Muswardi Rosra
Unknown Affiliation

Published : 54 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KINERJA GURU PEMBIMBING DALAM PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Aan Purwanto; Muswardi Rosra; Yusmansyah Yusmansyah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.79 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe the performance of a tutor in the preparation of guidance and counseling program at a State High School District West Coast. The method used in this research is descriptive method. The population in this study were 4 SMA Negeri who have guidance teachers with study background in guidance and counseling. The technique of collecting data is questionnaires programming arranging program guidance and counseling dan documentation. The results of this study indicate that the performance of Teachers Advisors in Counseling Program Development at SMA Negeri in Pesisir Barat district is still poor. This is because in preparing the guidance and counseling program there are counselors who do not conduct an analysis of every aspect of programming.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kinerja guru pembimbing dalam penyusunan program bimbingan dan konseling pada SMA Negeri Se- Kabupaten Pesisir Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi penelitian sebanyak 4 SMA Negeri yang memiliki guru pembimbing dengan latar belakang pendidikan bimbingan dan konseling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket penyusunan program BK dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja Guru Pembimbing Dalam Penyusunan Program Bimbingan Konseling pada SMA Negeri Se-Kabupaten Pesisir Barat kurang baik. Hal ini dikarenakan dalam menyusun program bimbingan dan konseling masih terdapat guru pembimbing yang tidak melakukan analisis terhadap setiap aspek penyusunan program.Kata kunci : kinerja guru pembimbing, bimbingan dan konseling, program bimbingan dan konseling
Pengurangan Intensi Bullying Menggunakan Layanan Konseling Kelompok Syari Dwi Afiani; Muswardi Rosra; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 3 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.306 KB)

Abstract

The problem of this research was the high frequency of bullying intention on students. The aim of this research was to find out whether bullying intention on students could be decrease through group counseling service. The subjects of the research were six students grade eight of SMPN 4 Bandar Lampung who have high frequency of bullying intention. The data was analyzed with non-paramatrix statistic using Wilcoxon test. The result showed that bullying intention decreases significantly after the application of group counseling service. It was shown from the result of the pretest and posttest that Z quantification = -2,539 and Z table =  1,645. In order that Z quantification ≤ Z table, therefore Ho was rejected and Ha accepted it mean there was a significant difference between bullying intention before and after the application of group counseling service. In conclusion, bullying intention on students can be decreased through group counseling service.Masalah dalam penelitian ini adalah intensi bullying siswa tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah intensi bullying siswa dapat dikurangi melalui layanan konseling kelompok. Subyek penelitian ini enam orang siswa kelas VIII SMPN 4 Bandar Lampung yang memiliki intensi bullying tinggi.   Dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji wilcoxon. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa intensi bullying mengalami pengurangan signifikan setelah pemberian layanan konseling kelompok. Hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh Z hitung = -2,539 dan Z tabel = 1,645 Karena Z hitung ≤ Z tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara intensi bullying siswa sebelum dan setelah diberikan layanan konseling kelompok. Kesimpulan, intensi bullying siswa dapat dikurangi melalui layanan konseling kelompok.Kata kunci: bimbingan dan konseling, intensi bullying,  layanan konseling kelompok
PENINGKATAN KETERAMPILAN BELAJAR MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VII SMP Jelita Layong Sari; Muswardi Rosra; Syaifuddin Latif
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 1 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.752 KB)

Abstract

The purpose of research was to increase the learning skills in students by using group guidance services. Research method was a quasi experimental design with nonequivalent control. The research subjects were 20 students who have low learning skills, 10 students were experimental group and 10 students were control group. Data collection technique was using AUM - PTSDL. Results of study by Wilcoxon test showed that the probability of 0.05 (0.005 0.05) so Ha1 was received and Ho1 was rejected,while at the control group probability sig.0.05 (0465 0.05) so Ha2 was rejected and Ho2 was accepted, thus it can be concluded that there is an increasing of learning skills in the experimental group after being given given guidance services, in addition the group guidance services are also effective in increasing learning skills of VII grade students of SMPN 22 Bandar Lampung in academic year 2014/2015.Tujuan penelitian untuk meningkatkan keterampilan belajar pada siswa dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control. Subyek penelitian sebanyak 20 orang siswa yang memiliki keterampilan belajar rendah, terbagi menjadi 2 kelompok yaitu, 10 siswa kelompok eksperimen dan 10 siswa kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan AUM PTSDL. Hasil penelitian dengan uji wilcoxon menunjukkan bahwa angka probabilitas 0.05 (0.005 0.05) pada kelompok eksperimen maka Ha1 diterima dan Ho1 ditolak, sedangkan pada kelompok kontrol probabilitas 0.05 (0.465 0,05) artinya bahwa Ha2 ditolak dan Ho2 diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan belajar pada kelompok eksperimen setelah diberi layanan bimbingan kelompok, selain dari pada itu layanan bimbingan kelompok juga efektif dalam meningkatkan keterampilan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 22 Bandar Lampung.Kata kunci: bimbingan konseling, bimbingan kelompok,keterampilan belajar
Penggunaan Bimbingan Kelompok Teknik Informasi Dalam Meningkatkan Kemantapan Rencana Karir Martha Shinta Damai; Muswardi Rosra; Citra Abriani Maharani
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 4 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.738 KB)

Abstract

The problem of the research was whether information technique of group guidance could be used to increase the stability of the student's career plan. The objective of this study was to find out the improvement in career plan stability by using the information technique of group guidance services for the ninth grade students of SMPN 22 Bandar Lampung in the academic year 2018/2019. The method in this study was pre-experimental. The research subjects were 8 students who had low career plan stability. The results of data analysis used the Wilcoxon Matched Pairs Test which gained = -2.521 = 1.645. It meant Ho was rejected and Ha was accepted. Briefly, it could be concluded that the information technique of group guidance could be implemented to increase the consistency of the career plan for the grade ninth students of SMPN 22 Bandar Lampung in the academic year 2018/2019.Permasalahan penelitian adalah apakah bimbingan kelompok teknik informasi dapat digunakan untuk meningkatkan kemantapan rencana karir siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemantapan rencana karir dengan layanan bimbingan kelompok teknik informasi pada siswa kelas sembilan SMPN 22 Bandar Lampung tahun pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Eksperiment. Subjek penelitian sebanyak 8 orang siswa yang memiliki kemantapan rencana karir yang rendah.. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs Test, diperoleh = -2.521 = 1.645 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitan adalah bimbingan kelompok teknik informasi dapat digunakan untuk meningkatkan kemantapan rencana karir pada siswa kelas sembilan SMPN 22 Bandar Lampung Tahun ajaran 2018/2019.Kata kunci: bimbingan konseling, teknik informasi, kemantapan rencana karir.
Upaya Mengurangi Gaya Hidup Konsumtif Melalui Layanan Konseling Sebaya Pada Siswa Tri Utami; Muswardi Rosra; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 2 (2020): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.022 KB)

Abstract

The research problem is a high consumptive lifestlye students. Purpose of this experiment is to reduce consumption lifestyle through peer counseling treatment to students. This experimental used method with a one-group pretest-posttest design, with nine research subjects to measure the level of consumptive lifestyle carried out using a blister consumptive lifestyle previously tested for validity (V ≥ 0,87)  and reliability (r 0,08) data analysis using Wilcoxon Test, result are obtained by ZscoreZtable or 2,670 1,645 (p 0,05) means Ha is accepted and Ho is rejected. It could be concluded that the consumptive decline student style after being treated with peer counseling treatment of SMA Negeri 2 Bandar Lampung in the Academic Year 2018/2019.Masalah dalam penelitian ini gaya hidup konsumtif siswa tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengurangi gaya hidup konsumtif melalui layanan konseling sebaya pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, dengan subjek penelitian sebanyak sembilan siswa. Untuk mengukur tingkat gaya hidup konsumtif dilakukan dengan menggunakan skala gaya hidup konsumtif yang sebelumnya telah dilakukan uji validitas (V ≥ 0,87) dan reliabillitas (r 0,80). Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon, hasil penelitian diperoleh Zhitung Ztabel atau 2,670 1,645 (p 0,05), artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulannya adalah terdapat penurunan gaya hidup konsumtif siswa setelah diberikan perlakuan dengan layanan konseling sebaya pada siswa SMA Negeri 2 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2018/2019.Kata kunci: gaya hidup, konseling sebaya, konsumtif
Hubungan Antara Percaya Diri Dengan Interaksi Sosial Siswa SMK Darul Fikri Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus Ria Arianti; Muswardi Rosra; Yohana Oktariana
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 5 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.862 KB)

Abstract

The problem in this study is the low social interaction of students. This study aims to determine the relationship between self-confidence and social interaction among students of Darul Fikri Vocational School, Pugung District Tanggamus and Academic Year 2018/2019. The research method used is quantitative correlational. The population of the study was 210 students and the determination using the table to determine the number of samples of Isaac and Michael from a certain population with an error level of 5%, so that is 131 students were taken by simple random sampling technique. Data collection techniques use a scale of confidence and scale of social interaction, data analysis techniques using Product moment correlation. The results showed that there was a significant positive relationship between self-confidence and social interaction with a correlation value of rcount = 0.208 rtable = 0.176 significance level p = 0.05 then Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion of the results of this study is that there is a significant positive relationship between self-confidence and social interaction of students. This means that the higher the confidence the student has, the higher social interaction will be.Permasalahan dalam penelitian ini adalah interaksi sosial siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara percaya diri dengan interaksi sosial pada siswa SMK Darul Fikri Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus Tahun Ajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif korelasional. Populasi penelitian sebanyak 210 siswa dan penentuan menggunakan tabel penentuan jumlah sampel Isaac dan Michael dari populasi tertentu dengan taraf kesalahan 5%, sehingga jadi ada 131 siswa diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala percaya diri dan skala interaksi sosial. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara percaya diri dengan interaksi social dengan nilai korelasi rhitung = 0,208 rtabel = 0,176 taraf signifikasi p=0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang signifikan antara percaya diri dengan interaksi social siswa. Artinya semakin tinggi percaya diri yang dimiliki siswa maka akan semakin tinggi interaksi sosialnya.Kata kunci: bimbingan konseling, interaksi sosial, percaya diri
Peningkatan Regulasi Diri Dalam Belajar Menggunakan Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Pekerjaan Rumah Lisa Sasmita; Muswardi Rosra; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 1 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.482 KB)

Abstract

This research issue was the lowness of self regulation learning. Problems research was " whether self regulation learning grade VII students can be improved using group counseling with homework assignment technique ".The method in this research was one-group pretest-posttest design. Research subjects were 6 students of class VII. Data was collected used self regulation learning scale. Results of data analysis used wilcoxon test obtained Zcalc = -2.226 result was less than Ztabel = 1,645, than Ho was rejected and Ha was accepted, meaning there was a significant increase in self regulation learning before and after counseling group of homework assignment techiques. The analysis also showed an increase of 11,9%. The conclusion was that self regulation learning could be improved using group counseling with homework assignment technique at grade VII.Masalah penelitian ini adalah regulasi diri dalam belajar yang rendah. Permasalahan penelitian adalah Apakah regulasi diri dalam belajar dapat ditingkatkan melalui layanan konseling kelompok teknik homework assignment. Metode penelitian ini adalah metode pre eksperiment dengan desain one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 6 siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data menggunakan skala regulasi diri dalam belajar. Hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon, diperoleh hasil Zhitung = - 2,226 hasilnya kurang dari Ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ternyata terdapat peningkatan yang signifikan pada regulasi diri dalam belajar sebelum dan sesudah diberikan konseling kelompok dengan teknik homework assignment. Hasil analisis juga memperlihatkan peningkatan sebesar 11,9%. Kesimpulanya adalah regulasi diri dalam belajar dapat ditingkatkan menggunakan konseling kelompok teknik homework assignment pada siswa kelas VII.Kata kunci:konseling kelompok, pekerjaan rumah, regulasi diri dalam belajar
Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik Menggunakan Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Client Centered Nico Etiyan Darmawan; Muswardi rosra; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.164 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the increase in learning motivation through client centered group counseling services of eight grade students of SMP Negeri 27 Bandar Lampung in 2016/2017 Academic Year. The problem with this research is low learning motivation. This study uses a pre-experimental method with one group pretest-posttest design. Research subjects were 6 students who had low motivation to learn. Data collection techniques using a scale of learning motivation. The results of data analysis with the Wilcoxon test, z count = -2.205 z table = 1.645, then Ho is rejected and Ha is accepted. The conclusion is that the client centered group approach counseling service can increase learning motivation in grade VIII students of SMP Negeri 27 Bandar Lampung.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar melalui layanan konseling kelompok pendekatan client centered pada siswa kelas VIII SMP Negeri 27 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017. Masalah penelitian ini adalah motivasi belajar yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 6 siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon, z hitung = -2,205 z tabel = 1,645, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah layanan konseling kelompok pendekatan client centered dapat meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 27 Bandar Lampung.Kata kunci: bimbingan konseling, client centered, dan motivasi belajar
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PENDAPAT MENGGUNAKAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING SISWA KELAS XII SMA Desti Wahyuning; Muswardi Rosra; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 1 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.005 KB)

Abstract

The purpose of this research was to increase the capability express the opinion with using assertive training techniques. This study to quasi experimental methods research, with one-group pretest-posttest design. The research subject were 10 students. Data collection technique used observation. The result of data analysis by using the Wilcoxon test showed that zratio = -2.805 ztable = 1.645 then Ho is rejected and Ha accepted, it meant that the capability to express the opinion of student can be improved using assertive training techniques.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan mengungkapkan pendapat dengan menggunakan teknik assertive training. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan jenis one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa zhitung = 2,805 ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima, itu berarti kemampuan mengungkapan pendapat siswa dapat ditingkatkan menggunakan teknik assertive training.Kata kunci : bimbingan konseling, assertive training, mengungkapkan pendapat
Peningkatan Penyesuaian Diri di Sekolah Melalui Layanan Konseling Kelompok pada Siswa Astri Nindhy Hutami; Muswardi Rosra; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.166 KB)

Abstract

The purpose of the study was to determine the improvement of students' self-adjustment abilities using Group Counseling with Client Centred technique for grade VII students of State JHS 1 Central Tulang Bawang academic year of 2018/2019. The study applied experimental method of the Pretest-Posttest One-Group design. The research subjects consisted of 6 students with low self-adjustment abilities. The data collection techniques were done using scale of adjustment and structured observation. The results showed that students' self-adjustment abilities could be improved using Group Counseling Services with client-centred technique. The results of data analysis showed that the pre test and post test t-calc = -2.207 t table 0.05 = 1.645. The hypothesis of Ha is accepted, meaning that the adjustment ability of grade VII students of State JHS 1 Central Tulang Bawang academic year of 2018/2019 could be improved using the Group Counseling Service with client-centred technique. The conclusion revealed that there is an increase in students' self-adjustment ability before the treatment of Group Counseling Service with client-centred technique and after being given treatment of Group Counseling Service with client-centred technique for grade VII students of State JHS 1 Central Tulang Bawang academic year of 2018/2019. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa menggunakan Konseling Kelompok dangan teknik Client Centred pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tulang Bawang Tengah Tahun Pelajaran 2018/2019. Metode penelitian adalah metode eksperimen desain One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian sebanyak 6 orang siswa dengan kemampuan penyesuaian diri rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala penyesuaian diri dan observasi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penyesuaian diri siswa dapat ditingkatkan menggunakan Layanan Konseling Kelompok dengan teknik client centred. Terbukti dari hasil analisis data pre test dan post test thitung = -2,207 ttabel0,05 = 1,645. Maka Ha diterima, artinya kemampuan penyesuaian diri siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tulang Bawang Tengah Tahun Pelajaran 2018/2019 dapat ditingkatkan dengan menggunakan Layanan Konseling Kelompok dengan teknik client centred. Kesimpulannyaadalah terdapat peningkatan kemampuan penyesuaian dirisiswa sebelum diberi Layanan Konseling Kelompok dengan teknik client centred dan setelah diberi Layanan Konseling Kelompok dengan teknik client centred pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tulang Bawang Tengah Tahun Pelajaran 2018/2019.Kata kunci: konseling kelompok, penyesuaian diri, teknik client centred