Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

a Pengaruh Perubahan Pembelajaran Daring Menjadi Tatap Muka di Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas Tanjungpura Oktariani, Dwi; Sari Djau, Nurmila
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/saintek.v6i1.3154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh perubahan proses pembelajaran mahasiswa Pendidikan Seni Tari Pada Prodi. Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Universitas Tanjungpura, dari sistem pembelajaran daring menjadi pembelajaran tatap muka, setelah Pandemi Covid 19 menurun. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini dilakukan di masa new normal kepada para dosen dan mahasiswa semester 3,5, dan 7 berjumlah 30 orang serta beberapa dosen Prodi Pendidikan Seni pertunjukan FKIP UNTAN. Penelitian ini dikemas dalam bentuk kualitatif deskriptif. Perubahan pembelajaran daring menjadi tatap muka, pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positifnya adalah mahasiswa menjadi antusias pembelajaran tatap muka, mahasiswa mengenal inovasi teknologi media pembelajaran, pelaksanaan perkuliahan lebih fleksibel, hasil belajar dimungkinkan meningkat. Pengaruh negatifnya mahasiswa terkesan individualisme, sebagian mahasiswa tidak mengenal dosen dan angakatan lainnya, sebagian mahasiswa mengerjakan tugas terkesan asal-asalan, dan dosen mengulang kembali materi yang sdah dijelaskan pada pembelajaran daring.
VIDEO PEMBELAJARAN TARI JEPIN KEMBANG MANGGAR UNTUK SISWA SMA DI KOTA PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Satrianingsih, Aline Rizky Oktaviari; Putri Aditya, Mega Cantik; Oktariani, Dwi; Patriantoro, Patriantoro
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 19, No 2 (2023): Vol 19, No 1 (2023): Volume 19, Nomor 2, November 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v19i2.4855

Abstract

The Jepin Kembang Manggar Dance learning video is an alternative traditional dance learning media that is based on Malay culture in West Kalimantan. This learning media was developed using the Research and Development research method. The Jepin Kembang Manggar dance originates from Batu Layang, West Kalimantan, which was created with the aim of remembering that life must have a sense of togetherness, mutual cooperation and joy, because in society you cannot live without other people. The material for this dance is divided into 7 learning videos consisting of movement videos for ragam 1, ragam 2, ragam 3, ragam 4, ragam 5, ragam 6, a video of the posture of holding a manggar, and a performance video of the Jepin Kembang Manggar Dance. This learning video was developed to meet the needs of high school students in the city of Pontianak in studying traditional Malay dance as a medium for instilling and stimulating noble character values. Apart from that, through this video students of senior high schools can improve their skills independently or in groups.
Company Size And Debt To Equity Ratio To Corporate Bond Yield To Maturity: Ukuran Perusahaan Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Yield To Maturity Obligasi Korporasi Ramadhan, Zulfikar; Sutanti; Munawaroh, Azizatul; Oktariani, Dwi
Procedia of Social Sciences and Humanities Vol. 3 (2022): Proceedings of the 1st SENARA 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pssh.v3i.132

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of firm size and debt to equity ratio on the yield to maturity of corporate bonds. The research design is associative with quantitative type. The data used is secondary data in the form of financial reports published by the Indonesia Stock Exchange. The population used is all sectoral companies that issue corporate bonds for the 2017-2020 period listed on the Indonesia Stock Exchange and the Indonesia Central Securities Depository so that the selected population is 109 companies. The sampling technique uses the purposive samplingmethod, so that the selected sample is 4 companies. The analytical method used is multiple linear regression. By doing the classical assumption test, regression equation analysis, and the feasibility test of the regression model in which it is known that firm size has a positive and significant effect on the yield to maturity of corporate bonds, in addition the debt to equity ratio has positive and significant effect. To the yield to maturity of corporate bonds.
Regenerasi Tari Jepin Tembung Panjang di Kota Pontianak: Regeneration of the Jepin Tembung Panjang Dance in Pontianak City Oktariani, Dwi
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 8 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v8i1.22306

Abstract

Tari Jepin Tembung Panjang berkembang di kota Pontianak pada masyarakat melayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebuah proses regenarasi yang terjadi pada Tari Jepin Tembung Panjang agar tetap terjaga kelestariannya. Mengingat bahwa maestro tarian ini yaitu bapak M. Yusuf Dahyani sudah memasuki usia tua dan merupakan satu-satunya seniman yang tersisa sehingga dikhawatirkan tarian ini terancam punah. Metode kualitatif dipilih dalam penelitian ini dengan hasil data yang dituangkan secara deskriptif menggunakan pendekatan etnografi dan sosiologi. Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data-data mengenai proses regenerasi tari Jepin Tembung Panjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses regenerasi tari Jepin Tembung Panjang dilakukan pada pelaku seni yang meneruskannya kepada masyarakat. Proses regenerasi tari Jepin Tembung Panjang terjadi secara tradisional dan modern. Proses regenerasi tradisional melalui ikatan keluarga, orang terdekat dan lingkungan masyarakat. Proses regenerasi secara modern terjadi melalui pemanfaatan kecanggihan media sosial, pelatihan secara virtual atau daring, serta pertunjukan berbentuk video yang dapat dinikmati secara berulang-ilang. Dengan demikian tari jepin tembung Panjang diupayakan kelestariannya dan diwariskan kepada generasi-generasi mendatang.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATERI MEMAHAMI TEKNIK DAN GAYA MENYANYI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM POSING LEARNING Suryani, Sri; Oktariani, Dwi
TACET Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni Vol 1, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tacet.v1i1.59577

