p-Index From 2021 - 2026
4.134
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Reinterpretasi Monumen Bagindo Aziz Chan Karya Arby Samah dalam Ikonografi Erwin Panofsky Rica Rian; Suryanti Suryanti
PANGGUNG Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i1.1140

Abstract

ABSTRACTResearch was entered to trace the Bagindo Aziz Chan monument by Arby Samah trough the iconographicapproach put forward by Erwin Panofsky, as well as to uncover the reason for the contruction of themonument. The research uses qualitative methods of observation interviews and document.The figure Arby Samah described in the “Bagindo Aziz Chan Monument” is indeed a Bagindo figure,which was made using cement plaster technique, making the work began in 1973 by Arby Samah. Reliefsmade in the foundation of the statue tells the sequence of event killed Bagindo Aziz Chan. The use ofthe realist style found by the author on the Bagindo Aziz Chan monument although the cultivation ofthe statue still looks tough, but the delivery of the sign on the statue is the hope and ideals of BagindoAziz Chan during his leadership as mayor of Padang is clearly depicted. The making of the statue uses acement plaster which is a technique commonly technique. Used by sculpture artists in the 1970s. In 2005Bagindo Aziz Chan was awarded as a national hero from west Sumatera by the central government, andalso on July 19 the people of Padang commemorated the day of death of Bagindo Aziz Chan which was atribute to the leader of Padang. And also the name Bagindo Aziz Chan has been enshrined as the name ofa street and a building in the city of Padang.Keywords: Bagindo Aziz Chan Monument, Iconographic, Erwin Panofsky.ABSTRAKPenelitian dimaksudkan untuk menelusuri monumen Bagindo Aziz Chan karya Arby Samahmelalui pendekatan ikonografi yang dikemukakan oleh Erwin Panofsky, serta mengungkapalasan dibangunnya monumen tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitupengamatan, wawancara dan dokumen.Tokoh yang digambarkan Arby Samah pada karya “Monumen Bagindo Aziz Chan” ini memangsosok Bagindo Aziz Chan, yang dibuat memakai teknik plaster semen, pembuatan karya tersebutselesai mulai dilakukan pada tahun 1971 dan selesai pada tahun 1973 yang dibuat oleh ArbySamah. Relief yang dibuat pada landasan patung menceritakan urutan peristiwa terbunuhnyaBagindo Aziz Chan. Pemakaian gaya realis yang didapati penulis pada monumen BagindoAziz Chan walaupun penggarapan patung tersebut masih terlihat kasar, namun penyampaiantanda pada patung tersebut merupakan harapan dan cita-cita Bagindo Aziz Chan selamakepemimpinannya sebagai wali kota Padang tergambarkan dengan jelas. Pembuatan patungtersebut menggunakan teknik plaster semen yang merupakan teknik yang umum dipakai olehseniman patung pada tahun 1970-an. Pada tahun 2005 Bagindo Aziz Chan dianugrahi sebagaipahlawan nasional asal Sumatera Barat oleh pemerintah pusat, dan juga pada tanggal 19 Julimasyarakat kota Padang memperingati hari wafatnya Bagindo Aziz Chan yang merupakanpenghormatan kepada pemimpin kota Padang yang tegas dan berani tersebut. Dan juga namaBagindo Aziz Chan sudah diabadikan sebagai nama jalan dan gedung di kota Padang.Kata Kunci: Monumen Bagindo Aziz Chan, Ikonografi Erwin Panofsky
Repertoar Musik Gendang Keyboard di Masyarakat Karo, Sumatera Utara Rosta Minawati; Suryanti Suryanti
PANGGUNG Vol 32 No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i3.2204

