Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL DISCOVERY LEARNING USING SURVEY PADA MATERI FUNGI SMA KELAS X MIPA Rini Setyowati; Sajidan Sajidan; Puguh Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31792

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan yaitu untuk mengetahui : 1) Karakteristik  model Discovery Learning Using Survey pada materi jamur di SMA Negeri I Jogorogo Ngawi, 2) Kelayakan model Discovery Learning Using Survey pada materi jamur di SMA Negeri I Jogorogo, 3) Kefektifan model Discovery Learning Using Survey terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri I Jogorogo. Penelitian ini menggunakan metode Research And Development (R & D) mengacu pada model Borg &Gall yang telah dimodifikasi. Kelayakan model divalidasi oleh ahli model,  ahli materi, dan guru biologi (praktisi). Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas X MIA dengan rincian 23 research and information collection, 15 siswa untuk tahap main field testing dan 57 siswa untuk tahap operasional field testing. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan : 1) Karakteristik model Discovery Learning Using Survey dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dari model yaitu adanya sintaks, sistem sosial, sistem pendukung, peran siswa, peran guru, dampak instruksional, dan dampak pengiring, 2) hasil pengembangan model Discovery Learning Using Survey layak untuk diterapkan pada materi fungi. Kelayakan model Discovery Learning Using Survey berdasarkan penilaian dari ahli, praktisi, dan respon siswa yang secara keseluruhan memberikan kategori sangat baik pada produk pengembangan dan layak digunakan di SMA Negeri I Jogorogo, 3) model Discovery Learning Using Survey sangat efektif serta mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dari rerata hasil belajar antara kelas baseline dengan kelas uji coba dengan penggunaan model Discovery Learning Using Survey lebih baik dibandingkan dengan kelas baseline yang menggunakan model ceramah bervariasi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) DAN THINK-TALK-WRITE (TTW) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA Rifad Nurma Yuliansyah; Mohammad Masykuri; Puguh Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 1 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i1.31820

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah semua siswa kelas XI SMA Negeri 1 Karangpandan tahun pelajaran 2016/2017. Sampel diambil menggunakan cluster random sampling sejumlah 2 kelas. Kelas XI IPA 2 diberi model pembelajaran dengan Predict-Observe-Explain (POE) dan kelas XI IPA 4 diberi model pembelajaran dengan Think-Talk-Write (TTW). Data dikumpulkan dengan menggunakan tes untuk hasil belajar siswa dan  kemampuan berpikir analitis, angket untuk kreativitas siswa, hipotesis diuji dengan uji anacova. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1) ada pengaruh model Predict-Observe-Explain (POE) dan Think-Talk-Write (TTW) terhadap hasil belajar, 2) ada pengaruh   kreativitas tinggi  dan  rendah terhadap hasil belajar, 3) ada pengaruh kemampuan berpikir analisis tinggi dan rendah terhadap hasil belajar, 4) tidak ada interaksi model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dengan kreativitas dikategorikan tinggi, rendah  terhadap hasil belajar, 5) tidak ada interaksi model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dengan kemampuan berpikir analitis dikategorikan tinggi, rendah  terhadap hasil belajar, 6) ada interaksi   kreativitas dan kemampuan berpikir analitis dikategorikan tinggi, rendah  terhadap hasil belajar, 7) tidak ada interaksi model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dengan kretivitas dan  kemampuan berpikir analitis dikategorikan tinggi, rendah  terhadap hasil belajar.
PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI INQUIRY BASED ON INTERACTIVE DEMONSTRATION UNTUK MEMBERDAYAKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII IA PADA MATERI BIOTEKNOLOGI DI SMA NEGERI 1 MAGELANG Nikmah Nikmah; Sajidan Sajidan; Puguh Karyanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 3 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i3.9452

