Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Asupan Zat Besi, Kadar Hb dan Kebugaran Jasmani Remaja Vegetarian di Pusdiklat Buddhis Maitreyawira Laras Sitoayu; Nur Yuslaili; Mury Kuswari
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 2 No 1 (2020): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.217 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2020.2.1.2619

Abstract

Orang yang hanya mengonsumsi produk yang berasal dari tumbuhan (nabati) dengan atau tanpa susu dan telur, namun secara keseluruhan menghindari konsumsi daging, unggas dan hewan laut disebut vegetarian. Menurut penelitian, 3% anak dengan rentang usia 8-18 tahun menjadi vegetarian dan 1% nya menjadi vegan. Hasil penelitian terkait kebugaran di Indonesia menunjukkan kondisi kebugaran remaja sebesar 43.90% masuk dalam kategori kurang. Faktor yang menyebabkan kurangnya kebugaran pada remaja antara lain asupan zat besi dan kadar Hb. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi asupan zat besi dan kadar Hb dengan kebugaran jasmani remaja vegetarian usia 16-19 tahun di Pusdiklat Buddhis Maitreyawira. Desain penelitian ini cross sectional study, cara pengambilan sampel dengan total random sampling dan menggunakan uji spearman rank. Hasil dari uji statistik didapatkan ada hubungan antara asupan zat besi (p = 0.002) dan kadar Hb (p = 0.014) dan kebugaran jasmani pada remaja vegetarian usia 16-19 tahun di Pusdiklat Buddhis Maitreyawira. Meskipun menjadi remaja vegetarian, namun tetap harus memperhatikan asupan zat besi dan kadar Hb di dalam tubuh agar tetap bugar. Konsumsi asupan zat besi minimal 15 mg untuk remaja laki-laki dan 26 mg untuk remaja perempuan.
Pengaruh Program Latihan Olahraga dan Edukasi Gizi Terhadap Komposisi Tubuh, Lingkar Perut dan Lingkar Panggul pada Wanita Usia Produktif di Depok Amelia Avissa; Mury Kuswari; Rachmanida Nuzrina; Nazhif Gifari; Vitria Melani
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 2 No 2 (2021): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.776 KB) | DOI: 10.20884/1.paju.2021.2.2.3947

Abstract

Data prevalensi obesitas di seluruh dunia meningkat dua kali lipat antara tahun 1980 dan 2014. Meningkatnya obesitas tidak lepas dari gaya hidup, seperti menurunnya aktivitas fisik. Edukasi gizi baik melalui penyuluhan, konseling ataupun berbagai metode lainnya merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah masalah gizi. Program latihan olahraga dan edukasi gizi adalah cara yang tepat untuk melihat seberapa besar pengaruh terhadap status gizi di pusat kebugaran khusus wanita seperti di Duadua Studio Depok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh program latihan olahraga dan edukasi gizi terhadap komposisi tubuh, lingkar perut dan lingkar panggul pada peserta olahraga di pusat kebugaran Duadua Studio Depok. Penelitian ini menggunakan desain One Group Pretest-Posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik longitudinal dengan sampel berjumlah 34 orang. Analisis data menggunakan Uji t-paired. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan dari program latihan olahraga dan edukasi gizi terhadap komposisi tubuh dan lingkar perut (p<0,05). Namun, tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap lingkar panggul (p>0,05). Terdapat pengaruh program latihan olahraga dan edukasi gizi terhadap komposisi tubuh dan lingkar perut. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap lingkar panggul pada peserta olahraga di pusat kebugaran di Duadua Studio Depok. Pada penelitian selanjutnya perlu menggunakan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, hal tersebut dapat menjadikan kelompok pembanding pada saat penelitian
Sering Konsumsi Kudapan Asin Berkaitan dengan Kenaikan Indeks Massa Tubuh Dewasa Muda Aodrey Amelia Rania Nur Hanifah; Dudung Angkasa; Yulia Wahyuni; Mury Kuswari; Harna Harna
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2023.7.1.15037

