Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pemberian layanan informasi sebagai upaya pencegahan perundungan verbal pada siswa kelas VIII SMPN 4 Pontianak Halida, Halida; Yuline, Yuline; Wicaksono, Luhur; Putri, Amallia; Yanti, Elli
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27082

Abstract

AbstrakPerundungan verbal merupakan bentuk perilaku kurang baik yang dilakukan menggunakan kata-kata menyakitkan,  memiliki efek buruk. Meskipun perundungan verbal tidak mematikan, namun merusak kepribadian, belajar, sosial dan karier  individu. Penting sekali bagi siswa untuk mengetahui dampak negatif karena mempengaruhi citra diri, emosi dan kondisi psikologis. Tujuan utama yang ingin dicapai dalam program ini adalah  memberikan pengetahuan, pemahaman, mengidentifikasi masalah perundungan verbal, faktor penyebab munculnya perundungan verbal, mengatasi dan menangani kasus sebagai korban perundungan. Program ini diberikan dengan dalam bentuk seminar, materi  perundungan verbal diberikan dalam  video, slide PPT, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab, sharing session dan diskusi. Hasil yang didapat yaitu peserta didik memahami perundungan merupakan masalah etis dan perkembangan yang dapat menghambat perkembangan psikologis individu secara optimal, serta merusak hak asasi manusia. Perundungan verbal dapat mengganggu kesehatan mental, emosional, kesulitan mengembangkan kepercayaan diri, memiliki pandangan negatif terhadap diri sendiri, kesulitan membentuk hubungan yang sehat dan mengisolasi dirinya dari lingkungan sosialnya. Korban perundungan dapat mengembangkan bakat, minat dan  prestasi yang gemilang, agar tidak dijadikan bahan ejekan. Untuk mencegah bertambahnya korban dan pelaku perundungan verbal di sekolah, perlu kerjasama para guru, staf administrasi, para siswa dan orang tua yang dimotori oleh guru bimbingan konseling di sekolah tersebut. Kata kunci: layanan informasi; perundungan verbal; peserta didik SMP Abstract Verbal bullying is a form of misbehavior that is carried out using hurtful words, having adverse effects. Although verbal bullying is not lethal, it damages an individual's personality, learning, social and career. It is important for students to know the negative impact as it affects self-image, emotions and psychological state. The main objectives to be achieved in this program are to provide knowledge, understanding, identifying verbal bullying problems, factors that cause verbal bullying, overcoming and handling cases as victims of bullying. This program is given in the form of a seminar, verbal bullying material is given in the form of videos, PPT slides, then followed by a question and answer session, sharing session and discussion. The results obtained are students understand that bullying is an ethical and developmental problem that can hinder the optimal psychological development of individuals, and damage human rights. Verbal bullying can impair mental health, emotional well-being, difficulty developing self-confidence, having a negative view of oneself, difficulty forming healthy relationships and isolating oneself from their social environment. Victims of bullying can develop their talents, interests and achievements, so as not to be ridiculed. To prevent more victims and perpetrators of verbal bullying in schools, it is necessary to have the cooperation of teachers, administrative staff, students and parents led by the counseling guidance teacher at the school. Keywords: information services; verbal bullying; junior high school students
ANALISIS TERHADAP KONSEP DIRI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 PONTIANAK Apriyanti; Yuline; Putri, Amallia
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i2.11909

