Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Dampak Pelatihan Tari Terhadap Rasa Percaya Diri Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Kayong Utara: Dampak Pelatihan Tari Terhadap Rasa Percaya Diri Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Kayong Utara oktariani, dwi
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 12 No. 2 (2024): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v12i2.588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dampak pelatihan tari terhadap rasa percaya diri guru sekolah dasar di Kabupaten Kayong Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang melakukan observasi, wawancara dan mendokumentasikan data serta mengolahnya dalam bentuk kalimat. Hasil penelitian dari analisis data dikumpulkan beserta reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SD yang mengikuti pelatihan gerak dasar tari Melayu dan Dayak Kalimantan Barat tampak memiliki sikap percaya diri. Indikator yang terlihat adalah rasa percaya diri, obyektifitas, optimisme, dan rasa tanggung jawab yang diwujudkan pada saat latihan gerak dasar tari. Pelatihan tari dalam kegiatan pembelajaran gerak dasar tari Melayu dan Dayak menimbulkan dampak rasa percaya diri pada guru
Mengenal Ragam Gerak Tari Tradisional Melalui Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Oktariani, Dwi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15329

Abstract

Abstrak Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) sangat membantu mahasiswa dari seluruh Indonesia dalam mengenal budaya, terutama budaya yang ada di Kalimantan Barat. Penelitian deskriptif kualitatif ini menjabarkan hasil dari pengalaman mahasiswa PMM dalam mengenal ragam gerak tari tradisional di Kalimantan Barat beserta budaya-budayanya dalam bentuk kalimat, bukan angka. Kegiatan ini berlangsung satu semester sebagai salah satu program MBKM. Program ini membantu mahasiswa dalam mempelajari kebudayaan di Kalimantan Barat melalui tari yang mereka pentaskan dalam acara Kegiatan Festival Budaya “KOLASE” Kolaborasi Nusantara Ekuator 2024 yang diadakan di Universitas Tanjungpura. Mahasiswa dapat mempelajari berbagai teknik ragam gerak dasar tari hingga menjadi sebuah karya kreasi baru yang berpijak pada etnis Melayu, Dayak, dan Tionghoa. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam memahami keberagaman budaya, ras, agama, dan suku yang selalu ada dari berbagai pelosok Nusantara membuat mereka menjadi lebih menghargai satu sama lain dan menambah rasa cinta tanah air. Kata Kunci: Mengenal, Gerak Tari, PMM.
PROSES KREATIF PENCIPTAAN TARI RINYUAKNG OLEH GABRIEL ARMANDO Mardianti, Desti; Satrianingsih, Aline Rizky Oktaviari; Oktariani, Dwi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 14, No 7 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v14i7.96725

Abstract

This research aims to find out the creative process of the creation of the Rinyuakng dance by Gabriel Armando and describe the choreographic form of the dance. This form of research uses qualitative and descriptive research methods with a choreographic approach. The collection of research data uses interviews with resource persons, observation and documentation studies. The technique used to test the validity of the data by extended observation and source triangulation. Gabriel Armando's creative process of creating the Rinyuankg Dance departed from the need to fulfill the final assignment at the ISI Yogyakarta Postgraduate School in 2010 which was the first regional son to carry out his final assignment in West Kalimantan. This dance work is also a form of Gabriel's response to the importance of Rinyuakng in the traditional ceremonies of the Dayak Kanayatn community. Based on the results of the research, internal factors that come from oneself and external such as family, work, and society influenced Gabriel Armando when creating the Rinyuakng Dance. The result of the creative process of the Rinyuakng Dance is a work with the theme of the myth of Rinyuakng leaves which has the order of life and customs, customs and guidelines of the Dayak Kanayatn community as part of culture.
Assessment of the Outcomes of Identity in the Merdeka Curriculum at Witri Kindergarten Bengkuluu Oktariani, Dwi; Nirwana, Evi Selva
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 13 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13148198

Abstract

Early Childhood Education (ECED), Merdeka Curriculum, Self-Assessment, Project-Based Learning, Creativity Development, Character Values, Teaching Flexibility, Socio-Emotional Development, TK Witri Bengkulu, Qualitative Method, Literature Study, Document Analysis, Self-Awareness Development, Responsibility, Positive Social Interaction.Early childhood education (ECED) plays an important role in the formation of children's character and identity. This article examines the implementation of Merdeka Curriculum in Witri Kindergarten Bengkulu, which emphasizes project-based learning, creativity, and character values. This research aims to explore the process and impact of early childhood identity assessment in the context of Merdeka Curriculum. Using qualitative methods, the research involved a literature study and document analysis, including child development reports and observation notes. The results show that identity assessment has a positive impact on early childhood learning outcomes. The majority of children show good development in recognizing and expressing emotions, emotional management strategies, initiating and participating in games, resolving conflicts, wanting to try new things, and positive behavior towards the environment. The implementation of Merdeka Curriculum at Witri Kindergarten Bengkulu has succeeded in providing the flexibility needed by teachers to adjust teaching materials and methods to the needs and potential of children, thus supporting the development of their identity optimally. This research provides valuable insights for educators, researchers, and policy makers in an effort to improve the quality of early childhood education in Indonesia. The findings are expected to serve as a model for other schools in developing character and early childhood social-emotional skills through Merdeka Curriculum
PEMANFAATAN APLIKASI TIKTOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SENI TARI TRADISI NUSANTARA PADA REMAJA Oktariani, Dwi
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 13, No 2 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v13i2.64172