Abstract

The current study is aimed at examining the relationship between exposure to fast food promotion, consumption of obesogenic food, and body mass index in early adulthood. This cross-sectional study involved 76 respondents aged 26–35 years. Those with personal mobile phones and social media accounts are included in this study. Exposure to fast food promotion (FFP) was assessed by structured questionnaires, while obesogenic food consumption (OBC) was determined by a semi-quantitative food frequency questionnaire. Body mass index (BMI) was drawn from weight and height measurements. A Spearman analysis was performed to find the correlation. This study found that neither the total score in FFP nor the total grams in OBC were associated with BMI. Interestingly, upon item analysis, one item in OBC (highly salted food) was significantly associated with BMI (r = 0.230, p-value = 0.046). Nutrition and health education specific to the reduction of salty foods should be promoted among young adults to prevent obesity. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan promosi makanan cepat saji, konsumsi makanan obesogenik, dan indeks massa tubuh pada masa dewasa awal. Studi menggunakan rancangan potong lintang yang melibatkan 76 responden berusia 26-35 tahun yang dipilih secara purposive. Mereka yang memiliki ponsel pribadi dan media sosial termasuk dalam penelitian ini. Paparan promosi makanan cepat saji dinilai dengan kuesioner terstruktur yang terdiri dari tujuh item (nomor) pertanyaan tervalidasi sedangkan konsumsi makanan obesogenik ditentukan oleh Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Indeks massa tubuh (IMT) diambil dari pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis korelasi Spearman dilakukan untuk menemukan hubungan. Penelitian ini menemukan bahwa baik skor total dalam paparan promosi makanan cepat saji maupun total konsumsi makanan obesogenik tidak terkait dengan IMT. Menariknya, setelah analisis item, satu item dalam perilaku konsumsi makanan obesogenik (konsumsi kudapan asin) secara signifikan dikaitkan dengan IMT (r= 0,230, p-value = 0,046). Pendidikan gizi dan kesehatan terkait pembatasan konsumsi kudapan asin harus dipromosikan di kalangan orang dewasa awal untuk mencegah obesitas.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, KETERSEDIAAN PANGAN RUMAH TANGGA, DAN KONSUMSI SAYURAN PADA MASYARAKAT PENERIMA P2KP DAN NON P2KP Rahmawati Rasidin; Prita Dhyani Swamilaksita; Vitria Melani; Putri Ronitawati; Mury Kuswari
Journal of Nutrition College Vol 12, No 3 (2023): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i3.36723

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan bagian dari Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Penerima program ini merupakan sekelompk wanita yang tergabung dalam kelompok wanita tani. Melalui program ini diharapkan masyarakat penerima program memiliki pengetahuan gizi yang lebih baik dan tercapainya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, terutama pada aspek ketersediaan dan konsumsi pangan, khususnya pada konsumsi sayuran.Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan gizi, ketersediaan pangan rumah tangga, dan konsumsi sayuran pada masyarakat penerima P2KP dan Non-P2KP.Metode: Penetian ini dilakukan pada bulan Maret 2021 – Agustus 2022 menggunakan analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 43 penerima P2KP dan 43 Non-P2KP. Pengambilan data tingkat pengetahuan gizi menggunakan kuesioner pengetahuan gizi, pada ketersediaan pangan rumah tangga menggunakan kuesioner HFIAS (Household Food Insecurity Access Scale), serta konsumsi sayuran menggunakan kuesioner FFQ (Food Frequency Questionnaire). Analisis data menggunakan uji statistik t-test independen dan Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil: Pada penerima P2KP nilai rata-rata tingkat pengetahuan gizi sebesar 93,00 sedangkan pada Non-P2KP memiliki nilai rata-rata 82,10 yang menunjukkan ada perbedaan dengan nilai (p=0,001). Pada variabel ketersedian pangan rumah tangga penerima P2KP memiliki skor nilai rata-rata 2,27 dan Non-P2KP memiliki skor nilai rata-rata sebesar 5,18 dengan nilai (p=0,001). Pada variabel konsumsi sayuran, penerima P2KP mengonsumsi rata-arta 25,276 kali per bulan, sedangkan pada Non-P2KP 9,102 kali per bulan (p=0,001).Simpulan: Ada perbedaan tingkat pengetahuan gizi, ketersediaan pangan rumah tangga, dan konsumsi sayuran pada masyarakat Penerima P2KP dan Non-P2KP. 
OPTIMALISASI PROGRAM TELE-EXERCISE DAN GIZI DI FITNESS CENTER TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI, KESEHATAN, KEBUGARAN SERTA PRODUKTIVITAS KARYAWAN Mury Kuswari; Juli Candra; Jerry Maratis; Falik Hutasuhut; Nazhif Gifari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17649

