Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh latihan dan konseling gizi terhadap perubahan status gizi dewasa obesitas Nazhif Gifari; Mury Kuswari; Rachmanida Nuzrina; Pratiwi Pratiwi; Fitrianita Wulandari
Ilmu Gizi Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v4i2.190

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi lebih pada orang dewasa mengalami kenaikan, salah satu cara mengatasinya adalah dengan latihan dan pengaturan pola makan. Pemberian latihan dan konseling gizi yang baik dapat memperbaiki status gizi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian latihan dan konseling gizi terhadap perubahan status gizi usia dewasa. Metode: Desain penelitian adalah quasi experimental dengan metode the one group pre-post test design. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dengan subjek sebanyak 27 orang obesitas (IMT 33,6±9 kg/m2 ). Data yang dikumpulkan meliputi pengukuran antropometri, wawancara dan food record 2x24 jam. Data status gizi yang diambil meliputi berat badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), percent body fat (PBF), massa otot dan visceral fat. Pemberian program latihan (moderate dan high intensity) sebanyak tiga kali seminggu dan pemberian konseling gizi sebanyak satu kali per minggu selama 12 minggu. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian latihan dan konseling gizi untuk memperbaiki status gizi, yaitu penurunan berat badan, IMT, percent body fat (PBF), dan visceral fat (-2,8±4,5 kg; -1,0±1,6 kg/m2 ; -1,5±3,2%; -0,5±0,9) (p<0,05). Namun, tidak terdapat pengaruh terhadap perbaikan asupan zat gizi makro (protein, lemak dan karbohidrat) (p>0,05). Kesimpulan: Pemberian kombinasi latihan dan konseling gizi selama 12 minggu efektif dalam memperbaiki status gizi.
Pembuatan Snackbar sebagai Makanan Tambahan Olahraga sebagai Sumber Tinggi Kalori Shinta Shinthia Dewi; Reza Fadhilla; Mury Kuswari; Khairizka Citra Palupi; Dessy Aryanti Utami
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 11, No 2 (2021): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.11.2.2021.100-110

Abstract

Latar Belakang: Salah satu permasalahan yang timbul dari kekurangan stamina dan daya tahan tubuh atlet menjadi permasalahan utama pada atlet olahraga karena dapat mempengaruhi hasil prestasi olahraga atlet. Prestasi atlet oleh asupan sehari-hari atlet selain itu pada waktu 2-3 jam sebelum pertandingan dapat diberikan camilan agar mudah dikonsumsi dan mudah dibawa kemana-mana. Tujuan: Menganalisis daya terima (aroma, warna, tekstur, rasa dan keseluruhan) dan menganalisis kandungan zat gizi snackbar tepung kacang hijau dengan penambahan tepung jagung. Metode:Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan Desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan membandingkan 3 formulasi dari berbagai jenis formulasi tepung kacamg hijau dan tepung jagung yang ditambahkan ke produk snackbar yaitu F0 (0gr: 100gr), F1 (50gr: 50gr), dan F2 (100gr: 0gr). pengujian Zat Gizi yang dilakukan uji kadar proksimat. Penilaian Organoleptik menggunakan Formulir Likert dengan skala 1-5 terhadap 30 panelis konsumen Uji statistik yang digunakan adalah One Way Anova dengan uji lanjut Duncan. Hasil:Berdasarkan Penilaian Hasil Zat Gizi dan panelis konsumen yang terpilih terpilih adalah F1 dengan kadar air 13,56 gr, kadar abu 1,85 gr, protein 25,56 gr, lemak 9,35 gr, karbohidrat 49,67 gr dan energi 466, 14 kkal. Kesimpulan: Adanya pengaruh penambahan tepung jagung terhadap nilai gizi snackbar. Ada perbedaan yang signifikan terhadap warna, rasa dan aroma. Kata kunci : Snackbar , tepung kacang hijau, tepung jagung, marathonLatar Belakang: Salah satu permasalahan yang timbul yaitu kurangnya stamina dan daya tahan tubuh atlet menjadi permasalahan utama pada atlet olahraga karena dapat mempengaruhi hasil prestasi olahraga atlet. prestasi atlet dipengaruhi oleh asupan sehari-hari atlet selain itu pada waktu 2-3 jam sebelum pertandingan dapat diberikan snack agar mudah dikonsumsi secara ringkas dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Tujuan: Menganalisis daya terima (aroma, warna, tekstur, rasa dan keseluruhan) dan menganalisis kandungan zat gizi snackbar tepung kacang hijau dengan penambahan tepung jagung. Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan Desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan membandingkan 3 formulasi dari berbagai jenis formulasi tepung kacamg hijau dan tepung jagung yang ditambahkan ke produk snackbar yaitu F0(0gr:100gr), F1(50gr:50gr), dan F2(100gr:0gr). pengujian Zat Gizi yang dilakukan uji kadar proksimat. Penilaian Organoleptik menggunakan Form Likert dengan skala 1-5 terhadap 30 panelis konsumen Uji statistik yang digunakan adalah One Way Anova dengan uji lanjut Duncan. Hasil : Berdasarkan  Penilaian Hasil Zat Gizi dan panelis konsumen didapat formulasi terpilih adalah F1 dengan kadar air 13,56 gr, kadar abu 1,85 gr, protein 25,56 gr, lemak 9,35 gr, karbohidrat 49,67 gr dan energi 466,14 kkal. Kesimpulan: Adanya pengaruh penambahan tepung jagung terhadap nilai gizi snackbar. Ada perbedaan yang signifikan terhadap warna, rasa dan aroma.
Perbedaan Pemilihan Makanan dan Faktor yang Berkaitan pada Remaja Putri di SMA Daerah Kota dan Kabupaten Ovi Eka Faradila; Mury Kuswari; Nazhif Gifari
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2019.3.2.3406

