Claim Missing Document
Check
Articles

Pemurnian Mangan Oksida dengan Metode Pengendapan Selektif Menggunakan Karbon Ihsan Alamsah; Dwi Puryanti
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.818 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.4.348-354.2019

Abstract

Penelitian pemurnian mangan oksida dari bijih mangan Nagari Aie Ramo, Kecamatan Kamang, Kabupaten Sijunjungdilakukan dengan mengunakan metode pengendapan selektif dan adsorbsi. Biji mangan diekstraksi dengan asam sulfat kemudian direduksi dengan asam oksalat dalam suasana asam dan diendapkan dalam larutan NaOH menggunakan media adsorbsi karbon.Karbon yang digunakan berasal dari cangkang kelapa sawit (CKS), cangkang biji karet (CBK), cangkang buah ketaping (CKP), dan tandan kosong kelapa sawit (TKS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon cangkang kelapa sawit merupakan karbon yang paling tinggi persen adsorbsinya yaitu 94,225 % dibandingkan dengan sumber karbon lainnya. Analisis Atomic Adsorbtion Spectroscopy(AAS) menunjukkan kadar mangan meningkat setelah proses pemurnian yaitu dari 13,6123 ppm hingga 21,8867 ppm untuk karbon cangkang kelapa sawit. Kadar mangan meningkat setelah proses pengendapan selektif dan adsorbsi. Kadar pengotor yang terkandung dalam bijih mangan seperti Fe, Al, Si, K, Ba, P, Mg, Ca dan Ti dianalisis menggunakan X-Ray Fluoresense (XRF).Proses pengendapan selektif dapat menghilangkan pengotor Fe sekitar 98%. Proses pemurnian dengan metode adsorbsi dapat menghilangkan pengotor sebanyak 98 % Fe.Hasil karakterisasi menggunakan X-Ray Difraktion (XRD) untuk MnO2 murni menunjukkan bahwa sistem kristal yang dihasilkan adalah tetragonal dengan puncak tertinggi pada sudut 2θ = 25,3591o dengan indeks miller (111) dan ukuran kristal MnO2 diperoleh sebesar 53,08 nm.Kata Kunci : Bijih Mangan, Mangan Oksida, Pengendapan Selektif, Adsorbsi, Karbon
Karakterisasi Struktur Kristal dan Sifat Magnetik Maghemit (γ-Fe2O3) yang Dioksidasi dari Magnetit (Fe3O4 ) dari Pasir Besi Batang Sukam Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat dengan Variasi Waktu Oksidasi Sisri Wahyu Nengsi; Arif Budiman; Dwi Puryanti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.243 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.3.248-251.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi struktur kristal dan sifat maghemit hasil oksidasi magnetit (Fe3O4) pasir besi dengan waktu oksidasiyang bervariasi. Pasir besi yang digunakan berasal dari Batang Sukam Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat. Oksidasi dilakukan pada iffraction 400°C dengan variasi waktu oksidasi 1 jam, 5 jam, 10 jam, dan 15 jam. Karakterisasi struktur kristal sampel dilakukan dengan metoda X-Rays Difraction (XRD). Nilai suseptibilitas sampel diukur dengan alat Bartington Susceptibility Meter.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mineral iffract pasir besi Batang Sukam didominasi oleh magnetit. Hasil oksidasi magnetit pasir besi adalah  maghemit dan iffract, tetapi maghemit yang mendominasi. Maghemit hasil oksidasi magnetit dengan waktu oksidasi yang bervariasi memiliki nilai suseptibilitas yang iffra sama. Nilai suseptibilitas maghemit hasil oksidasi tersebut  adalah 9437,5×10-8 m3/kg sampai 10030,7 ×10-8 m3/kg.Kata kunci : magnetit, maghemit, XRD dan suseptibilitas.
Analisis Pengaruh Proses Sintering Terhadap Struktur Bijih Mangan Yang Berasal Dari Nagari Aie Ramo, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung Mustofa Mustofa; Dwi Puryanti; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.815 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.3.195-201.2018