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan yaitu mengetahui: 1) Karakteristik modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi, 2) Kelayakan modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi, 3) Keefektifan modul biologi inquiry based on interactive demonstration untuk memberdayakan hasil belajar siswa kelas XII IA pada materi bioteknologi di SMAN 1 Magelang. Penelitian menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan (R&D) Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Validasi produk pengembangan dilakukan oleh ahli materi, ahli pengembangan media, ahli perangkat pembelajaran, ahli bahasa, dan praktisi pendidikan. Subyek penelitian dan pengembangan meliputi: Subyek uji coba terbatas (keterbacaan) sejumlah 12 siswa kelas XII IA SMAN 3 Magelang, subyek uji lapangan operasional (keefektifan) sejumlah 26 siswa kelas XII IA-2 sebagai kelas modul dan 24 siswa kelas XII IA-4 sebagai existing class di SMAN 1 Magelang. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) Karakteristik modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi yang dikembangkan sesuai sintaks inquiry based on interactive demonstration meliputi tahap observasi, manipulasi, generalisasi, verifikasi, dan aplikasi; 2) Modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi layak digunakan sebagai bahan ajar baru di sekolah berdasarkan validasi dan uji coba lapangan; 3) Modul biologi inquiry based on interactive demonstration pada materi bioteknologi dinyatakan efektif untuk memberdayakan hasil belajar siswa pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor berdasarkan nilai rata-rata hasil belajar siswa  Kelas Modul lebih besar dari Existing Class.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK SADAR WISATA MUTIARA MAS DALAM PENGELOLAAN INFORMASI KEPARIWISATAAN PANTAI KRAKAL GUNUNG KIDUL Nurmiyati Nurmiyati; Murni Ramli; Puguh Karyanto; Alanindra Saputra
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v4i1.808

Abstract

Managing and packaging information of tourism destination is one of the important components of tourism at the regional level. However, the activities to manage the tourism information at the local level have not been handled well, due to the minimum knowledge and skills of local human resources on how to manage and develop the tourism information system. This community services aimed to empower the Group of Tourism Activist called Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Mutiara Mas to organizing and managing the tourism information of Krakal Beach, which is located at District of Gunung Kidul, DI Yogyakarta Province. The community services had been done in 2015, following some steps, i.e. 1) Exploration and identification the tourism objects, 2) Focus Group Discussion to collect some data from the perspective of local people, 3) Interview to some important figures to explore more information, 4) Do training for participants, and 5) Monitoring the program. Method to empowering the member of POKDARWIS called 3Mp, which is abbreviation of the first M is Mengumpulkan (Collecting), the second M is Mengolah (Processing), the third M is Memberikan (Giving), and the small p is for pelayanan (services). The result of community services were website of Krakal Beach tourism, pamphlet, direction board, and map of Krakal tourism destination. Another result was the establishment of a group of tourism guide called Kelompok Krakal Kreatif (in brief K3), which is a part of POKDARWIS with special tasks, i.e. to manage the information of Krakal tourism, and to guide tourist to know and enjoy the pleasures of Krakal Beach by providing various information services. Key Words: Pokdarwis empowerment, model 3Mp, tourism info, tourism guide, Krakal Beach
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS MODEL INKUIRI TERBIMBING DENGAN TEMA TEKANAN ZAT ALIR DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP/ MTs Endah Setyorini; Puguh Karyanto; Mohammad Masykuri
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 4 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik hasil pengembangan modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari -hari untuk siswa SMP/ MTs; 2) kelayakan dari modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yang dihasilkan ditinjau dari aspek kelayakan isi,  penyajian  materi,  bahasa  dan  gambar,  serta  kegrafisan  berdasarkan  penilaian  dan  peninjauan  dari validator; dan 3) keterampilan proses sains siswa setelah pembelajaran menggunakan modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari - hari. Penelitian dan pengembangan modul IPA terpadu ini menggunakan model 4-D yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Keseluruhan tahapan tersebut telah dilakukan sehingga data yang diperoleh dianalisis lebih lanjut. Desain penelitian yang digunakan adalah one- group pretest-posttest design. Keefektifan modul terhadap keterampilan proses sains dianalisis menggunakan N-gain score. Perbedaan hasil keterampilan proses sains diuji menggunakan paired sample t-test. Penyebaran dilakukan kepada 15 guru IPA untuk mendapatkan umpan balik. Hasil penelitian ini adalah: 1) karakteristik modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu: a) dirancang secara sistematis; b) tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yang ada di dalam modul menggunakan model keterpaduan integrated; c) tahapan inkuiri terbimbing yang ada di dalam modul adalah perumusan masalah, membuat hipotesis, melakukan percobaan, interpretasi data, dan membuat kesimpulan; dan d) modul ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP/ MTs; 2) modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sangat layak untuk digunakan meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP/ MTs ditinjau dari komponen kelayakan isi, kebahasaan dan gambar, penyajian, dan kegrafisan karena masuk pada kategori sangat baik; dan 3) modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari efektif meningkatkan keterampilan proses sains siswa dengan hasil gain score sebesar 0,43 menunjukkan kategori sedang.