Abstract

Repertoar musik gendang keyboard sebagai wacana budaya populer memiliki nilai-nilai dan makna sebagai sistem pengetahuan dalam membangun karakteristik individu, kelompok maupun masyarakatnya. Di masyarakat Karo, Sumatera Utara masuknya keyboard menjadi musik tradisional memberi dampak pada perubahan seni tradisional, baik secara adat istiadat, ritual dan hiburan. Tujuan ingin mengangkat fenomena gendang keyboard sebagai praktik kebudayaan di masyarakat Karo, Sumatera Utara. Metode pengumpulan data dilakukan secara kualitatif melalui obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Sistem perubahan dan perkembangan musik tradisi Karo diprakarsai oleh Djasa Tarigan menjadi budaya populer dan estetika postmodern. Kepopuleran musik gendang keyboard oleh karena dapat menirukan (imitasi) musik tradisional Karo dalam mengiringi setiap acara adat istiadat, ritual maupun hiburan. Gendang keyboard mengiringi tari (landek) pada bagian patam-patam. Patam-patam memiliki gerakan maju, mundur, goyang dengan cepat layaknya seperti musik “rock and roll”. Musik gendang keyboard sebagai budaya populer masuk dalam wacana estetika pastiche, parodi, kitsch, camp, dan skizofrenia.Kata kunci: Musik Gendang Keyboard, Masyarakat Karo, Budaya Populer, Sumatera Utara
Lukisan Nude dalam Perspektif Budaya di Sumatera Barat Yandri Yandri; Hamzah Hamzah; Suryanti Suryanti; Rica Rian
PANGGUNG Vol 32 No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i3.2265

Abstract

Penelitian ini membahas tentang karya seniman Sumatera Barat yang mengangkat ide tentang Nude (ketelanjangan) ditijau dari perspektif budaya di Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang bertrujuan membandingkan suatu variabel (objek penelitian), antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda dan menemukan hubungan sebab akibatnya. Metode yang dipakai dalam penelitian ini merujuk pada metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif, selain itu juga menggunakan pendekatan normatif dan empiris. Kemudian untuk laporan penelitian, data-data yang terhimpun disajikan berdasarkan kutipan data berupa kata/ kalimat maupun data berupa naskah wawancara, catatan lapangan, foto, video, dokumen pribadi, memo ataupun dokumen resmi lainnya. Evelyna Dianita dan Afianto Arifin merupakan pelukis di Sumatera Barat yang berkarya mengangkat konsep Nude atau ketelanjangan, karya yang dihadirkan sangat pornografi dan dibuat sedetail mungkin. Kehadiran karya yang bertema Nude ini tentu mendapatkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat di Sumatera Barat yang menjunjung tinggi norma-norma agama, adat, dan budaya. Kehadiran karya seniman lukis di Sumatera Barat ini yang mengangkat tema Nude tidak banyak jumlahnya, namun kehadiran karya tersebut merupakan karya pesanan dan bukan untuk dipublikasikan, dan semua itu karena kebutuhan dan faktor ekonomi.Kata Kunci: Lukisan Nude, Komparasi, Budaya, Sumatera Barat
MANFAAT STIMULUS VERTEBRA CERVIKALIS KE 5-6 DAN STIMULUS OTOT RECTUS ABDOMINIS TERHADAP PERUBAHAN TFU IBU POST PARTUM PER VAGINAM Suryanti Suryanti; Dewi Ambarwati
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.047 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.1.2017.19-22

Abstract

Latar Belakang : Involusi uterus merupakan proses normal pada masa nifas dan dimulai segera setelah plasenta lahir akibat kontraksi otot-otot polos uterus. Stimulus adalah perangsang organism tubuh atau reseptor lain untuk menjadi aktif. Pemberian stimulus Vertebra Cervikal dapat merangsang hipofisis anterior dan posterior untuk mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon oksitosin akan memicu kontraksi otot polos pada uterus. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk manfaat stimulus vertebra cervikalis ke 5-6 dan stimulus otot rectus abdominis terhadap perubahan tfu ibu post partum pervaginam. Metode: Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu postpartum pervaginam di Ruang Nifas RSUD Dr. Soeselo Slawi. penelitian ini menggunakan t-test of relate. Hasil : Dalam uji hipotesis didapatkan t hitung ? t table (10.863 ? 1.980), maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Artinya terdapat manfaat stimulus vertebra cervikalis ke 5-6 dan stimulus otot rectus abdominis terhadap perubahan tinggi fundus uteri ibu postpartum pervaginam.
Karakter Kepemimpinan melalui Kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA Negeri 4 Blitar Anggita Fajerin, Wisnaya; Dwi Retnani Srinarwati; Suryanti Suryanti
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v3i2.1433