Abstract

Konsep diri merupakan salah satu hal terpenting yang dapat mempengaruhi kehidupan seseorang serta merupakan suatu pondasi yang sangat penting untuk keberhasilan seseorang. Bukan hanya keberhasilan dalam bidang akademis, melainkan yang lebih penting adalah keberhasilan hidup. Karena konsep diri merupakan pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri. Peneliti bertujuan menguji konsep diri siswa dan tingkatan konsep diri siswa yang paling dominan pada kelas XI SMA Negeri 5 Pontianak. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif deskriptif dengan bentuk penelitian analisis. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang ditunjukkan pada siswa kelas XI SMA Negeri 5 Pontianak. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 47 peserta didik kelas XI SMA Negeri 5 Pontianak. Berdasarkan hasil analisis data konsep diri pada siswa secara keseluruhan sampel didapatkan hasil sebesar 78% dengan kategori “tinggi” yang berarti konsep diri siswa sudah terlaksana dengan baik di kelas XI SMA Negeri 5 Pontianak.
ANALISIS PELAKSANAAN LAYANAN DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SISWA KELAS VIII DI SMPN 13 PONTIANAK Arian; Yuline; Putri, Amallia
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i3.12035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang analisis layanan dasar bimbingan dan konseling pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Pontianak. Bentuk penelitian menggunakan study survey. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII berjumlah 67 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pengambilan data dengan teknik komunikasi tidak langsung menggunakan angket tertutup yang dibagikan kepada siswa. Analisis data menggunakan persentase correction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan layanan dasar bimbingan dan konseling pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Pontianak dengan persentase 83,25% pada kategori “Baik” yang berarti bahwa bahwa layanan dasar bimbingan dan konseling memang sudah diterapkan dan dapat dikatakan berhasil. Pelaksanan layanan klasikal dengan persentase 84,95% termasuk kategori “Baik”. Pelaksanaan layanan orientasi dengan persentase 85,61% termasuk kategori “Baik”. Pelaksanaan layanan informasi dengan persentase 84,16% termasuk kategori “Baik”. Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan persentase 76,17% termasuk kategori “Baik”. Pelaksanaan layanan pengumpulan data 85,19% termasuk kategori “Baik”. Berdasarkan uraian diatas secara umum analisis layanan dasar bimbingan dan konseling pada siswa kelas VIII sudah tahapan berhasil dilakukan di SMP Negeri 13 Pontianak.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI SISWA BROKEN HOME Pratiwi, Utari Ayunda; Yuline, Yuline; Putri, Amallia
Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi (JUBIKOPS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Barru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56185/jubikops.v5i1.851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan solution focused brief counseling dalam meningkatkan resiliensi siswa broken home di SMP Negeri 1 Sungai Raya. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang mengalami broken home dengan pengambilan sampel sebanyak 6 siswa broken home yang berada pada kategori resiliensi rendah. penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket untuk mengetahui tingkat resiliensi siswa broken home sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok pendekatan SFBC. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor angket resiliensi siswa broken home sebelum diberikan perlakuan berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata persentase sebesar 50% dan setelah diberikan perlakuan mengalami peningkatan sebesar 72% yang masuk pada ketegori sedang. Dari hasil uji hipotesis menggunakan paired sample t-test didapatkan nilai sig. (2 tailed) 0,002<0,05 . Maka H0 ditolak dan Ha ­diterima, yang artinya terjadi peningkatan resiliensi pada siswa broken home. Dapat disimpulkan bahwa solution focused brief counseling efektif untnuk meningkatkan resiliensi siswa broken home di SMP Negeri 1 Sungai Raya.
PENGARUH PENGGUNAAN GAME ONLINE TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 2 SUNGAI KAKAP Apriani, Dinda; Halida; Putri, Amallia
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 3 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i3.12422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan game online terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sungai Kakap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk penelitian studi pengaruh (kausal komperatif studies). Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 responden dari total populasi 137 peserta didik kelas VIII A hingga VIII D. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik komunikasi tidak langsung dengan alat pengumpul data berupa angket yang disebarkan secara langsung kepada peserta didik dan nilai rapor peserta didik semester genap. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Tingkat penggunaan game online pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sungai Kakap masuk dalam kategori sedang dengan persentase 64,53%, (2) Hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sungai Kakap masuk dalam kategori cukup dengan persentase sebesar 77,03%, dan (3) Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pengaruh game online terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sungai Kakap sebesar 32,2%. Hal tersebut sesuai dengan perhitungan regresi linier sederhana, diperoleh persamaan Y = 99,584 – 0,291X Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 < 0,05. Artinya Hₐ diterima dan H₀ ditolak, sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan game online terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sungai Kakap.
MENINGKATKAN KONSEP DIRI ANAK BINAAN DENGAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II SUNGAI RAYA Kurniawati, Dwi Cindy; Asrori, Muhammad; Putri, Amallia
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 17, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v17i2.91214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa baik anak-anak binaan di LPKA Kelas II Sungai Raya Raya merasakan diri mereka sendiri melalui penggunaan Rational Emotive Behavior Therapy. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimental pra-eksperimental dengan desain pretest dan posttest satu kelompok. Pengambilan sampel purposive digunakan bersama dengan teknik pengambilan sampel non-probabilitas untuk mendapatkan sampel. Dari 59 anak binaan, sampel diperoleh dari 8 anak binaan dengan konsep diri terendah. Hasil pre-test % adalah 74,25 dengan hasil persentase kategori rendah dan post-test adalah 157,13 dengan kategori tinggi. Selain itu, nilai sig (2-tailed) adalah 0,000, dan temuan penghitungan T diperoleh dengan menggunakan uji-t sampel berpasangan, yaitu t-70.733. Temuan ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak, menunjukkan bahwa tingkat konsep diri anak-anak binaan sebelum dan sesudah perlakuan berbeda secara signifikan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok yang dikombinasikan dengan Rational Emotive Behavior Therapy membantu menumbuhkan anak-anak binaan dalam fasilitas pengembangan konsep diri yang lebih baik.
Effectiveness of Career Information Services in Career Planning for Junior High School Students Sari, Donata; Astuti, Indri; Putri, Amallia
International Journal of Learning and Instruction (IJLI) Vol 5, No 2 (2023): Oktober 2023 Volume 5 Number 2 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/ijli.v5i2.72108