Abstract

Media pembelajaran terus mengalami perubahan dari masa ke masa, salah satunya media sosial tiktok yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran tari. Indonesia memiliki kekayaan tari tradisi nusantara yang merupakan warisan budaya tak benda yang wajib dilestarikan karena mengandung nilai-nilai baik yang dapat diteruskan secara turun temurun kepada masyarakat. Tiktok hadir sebagai media sosial yang populer dan mudah digunakan dikalangan masyarakat segala usia. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan aplikasi Tiktok sebagai media pembelajaran seni tari nusantara pada remaja dan factor-faktort pendukung penggunaan tiktok sebagai media pembelajaran bagi para remaja yang terjadi. Penelitian ini menggunakan perspektif dari new media untuk mendiskusikan persoalan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan observasi konten dan Teknik wawancara pada konten kreator serta remaja pengguna aplikasi tiktok yang memanfaatkannya sebagai media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan pemanfaatan tiktok sebagai media pembelajaran seni tari tradisi nusantara dapat memudahkan remaja untuk mengetahui keanekaragaman kesenian tari yang ada di Indonesia, serta membuat para remaja semakin ingin mempelajari dan melestarikannya. Manfaat media sosial tiktok terkait seni tari tradisi nusantara dapat menjadi media pembelajaran yang memudahkan pengguna dalam pengaplikasiannya serta membuat seni tari tradisi nusantara yang beragam menjadi popular, terwariskan, atau ditirukan, dan diterima dilapisan masyarakat daerah setempat, dalam negri maupun luar negeri.
Pelatihan Penciptaan Tari Kreasi bagi Peserta Didik SMA Sederajat di Kota Pontianak dan Sekitarnya Oktaviari Satrianingsih, Aline Rizky; Tindarika, Regaria; Putri Aditya, Mega Cantik; Ismunandar, Ismunandar; Oktariani, Dwi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7660

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan menciptakan karya tari berbasis budaya lokal oleh peserta didik SMA di Kota Pontianak dan sekitarnya. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari kurangnya kesempatan siswa mengembangkan potensi seni tari secara kreatif di sekolah, serta terbatasnya sumber belajar berbasis kearifan lokal. Melalui pendekatan partisipatif dan metode eksplorasi–improvisasi–komposisi, kegiatan dilaksanakan dalam empat tahap: persiapan dan koordinasi, pelatihan dan eksplorasi kreatif, penciptaan karya, serta pementasan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada aspek eksplorasi gerak sebanyak 85%, keberanian tampil 100%, dan pemahaman terhadap budaya lokal 90%. Lima karya tari kreasi tematik berhasil diciptakan yang masing-masing berasal dari mengangkat isu ekologis dan sosial sebagai refleksi kehidupan masyarakat di Kota Pontianak dan sekitarnya. Luaran kegiatan meliputi karya tari, catatan pembelajaran, serta dokumentasi audiovisual yang digunakan guru sebagai bahan ajar dalam pembelajaran seni tari. Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi terhadap penguatan kapasitas keterampilan kreatif siswa, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam upaya pelestarian seni budaya lokal. Hasil PKM ini berpotensi untuk dapat dikembangkan menjadi pembelajaran seni berbasis budaya lokal dan wadah regenerasi seniman muda di Kalimantan Barat.
PELATIHAN KETERAMPILAN PENCIPTAAN TARI KREASI UNTUK SISWA SMA DI KOTA PONTIANAK Satrianingsih, Aline rizky; Tindarika, Regaria; Aditya, Mega cantik Putri; Ismunandar; Oktariani, Dwi; Fretisari, Imma; Djau, Nurmila Sari; Ghozali, Imam; Putra, Zakarias Aria Widyatama; Sagala, Mastri Dihita; Grandena, Egi Putri; Muniir, Asfar; Silaban, Chiristianly Yerry; Olendo, Yudhistira Oscar
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 06 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pelatihan penciptaan tari ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan kreatif peserta didik SMA di Kota Pontianak dalam mencipta karya tari kreasi yang berakar pada budaya lokal. Kegiatan dirancang dengan pendekatan partisipatif berbasis praktik kreatif, yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan program dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu persiapan dan koordinasi dengan sekolah mitra, pelatihan dan eksplorasi gerak, penggarapan karya secara kolaboratif, serta pementasan dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 30 siswa dan 2 guru serta mahasiswa sebagai pendamping proses penciptaan para peserta didik dari SMA di Kota Pontianak dan sekitarnya. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan eksplorasi gerak siswa, dari kondisi awal sekitar 30% menjadi 85% setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, seluruh peserta menunjukkan peningkatan keberanian tampil yang ditandai dengan partisipasi aktif dalam pementasan akhir, serta 90% peserta menyatakan pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai budaya lokal sebagai sumber inspirasi penciptaan tari. Luaran kegiatan berupa lima karya tari kreasi tematik, modul pelatihan singkat, dan dokumentasi audiovisual dimanfaatkan oleh guru sebagai bahan ajar pendukung pembelajaran seni tari. Program ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah serta berpotensi dikembangkan sebagai model pembelajaran seni berbasis budaya lokal di tingkat sekolah menengah.