Abstract

This study aims to describe the leadership character formed through the activities of the Student Organization (OSIS) at SMA Negeri 4 Blitar. The background of this research stems from the importance of building leadership character among the younger generation so that they can face the challenges of the times. As a student organization, OSIS plays a strategic role in instilling leadership values such as responsibility, independence, teamwork, integrity, and a sense of nationalism. To achieve this goal, the study employs a qualitative method with a descriptive approach. Data collection is carried out through observation, in-depth interviews, and analysis of documentation. The results of the study show that various programs implemented by OSIS, such as leadership training, class meetings, and both academic and non-academic competitions, effectively contribute to shaping students' leadership character. The study concludes that active student involvement in OSIS activities plays a crucial role in the development of leadership character within the school environment.
Pelestarian Budaya Kerajinan Kendang Djimbe di Kelurahan Tanggung Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar Hikmah Riski Ramadania; Dwi Retnani Sinarwati; Suryanti Suryanti
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v3i2.1455

Abstract

This study examines the efforts to preserve the Djimbe drum craft culture in Kepanjenkidul District, Blitar City. The objectives of this study are: To describe the efforts to preserve the djimbe drum craft culture in Kepanjenkidul District, Blitar City. This study is a descriptive qualitative study using observation, interview and documentation methods. Data analysis was carried out by data reduction, data presentation and drawing conclusions. By using the Chaeder Alwasilah theory study, this study examines how preservation efforts can be carried out. The results of the study indicate that the Djimbe Drum Craft Culture in Kepanjenkidul District has met three aspects, namely (1) Appreciation, Increasing Knowledge, in this aspect the Djimbe Drum Craft Culture has three indicators including cultural heritage, environment, availability of raw materials, understanding history, manufacturing process and empowerment through exhibitions and training. (2) Collective planning, in this aspect the Djimbe Drum Craft Culture has four indicators including increasing quality by maintaining value, developing marketing methods, developing innovation, and optimizing coordination with related parties. (3) Utilization of Cultural Productivity, in this aspect the Djimbe Kendang Craft Culture has five indicators which contain the impacts resulting from the Djimbe Kendang Craft Culture for the surrounding community and the City of Blitar.
Penerapan Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran PPKn di MA Syekh Subakir Nglegok Elsa Liana; Suhartono Suhartono; Suryanti Suryanti
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v3i2.1457

Abstract

This study aims to examine how the Independent Curriculum is implemented in Pancasila and Citizenship Education (PPKn) learning at MA Syekh Subakir Nglegok. The method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that the formulation of learning objectives and the use of learning media in the Independent Curriculum are able to encourage students to be actively involved, participate in contextual and meaningful learning activities, and face challenges that are in accordance with everyday life. In addition, the implementation of these learning objectives and media also supports student involvement in a more interesting, innovative, and contextual learning process. In other words, the implementation of the Independent Curriculum at MA Syekh Subakir Nglegok has been in line with the constructivism approach, which encourages the creation of a deeper and more meaningful learning experience for students. Based on the results of the study, it can be concluded that the Independent Curriculum has made a positive contribution to the PPKn learning process at the school. These findings are expected to be a reference for educators, schools, and other stakeholders in improving the quality of the implementation of the Independent Curriculum and designing learning strategies that are more innovative and responsive to the needs of the times.
Retraction_Designing And Piloting Of Online Interprofessional Education Programme For Medical Students: A-Mixed Method Study Suryanti Suryanti; Soematri Diantha; Hamzah Hamzah
International Journal of Health Literacy and Science Vol. 2 No. 1 (2024): International Journal of Health Literacy and Science
Publisher : Health Science UDINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/ihelis.v2i1.45

