizal Haerul Akbar; Arfianto Fahmi; Hurianti Vidyaningtyas
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas tentang analisis pengalokasian daya kepada user pada sistem OFDMA menggunakan skema waterfilling berbasis algoritma greedy. dilakukan simulasi dengan menggunakan algoritma greedy dan mean greedy sebagai algoritma pembanding untuk mengalokasikan RB kepada user. Dengan dibutuhkannya daya yang optimal maka digunakan skema waterfilling power allocation. Dengan skema waterfilling, user yang memiliki noise tinggi maka akan dialokasikan daya yang tinggi juga,sedangkan user dengan noise rendah maka akan dialokasikan daya yang rendah juga. Algoritma pengalokasian RB dieksekusi terlebih dahulu. Skema waterfilling dilakukan setelahnya untuk memaksimalkan fairness sistem dibandingkan dengan skema equal power allocation. Kata kunci: Greedy, Mean Greedy, Waterfilling, Equal Power Allocation, LTE
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W A.B. Muhammad Abi Hakim Amanullah Achmad Ali Muayyadi Afandi, Mas Aly Afief Dias Pambudi Agus Cahya Ananda Yoga Putra Ahmad Sulaeman Ahmad Tri Hanuranto Aji Maulana Akhmad Hambali Ali Muayadi Ali Muayadi Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alit Dian Saepudin anah Putri Andre Yohanes Antoni Andreana Yunio Prasetya Andri Juli Setiawan Anggun Fitrian Isnawati Anhar Muthaqien Aprian Firlanda Imani Aries Priyadi Ramadhan Bhaskara Narottama Bhaskara Narottama Bobby Juan Pradana Boy Fernando Brian Pamukti Budi Syihabuddin Claudia Sofiana Tamba Dadan Nur Ramadan Dadang Gunawan Dadang Gunawan Denny Darlis Desti Madya Saputri Devin Benz Rizki Dharu Arseno Diah Ayu Lestari, Diah Ayu Doan Perdana Dody Herdianto Rachmat Edwar Elmira Puspa Sari Ema Rachmawati Erwin Priyantono Ezi Rohmat Fairuz Azmi Faishal Daffa Fajar Adityawarman Fajar Adityawarman Ferdi Setyo Ariawan Firli Fauzia Karima Firmansyah Firmansyah Furry Rachmawati Gasi Dhias Gina Ilma Amalia Gina Ramadhanti Ginting, Ishak Hafidh Finandriyanto Hamka Ikhlasul Amal NZ Heroe Wijanto Hurianti Vidyaningtyas I Gede Aditya Pratama I Putu.D Irawan Ilham putra pratama Indra Lukmana Sardi Indrarini Dyah Irawati Jefry Armando Yunas Josia Ezra Kris Sujatmoko Krisna Rangga Pradhana Kurnia Cahya Ade Putra Linda Meylani Luh Putu Ayu Sri Aryaningrum Luthfi Aditama Mega Nugraha Meutia Qoonita Noviyani Mochammad Arfin Mohamad Yasin Ramadhan Muhamad Asvial Muhamad Fithryan Muhammad Irfan Maulana Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Salman Al Faris Muhammad Yaser Nachwan Mufti Adriansyah Nur Andini Nur Fathimah Nur Indah Nur'Adli, Luthfi Nuriadnyana, Rana Nyoman Bogi Aditya Karna Obed Rhesa Ludwiniananda Obed Rhesa Ludwiniananda Patricius Evander Christy Patricius Evander Christy Pradika Erta Ardanta Priatama Yadita Purusadi Hastruman Raden Arjani Rosalina Rana Nuriadnyana Rana Nuriadnyana Ray Putra Tarigan Raynanda Chandra Wibisono Rendy Munadi Reni Dyah Wahyuningrum Revi Dianawati Reyza Pratama Rifki Fauzi Nurzaman Rina Pudji Astuti Rizal Haerul Akbar Rizky Wahyudi Robie Zulfalaily AK Rudi Sianipar Saleh Dwi Mardiyanto Salma Pratiwi Simon Siregar Sitha Vrindhavani Devi Putri Suci Monica Sari Sugondo Hadiyoso Suryananda Padmadinata Syaiful Rahmat Tjahjo Adiprabowo R Uke Kurniawan Usman Vinsensius Sigit Vinsensius Sigit Vinsensius Sigit Widhi Prabowo Wildan Maulani Wulan Dwi Anggraini Yayan Agustian Yoga Prahara Novandanu Yosia Raya Peranginangin Yudha Purwanto Yudhi Suryanto Yuyu Wahyu