Abstract

 Permasalahan dalam penelitian ini ialah rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII pada materi memahami teknik dan gaya menyanyi lagu daerah. Tujuan pada penelitian ini ialah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi memahami teknik dan gaya menyanyi lagu daerah menggunakan model Problem Posing Learning di kelas VIII B SMP Negeri 2 Mempawah Timur. Penelitian ini dipaparkan dalam bentuk deskriptif, yaitu mendeskripsikan hasil analisis peningkatan hasil belajar siswa melalui model Problem Posing Learning..   Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan prosedur penelitian Perencanaan, Tindakan, Observasi, dan Refleksi. Teknik pengumpulan data berupa teknik observasi langsung. Konsep model pembelajaran Problem Posing Learning yakni, diskusi, presentasi, konfirmasi, dan evaluasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII   pada materi memahami teknik dan gaya menyanyi lagu daerah. Penelitian ini dilakukan pada satu kelas yaitu kelas VIII B. Penelitian ini di lakukan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian terdapat peningkatan hasil belajar pada tiap siklusnya. Pada siklus ke I yaitu 50 % dan pada siklus ke II yaitu 95 % , sehingga terjadi peningkatan sebesar 45 %. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Posing Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi memahami teknik dan gaya menyanyi lagu daerah.Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Problem Posing Learning, Teknik dan Gaya Menyanyi
Pilanuk Dance: Forms of Existence and Moral Values "‹"‹in the Kanayatn Dayak Community Oktariani, Dwi
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 15, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v15i2.81814

Abstract

A traditional dance work departs from a value that is owned by an ethnic group. Pilanuk dance is a dance originating from the Kanayatn Dayak tribe in West Borneo. This study discusses the existence o the Pilanuk dance which has succeeded in regenerating it amoung the Kanayatn Dayak community and the wider community. The description o the moral values contained in the Pilanuk dance o the Kanayatn Dayak tribe in West Borneo is based on the philosophy o the Pilanuk dance, the origins of creation, the practice process, and what can be seen from the Pilanuk dance form. Descriptive method to present data in the form o words obtained in the field together with a search of study documentation, and sources who are performers of the Pilanuk dance. This research was conducted in Ambawang district, Kubu raya, West Borneo. The approach taken to obtain data in this study is to use a semiotic and etnochoreologic approach. The results of the study show that the Pilanuk dance contains moral values that are beneficial to people"™s lives. Moral values can be seen from the form of motion and the philosophy on which the Pilanuk dance is created. The moral values in Pilanuk dance include dexterity, ingenuity, vigilance, seriousness, dicipline, entertainment and aestethic, responsibility, cooperation, mutual cooperation, harmony, brotherhood, friendship, the value of truth and the value of honesty.
Fungsi Tari Bigal dalam Upacara Adat Ngensudah Dayak Melahui di Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi Natasia, Angela Dhea; Oktariani, Dwi; Oktaviari Satrianingsih, Aline Rizky
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v3i2.34444

Abstract

Upacara Adat Ngensudah adalah ritual yang bertujuan untuk mencabut larangan atau pantangan dan menghormati kerabat yang telah meninggal. Sejalan dengan arti kata “Ngensudah” yang dalam bahasa Indonesia berarti “selesai”, masyarakat Dayak Melahui percaya bahwa Upacara Adat Ngensudah berfungsi sebagai media untuk mengantarkan arwah orang yang telah meninggal dengan tenang. Oleh karena itu, upacara ini dilaksanakan setiap kali ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Penelitian ini berfokus pada pemahaman fungsi Tari Bigal dalam Upacara Adat Ngensudah pada masyarakat Dayak Melahui di Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat setempat mengenai peran tari tradisional, khususnya Tari Bigal dalam masyarakat Dayak Melahui. Keterlibatan masyarakat setempat dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengetahuan dan apresiasi mereka terhadap Tari Bigal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologi, dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tari Bigal merupakan elemen penting dalam Upacara Adat Ngensudah. Fungsi Tari Bigal dalam Upacara Adat Ngensudah di Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi, adalah untuk melepaskan larangan dan pantangan serta menjadi penyalur arwah orang yang sudah meninggal menuju surga. Tari Bigal memiliki status sakral dalam Upacara Adat Ngensudah dan tidak dapat dipisahkan dari ritual tersebut. Tarian ini juga dianggap sebagai sarana komunikasi dengan roh leluhur. Tarian ini menggabungkan elemen-elemen pendukung seperti kostum, properti, gerakan, dan musik pengiring.
Makna Simbol Properti Tari Bigal dalam Upacara Adat Ngensudah Dayak Melahui di Kabupaten Melawi Crystitha, Crystitha; Oktaviari Satrianingsih, Aline Rizky; Oktariani, Dwi
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v3i2.34521