Abstract

Abstrak: Kegemukan merupakan permasalahan yang menyebakan peningkatan risiko berbagai penyakit tidak menular serta menurunkan produktivitas pekerja. Terdapat tiga bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu; Peningkatan pelayanan dengan kegiatan merancang program olahraga yang efektif dan efisien dalam mengatasi permasalahan keterbatasan waktu member untuk berlatih di gym; Bidang kesehatan melakukan pengukuran status gizi dan kebugaran member untuk memberikan gambaran dan membuat program olahraga yang spesifik sesuai dengan kondisi kesehatan member; dan Digital, yaitu dengan menggunakan metode tele-exercise yang memanfaatkan Zoom meeting untuk latihan yang dapat dilakukan darimana saja tanpa harus datang langsung ke fitness center. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tele-exercise member gym. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Fitness center Nevaquit gym di Depok. Sasaran pada kegiatan ini yaitu anggota Nevaquit gym yang berjumlah 15 orang. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang bergerak secara sinergis dan terdiri dari tim multidisiplin. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa semua peserta meningkat pengetahuan dan sikapa terhadap tele-exercise secara signifikan (p<0.05).Abstract: Obesity is a serious problem that increases the risk of various non-communicable diseases and reduces worker productivity. To combat this issue, our team has implemented three activities. Firstly, we designed sports programs that are effective and efficient for gym members who have limited time to train. Secondly, we assess our members' nutritional and fitness status to provide personalized exercise programs according to their health condition. Lastly, we utilize tele-exercise methods through Zoom meetings, enabling gym members to exercise from anywhere without having to be physically present at the gym. Our community service activity is to enhance the knowledge and attitudes of gym members towards tele-exercise. Our community service activity took place at the Nevaquit Gym Fitness Center in Depok and targeted 15 gym members. Our multidisciplinary team conducted several stages of this activity, showing significant improvement in participants' knowledge and attitude towards tele-exercise (p<0.05).
Nutrihocky Board Game meningkatkan pengetahuan dan sikap picky eater pada anak sekolah dasar Rachmanida Nuzrina; Dhea Mardani Nur Mardani; Mury Kuswari; Laras Sitoayu; Lintang Purwara Dewanti
Ilmu Gizi Indonesia Vol 7, No 2 (2024): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v7i2.442

Abstract

Latar Belakang: Picky eater merupakan suatu gangguan pola makan yang sering terjadi pada anak usia sekolah. Kurangnya paparan edukasi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya pemahaman mengenai Picky Eater pada anak usia sekolah. Inovasi metode edukasi dengan modifikasi permainan anak “Nutrihocky Board Game” dapat menjadi alternatif inovasi media edukasi untuk anak usia sekolah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Nutrihocky Board Game terhadap pengetahuan dan sikap picky eater anak usia sekolah dasar usia 9−11 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan disain Quasi Experimental dengan rancangan pre−posttest control grup desain yang melibatkan 56 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan Paired Sampel T-Test, uji Wilcoxon untuk menganalisis perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi dan Independent T-Test untuk mengetahui perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil: Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap terhadap picky eater yang signifikan (p<0,05) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi menggunakan media Nutrihocky Board Game pada kelompok intervensi. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap terhadap picky eater yang signifikan (p<0,05) antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulan: Permainan Nutrihocky Board Game dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap anak usia sekolah sehingga dapat digunakan sebagai media edukasi.
Status Gizi, Kebiasaan Sarapan Dengan Produktivitas Kerja Karyawan Startup Jakarta Alda Luna Maedah; Laras Sitoayu; Vitria Melani; Mury Kuswari; Rachmanida Nuzrina
Jurnal Gizi Kerja dan Produktivitas Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jgkp.v4i2.24927

Abstract

Produktivitas kerja karyawan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas kinerja sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien. Produktivitas karyawan yang tinggi akan menghasilkan pencapaian yang maksimal dalam pekerjaan. Produktivitas kerja dipengaruhi oleh berbagai hal salah satunya yaitu status gizi tenaga kerja dan kebiasaan sarapan. Gizi kerja merupakan salah satu syarat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal, khususnya bagi para pekerja. Kondisi gizi lebih atau kurang yang dialami oleh tenaga kerja akan memengaruhi pada kondisi kesehatan dan kemampuan mobilitas sehingga dapat memengaruhi kemampuan kerja dan produktivitas. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara status gizi (Indeks Massa Tubuh/IMT, Persen Lemak Tubuh/PLT), kebiasaan sarapan terhadap produktivitas kerja karyawan startup Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian yaitu 52 karyawan starup. Besar sampel masing-masing kelompok ditentukan dengan perhitungan proportionate stratified random sampling, dengan menggunakan uji statistik Chi-square. Terdapat hubungan yang signifikan antara IMT (p = 0.005), PLT (p=0.010), dan kebiasaan sarapan (p= 0.006) dengan produktivitas kerja karyawan. Status gizi (IMT, PLT), kebiasaan sarapan berhubungan kuat dengan produktivitas kerja karyawa startup. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat menggali faktor-faktor lain yang memengaruhi tingkat produktivitas kerja
Determinants of Hydration Status in Martial Athletes at The Student Sports Training Center Jakarta Permatasari, Indah Dwi; Kuswari, Mury; Gifari, Nazhif; Sitoayu, Laras; Mulyani, Erry Yudhya
Sport and Nutrition Journal Vol 5 No 1 (2023): Sport and Nutrition Journal
Publisher : Nutrition Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/spnj.v5i1.60656