Abstract

This study was aimed to analyze differences in food selection and factors related to adolescent girls in the urban and rural high schools. The sampling technique used is the sample size difference of 2 proportions. Data was collected by giving questionnaires to respondents which included food choices and its related factors such as social media, body image, nutritional knowledge, food labels, and peers. Body weight and height used to measure the anthropometric data. The statistical test used in this research was the t-test. There were no differences in food choices, use of social media, perception of actual body shape, perception of desired body shape, and perception of ideal body shape in urban and rural (p 0,05). There were differences in actual body shape with BMI, nutritional knowledge, understanding food labels , and peer influence in rural and urban (p 0,05). Found differences in perceptions of actual body shape with BMI, nutritional knowledge, understanding food labels, and peer influence in urban and rural areas. There were no differences in food choices, but there were differences in factors related.
Effect of Nutritional Counseling and Stretching Exercises Programs on Nutritional Status and Nutrition Intake Nazhif Gifari; Mury Kuswari; Dea Azza
Darussalam Nutrition Journal Vol 2, No 1 (2018): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v2i1.1908

Abstract

The objective of this study was to analyze the effect of nutritional counselling and stretching exercises programs on nutritional intake and nutritional status at Indofood Sukses Makmur Company, Jakarta. The design of this study was used quasy experiment research using one group pre test and post test design and the subject used was purposive sampling on 35 employees by anthropometric measurement, body compotision and food recall 2x24 hours. Interventions provided are nutritional counselling through meetings once per month and social media by whatsapp apps 3-5 times per week and stretching exercises program 10 times per week for 14 weeks. The result showed that there were significantly decreased in weight (1.6 kg), Body Mass Index (BMI) of 0.7 kg/m2 and Body Fat Percentage (BFP) of 0.8% with p-value<0.05. The increase nutrient intake (energy, protein, fat and carbohydrate) but only protein intake was significant effect (p<0.05) of intervention. This implied that combination of nutritional counselling and stretching exercises programs was effective to maintenance nutritional status.
Pengetahuan gizi seimbang calon pengantin di beberapa kantor urusan agama (KUA) Jakarta Barat Vitria Melani; Mury Kuswari
Darussalam Nutrition Journal Vol 3, No 1 (2019): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v3i1.3030

Abstract

Latar belakang. Calon pengantin (catin) merupakan kelompok yang perlu diperhatikan dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Salah satu hal yang perlu dipahami oleh mereka adalah mengenai Pedoman Gizi Seimbang. Pengaruh kekurangan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yaitu sejak janin sampai anak berumur dua tahun, tidak hanya terhadap perkembangan fisik, tetapi juga terhadap perkembangan kognitif yang nantinya berpengaruh terhadap kecerdasan dan ketangkasan berpikir serta produktivitas kerja. Kekurangan gizi pada masa ini juga dikaitkan dengan risiko terjadinya penyakit kronis pada usia dewasa, yaitu penyakit jantung, hipertensi, stroke dan diabetes. Agar tidak terjadi masalah kurang gizi pada 1000 HPK, maka calon pengantin perlu menerapkan pedoman gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan. Menganalisis perbedaan pengetahuan gizi seimbang pada calon pengantin berdasarkan status sosial yang berbeda. Metode. Penelitian dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kebon Jeruk dan Palmerah, Jakarta Barat pada bulan Agustus-Oktober 2018 dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 56 calon pengantin laki-laki dan 56 calon pengantin wanita. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar calon pengantin memiliki pengetahuan gizi seimbang yang kurang dengan skor rata-rata 47.589±13.882 pada catin laki-laki dan 48.482±14.614 pada catin wanita. Hasil uji t test independen menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan gizi catin berdasarkan tingkat pendidikan dan pendapatan (pv ≤ 0.05). Namun tidak terdapat perbedaan pengetahuan gizi catin berdasarkan jenis kelamin (pv > 0.05). Kesimpulan. Terdapat perbedaan pengetahuan mengenai gizi seimbang berdasarkan tingkat pendidikan dan pendapatan pada calon pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kebon Jeruk dan Palmerah, Jakarta Barat.
EDUKASI GIZI SEIMBANG DAN AKTIVITAS FISIK DALAM UPAYA PENCEGAHAN OBESITAS REMAJA Nazhif Gifari; Rachmanida Nuzrina; Putri Ronitawati; Laras Sitoayu; Mury Kuswari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.273 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i1.1749