Abstract

Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh proses sintering terhadap struktur bijih mangan dari Nagari Aie Ramo, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung. Sampel yang digunakan berupa serbuk bijih mangan hasil ayakan 250 mesh. Penelitian ini menggunakan peralatan XRF dan XRD untuk karakterisasi. Hasil XRF menunjukkan bahwa kadar mangan totalnya bernilai ekonomis yaitu sebesar 79,70%. Kadar mangan total mengalami peningkatan dengan meningkatkannya suhu sintering. Mineral bijih mangan tanpa sintering berupa pirolusit, coesit, psilomelan, dan braunit. Kemudian akibat sintering 600°C terbentuk rodonit, bixbit dan braunit. Rodonit terbentuk karena mineral pirolusit berikatan dengan coesit. Mineral bixbit muncul karena pirolusit dipanaskan diatas 400°C. Mineral braunit semakin jelas orientasinya dalam difraktogram. Pada sintering 800°C, terdapat hausmanit, bixbit, rodonit, dan braunit. Pada suhu 1.000°C, ditemukan dua mineral yaitu hausmanit dan braunit. Sintering menyebabkan terjadinya proses oksidasi terhadap mineral mangan. Sehingga terjadi perubahan struktur kristalnya.Kata kunci : bijih mangan sijunjung, sintering, struktur kristal mangan
Identifikasi Pencemaran Air Sungai Batang Ombilin dari Nilai Total Disolved Solid, Konduktivitas Listrik dan Kandungan Logam Berat Yusrina Meydiyati; Dwi Puryanti; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.115 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.3.202-207.2018

Abstract

Penelitian identifikasi pencemaran air Sungai Batang Ombilin di Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto telah dilakukan. Pengambilan sampel dilakukan pada delapan lokasi dengan jarak antara lokasi adalah 500 m. Pada setiap lokasi diambil sampel pada tiga titik, yaitu dua di pinggir sungai dan satu di tengah sungai. Identifikasi dilakukan berdasarkan parameter nilai Total Disolved Solid (TDS), konduktivitas listrik, temperatur, derajat keasaman (pH) dan kandungan logam berat Pb, Cu dan Cr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata temperatur air Sungai Batang Ombilin adalah 29,0˚C pada musim penghujan. Nilai ini lebih tinggi dari temperatur udara di sekitarnya yaitu 28,0˚C. Hal ini mengindikasikan bahwa air Sungai Batang Ombilin sudah mulai mengalami pencemaran. Nilai rata-rata pH sampel adalah 7,39. Nilai rata-rata TDS sampel adalah 65,17 mg/L. Nilai rata-rata konduktivitas listrik sampel adalah 114,4 μS/cm. Konsentrasi tertinggi kandungan logam berat Pb, Cu dan Cr berturutturut adalah 0,142 mg/L, 0,009 mg/L dan 0,060 mg/L. Berdasarkan parameter tersebut dapat dikatakan bahwa air Sungai Batang Ombilin di Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto tercemar karena nilai-nilai parameter tersebut berada di atas nilai standar baku mutu air sungai kelas II menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.Kata kunci: kandungan logam berat, konduktivitas listrik, pH, TDS, temp
Pengaruh Zeolit Sintetis Terhadap Stabilitas dan Sensitivitas Biosensor Asam Urat Berbasis Lactobacillus Plantarum Menggunakan Metode Voltametri Siklik Faizah Faizah; Dwi Puryanti; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.633 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.4.379-385.2018

