Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Potong Di Desa Fajar Sari Kecamatan Seputih Agung: Success Rate Of Artificial Insemination In Beef Cattle In Fajar Sari Village Seputih Agung District Sadewa, Bayu; Suhadi, Miki; Muthoharoh, Septi; Herdiansah, Riko
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/vb44qy48

Abstract

Peningkatan produksi dan populasi sapi potong menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan peternakan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB) yang bertujuan memperbaiki mutu genetik ternak dan meningkatkan efisiensi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan IB pada sapi potong di Desa Fajar Sari, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, serta menganalisis faktor-faktor pendukung keberhasilan program tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 dengan metode survei deskriptif terhadap 41 orang peternak sebagai responden dan total 125 ekor sapi potong yang telah diinseminasi. Data dikumpulkan melalui kuisioner, observasi langsung, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai Conception Rate (CR) sebesar 74,4% dan Service per Conception (S/C) sebesar 1,34. Angka tersebut menunjukkan bahwa program IB di lokasi penelitian berjalan secara efisien dan termasuk dalam kategori sangat baik berdasarkan standar nasional dan internasional. Keberhasilan ini didukung oleh beberapa faktor, di antaranya pengalaman beternak responden yang mayoritas di atas 10 tahun, kepemilikan ternak yang cukup (rata-rata 3–4 ekor), serta keterlibatan aktif dalam pengamatan birahi dan pelaksanaan IB. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi IB sangat potensial diterapkan secara luas pada peternakan rakyat apabila didukung dengan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan teknis dari inseminator. Oleh karena itu, pengembangan IB di tingkat desa perlu terus didorong untuk mendukung peningkatan populasi sapi potong dan kesejahteraan peternak lokal.