Abstract

Upacara kematian tradisional seperti ngensudah melepaskan tabu dan menghormati almarhum. Kepercayaan lokal menyatakan bahwa ngensudah mengirim jiwa dan tubuh almarhum untuk beristirahat dengan tenang. Ritual ini berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah kematian. Sebelum ritual ngensudah, banyak prosesi yang akan dilakukan. Renovasi makam keluarga adalah salah satu prosesi. Prosesi upacara tradisional ngensudah memiliki berbagai aspek yang berhubungan dengan tarian. Prosesi ritual ini termasuk tarian Bigal. Tarian Dayak Melahui Bigal sebagian besar dilakukan di perbatasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Tarian ini juga merupakan sub-suku Dayak Ot Danum Ngaju. Upacara adat Ngensudah dan Tarian Bigal adalah salah satu dari sekian banyak adat istiadat yang berhubungan dengan masyarakat Dayak Melahui. Tarian Bigal membutuhkan properti tangan, yang dijalin ke dalam Mandau (parang Suku Dayak) milik penari. Selendang dan nyube (beras kuning, kunyit, jeruk nipis, sirih, pinang, dan rokok) adalah properti lainnya. Tarian ini menggunakan kualitas tertentu. Temaduk, sebuah patung kayu yang menyerupai manusia, menari bersama mereka tanpa menyentuhnya. Toras (patung temaduk) dan Sangkeriak (sesajen yang kuat) adalah aset lainnya. Setiap properti Tari Bigal melambangkan keberadaan Desa Akam. Rasa hormat, kekuatan, keindahan, dan perlindungan diri merupakan hal yang penting dalam masyarakat, seperti halnya menghindari risiko dan selamat di akhirat.
Faktor Kesulitan Belajar Tari Jepin Tembung Panjang bagi Mahasiswa Seni Tari: Difficulty Factors in Learning Jepin Tembung Panjang Dance for Dance Arts Students Oktariani, Dwi
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 8 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v8i2.23536

Abstract

This qualitative descriptive study investigated the learning challenges faced by 50 Performing Arts education students at FKIP UNTAN in mastering the Jepin Tembung Panjang dance, a traditional Malay dance from West Kalimantan, within the Advanced Basic Malay Dance course. Utilizing interviews, documentation, and questionnaires, the research identified both internal and external factors hindering students' progress. Internal difficulties included varying levels of prior dance experience, leading to challenges in synchronizing body movements, and a lack of sensitivity to musical beats due to the use of recorded music. External challenges involved the complexities of mastering the dance's wirasa, wiraga, and wirama components, essential for professional dance competency. The research underscores the necessity of enhancing students' movement skills to elevate their dance proficiency. The findings serve as a valuable resource for evaluating current teaching methodologies and developing future solutions to optimize the Jepin Tembung Panjang dance learning experience, ensuring prospective cultural arts teachers are well-equipped with local traditional dance knowledge for their future careers.
The Existence of the Jepin Langkah Loncat Tiung Sembilan Dance in Pontianak Ricki, Ricki; Oktariani, Dwi; Ismunandar, Ismunandar
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 15, No 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v15i1.76351

Abstract

The development of dance continues to advance in line with people's lives. Traditional dances generally experience developments that are influenced by the surrounding community, whether the community is a supporting or inhibiting factor for the dance. One of the traditional dance arts that has developed to date is the Jepin Langkah Loncat Tiung Sembilan dance which is currently developing in Pontianak and its surroundings. The Jepin Langkah Loncat Tiung Sembilan dance is a Jepin Langkah dance that was originally developed in 1932 by an artist named Salim Kudong in Kalimas Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. In 1947 Salim Kudong taught Jepin Langkah to Mr Yusuf Daiman. Mr. Yusuf Daiman passed it on to the next generation, namely Mr. Sabaruddin, in 1967. Mr. Sabaruddin developed the Jepin Langkah by taking 9 Jepin Langkah   that is langkah bujur (pelebat), langkah gersik, langkah sorong dayung, langkah jarum mesin, langkah betiti batang, langkah baki juadah, langkah tak sampai, langkah loncat tiung, dan langkah besikut so that they become one dance known as the Jepin Langkah Loncat Tiung Sembilan dance. This research aims to describe the existence of the Jepin Langkah Loncat Tiung Sembilan dance. This research uses a qualitative method with an ethnochoreological approach. The existence of the Jepin Langkah Loncat Tiung Sembilan dance cannot be separated from the community, researchers, and government who are supporting factors. Meanwhile, inhibiting factors such as people's interest in studying dance traditions still need greater attention.