Abstract

Pembuatan material biosensor termodifikasi zeolit sintetis telah dilakukan untuk mendeteksi asam urat.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh zeolit sintetis pada material biosensor asam urat terhadap stabilitas dan sensitivitas sensor. Penggunaan biosensor untuk mengukur asam urat menggunakan urikase yang dihasilkan dari bakteri Lactobacillus plantarum. Pemodifikasian material biosensor menggunakan zeolit sintetis kandungan Sodalit yang ditambahkan dalam campuran grafit dan paraffin. Elektroda pasta karbon (EPK) dibuat dengan komposisi grafit: paraffin sebesar 70 mg: 30 mg, sedangkan elektroda pasta karbon termodifikasi zeolit (EPKZ) dengan komposisi grafit: paraffin: zeolit sebesar 50 mg: 30 mg: 20 mg. Didalam masing-masing elektroda diteteskan 7,5 μl pelet L.plantarum (EPKZLP). Pengujian kinerja elektroda dilakukan menggunakan Voltametri Siklik. Hasil pemodifikasian mempengaruhi performa biosensor seperti sensitivitas, dan stabilitas. Arus tertinggi dihasilkan oleh EPKZLP dengan rentang arus 0,0143 – 0,0592 mA. Sensitivitas terbaik dihasilkan pada EPKZLP dengan nilai sebesar 0,031 mAcm-2mM-1. Kestabilan terbaik didapatkan pada EPKZLP dengan presentase kestabilan pada hari ke-14 sebesar 30,9 %. Standar deviasi rata-rata yang dihasilkan pada penelitian ini 0.0024 mA dengan nilai kesalahan relatif masing-masing sebesar 7,8%.Kata-kata kunci: biosensor asam urat, zeolit, sodalit, sensitivitas, stabilitas.
PENGARUH PEG-2000 TERHADAP UKURAN PARTIKEL Fe3O4 YANG DISINTESIS DENGAN METODE KOPRESIPITASI Dori Andani; Dwi Puryanti
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1375.981 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk melihat pengaruh PEG-2000 terhadap ukuran partikel Fe3O4 yang disintesis dengan metode kopresipitasi.  Pasir besi magnetik didapat dari pengolahan batuan besi. Pasir besi selanjutnya direaksikan dengan HCl dan NH4OH dengan menggunakan metode kopresipitasi. Perbandingan komposisi pasir besi dan PEG-2000 yang digunakan adalah 1:0, 1:1, 1:2 dan 1:4. Dari karakterisasi dengan XRD diketahui ukuran kristal Fe3O4 berturut-turut yaitu 217,00 nm, 108,75 nm, 81,57 nm dan 130,02 nm.  Berdasarkan hasil SEM terlihat bahwa partikel Fe3O4 berbentuk bulat dengan ukuran partikel menurun dari 80,00-220,00 nm menjadi 60,00-127,00 nm dengan meningkatnya konsentrasi PEG-2000.Kata kunci: Fe3O4, pasir besi, nanopartikel, PEG-2000AbstractHave conducted studies looking at the effect of PEG -2000 to measure Fe3O4 particles were synthesized by coprecipitation method.  Magnetic iron sand obtained from the processing of iron rock.  Iron sand is then treated with HCl and NH4OH using coprecipitation method.  Variation used was iron sand with no PEG -2000, iron sand PEG -2000 (1:1), iron sand with PEG -2000 (1:2) and iron sand with PEG -2000 (1:4). XRD characterization produce Fe3O4 crystal size in a row that is 217,00 nm, 108,75 nm, 81,57 nm and 130,02 nm . Based on the results of SEM shows that the cyrcle Fe3O4 particles with particle size decreased from 80,00 to 220.00 nm to 60.00 to 127,50 nm with increasing concentrations of PEG -2000.Keywords: Fe3O4, nanoparticles, PEG-2000
Pengaruh Jenis Zeolit Terhadap Sensitivitas Sensor Non-Enzimatik untuk Mendeteksi Glukosa Febriati Nanda; Dwi Puryanti; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1299.562 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.4.394-399.2017