Abstract

Abstrak: Masalah obesitas pada remaja akan berdampak pada risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) saat dewasa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan gizi seimbang dan aktivitas fisik bagi remaja di DKI Jakarta. Masalah gizi lebih pada remaja dapat diatasi dengan menerapkan gizi seimbang dan membiasakan melakukan aktivitas fisik setiap hari. Sebanyak 50 siswa obesitas dari kelas X dan XI siswa dengan status gizi obesitas. Kegiatan ini dengan dilakukan dengan beberapa tahap kegiatan, pmeberian teori dan aplikasi materi gizi seimbang dan juga pemberian teori serta praktek melalui gerakan sederhana untuk melakukan aktivitas fisik. Semua peserta sangat antusiasme untuk mengikuti tiap materi serta gerakan-gerakan aktivitas fisik sehingga diharapkan dapat dilakukan setiap hari, tidak hanya di sekolah namun di rumah juga dapat melakukan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meingkatkan kualitas kesehatan remaja serta dapat diimplementasi dalam bentuk program berkelanjutan oleh para civitas akademik di Sekolah.Abstract: The obesity problems in adolescents will have an impact on the risk of non-communicable diseases (NCD) as adults. This objective of this activity to increase knowledge of a balanced diet and physical activity for teenagers in DKI Jakarta. The obesity problem in adolescents can preventive by implementing a balanced diet and getting into physical activity every day. The subjects were 50 obese high school students (X and XI high school). This activity is carried out with several stages of activity, providing theories and application of a balanced nutritious diet and also providing theory and practice through a simple exercise to carry out physical activities. All participants were very enthusiastic to follow each material and physical activity so that it was expected to be done not only at school but at home. The results of these community activities are expected to improve the quality of adolescent health and can be implemented in the form of programs by the academic community at the School
LATIHAN BOOTCAMP MEMBANTU MENINGKATKAN KEBUGARAN KARYAWAN INDOFOOD Mury Kuswari; Nazhif Gifari; Rachmanida Nuzrina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.032 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i1.1781

Abstract

Abstrak: Program latihan atau olahraga ditempat kerja merupakan salah satu kegiatan yang memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan dan kebugaran karyawan. Produktivitas kerja dan menurunkan berbagai macam resiko penyakit tidak menular. Salah satu latihah yang popular dan cocok untuk karyawan adalah latihan Bootcamp. Kegiatan ini dilakukan pada karyawan Indofood sebanyak 70 orang. Bootcamp terdiri dari 10 pos yang dirancang untuk melatih seluruh anggota tubuh agar hasilnya lebih optimal. Seluruh karyawan sangat senang dan bersemangat mengikuti latihan Bootcamp ini karena gerakannya sangat mudah tetapi membutuhkan energi yang lumayan besar serta meningkatkan kebersamaan antar karyawan. Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kebugaran serta produktivitas karyawan dan dapat diaplikasikan pada berbagai perusaaan di Indonesia.Abstract:  Workout or exercise programs at work are one of the activities that have many benefits to the health and fitness of employees. Work productivity and reduce various risks of non-communicable diseases. One of the most popular and suitable trainings for employees is Bootcamp training. This activity was carried out on 70 Indofood employees. Bootcamp consists of 10 posts designed to train all members of the body so that the results are more optimal. All employees are very happy and eager to take part in this Bootcamp training because the movements are very easy but require a considerable amount of energy and increase togetherness between employees. The results of community service are expected to improve employee fitness and productivity and can be applied to various companies in Indonesia
Senam Irama Lagu Gizi Seimbang Meningkatkan Kebugaran Pada Anak Sekolah Een Juliasti; Mury Kuswari; Idrus Jus’at
Journal Sport Area Vol 5 No 1 (2020): Juni
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.588 KB) | DOI: 10.25299/sportarea.2020.vol5(1).4053