Abstract

This study aimed to find out how well career information services help students plan their careers. The pre-experimental design method, with one group of pre-and post-test designs, was used in this study. The participants in this study were 261 students in eight grade at SMPN 2 Sungai Raya. They were inspecting utilizing likelihood testing with a straightforward irregular examining strategy. Therefore, 40 students were used as samples in this study. The study's results before students received career information services showed that only 60.80% of students planned their careers, whereas the results after students received career information showed an increase of 78.59%. Based on the results of the Effect Size t-test with Cohen'd at 2.35, it can be concluded that this study improves student career planning. It indicates that career information services play a very large role in enhancing student career planning.  Keywords: Career Information Services, Career Planning, Junior High School Students
Bimbingan dan Konseling sebagai Sarana Meningkatkan Kesadaran dan Penerimaan Diri Remaja dalam Mencegah Perilaku LGBT Halida, Halida; Pu'at, Siti Natijatul; Rusydiana, Marwah; Yuline, Yuline; Putri, Amallia; Yanti, Elli
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.1095

Abstract

Masa remaja merupakan fase kritis dalam perkembangan identitas dan penerimaan diri. Kurangnya pemahaman diri dan pengaruh lingkungan yang tidak sehat dapat mendorong munculnya perilaku yang menyimpang dari norma sosial dan budaya, termasuk perilaku LGBT. Salah satu upaya preventif yang efektif dalam menghadapi permasalahan ini adalah melalui layanan bimbingan dan konseling yang berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan penerimaan diri remaja secara positif. Program ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya mengenali jati diri, membentuk citra diri yang sehat, serta mengarahkan potensi remaja ke arah yang sesuai dengan nilai-nilai moral, agama, dan budaya yang berlaku. Kegiatan dilakukan melalui seminar edukatif, penyampaian materi lewat video dan slide PPT, sesi tanya jawab, diskusi kelompok, serta sharing session untuk membangun empati dan refleksi diri. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya kesadaran diri remaja, kemampuan menerima diri secara utuh tanpa terdorong pada eksplorasi identitas seksual yang menyimpang, serta mampu membangun relasi sosial yang sehat. Dengan adanya program ini, remaja diharapkan mampu memahami dampak jangka panjang dari perilaku LGBT terhadap aspek psikologis, sosial, dan spiritual, serta mampu mengembangkan potensi diri secara optimal sesuai nilai-nilai yang dianut. Keberhasilan program ini membutuhkan sinergi antara guru bimbingan konseling, guru mata pelajaran, orang tua, serta lingkungan sekolah yang suportif terhadap proses pembentukan karakter remaja.
Membangun Generasi Toleran: Strategi Efektif Mencegah Intoleransi di Sekolah Menengah Pertama Putri, Amallia; Wicaksono, Luhur; Halida, Halida; Yuline, Yuline; Yanti, Elli
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 2 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i2.20633

Abstract

Subjek pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Pontianak yang berada pada usia 13 - 16 tahun, fase di mana mereka sering mengalami ketidakstabilan psikologis dan pencarian identitas diri sehingga rentan terhadap pengaruh negatif seperti keterlibatan dalam tawuran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengurangi kasus kekerasan di kalangan remaja, seperti perundungan yang menunjukkan kurangnya sikap toleransi. Program ini bertujuan membentuk karakter toleransi pada siswa melalui seminar pencegahan sikap intoleransi. Metode yang digunakan mencakup diskusi, praktik dan permainan interaktif. Kegiatan ini melibatkan 70 siswa dari dua kelas, dosen, guru, serta mahasiswa bimbingan dan konseling. Siswa berpartisipasi aktif dalam seminar, menunjukkan kebutuhan mereka untuk memahami dan mengatasi intoleransi di kalangan mereka. Interaksi dan diskusi yang terjadi selama kegiatan memperkaya pengalaman siswa tentang toleransi dan membangun empati yang penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat. Evaluasi menunjukkan tanggapan positif dari siswa, terlihat dari antusiasme mereka selama berlangsungnya kegiatan.
STUDI KASUS TENTANG PESERTA DIDIK YANG MENGALAMI KECANDUAN GAME ONLINE DI SMP NURUL ISLAM KUBU RAYA Santosa, Anggi Anggraini; Astuti, Indri; Putri, Amallia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 13, No 2 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v13i2.74251

Abstract

This research aims to determine the factors that cause online game addiction, the consequences, and strategies for handling cases among students at Nurul Islam Middle School, Kubu Raya. Using a qualitative approach with descriptive methods, using a case study research design. The case subjects consisted of two people, RA and MU. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. The alternative given to the two case subjects was the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling model; cognitive discord techniques, emotion regulation, behavioral techniques and directive counseling. The subject of Case I, the factors are boredom, limited social interaction, enjoyment of playing, financial gain, and enjoyment of playing online games. The impact is decreased achievement, lack of focus in studying, social isolation, health problems, falling asleep in class, neglecting assignments, and being late for school. As a result of treatment, Case Subject I demonstrated improvements in time management for positive activities, desire to break away from gaming addiction, willingness to socialize, increased focus on studies, and improved overall well-being. In Case Subject II, factors include trying games because of the family environment, boredom, seeking attention, and rationalizing excessive gaming as a form of self-esteem. The impact is decreased academic achievement, neglected assignments, health problems, and lack of focus on learning. After being accompanied, Subject II demonstrated the ability to appreciate and utilize time, understand that excessive gaming is detrimental, not neglect tasks, increase focus on learning, and manage the internet wisely