Abstract

Sensor gukosa non-enzimatik dengan modifikasi zeolit sintetis telah dibuat. Pada penelitian ini digunakan zeolit dengan kandungan Sodalit, Lezurit, Megakalsilit, dan Nosean yang ditambahkan dalam campuran grafit dan paraffin. Elektroda pasta karbon (EPK) dibuat dengan komposisi grafit: paraffin sebesar 50 mg : 70 mg. Elektroda pasta karbon termodifikasi zeolit (EPKZ) dibuat dengan komposisi grafit: paraffin: zeolit sebesar 50 mg : 30 mg : 20 mg. Kinerja elektroda (sensitivitas, linieritas dan tingkat reversibilitas elektroda) diuji menggunakan metode cyclic voltammetry (CV). Hasil pengujian diperoleh elektroda EPKZ2 dengan fraksi zeolit 100% menghasilkan nilai sensitivitas tertinggi sebesar 15,302 µAcm-2mM-1. Daerah optimum pendeteksian yang dicirikan dengan linieritas keluaran sensor berada pada rentang konsentrasi 50 mg/dl-300 mg/dl. Scan rate efektif dilakukan sebesar 100 mV/s dan nilai kesalahan puncak oksidasi elektroda sebesar 19,16% lebih kecil dari standar minimum sensor glukosa.Kata kunci: sensor non-enzimatik, zeolit sintetis, sensitivitas, linieritas, reversibilitas.
DISTRIBUSI LOGAM BERAT Hg DAN Pb PADA SUNGAI BATANGHARI ALIRAN BATU BAKAUIK DHARMASRAYA, SUMATERA BARAT Runi Sahara; Dwi Puryanti
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.807 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.1.%p.2015

Abstract

ABSTRAKPenelitian kandungan logam berat hydrogyrum (Hg) dan plumbum (Pb)  telah dilakukan di sungai Batanghari aliran Batu Bakauik Dharmasraya, Sumatera barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Hg dan Pb yang terkandung pada sungai tersebut sehingga hasil yang diperoleh dapat memberikan informasi kepada masyarakat sekitar tentang kelayakan untuk kebutuhan sehari-hari. Parameter lainnya yang diuji adalah pengukuran pH, total disolved solid  (TDS) dan konduktivitas listrik. Metode yang digunakan untuk pengujian TDS adalah metode gravimetri dan untuk mengetahui kadar  kandungan logam berat Hg dan Pb digunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai pH berkisar antara 7,04-7,84. Pengujian TDS menghasilkan nilai tertinggi sebesar 3090 mg/L dan nilai konduktivitas tertinggi 96,5 µS. Dari pengujian AAS diperoleh nilai kandungan logam berat Pb maksimum 1,259 mg/L, dan nilai logam berat Hg maksimum 5,198 mg/L. Nilai logam berat Hg dan Pb melebihi batas ambang baku mutu Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 82 tahun 2001 dimana kandungan logam berat Hg yang diperbolehkan yaitu 0,001 mg/L dan logam berat Pb 0,03 mg/L.Kata kunci: pH, total disolved solid, konduktivitas listrik, Hg, Pb. Dengan demikian air Sungai Batanghari aliran Batu Bakauik ini tidak layak untuk dikonsumsi.ABSTRACTResearch of hydrogyrum ( Hg ) and plumbum ( Pb ) content has been carried out in the Batanghari river flow at Batu Bakauik Dharmasraya, Western Sumatra. This study aims determine the heavy metal content of Hg and Pb contained in the river about feasibility use for the daily needs provide information to the public. The other parameters tested were the measurement of pH, total disolved solids (TDS) and electrical conductivity. The TDS is using the gravimetric method and to  determine   of  Hg and Pb  content are measurement  Atomic Absorption  Spectrometry ( AAS ). The results showed that the value of pH in the  ranged of 7.04 to 7.84 . The TDS examination result is the highest value of 3090 mg/L and the highest electric conductivity value of 96.5 μS. The AAS measurement is obtained the maximum value  of heavy metals Pb is 1.259 mg/L and  Hg is 5.198 mg/L. This results exceeded the threshold quality standards the Minister of Environment Regulation No. 82 of 2001 whereby heavy metals Hg exposure is 0.001 mg/L and the heavy metals Pb 0.03 mg/L.The other word, water in the Batanghari riveris not recommended to use in the daily needs.Keywords : pH , total disolved solid , electrical conductivity , Hg , Pb .
Analisis Sifat Magnetik Kalsium Ferit yang Disintesis Menggunakan Metode Metalurgi Serbuk Rahmad Rinanda; Dwi Puryanti
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.822 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.2.224-230.2020

