Mochammad Dawam Maghfoer
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 113 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN Crotalaria juncea L. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI MERAH (Oryza nivara) PADA TIGA SISTEM PERTANIAN YANG BERBEDA Siswati, Jiana Budi; Khumairoh, Uma; Islami, Titiek; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/566

Abstract

Beras merah dapat menjadi sumber antioksidan yang baik bagi kesehatan. Pemeliharaan itik dan ikan pada tanaman budidaya di sawah dianjurkan karena terdapat jasad renik hewani dan nabati yang meningkatkan kesuburan tanah serta sisa-sisa makanan tambahan yang diberikan berfungsi sebagai pupuk tanaman. Tujuan penelitian untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil dari tiga sistem pertanian padi merah (konvensional, organik dan komplek ramah lingkungan) yang berbeda serta faktor apa saja yang mempengaruhi dengan adanya pemberian  Crotalaria juncea L. Penelitian dilaksanakan bulan April sampai Agustus 2015 di Dusun Bonagung, Desa Sukolilo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) dengan 3 ulangan, 2 petak utama (Crotalaria dan Non Crotalaria), 3 anak petak (Sistem Pertanian Konvensional, Organik dan Komplek Ramah Lingkungan). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat adanya interaksi antara perlakuan crotalaria dengan sistem pertanian terhadap per-tumbuhan dan hasil tanaman padi merah. Perlakuan pemberian crotalaria tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi merah pada tiga sistem pertanian yang berbeda. Perlakuan sistem pertanian komplek ramah lingkungan berpengaruh nyata dan memiliki hasil yang lebih tinggi pada total bobot gabah kering panen tanaman padi merah sebesar 8,76 ton/ha, apabila dibandingkan dengan perlakuan sistem pertanian konvensional sebesar 6,99 ton/ha dan sistem pertanian organik sebesar 7,05 ton/ha. Faktor yang mempengaruhi perlakuan sistem pertanian komplek ramah lingkungan yaitu adanya hubungan sumberdaya (azolla, itik dan ikan nila) yang dapat mengantikan input anorganik khususnya pada sistem pertanian konvensional.
PENGARUH AGENS HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL 5 VARIETAS TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DATARAN MEDIUM PONCOKUSUMO MALANG Farid, Muhammad; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/576

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) ialah salah satu komoditas potensial sebagai sumber karbohidrat dan mempunyai arti penting pada perekonomian Indonesia. Salah satu penyakit yang menyebabkan produktivitas kentang menurun ialah busuk lunak yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh agens hayati terhadap pertumbuhan dan hasil 5 varietas tanaman kentang   (Solanum tuberosum L.) di dataran medium Poncokusumo Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2015 sampai dengan bulan Juni 2015, di Desa Wonorejo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh agens hayati terhadap macam varietas menunjukkan pengaruh yang berbeda. Varietas Nadiya menunjukkan respon pertumbuhan dan hasil terbaik di dataran Medium Poncokusumo Malang dengan hasil umbi mencapai 19,72 ton/ha.
PENGARUH JUMLAH POTONGAN STEK MIKRO DAN LAMA PERENDAMAN THIDIAZURON (TDZ) TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN NANAS (Ananas comosus L. Merr) Sari, Adis Permata; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.143 KB) | DOI: 10.21776/624

Abstract

Tanaman nanas (Ananas comosus L. Merr) dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan tunas batang, tunas tangkai buah dan mahkota buah. Penyediaan bibit tanaman nanas dalam jumlah yang besar dapat dilakukan menggunakan stek mikro. Stek mikro yakni metode pembelahan organ vegetatif tanaman nanas menjadi bagian-bagian kecil dengan ukuran 1 – 4 cm. Pada mahkota buah tanaman nanas terdapat tunas-tunas aksilar dalam keadaan dorman yang berpotensi untuk menjadi tunas baru. Penggunaan hormon sitokinin seperti TDZ dapat memacu munculnya tunas serta meningkatkan kemampuan multiplikasi tunas. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan jumlah potongan mahkota buah dan lama perendaman TDZ yang ideal terhadap pertumbuhan bibit tanaman nanas melalui perbanyakan stek. Penelitian telah dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2016 di PT. Great Giant Food, Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah jumlah potongan mahkota buah yakni A1: 32 potongan dan A2: 64 potongan, sedangkan faktor kedua lama perendaman Thidiazuron (TDZ) yaitu B1: dicelup (quick dipping), B2: 15 menit, B3: 30 menit, B4: 45 menit dan B5: 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan jumlah potongan mahkota buah dan lama perendaman Thidiazuron (TDZ). Perlakuan jumlah potongan mahkota buah menjadi 32 potongan memberikan hasil persentase stek tumbuh yang lebih tinggi dibandingkan 64 potongan. Perlakuan lama perendaman TDZ memberikan pengaruh nyata terhadap saat muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan jumlah daun.
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN WAKTU APLIKASI PGPR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascaloniucum L.) Kania, Sheila Rezta; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.016 KB) | DOI: 10.21776/660

Abstract

Pupuk kandang kambing dikombinasikan dengan aplikasi PGPR akan menghasilkan umbi yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis pupuk kandang yang efektif dan waktu aplikasi PGPR yang tepat serta pengaruh keduanya untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Pajeng, Bojonegoro dengan ketinggian 520 mdpl. Dimulai bulan Desember 2015-Februari 2016. Metode penelitian menggunakan RAK Faktorial. Perlakuan yang diuji yaitu (kontrol)+aplikasi PGPR 0, 2, 4, 6 MST (B0W1), kontrol+aplikasi 0, 2, 4 MST (B0W2), kontrol + 0, 3, 6 MST (B0W3) dan kontrol + tanpa PGPR (B0W4). Dosis pupuk 10 ton/ha + aplikasi PGPR 0, 2, 4, 6 MST (B10W1), dosis pupuk 10 ton/ha + aplikasi 0, 2, 4 MST (B10W2), dosis 10 ton/ha + aplikasi 0, 3, 6 MST (B0W3) serta dosis pupuk 10 ton/ha + (kontrol) (B10W4). Dosis pupuk 20 ton/ha+aplikasi 0, 2, 4, 6 MST (B20W1), dosis 20 ton/ha+ aplikasi 0, 2, 4 MST (B20W2), dosis pupuk 20 ton/ha + aplikasi 0, 3, 6 MST (B20W3), dan dosis 20 ton/ha + kontrol (B20W4). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara kedua perlakuan. Secara individual, pemberian pupuk kandang kambing dosis 20 ton/ha memberikan hasil lebih tinggi pada bobot kering umbi sebesar 12,11 ton/ha. Waktu aplikasi 0, 2 dan 4 MST memberikan hasil lebih tinggi pada bobot kering umbi sebesar 10,04 ton.ha-1. Hasil analisis usaha tani menunjukan perlakuan dosis pupuk 20 ton/ha layak diusahakan dengan R/C ratio 2,66. Aplikasi PGPR 0, 2, 4 MST juga layak diusahakan dengan R/C ratio 1,95.
MULTIPLIKASI KULTUR MERISTEM STROBERI KULTIVAR EARLIBRITE DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI HORMON BAP DAN KINETIN Bimantara, Dhimas Sigit; Maghfoer, Mochammad Dawam; Barunawati, Nunun; Yenni, Yenni; Siregar, Ahmad Syahrian
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.01 KB) | DOI: 10.21776/663

Abstract

Ketersediaan bibit stroberi berkualitas dan bebas penyakit masih terbatas di Indonesia. Perbanyakan in vitro merupakan salah satu alternatif penyediaan bibit stroberi dalam jumlah besar dan bebas dari penyakit serta virus. Perbanyakan in vitro membutuhkan media yang sesuai untuk pertumbuhan eksplan agar dapat beregenerasi secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh konsentrasi terbaik diantara penggunakan sitokinin BAP dan Kinetin terhadap pembentukan tunas dan induksi planlet pada stroberi kultivar Earlibrite. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2015 di laboratorium kultur jaringan balai penelitian jeruk dan buah subtropika (BALIJESTRO), Tlekung, kota Batu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan dan 2 ulangan cadangan. Perlakuan terdiri dari BAP dan Kinetin masing-masing pada konsentrasi 0,25, 0,50, 0,75 dan 1,00 mg/L serta kontrol. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan BAP dengan konsentrasi 0,5+ NAA 0,025 mg/L memberikan hasil terbaik terhadap jumlah tunas dan jumlah daun. Sedangkan perlakuan Kinetin dengan konsentrasi 1,00 + NAA 0,025 mg/L memberikan hasil terbaik dalam pembentukan formasi perakaran, diameter klaster dan tinggi planlet stroberi.
RESPONS DUA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP “PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA” (PGPR) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA Ramadhan, Muhammad Putra; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.195 KB) | DOI: 10.21776/698

Abstract

Perbaikan sistem budidaya bawang merah (Allium ascalonicum L.) sangat penting dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menekan angka impor. Salah satunya adalah dengan menggunakan pupuk hayati PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Penelitian dilaksanakan di Desa Pajeng Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor 1 adalah varietas: varietas Manjung dan Bauji. Faktor 2 adalah konsentrasi PGPR: 0 ml/l, 5 ml/l, 10 ml/l, 15 ml/l, dan 20 ml/l. Terdapat 10 perlakuan kombinasi yang diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan yang dilakukan terdiri dari peubah pertumbuhan (non destruktif) dan pengamatan hasil (destruktif). Pengamatan pertumbuhan meliputi panjang tanaman, luas daun, jumlah anakan, dan jumlah daun. Sedangkan pengamatan hasil meliputi jumlah umbi per rumpun, diameter umbi, bobot segar brangkasan per rumpun dan per hektar, bobot kering brangkasan per rumpun dan per hektar, dan bobot kering umbi per hektar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), yang di uji lanjut dengan Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%. Hasil menunjukkan bahwa  Varietas Manjung menghasilkan umbi bawang merah lebih tinggi dengan hasil bobot segar brangkasan 56,6 g/rumpun dan bobot kering brangkasan 46,2 g/rumpun dibanding varietas Bauji (bobot basah 44,13 g/rumpun dan bobot kering 35 g/rumpun). Aplikasi PGPR pada konsentrasi 20 ml/l menunjukkan hasil bobot segar brangkasan 63,17 g/rumpun dan bobot kering brangkasan 52 g/rumpun dibandingkan perlakuan lainnya. Hasil umbi bawang merah per hektar menunjukkan hasil yang lebih tinggi dengan konsentrasi PGPR 20 ml/l pada kedua varietas yang diuji (Manjung 9,39 ton/ha dan Bauji 7,59 ton/ha).
EFEKTIVITAS ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) HIDROGEN SIANAMIDA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN APEL (Malus sylvestris Mill.) var. MANALAGI Widayanti, Risky; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.544 KB) | DOI: 10.21776/719

Abstract

Buah apel banyak digemari di Indonesia karena  mengandung gizi yang bermanfaat diantaranya ialah pektin, quercetin (anti kanker dan anti radang) serta vitamin C yang tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan konsentrasi optimum zat pengatur tumbuh hdrogen sianamida terhadap kecepatan kuncup membuka serta peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman apel. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada bulan Mei sampai Agustus 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan ialah konsentrasi hidrogen sianamida yang terdiri atas 5 taraf: (K0): Kontrol, (K1): konsentrasi 25 ml/l/pohon, (K2): konsentrasi 50 ml/l/pohon, (K3): konsentrasi 75 ml/l/ pohon, (K4): konsentrasi 100 ml/l/ pohon. Parameter pengamatan meliputi pertumbuh-an, hasil dan komponen hasil. Parameter pertumbuhan terdiri dari: persentase kuncup membuka (terminal dan lateral), jumlah daun, panjang tunas, diameter tunas. Parameter hasil dan komponen hasil meliput: jumlah bunga, persentase fruitset, jumlah buah/cabang, jumlah buah/pohon, berat buah/pohon, diameter buah. Bila terdapat pengaruh beda nyata maka dilakukan uji lanjutan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidrogen sianamida dapat menghasilkan persentase pecah tunas terminal dan lateral yang membuka, panjang tunas, diameter tunas, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah biji, dan diameter buah lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kontrol dan pada konsentrasi 50 ml/l dapat me-ningkatkan hasil bobot buah/pohon mencapai 10,37 kg/pohon. Perlakuan zat pengatur tumbuh hidrogen sianamida dengan konsentrasi 50 ml/l (K2) efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman apel varietas Manalagi.
UJI DUA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium cepa var ascalonicum L ) DAN PEMBERIAN DOSIS BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Sinaga, Fadlan Ansyari; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/770

Abstract

Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum L ) merupakan komoditas yang diunggulkan beberapa daerah di Indonesia. Masalah utama dari usaha tani bawang merah di Indonesia adalah keadaan lingkungan yang tidak sesuai sehingga meningkatkan resiko kegagalan panen, yang disebabkan penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan, sehingga mengakibatkan kerusakan mikroorganisme di dalam tanah. Upaya yang dapat di lakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari pertumbuhan dan hasil produksi bawang merah bawang merah dengan memberikan bahan organik. Bahan organik dapat memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi gembur dan akar lebih mudah untuk menembus tanah untuk menyerap unsur hara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2016 di Desa Pajeng Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 2 faktor Faktor 1 = varietas, (varietas manjung dan Bauji). Faktor 2 = Dosis bahan organik : (0 ton/ha, 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha, 40 ton/ha). Data pengamatan dianalisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Pada  parameter luas daun terjadi interaksi antara perlakuan, perlakuan varietas Manjung dengan dosis bahan organik 10 ton/ha menghasilkan luas daun yang lebih luas dari pada varietas Bauji dengan dosis bahan organik lainnya. Pemberian bahan organik sebanyak 20 ton/ha menghasilkan bobot kering umbi paling tinggi dari perlakuan lainnya.
INDUKSI TUNAS EKSPLAN BATANG KULTUR MERISTEM STROBERI (Fragaria chiloensis) DENGAN TEKNIK PERENDAMAN TDZ (Thidiazuron) PADA KOMBINASI MEDIA MS DAN ZPT Hafizh, Lutfi Taufiqul; Yenni, Yenni; Siregar, Ahmad Syahrian; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/796

Abstract

Stroberi di Indonesia, khususnya di daerah dataran tinggi telah dibudidayakan melalui biji, stolon atau kultur jaringan. Kultur jaringan harus menggunakan bantuan ZPT. Oleh karena itu, perlu mencari konsentrasi ZPT yang optimal untuk mendukung perbanyakan eksplan. Penelitian  bertujuan untuk mendapatkan ukuran konsentrasi perendaman zat pengatur tumbuh (ZPT) Thidiazuron (TDZ) dan komposisi media dengan zat pengatur tumbuh yang tepat dalam menginduksi perbanyakan tunas tanaman stroberi dengan hipotesis bahwa eksplan tanaman stroberi yang di-pre-treatment Thidiazuron (TDZ) dan pemberian ZPT Thidiazuron (TDZ) pada media kultur dengan konsentrasi sekitar 0.5-1 ppm lebih banyak menginduksi tunas. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai bulan Desember 2015 di Lab. Kultur Jaringan BALITJESTRO, Batu, Malang. Metode yang digunakan adalah percobaan faktorial yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama berupa merendam eksplan pada zat pengatur tumbuh Thidiazuron (TDZ) selama 1 jam dengan konsentrasi T1 = 0 ppm, T2 = 0.5 ppm, T3 = 1 ppm.  Faktor kedua, penggunaan media MS yang diberi ZPT yaitu M1 = tanpa ZPT, M2 = TDZ 1 ppm, M3 = BAP 0.5 ppm + NAA 0.025 ppm, M4 = BAP 0.5 ppm + NAA 0.025 ppm + TDZ 1 ppm. Kedua faktor tersebut diperoleh 12 perlakuan dengan ulangan sebanyak 3 kali. Eksplan yang digunakan adalah eksplan tanaman stroberi varietas Early Brite. Eksplan yang dimasukkan sebanyak 5 eskplan pada setiap botol kultur. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan pre-treatment Thidiazuron dengan konsentrasi 0.5 ppm dan media dengan ZPT Thidiazuron dengan konsentrasi 1 ppm menghasilkan jumlah tunas yang lebih banyak dari perlakuan lain.
APLIKASI KOMPOS KULIT KOPI UNTUK MENGURANGI PENGGUNAAN PUPUK ANORGANIK PADA TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) Lestari, Nunung Dian; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/853

Abstract

Tanaman terong merupakan tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan dipekarangan maupun di lahan budidaya. Kebutuhan buah terong di Indonesia belum mencukupi, hal ini disebabkan lahan budidaya untuk tanaman terong masih terbatas. Maka produktivitas tanaman terong perlu ditingkatkan. Penggunaan pupuk kompos kulit kopi yang dikombinasikan dengan urea diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen tanaman terong. Penelitian  bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian kompos kulit kopi dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan Desember 2015 di kecamantan Ampelgading, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah percobaan faktorial yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah dosis pupuk urea (A) dengan 3 taraf yang terdiri dari : A1 = 400 kg ha-1, A2 = 300 kg ha-1, A3 = 200 kg ha-1. Faktor kedua yaitu kompos kulit kopi (K) dengan 3 taraf yang terdiri dari : K0 = tanpa kompos , K1 = 10 ton ha-1, K2 = 20 ton ha-1. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan, diulang sebanyak 3 kali. Pemberian dosis pupuk urea 200 kg ha-1 mampu meningkatkan bobot buah per tanaman dan bobot buah per buah. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tanpa kompos kulit kopi memiliki bobot buah per buah yang lebih berat jika dibandingkan kompos kulit kopi 10 ton ha-1 dan kompos kulit kopi 20 ton ha-1.
Co-Authors A’yun, Lutfi Qurrotun A’yun, Lutfi Qurrotun Achmad, Miftah Faridl Achmad, Miftah Faridl Afthansia, Monika Afthansia, Monika Agni Dhewangga Agus Sugiyatno Agus Suryanto Agus Suryanto Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Aini Nurul Aini, Nurul Ainun Fithriyandini Akbar Prima Utomo Andi Kurniawan Anna Satyana Karyawati Armita, Deffi Armita, Deffi Aruan, Dosmauli Banaty, Oka Ardiana Barunawati, Nunun Bimantara, Dhimas Sigit Bimantara, Dhimas Sigit Burham, Dedi Burham, Dedi Dewi Indah Srirejeki, Dewi Indah Dhewangga, Agni Didik Hariyono Dosmauli Aruan, Dosmauli Dwi Jayanti, Maria Agustina Dwi Putra, Muhammad Fadli Dwi Putra, Muhammad Fadli Eko Widaryanto Farid, Muhammad Farida Yulianti Fithriyandini, Ainun Fitri, Dian Aida Fitri, Dian Aida Gitta Malinda Sembiring Hafizh, Lutfi Taufiqul Hafizh, Lutfi Taufiqul Heddy, Y. B. Suwasono Heddy, Y.B.Suwasono Hermawan, Rifqi Hetik Hetik Hetik, Hetik Iswara, Henrikus Rico Adhi Iswara, Henrikus Rico Adhi Kania, Sheila Rezta Kania, Sheila Rezta Kholifah, Siti Kholivia, Anita Kholivia, Anita Koesriharti Koesriharti Kurniawan, Berry Kurniawan, Berry Latifa, Rio Yanuar Lestari, Nunung Dian Lestari, Nunung Dian Lilis Styaningrum Listyaningtyas, Afifah Endri Listyaningtyas, Afifah Endri Ludihargi, Rachma Jati Ludihargi, Rachma Jati M. Hanafi Eka Prasetya Maskur, A’an Maskur, A’an Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Moctava, Mohammad Aries Mohammad Aries Moctava Mudji Santoso Muhammad Farid Muhammad Putra Ramadhan Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Nawawi, Mochammad Ninuk Herlina Novinda Pratiwi Nugrahani, Ratih Nugrahani, Ratih Nugroho, Dhenys Bagus Nugroho, Dhenys Bagus Nugrohowati, Betty Meiariani Nugrohowati, Betty Meiariani Nunun Barunawati, Nunun Oka Ardiana Banaty, Oka Ardiana Oktafia, Tour Janah Oktafia, Tour Janah Palupi, Hananin Dyah Pandanari, Dika Sri Pandanari, Dika Sri Prasetya, M. Hanafi Eka Prasetya, Reviyan Dwi Prasetyo, Sigit Budi Prasetyo, Sigit Budi Pratiwi, Novinda Pratiwi, Stevani Pratiwi, Stevani Prayoga, Kharisma Marta Prayoga, Kharisma Marta Puspita Sari, Rifa Meri Puspita Sari, Rifa Meri Putri, Mentari Ghatika Rabbani, Muhammad Taufiq Rahmandhias, Deris Trian Ramadhani, Resqi Hapsari Ramadhani, Resqi Hapsari Rifqi Hermawan Rihanna, Sartika Rio Yanuar Latifa, Rio Yanuar Ruwiyatul Maslukah Salsabila, Ghina Zahra Salsabila, Ghina Zahra Santoso, Mudji Sari, Adis Permata Sari, Adis Permata Sartika Rihanna Serawai, Ides Fadhillah Tunjang Sinaga, Fadlan Ansyari Sinaga, Fadlan Ansyari Siregar, Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Siswati, Jiana Budi Siswati, Jiana Budi SITI KHOLIFAH Sri Lestari Purnamaningsih Srirejeki, Dewi Indah Styaningrum, Lilis Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Syukur Makmur Sitompul, Syukur Makmur Tatik Wardiyati Titiek Islami Uma Khumairoh Uma Khumairoh Utami, Mardianti Utami, Mardianti Utomo, Akbar Prima Utomo, Moh. David Ardianto Utomo, Moh. David Ardianto Widayanti, Risky Widayanti, Risky Y. B. Suwasono Heddy Y.B.Suwasono Heddy Yenni Yenni Yenni, Yenni Yenni, Yenni