Abstract

Retraction Notice This article has been formally retracted at the request of the author and with the full consent of the Editor-in-Chief. The retraction has been made due to a confirmed breach of publication ethics associated with the previously published version of the article. After careful consideration and mutual agreement between the author and the editorial team, it was concluded that retraction is necessary to uphold the ethical standards and integrity of the journal.
PENERAPAN COMPUTER VISION DALAM ESTIMASI POSE DAN PROSES KREATIF PENCAK SILAT TRADISI SEBAGAI SUMBER KOREOGRAFI RANCAK TAKASIMA Rustiyanti, Sri; Listiani, Wanda; E.M. Ningdyah, Anrilia; Dwiatmini, Sriati; Suryanti Suryanti
PROSIDING SEMINASTIKA Vol. 5 No. 1 (2024): 5th SEMINASTIKA 2024
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/seminastika.v5i1.788

Abstract

Pencak silat sebagai salah satu kearifan lokal yang ada di setiap wilayah nusantara menjadi sumber gerak koreografi tarian etnik dari Sabang sampai Merauke. Secara konseptual korografi ini terinspirasi dari vokabuler gerak pencak silat nusantara yang mengacu gerak flora dan fauna yang ada di alam lingkungan (koreografi lingkungan). Berdasarkan teori proses kreatif model Alma M. Hawkins terdiri atas beberapa tahapan dari sensing, feeling, imaging, transforming dan forming. Ragam pencak silat dieksplorasi dengan komposisi dan koreografi gerak yang mempunyai kesan tajam dan tegas, seperti gerak serang, tangkis, tahan, dan elak; menjadi gerak berkesan lembut dan mengalir. Proses eksplorasi ini memberikan dinamika tari, sehingga pencak silat dari berbagai nusantara ini menjadi seni pencak sebuah koreografi yang memiliki kesatuan, kompleksitas, dan intensitas. Tari yang terinspirasi dengan gerak pencak silat ini sebagai koreografi idiom baru dinamakan Rancak Takasima. Rancak merupakan akronim dari kata Ragam Pencak Nusantara, sedangkan Takasima mempunyai arti pesona. Koreografi Rancak Takasima merupakan koreografi baru yang terinspirasi dari idiom ragam pencak silat nusantara, diolah menjadi koreografi idiom baru yang memberikan aura dan spirit seni pencak Rancak Takasima. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan eksperimen serta computer vision dengan model deep learning estimasi pose GluonCv. Hasil penelitian ini menjelaskan model koreografi Rancak Takasima dengan koreografi idiom baru. Karya tari ini memiliki dinamika gerak bernuansa dinamis, sedangkan konseptual pencak silat nusantara mengacu pada gerak tajam dan tegas. Eksplorasi koreografi Rancak Takasima ini merupakan perwujudan tari yang terinspirasi dari konsep garap gerak tradisi dan unsur gerak seni pencak yang terdapat di seluruh pelosok nusantara.
Nilai Didaktis dalam Novel Nonik Jamu Karya Rina Suryakusuma Umi Faizah; Nian Diani Indrafuri; Lia Safira; Suryanti Suryanti; Nadia Widodo
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 3 (2023): September : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i3.8963

Abstract

The purpose of this research is to describe the didactic values contained in the novel Nonik Jamu by Rina. The method used in this study is a qualitative descriptive method with a data source in the form of the novel Nonik Jamu by Rina Suryakusuma. The data collection technique used is the note-taking technique. The focus of this research study is the didactic values that appear in the plot, characters, and conflicts that shape the development of characters in the story. The results of the study show 12 didactic values contained in the novel, namely the values of helping others, empathy, honesty, tolerance, respect for others, persistence and tenacity, sharing, usefulness, repaying evil with goodness, prioritizing good from bad, danger of evil, and the quality of good deeds. These values are conveyed subtly through the experiences of the main characters in dealing with various life problems, so as to provide moral lessons that are easy for readers to understand. This research has many benefits for life because the values found can be used as character learning materials in daily life. This novel also emphasizes the importance of courage, sincerity, and strong determination in facing social challenges, thus inspiring readers to be wiser in their attitudes and actions.