Abstract

Sintesis kalsium ferit telah dilakukan dengan metode metalurgi serbuk.  Kalsium ferit dihasilkan dari bahan dasar  Fe2O3 hasil oksidasi dari pasir besi dan CaCO3 yang diproduksi oleh Merck. Variasi persentase massa CaCO3 yang digunakan yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%.  Variasi persentase massa CaCO3 dilakukan untuk melihat pengaruhnya terhadap sifat magnet sampel yang dihasilkan.  Hasil sintesis dikarakterisasi dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Vibrating Sampel Magnetometer (VSM). Hasil pola difraksi dengan XRD menunjukkan fasa kalsium ferit (Ca-Fe-O) yang terindikasi dari pola puncak XRD antara lain CaFe2O4 dan CaFe4O7 pada persentase massa 5% dan 10%. Sifat magnetisasi saturasi (MS) yang dihasilkan dari karakterisasi VSM yaitu 0,58 em/g pada persentase massa 5% dan 0,68 em/g pada persentase massa 10%. Magnetisasi remanen (MR) yang dihasilkan pada persentase massa 5% yaitu 0,23 em/g dan pada persentase massa 10% yaitu 0,24 em/g. Nilai medan koersivitas (HC) yang berada pada range 19936 A/m hingga 30303 A/m. Research on daily rainfall predictions have made by using artificial neural networks with some backpropagation and radial basis training functions. This study used daily rainfall data from the Meteorology Climatology and Geophysics Agency in Class II of the Minangkabau International Airport Padang Pariaman from 2008 to 2018. The purposes of the study is to compare the predicted performance of rainfall in Backpropagation and Radial Neural Networks and determine which one the best artificial neural network architecture for rainfall predictions at Minangkabau International Airport is. For the backpropagation method, optimization is performed on the number of hidden layers, the number of neurons in the hidden layer, the transfer function, the training function and the amount of input data on the training data. For the radial basis optimization method is performed on the number of hidden layer neurons, the amount of input data on the training data and the spread value. From this study found the best results for the backpropagation method were obtained with trainlm and architectural training functions (60-70-6-1) with a prediction accuracy level of 86.4876%. The best results for the radial basis method by value of a spread is 0.01 with architecture (60-120-1) and a predictive accuracy rate of 95.3107%. Thus the best method for the prediction of daily rainfall in the area of the Minangkabau International Airport is the radial basis method.
Identifikasi Pencemaran Logam Berat Air Kolong dan Air Sumur di Sekitar Bekas Tambang Timah Perayun Kundur, Kepulauan Riau Puteri Kartika; Dwi Puryanti
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.284 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.4.329-335.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi pencemaran logam berat pada air sumur yang berada di sekitar kolam bekas tambang timah (air kolong) di Perayun Kundur, Kepulauan Riau. Pengujian pada penelitian ini adalah pengukuran nilai pH, konduktivitas listrik, total dissolved solid (TDS) dan kandungan logam berat berupa timbal (Pb), tembaga (Cu) dan kadmium (Cd). Nilai pH air kolong berada antara 4,38-5,24 dan air sumur berkisar antara 3,28-7,32. Nilai rata-rata kondutivitas listrik pada air kolong sebesar 164,91 µS/cm, dan untuk air sumur berkisar antara 42,83-164,1 µS/cm. Nilai TDS rata-rata pada air kolong adalah 544 ppm dan pada air sumur berkisar antara 27-614 ppm sesuai dengan tingkat salinitas air tawar. Hasil