Abstract

Adolescent athletes are a group that’s vulnerable to decreased water content and has a higher risk of dehydration. Results showed, 22% of adolescent athletes were highly dehydrated. This study aims to knowing the determinants factor of hydration status for martial arts athletes in Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar DKI Jakarta. The research uses a quantitive method with a cross sectional design and sample of 50 martial arts athletes (13-18 years). Data obtained through food recall 1x24 hours for fluid consumption, nutritional status with BMI/U, percent body fat with Ultrasonic Body Fat Analyzer SR-HW 05 Serenity instrument, physical activity with PAL sheets, and hydration status with Specific Gravity values. Data analysis using Pearson correlation test. The results showed a significant correlation between female nutritional status (p<0.05), male and female fluid consumption (p<0.05) with hydration status of martial arts athletes. However, there was no significant correlation between male nutritional status, male and female percent body fat, male and female physical activity with hydration status of martial arts athletes (p>0.05). Fluid consumption is factor that affects the hydration status of male and female martial arts athletes. It’s important for athletes to maintain their hydration status in order to carry out training and competitions optimally.
The Relationship of Protein Intake to Creatinine Levels and Blood Pressure in Fitness Member Myra, Sofhie; Kuswari, Mury; Utami, Dessy Aryanti; Azra, Jeallyza Muthia; Nuzrina, Rachmanida
Sport and Nutrition Journal Vol 6 No 1 (2024): Sport and Nutrition Journal
Publisher : Nutrition Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/spnj.v5i1.74845

Abstract

Background: Fitness center members generally eat foods high in protein, reaching 2 grams/kg body weight or more, and are often accompanied by supplements such as creatinine. High protein intake in the long term will produce a metabolic load that can cause impaired kidney function. In addition to creatinine, the influence of high protein intake that individuals with high activity directly feel is Blood Pressure. Objective: This study aims to determine the relationship between protein intake, creatinine levels, and blood pressure in fitness members at Osbond Gym Cempaka Putih. Method: This type of quantitative research uses a cross-sectional design, with a sample of 22 respondents, namely fitness members at Osbond Gym Cempaka Putih. Data analysis was performed using the Pearson correlation test for normally distributed data and the Spearman correlation test for abnormally distributed data. The test criteria are seen if the p-value < 0.05, then Ha is accepted, and Ho is rejected. Test Results in Normality Variables Protein Intake and Type of Exercise are abnormal, and other variables are normal. Results: All respondents (100%) in this study had been on a high-protein diet for over one year. Most respondents were between 26 and 35 (40.9%) and 36-45 years (40.9%). More respondents were men (68.2%). Most respondents did this weight training (81.8%), with an average exercise frequency of 367.73 minutes/week. The average protein intake of respondents was 212.7736 grams/day, the average body mass index was 25.33 kg / m2, and the average creatinine levels of respondents were 1.01 mg / dL. Most respondents had normal systolic (72.7%) and diastolic (68.2%) blood pressures. Conclusions: There was no association between protein intake, BMI, exercise, and creatinine levels. There is a relationship between sex and creatinine levels. There was no association between protein intake, sex, BMI, and exercise with systolic and diastolic blood pressure.
EDUKASI GIZI CAKRAM DIABETES PADA KADER POSBINDU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN MASALAH DIABETES Nazhif Gifari; Rachmanida Nuzrina; Mury Kuswari; Graciella Graciella
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23188