Abstract

Physical activity on students in Jakarta is the lowest if it is compared to various regions in Indonesia. The low physical activity has an impact on the declining of health and fitness so that it affects toward the risk of various non-communicable diseases. The purpose of this research is to know the influence of gymnastics rhythm of Gizi Seimbang’s song to the level of fitness on students in State Elementary School Kebon Jeruk 08 Pagi West Jakarta. The type of research uses design experimental quasi research with design of Pre test - post test group control design. This design involves two groups of subjects, one is given an experimental group and one group is not enforced (control group). The population of this study are children aged 10-12 years old with 60 respondents (30 students of gymnastic group and 30 control group students) with gymnastics 3x/week for 12 times. Data analysis use t-dependent test, wilcoxon test because the data is not normally distributed. The result of the research shows that there is the influence of rhythmic gymnastics of Gizi Seimbang’s song to the significant fitness level (p value = 0.0001). Based on the results of this study, gymnastics rhythm of Gizi Seimbang’s song increases the level of fitness compared with control group on students in State Elementary School Kebon Jeruk 08 Pagi West Jakarta.
Effect of tele-exercise versus combination of tele-exercise with tele-counselling on obese office employee’s weight loss Mury Kuswari; Rimbawan Rimbawan; Hardinsyah Hardinsyah; Mira Dewi; Nazhif Gifari
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v6i2.7710

Abstract

Obesity is one of five death risks globally. This is worsened by the increasing sedentary nature of work, where adults spend most of their time. The ongoing COVID-19 pandemic causes many employees to work from home. Online exercise in home or tele-exercise may potentially manage this. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of tele-exercise on decreasing body weight of obese employee, or if it must be combined with nutrition tele-counseling. The design of this study is Pre-Post-Test Quasi-Experimental. This study was conducted on obese office employee in Jakarta with two intervention groups, one who receive tele-exercise intervention and the other who receive tele-exercise and nutrition tele-counseling. Subjects were divided into tele-exercise (n=25) and tele-exercise and nutrition tele-counseling (n=38). Subjects received tele-exercise 30 minutes per session, three sessions per week for six weeks. Tele-counseling was done by WhatsApp application every day, consisting of balanced nutrition education and calorie restriction for weight loss. Paired t-test was done on subject’s body weight before and after intervention. The group who received tele-exercise and tele-counseling experienced weight loss significantly with average bodyweight from 77.36±11.83 kg to 75.49±11.58 kg (Δ=-1.87 kg, p<0.05), while the same didn’t happen on another group (Δ=0.36, p>0.05). This research showed that tele-exercise is not very effective on decreasing obese office employee’s body weight, but must be combined with nutrition tele-exercise to achieve significant weight loss.
Relationship of Energy Intake, Macro and Micro Nutrients to Physical Fitness of Athletes of Dyva Taekwondo Centre Cibinong Mury Kuswari; Fitri Handayani; Nazhif Gifari; Rachmanida Nuzrina
JUARA : Jurnal Olahraga Vol 5 No 1 (2020): JUARA: Jurnal Olahraga
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/juara.v5i1.572

Abstract

Physical Fitness is the ability to do daily activities easily, without getting tired excessive, and has a power reserve to rest. VO2max is a main factor for athletes in order to get a good performance. This study aims to determine the relationship of energy intake, macro and micro nutrients to physical fitness of athletes of Dyva Taekwondo Centre Cibinong. This study used cross sectional design research. The number of respondents was 30 athletes determined by total sampling. The consumption energy and macronutrients were measured by 3x24 hour recall method, whereas intake of micronutrients data was obtained using semy FFQ. Variable relationships were tasted using Pearson Correlation. The result showed that the average age of respondents was 14±1 years, energy intake 2259±571 kkal, protein 73±15 g, fat 51,7±8,9 g, carbohydrate 259±57 g, vitamin B1 1,15±0,4 mg, vitamin C 230±81,7 mg, fe 21±4,5 mg and fitness level 35,69±7,2 kg/ml/minute. There was relationship of energy intake (p= 0,0001), carbohydrate (p=0,0001), vitamin C (p=0,0001), fe (p=0,007 and fitness level. There was no correlation between fat intake, protein, vitamin B1 and fitness level (p=0,081, p=0,497, p=0,383). Intake of energy, carbohydrate, vitamin C, and fe does relate to physical fitness of athletes of Dyva Taekwondo Centre Cibinong. Athletes are advised to consume food according to their daily needs in order to maintain their fitness therefore, they can achieve optimal performance.