Claim Missing Document
Check
Articles

Economy Peran Fatwa DSN-MUI Dalam Pembentukan Regulasi Ekonomi Syariah di Indonesia: DSN-MUI sebagai Pilar Regulasi Ekonomi Syariah Aida Fatimah; Desi Ratnasari; Frya Zeynia; Nur Alia; Kusuma Hapsari; Mahipal; Abid
Jurnal Sains Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): Vol 6 No 3 (2025): Volume 6, Nomor 3, 2025 (November)
Publisher : PUSAT SAINS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) memiliki peran penting dalam pengembangan regulasi ekonomi syariah di Indonesia. Fatwa yang dikeluarkan DSN-MUI tidak hanya berfungsi sebagai pedoman operasional bagi lembaga keuangan syariah, tetapi juga menjadi salah satu rujukan utama dalam penyusunan regulasi oleh otoritas negara, seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lembaga legislatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis fatwa DSN-MUI dalam proses pembentukan regulasi ekonomi syariah nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang memanfaatkan studi pustaka, fatwa, dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatwa DSN-MUI memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses harmonisasi antara prinsip-prinsip hukum Islam dengan sistem hukum nasional. Keberadaan fatwa DSN-MUI mampu mengisi kekosongan norma dalam sistem perundang-undangan, sekaligus menjembatani kebutuhan masyarakat muslim akan praktik ekonomi yang sesuai dengan syariah. Selain itu, kerja sama antara DSN-MUI dan regulator negara memperkuat legitimasi hukum dan mendorong percepatan pengembangan industri keuangan Islam di Indonesia. Dengan demikian, fatwa DSN-MUI dapat dikategorikan sebagai sumber hukum tidak tertulis yang efektif dalam mendukung pembentukan regulasi ekonomi Islam di Indonesia.
AGAR-AGAR JERUK NIPIS TERHADAP OBESITAS SENTRAL IBU RUMAH TANGGA DUKUH TAPEN NGRANDU GEYER GROBOGAN Noor Hidayah; Desi Ratnasari; Yuli Setyaningrum; Ika Widyawati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1463

Abstract

Abstrak Obesitas sentral merupakan penimbunan lemak pada bagian intraabdomen Obesitas sudah dianggap sebagai epidemi di seluruh dunia dan telah menjadi masalah terhadap kesehatan masyarakat di negara maju maupun  berkembang. Agar-agar merupakan  makanan yang terbuat dari rumput laut. Rumput laut memiliki kadar serat yang tinggi yaitu serat larut air yang meningkatkan rasa kenyang. Sehingga hal ini akan di-perhitungkan sebagai bahan makanan yang dapat menurunkan berat badan pada penderita obesitas. Adapun jeruk nipis kaya akan nutrisi yang bermanfaat untuk orang yang sedang menjalani diet. Segelas air dengan perasan jeruk nipis dipercaya mampu menurunkan sejumlah kalori.  Tujuan penelitian : untuk mengetahui pengaruh pengaruh kombinasi agar-agar dan jeruk nipis terhadap obesitas sentral ibu rumah tangga Dusun Tapen Desa Ngrandu Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan. Metode penelitian : jenis penelitian quasi experiment dengan desain pretest postest control grup design analisis data menggunakan uji wilcoxon signed rank test pemberian kombinasi agar-agar dan jeruk nipis menggunakan SOP. Populasi dalam penelitian adalan 152 ibu rumah tangga sample 32 ibu rumah tangga dengan tehnik sampling purposive sampling yang terdiri dari 16 responden intervensi dan 16  responden kontrol. Hasil : dengan uji wilcoxon signed rank test pada kelompok intervensi menunjukan bahwa rata-rata ukuran lingkar perut sebelum diberikan perlakuan menunjukkan adalah 95.62cm, sesudah perlakuan 87.50cm. Terlihat nilai mean perbedaan antara pengukuran sebelum dan sesudah adalah 8.12cm. Hasil uji statistik didapatkan nilai 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara obesitas sentral sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi.
Deteksi Dini Penyakit Degeneratif pada Lansia Melalui Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Lingkungan Appassarenge Kelurahan Bentenge Kecematan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba Herniyanti N; Nurul Hidayah Bohari; Lilis Qurani; Meri Karolina; Desi Ratnasari; Reny Sutriany
Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/masyarakatmandiri.v3i1.2845

Abstract

Degenerative diseases are a major cause of morbidity in the elderly and continue to increase with age, lifestyle changes, and a lack of public awareness of the need for regular health check-ups. This community service activity aims to increase understanding and early detection of non-communicable diseases in people aged 30 years and older, particularly the elderly in the Appassarenge neighborhood, Bentenge Village, Ujung Bulu District, Bulukumba Regency. The activity methods included group exercise, blood pressure checks, blood sugar checks, health counseling, and referrals for participants with test results above normal limits. Data were analyzed descriptively to determine the proportion of participants with high blood pressure and blood sugar levels. The results showed that the majority of respondents had hypertension (70.97% of 31 participants), while 55.88% of 34 participants had high blood sugar levels. These findings indicate a high risk of non-communicable diseases in the elderly population related to diet, lack of physical activity, and a lack of regular health check-ups. This activity received a positive response because it provided easy access to health services and raised public awareness of the importance of early detection and adopting a healthy lifestyle. Overall, this community service activity contributed to increasing the elderly's knowledge and awareness of health, as well as supporting promotive and preventive efforts in preventing degenerative diseases.
Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Asas Proporsionalitas Dalam Penjatuhan Sanksi Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Di Indonesia Muhammad Azfairul Purnama; Desi Ratnasari; Titi Sakilah; Tb. Ikhfadullah
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.954

Abstract

Penjatuhan sanksi terhadap anak pelaku tindak pidana menuntut pendekatan hukum yang tidak hanya berorientasi pada kepastian dan pembalasan, tetapi juga memperhatikan perlindungan serta masa depan anak. Dalam konteks tersebut, asas proporsionalitas menjadi prinsip penting untuk memastikan bahwa sanksi yang dijatuhkan seimbang dengan tingkat kesalahan anak dan tujuan pembinaan yang hendak dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asas proporsionalitas dalam penjatuhan sanksi terhadap anak pelaku tindak pidana di Indonesia, dengan menelaah baik aspek normatif maupun praktik penerapannya dalam sistem peradilan pidana anak. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana asas proporsionalitas dipahami, diatur, dan diimplementasikan dalam kerangka hukum positif Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif asas proporsionalitas telah terakomodasi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak, meskipun tidak dirumuskan secara eksplisit. Prinsip tersebut tercermin dalam pembatasan penggunaan pidana penjara, pengutamaan sanksi tindakan, serta penegasan kepentingan terbaik bagi anak. Namun, dalam praktik, penerapan asas proporsionalitas masih menghadapi berbagai kendala, seperti inkonsistensi putusan, dominasi paradigma hukum pidana konvensional, dan kualitas pertimbangan non-yuridis yang belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa tantangan utama penerapan asas proporsionalitas terletak pada aspek implementasi, sehingga diperlukan penguatan paradigma penegak hukum dan konsistensi penerapan prinsip perlindungan anak dalam penjatuhan sanksi.