pengujian logam berat menggunakan atomic absorption spectroscopy (AAS) diperoleh nilai konsentrasi rata-rata untuk Pb pada air kolong sebesar 0,005 mg/L, pada air sumur <0,03 mg/L. Konsentrasi logam Cd pada air kolong sebesar 0,006 mg/L dan pada air sumur sebesar 0,007 mg/L. Konsentrasi logam Cu pada air kolong adalah 0,06 mg/L dan pada air sumur sebesar 0,011 mg/L. Konsentrasi logam Cu pada pengukuran di kolong bekas tambang timah telah berada di luar batas ambang baku mutu Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001. Nilai baku mutu untuk logam Pb sebesar 0,03 mg/L, Logam Cd sebesar 0,001 mg/L dan logam Cu sebesar 0,02 mg/L.Kata kunci: air kolong, konduktivitas listrik, total disolved solid, atomic absorption spectroscopy.
Co-Authors A. Fadhil Desafa A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afdal, Afdal Afdhal Muttaqin Ahmad Fauzi Pohan Ahmad Furqan Alamsah, Ihsan Alimin Mahyudin Ardian Putra Ardian Putra Arif Budiman Arif Budiman Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Bukasir, Yennie Puspa Charlie Ofiyen Cinthia Gestarila Dahlianum, Dahlianum Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Dedi Mardiansyah Delvihardini, Rani Dian Fitriyani Dian Fitriyani Dian Fitriyani Dian Milvita Dori Andani Dori Andani, Dori Dwi Pujiastuti Dwi Pujiastuti Eka Putra Sutantyo, Tringginas Eko Purwanto Eko Purwanto Eldrin, Nadya Eka Handayani Elistia Liza Namigo, Elistia Elvaswer Elvaswer Elvaswer Faizah Faizah Faizah Faizah Febri Naldi Febriati Nanda Feriska Handayani Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fiqi Diyona Frizky Norman Furqan, Ahmad Gestarila, Cinthia Haldis Alvaro Hanifah, Rahmatul Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Helfi Syukriani Helfi Syukriani Hermansyah Aziz Herviya, Herviya Herviyana, Herviyana Ihsan Alamsah Ilham Perdana Imam Taufik Imam Taufiq Imam Taufiq Iqbal Ramadhan Iqbal Ramadhan Irfan Nursa Isdi, Muhammad Ridho Iswandi Iswandi Iza Faizah Kartika, Puteri M. Ali Shafii Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Meqorry Yusfi Merry Thressia Meydiyati, Yusrina Mohammad Ali Shafii Mora Mora Mora Mora Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Faisal Muhammad Faisal Muhammad Kahfi Muhammad Kahfi Muhammad Rinaldi Muhammad Rizki Muhammad Rizki Muhammad Rizki Muldarisnur, Mulda Musra, Faizah Mustofa Mustofa Mustofa Mustofa Mutya Vonnisa Nabila Qathrunnada Nadya Eka Handayani Eldrin Naela Amalia Zulfa Naela Amalia Zulfa Najihah, Yeni Fathatun Nanda, Febriati Nengsi, Sisri Wahyu Nini Firmawati Nixcoriani Putri Norman, Frizky Nursa, Irfan Nurul Hasanah Nurwijayanti Ofiyen, Charlie Oktaviani, Siska Olly Norita Tetra Puteri Kartika Putri Putri Putri Putri, Putri Putri, Nixcoriani Qathrunnada, Nabila Rahmad Rasyid Rahmad Rinanda Rahmat Rasyid Rahmat Rasyid Rahmatil Hayati Rahmatil Hayati, Rahmatil Rahmatul Hanifah Rahmatul Hanifah Ramacos Fardela Rani Delvihardini Repiani, Repiani Rinanda, Rahmad RR. Ella Evrita Hestiandari Runi Sahara Runi Sahara, Runi Safitri, Tria Rizki Santi Dewi Rosanti Santi Dewi Rosanti, Santi Dewi Siska Oktaviani Sisri Wahyu Nengsi Solly Aryza Sri Agustianingsih, Maharani Sri Handani Sri Mulyadi Dt. Basa Sri Oktamuliani Syukriani, Helfi Trengginas Eka Putra Trengginas Eka Putra Sutantyo Tria Rizki Safitri Usna, Sri Rahayu Alfitri Veithzal Rivai Zainal Wargiyana, Sarah Widya Anggraini Widya Anggraini Wildian Wildian Yeni Fathatun Najihah Yennie Puspa Bukasir Yuli Yetri Yuli Yetri Yusrina Meydiyati Zozy Aneloi Noli Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi