Articles
Peningkatan Self Control Melalui Konseling Kelompok Teknik Modelling Pada Siswa Kelas VIII
Salasa Fajarani;
Muswardi Rosra;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 3 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (816.502 KB)
The aim of this research was to determine the increase of self-control using group counseling modeling techniques in class VIII MTs Pelita Gedong Tataan in academic year 2016/2017. The problem in this research was the studentss self control. This research method is a method of pre-experimental with one group pretest-posttest design. Subjects of this study was six eighth grade students who have low self control. Data collection techniques in this study used the scale of self control. The results obtained in this study indicate that the use of modeling techniques can be group counseling to improve students' self-control, is evident from the data analysis using the Wilcoxon test, the price obtained zhitung = -2.214 ztabel = 1.645 then Ho is rejected and Ha accepted.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan self control menggunakan konseling kelompok teknik modelling pada siswa kelas VIII MTs Pelita Gedong Tataan Tahun Pelajaran 2016/2017. Masalah dalam penelitian ini self control siswa. Metode penelitian ini adalah metode pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini sebanyak 6 siswa kelas VIII yang memiliki self control rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala self control. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan konseling kelompok teknik modelling dapat meningkatkan self control siswa, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon, diperoleh harga zhitung = -2.214 ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima.Kata kunci: konseling kelompok, teknik modelling, self control
Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Siswa SMP
Linda Lestari;
Muswardi Rosra;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 5 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (443.687 KB)
The problem in this research is the low of students interpesonal communication. The purpose of this study to determine the correlation of self confidence with interpersonal communication in class VIII students at SMP Negeri 9 Bandar Lampung. This research is quantitative descriptive. The population in this study amounted to 288 students with a sample of 158 students obtained through simple random sampling techniquest. The data collection techniques using a scale interpersonal communication and scale self confidence. The data analysis techniques using Product Moment Correlation. The research results obtained value r count = 0,414 r table = 0,159 then Ho is rejected and Ha is accepted, which means there is a positive and significant correlation of self confidence with interpersonal communication. If the students self confidence is high then students interpersonal communication will also be high.Masalah dalam penelitian ini adalah komunikasi interpersonal siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Bandar Lampung. Peneitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 288 siswa dengan sampel 158 siswa yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala komunikasi interpersonal dan skala kepercayaan diri. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian diperoleh r hitung = 0,414 r tabel = 0,159, Ho ditolak dan Ha diterma, yang artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan komunikasi interpersonal. Jika kepercayaan diri siswa tinggi maka akan diikuti komunikasi interpersonal siswa yang tinggi pula.Kata kunci: hubungan, kepercayaan diri, komunikasi interpersonal
Penggunaan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Manajemen Diri dalam Belajar
Sindy Elisvi;
Muswardi Rosra;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 1 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The problem of this research were students who had low self-management in the school. The problem was "whether self-management in learning grade VIII students can be improved using group guidance?The purpose of this research was to know the improvement of self-management in learning class VIII students using group guidance. The research method was one group pretest-posttest pre-experimental method. Research subjects were 6 students who hadlow self-management in learning. Data collection techniques used self-management observation sheets in learning. The results of data analysis used Wilcoxon test, obtained the result of -2.207. The result was less than 0.05 (-2,2070.05) and meant that Ho was rejected and Ha was accepted. There was a significant increase in self-management in learning before and after group guidance. The analysis also showed an increase of 21%.Masalah penelitian ini adalah siswa yang memilikimanajemen diri dalam belajar yang rendah di sekolah. Permasalahannya adalah apakahmanajemen diri dalam belajar siswa kelas VIII dapatditingkatkanmenggunakanlayananbimbingan kelompok?Tujuanpenelitianuntukmengetahuipeningkatanmanajemen diri dalam belajar siswakelas VIII menggunakanlayanan bimbingan kelompok.Metode penelitian adalah metode pre ekperimen one group pretest-postest design. Subjek penelitian sebanyak6 orang siswa yang memiliki manajemen diri dalam belajar yang rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi manajemen diri dalam belajar. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh hasil -2,207. Didapat hasil kurang dari 0,05 (-2,2070,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya, ternyata terdapat peningkatan yang signifikan pada manajemen diri dalam belajar sebelum dan sesudah diberikan bimbingan kelompok. Hasil analisis juga memperlihatkan peningkatan sebesar 21%. Kata kunci: bimbingan dan konseling, bimbingankelompok, manajemen diri dalam belajar
PENINGKATAN MINAT BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA SMP
Ditta Anggraeni;
Muswardi Rosra;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.833 KB)
The objective of this research was to increase student interest through group guidance service. The problem in this research was the student interest in learning. This study was quasi-experimental research, with non equivalent control group design. The subject in this research were 20 students. Data collection technique was using scale. The result showed that the students interest in learning was increased, using the Wilcoxon test, the result of probability experiment group was 0,005 sig. 0,05. Therefore Ha1 was accepted, it means that the students self-confident in learning could be increased through group guidance service.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa dalam belajar melalui layanan bimbingan kelompok. Masalah dalam penelitian ini minat belajar siswa dalam belajar. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis nonequievalent control group design. Subjek penelitian sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa dalam belajar pada kelompok eksperimen meningkat, hal ini terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, nilai probabilitas pada kelompok eksperimen menunjukkan 0,005 sig.0,05. Sehingga Ha1 diterima, maka percaya diri dalam belajar pada siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok.Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, minat belajar.
Hubungan Pergaulan Teman Sebaya Dengan Motivasi Belajar Pada Siswa
Muhammad Aldy Mubharak;
Muswardi Rosra;
Redi Eka Andriyanto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 3 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.164 KB)
The purpose of this study was to determine the relationship between peer relationships with learning motivation of eighth grade students at SMPN 9 Bandar Lampung academic year 2018/2019. This research method is quantitative. The study population was 207 students and a sample of 74 students was determined by simple random sampling technique. Data collection techniques use a scale of peer interaction and motivation to learn. The data analysis technique in this study uses Product moment correlation. The results show there is a positive and significant relationship between peer relationships with motivation to learn. This is indicated by the value of r count r table (0.682 0.227) the significance level of 0.05. then Ho is rejected and Ha is accepted. The conclusion is that there is a positive and significant relationship between peer relationships with learning motivation in class VIII Bandar Lampung SMPN 9 academic year 2018/2019.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pergaulan teman sebaya dengan motivasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Bandar Lampung tahun ajaran 2018/2019. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif.Populasi penelitian sebanyak 207 siswa dan sampel berjumlah 74 siswa yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala pergaulan teman sebaya dan motivasi belajar. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Korelasi Product moment.Hasil menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara pergaulan teman sebaya dengan motivasi belajar. Hal ini ditunjukkan dari nilai rhitung rtabel (0,682 0,227 ) taraf signitifkan 0,05. maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pergaulan teman sebaya dengan motivasi belajar pada siswa kelas VIII SMPN 9 Bandar Lampung tahun ajaran 2018/2019.Kata kunci: bimbingan konseling, motivasi belajar, pergaulan teman sebaya
Peningkatan Kemantapan Pilihan Karir Melalui Layanan Konseling Kelompok REBT Pada Siswa SMK
Yeni Cahyati;
Muswardi Rosra;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 2 (2020): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (659.003 KB)
The problem in this study is the stability of student career choices is low. The purpose of this study is to improve the stability of career choices through REBT group counseling services in class XI students at SMK Negeri 1 Talangpadang 2019/2020 school year. The method in this research is quasi experimental design nonequivalent control group design. Research subjects were 8 experimental groups and 8 control groups. Data collection techniques use the scale of career choice stability. The results of data analysis using the Mann Whitney Test data obtained value (Sig.) 0.003 0.05, meaning that Ho is rejected and Ha is accepted. The conclusion of the study is that there are differences in the value of the stability of career choices in students who get treatment with students who do not get Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling in class XI students at SMK Negeri 1 Talangpadang 2019/2020 school year.Masalah dalam penelitian ini adalah kemantapan pilihan karir siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemantapan pilihan karir melalui layanan konseling kelompok REBT pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Talangpadang tahun ajaran 2019/2020. Metode dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian sebanyak 8 orang kelompok eksperimen dan 8 orang kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kemantapan pilihan karir. Hasil analisis data menggunakan uji data Mann Whitney Test diperoleh nilai (Sig.) 0,003 0,05, artinya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian adalah terdapat perbedaan nilai kemantapan pilihan karir pada siswa yang mendapatkan perlakuan dengan siswa yang tidak mendapatkan perlakuan konseling kelompok Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) pada siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Talangpadang tahun ajaran 2019/2020.Kata kunci: kemantapan pilihan karir, konseling kelompok, rebt
Hubungan Konsep Diri Dengan Interaksi Sosial Siswa
Azlia Febrina Dwinanda;
Muswardi Rosra;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 2 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (655.02 KB)
This study aim to study the relationship between self-concept and social interaction in class X SMK SMTI Bandar Lampung. The research method used quantitative. The research sample was taken by 70 students taken by purposive sampling technique. Data collection techniques used the scale of self-concept and scale of social interaction. Data analysis technique used Product Moment conversion. The results showed that relationship self-concept and social interaction with a ratio of r count = 0.556 rtable = 0.306 significance level p = 0.01 then. The conclusion of the results study relationship between self-concept and student social interaction.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan interaksi sosial pada siswa kelas X SMK SMTI Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala konsep diri dan skala interaksi sosial.Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konsep diri dengan interaksi social dengan nilai korelasi rhitung= 0,556rtabel= 0,306 taraf signifikasi p=0,01. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara konsep diri dengan interaksi sosial siswa.Kata kunci: bimbingan dan konseling, interaksi social, konsep diri
Hubungan Antara Percaya Diri Dengan Interaksi Sosial Siswa SMK Darul Fikri Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus
Ria Arianti;
Muswardi Rosra;
Yohana Oktariana
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 5 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (669.862 KB)
The problem in this study is the low social interaction of students. This study aims to determine the relationship between self-confidence and social interaction among students of Darul Fikri Vocational School, Pugung District Tanggamus and Academic Year 2018/2019. The research method used is quantitative correlational. The population of the study was 210 students and the determination using the table to determine the number of samples of Isaac and Michael from a certain population with an error level of 5%, so that is 131 students were taken by simple random sampling technique. Data collection techniques use a scale of confidence and scale of social interaction, data analysis techniques using Product moment correlation. The results showed that there was a significant positive relationship between self-confidence and social interaction with a correlation value of rcount = 0.208 rtable = 0.176 significance level p = 0.05 then Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion of the results of this study is that there is a significant positive relationship between self-confidence and social interaction of students. This means that the higher the confidence the student has, the higher social interaction will be.Permasalahan dalam penelitian ini adalah interaksi sosial siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara percaya diri dengan interaksi sosial pada siswa SMK Darul Fikri Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus Tahun Ajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif korelasional. Populasi penelitian sebanyak 210 siswa dan penentuan menggunakan tabel penentuan jumlah sampel Isaac dan Michael dari populasi tertentu dengan taraf kesalahan 5%, sehingga jadi ada 131 siswa diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala percaya diri dan skala interaksi sosial. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara percaya diri dengan interaksi sosial dengan nilai korelasi rhitung = 0,208 rtabel = 0,176 taraf signifikasi p=0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang signifikan antara percaya diri dengan interaksi sosial siswa. Artinya semakin tinggi percaya diri yang dimiliki siswa maka akan semakin tinggi interaksi sosialnya.Kata kunci: bimbingan konseling, interaksi sosial, percaya diri
Relationship Self Regulation Learning With Interpersonal Comunication In Students
Muhammad Andhika Saputra;
Muswardi Rosra;
Redi Eka Andriyanto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 3 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.005 KB)
The study population was 140 students and the research sample was taken by 70 students taken by purposive sampling technique. Data collection techniques used the scale of self regulation learning and scale of interpersonal comunication. Data analysis technique used Product Moment conversion. The results showed that there was a significant positive relationship between self regulation learning with interpersonal comunication with a ratio of r count = 0.256 and significance level p = 0.274 then Ho was rejected and Ha was accepted. Populasi penelitian sebanyak 175 siswa dan sampel penelitian berjumlah 35 siswa diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala regulasi diri dalam belajar dan skala komunikasi interpersonal. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang tidak signifikan antara regulasi diri dalam belajar dengan komunikasi interpersonal siswa, rhitung= 0,256 rtabel= 0,274 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang tidak signifikan antara regulasi diri dalam belajar dengan komunikasi interpersonal siswa kelas XI di SMA Negeri 6 Bandar Lampung.Kata kunci: bimbingan dan konseling, regulasi diri dalam belajar, komunikasi interpersonal
Penggunaan Bimbingan Kelompok Teknik Informasi Dalam Meningkatkan Kemantapan Rencana Karir
Martha Shinta Damai;
Muswardi Rosra;
Citra Abriani Maharani
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 4 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (680.036 KB)
The problem of the researchwas whetherinformation technique of group guidance could be used to increase the stability of the student's career plan. The objective of this study was to find out the improvement in career plan stability by using the information technique of group guidance services for the ninth grade students of SMPN 22 Bandar Lampung in the academic year 2018/2019. The method in this study was pre-experimental. The research subjects were 8 students who had low career plan stability. The results of data analysis used the Wilcoxon Matched Pairs Test which gained = -2.521 = 1.645. It meant Ho was rejected and Ha was accepted. Briefly, it could be concluded that the information technique of group guidance could be implemented to increase the consistency of the career plan for the grade ninth students of SMPN 22 Bandar Lampung in the academic year 2018/2019.Permasalahan penelitian adalah apakah bimbingan kelompok teknik informasi dapat digunakan untuk meningkatkan kemantapan rencana karir siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemantapan rencana karir dengan layanan bimbingan kelompok teknik informasi pada siswa kelas sembilan SMPN 22 Bandar Lampung tahun pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Eksperiment. Subjek penelitian sebanyak 8 orang siswa yang memiliki kemantapan rencana karir yang rendah.. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs Test, diperoleh = -2.521 = 1.645 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitan adalah bimbingan kelompok teknik informasi dapat digunakan untuk meningkatkan kemantapan rencana karir pada siswa kelas sembilan SMPN 22 Bandar Lampung Tahun ajaran 2018/2019.Kata kunci: bimbingan konseling, teknik informasi, kemantapan rencana karir