Abstract

Abstrak: Prevalensi masalah diabetes meningkat setiap tahunya, masalah ini akan menyebabkan masalah dan komplikasi bagi kesehatan. Untuk mengatasi masalah ini, salah satunya meningkatkan pengetahuan gizi mengenai diabetes. Salah satu cara meningkatkan pengetahuan melalui cakram gizi diabetes. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keteramilan kader Posbindu di Puskesmas Rawalumbu, Kota Bekasi menggunakan cakram gizi edukasi diabetes tipe II. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Puskesmas Rawalumbu, Kota Bekasi. Peserta kegiatan ini merupakan seluruh kader Posbindu di wilayah tersebut sebesar 30 orang. Edukasi dilakukan dari pukul 09.00 – 12.00 WIB di Puskesmas. Media yang digunakan dalam kegiatan ini berupa cakram gizi diabetes, cakram ini berisikan informasi mengenai gizi dan indeks glikemik pada makanan. Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini berupa kuesioner pre-test dan post-test, berjumlah sepuluh pertanyaan tentang kegiatan edukasi dan lima pertanyaan tentang daya terima media. Hasil kegiatan ini mendapatkan pengetahuan sebelum edukasi sebesar 77 dan menjadi sebesar 88 setelah kegiatan edukasi terjadi peningkatan sebesar 16%. Oleh karena itu, penggunaan media berupa cakram gizi diabetes dapat meningkatkan pengetahuan gizi kader Posbindu.Abstract: The incidence of diabetic complications is steadily rising each year, leading to various health issues and difficulties. One possible solution to address this issue is to enhance the understanding of diabetes through increased nutritional education. Using diabetes nutrition discs is an effective method to enhance understanding. The objective of this community service is to improve the knowledge and practice of Posbindu cadres at the Rawalumbu Community Health Center, Bekasi City, by utilizing type II diabetes educational nutrition discs. The community service initiative took place at the Rawalumbu Community Health Center, located in Bekasi City. All 30 Posbindu cadres from the vicinity were involved in this activity were 30 Posbindu cadres located in the vicinity. The educational activities take place from 09.00 to 12.00 WIB at the Puskesmas. This activity utilizes a diabetes nutrition disc, providing comprehensive information on nutrition and the glycemic index of various food items. The instruments used in this investigation consisted of pre-test and post-test questionnaires, containing a total of ten inquiries pertaining to educational activities and five inquiries on media acceptability. The pre-test of knowledge score was 77, which increased to 88 after participating in educational activities, resulting in a 16% improvement. Hence, employing media such as diabetes nutrition discs can enhance the nutritional awareness of Posbindu cadres.
Co-Authors Aditya Himarwan Alda Luna Maedah Amelia Avissa Anggraini, Anggita Anni Fathiya Aodrey Amelia Rania Nur Hanifah Aprilita Rina Yanti Eff Budi Setiawan Dea Azza Dewanti, Lintang Purwara Dhea Mardani Nur Mardani Dijaya, Rendy Dionysius Subali Dudung Angkasa Dudung Angkasa Een Juliasti Erry Yudhya Mulyani Estofany, Fredy Falik Hutasuhut Falik Hutasuhut Faradila, Ovi Eka Fitri Handayani Fitrianita Wulandari Gifari, Nazhif Graciella Graciella Hardinsyah Harna Harna, Harna Himarwan, Aditya Ibrahim, Maulana Malik Idrus Jus’at Intan Silviana Mustikawati Irdilla, Calely Jeallyza Muthia Azra Jeny Palulun Juli Candra Jusat, Idrus JUS’AT, IDRUS Laras Sitoayu Lianda Rachmadany Sinaga Lilik Kustiyah Luh Ade Ari Wiradnyani Maratis, Jerry Marcos Salgario Deo Da Silva Maria Tambunan Mira Dewi Muniroh, Muniroh Mustikawati, Intan Silviana Myra, Sofhie Ni Putu Dewi Nur Yuslaili Nuraini Diah Novianti Okta Diana Pramono Orlando, Andreas Ovi Eka Faradila Palupi, Khairizka Citra Permatasari, Indah Dwi Pratiwi Pratiwi Prita Dhyani Swamilaksita Putra, Felicia Kartawidjaja Putri Ronitawati Rachmanida Nuzrina Rachmayani, Siti Andina Rahmawati Rasidin Reza Fadhilla Rian Adi Pamungkas Rian Adi Pamungkas RILLA GANTINO Rimbawan , Rinova, Rinova Aprillia Utari Rosya, Ernalinda Sa'pang, Mertien Seprianto, Seprianto Septia Mandala Putra Shinta Shinthia Dewi Sri Teguh Rahayu Sri Teguh Rahayu, Sri Teguh Suci Justickarin Sugeng, Wiyono Tuty Alawiyah Utami, Dessy Aryanti Vitria Melani Vitria Melani Vitria Melani, Vitria Wahyuddin, Wahyuddin Wahyuni, Yulia Wulan Agustina Yulia Wahyuni Yuni Pradila