Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

GAMBARAN ASUPAN PROTEIN DAN ZAT BESI PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 10 KOTA GORONTALO Firka Kartasasmita Djafar; Indra Domili; Fitri Yani Arbie
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 1 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i1.458

Abstract

Female adolescent is a group of people that is prone to suffering anemia. Its common causes are consuming l ots of plant-based food rather than animal-based food, restricting food intake due to wishing to be slim, the monthly cycle of menstruation, and iron excretion through feces. The objective of the research was to identify the protein and iron intake at female adol escents at SMP Negeri 10 Gorontalo City. The research was descriptive survey type. The data were collected using 24-hour recall form at female adolescents at SMP Negeri 10 Gorontalo City. The research was conducted in October 2019. The research samples were 60 female adolescents. The finding of research showed that the protein intake at female adolescents with the most number was a minimum or very poor category for 52 people (86,7%), poor category for 8 people (13,3%), as well as normal or exceeded category (0%). Meanwhile, the iron intake at female adolescents with the most number was a minimum or very poor category for 57 people (95%) and fair category for 3 people (5%). The conclusion of this study is that protein and iron intake in female adolescents falls into the category of severely deficient and lackingRemaja putri merupakan kelompok yang rawan menderita anemia, hal ini karena umumnya lebih banyak mengkonsumsi makanan nabati dibandingkan makananan hewani, membatasi asupan makan karena ingin tampil langsing, siklus menstruasi setiap bulan dan eksresi zat besi melalui feses. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi asupan protein dan zat besi pada remaja putri   di SMP Negeri 10 Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey deskriptif. Pengumpulan data menggunakan formulir recall 24 H pada remaja putri   di SMP Negeri 10 Kota Gorontalo. Penelitian di lakukan pada bulan Oktober tahun 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian remaja putri yang berjumlah 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan protein pada remaja putri dengan jumlah terbanyak yaitu kategori minimal atau sangat kurang yakni sebanyak 52 orang (86,7%), kategori kurang sebanyak 8 orang (13,3%), kategori sesuai atau normal dan lebih tidak ada (0%). Sedangkan asupan zat besi pada remaja putri dengan jumlah terbanyak yaitu kategori minimal atau sangat kurang sebanyak 57 orang (95%) dan kategori cukup yaitu sebanyak 3 orang (5%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa asupan protein dan zat besi pada remaja wanita termasuk dalam kategori sangat kurang dan kurang.
DAYA SIMPAN DAN NILAI GIZI MIE BASAH DENGAN PENAMBAHAN BAYAM MERAH Dwi Indah Puspita Paramata; Denny Indra Setiawan; Indra Domili; Misrawati Goi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 2 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i2.546

Abstract

ABSTRACT Wet noodles are made from wheat flour but the protein and mineral content is still low. Therefore, other alternative food ingredients were carried out as a substitute for making wet noodles and complementary nutrients that were not present in wheat flour by adding red spinach leaves. This study aims to determine the shelf life of wet noodles with the addition of red spinach leaves. This research uses laboratory experimental methods. The treatment in this study was the addition of red spinach leaves which consisted of 4 treatments with 3 replications. The study was conducted to see the shelf life and nutritional value of the addition of red spinach leaves. The results showed that wet noodles with the addition of red spinach leaves showed that the color aspect had begun to change on the third day of room temperature deviation, namely the color of the noodles had started to turn brownish yellow with green spots. On the aspect of texture in the room temperature deviation the first day the noodles were still soft, and on the seventh day the noodles were very soft. On the first day of change, the aroma has not yet smelled, while on the seventh day the aroma in the noodles is already very rotten. The conclusion is that storage at room temperature, refrigeration and freezer can last approximately 7 days with a different process of changing color, aroma and texture. ABSTRAK  Mie basah dibuat dari tepung terigu namun kadar protein serta mineral masih rendah. Oleh karena itu, dilakukan alternatif  bahan pangan lain sebagai subtitusi pembuatan mie basah dan pelengkap nutrisi yang tidak ada dalam tepung terigu dengan menambahakan daun bayam merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya simpan mie basah dengan penambahan daun bayam merah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan daun bayam merah  yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 replikasi. Penelitian dilakukan untuk melihat daya simpan dan nilai gizi pada penambahan daun bayam merah. Hasil penelitian menunjukkan mie basah dengan penambahan daun bayam merah menunjukkan pada aspek warna sudah mulai terjadi perubahan pada hari ketiga pada penyimpangan suhu ruang yakni warna mie sudah mulai berubah kuning kecoklatan disertai bintik hijau. Pada aspek tekstur di penyimpangan suhu ruang hari pertama mie masih lembut, dan pada hari ketujuh mie sudah sangat lembek. Pada hari pertama perubahan aroma belum berbau, sedangkan pada hari ketujuh aroma yang ada pada mie itu sudah sangat busuk. Kesimpulan penyimpanan suhu ruang, refrigator dan frezeer dapat bertahan kurang lebih 7 hari dengan proses perubahan warna, aroma dan tekstur yang berbeda.  
UJI SIMPAN BAKSO IKAN GABUS DAN JANTUNG PISANG Lusiana Moha; Indra Domili; Fitri Yani Arbie; M. Anas Anasiru; Misrawati Goi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 2 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i2.547

Abstract

Snakehead fish has a high enough protein content so that it can be developed into protein-rich processed products, while the addition of banana flower is very efficient in making meatballs for people who do not like vegetables. The purpose of this study was to determine the shelf life of snakehead fish balls and banana flower with good and bad criteria. The research method was used experimental method and analyzed using descriptive analysis. The results showed that snakehead fish balls and banana buds were good to be stored in refrigeration storage at a temperature of 1-5oC for a period of 7 days in all treatments and storage in a freezer at a temperature of - 20oC for a period of 7 days in all treatments. While the criteria are lacking, namely storage at room temperature with a temperature of 25oC for a period of 2 days (48 hours) in all treatments. The conclusion the storage of snakehead fish balls and banana flower was stored at a temperature of 1-5oC and at a temperature of - 20oC they will last 7 days, while at a temperature of 25oC for a period of 2 days (48 hours). ABSTRAK Ikan gabus memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehinggva dapat dikembangan menjadi produk olahan kaya protein, sementara  dengan penambahan jantung pisang sangat efisien dalam pembuatan bakso untuk orang yang tidak menggemari sayuran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya simpan bakso ikan gabus dan jantung pisang dengan kriteria baik dan kurang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experiment untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa bakso ikan gabus dan jantung pisang baik untuk disimpan pada penyimpanan refrigator dengan suhu 1-5oC dalam jangka waktu ≥ 7 hari di semua perlakuan dan penyimpanan di freezer dengan suhu -20oC dalam jangka waktu ≥ 7 hari pada semua perlakuan. Sedangkan kriteria kurang yaitu penyimpanan di suhu ruang dengan suhu 25oC dalam jangka waktu 2 hari (48 jam) pada semua perlakuan. Kesimpulan penyimpanan bakso ikan gabus dan jantung pisang disimpan pada suhu 1-5oC dan  pada suhu -20oC akan bertahan ≥ 7 hari, sementara pada suhu 25oC dalam jangka waktu 2 hari (48 jam).  
GAMBARAN STATUS GIZI PADA PASIEN HIPERTENSI LANSIA Indri Adam; Indra Domili; Rahma Labatjo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 5, No 1 (2019): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v5i1.454

Abstract

 Hypertension is a disease that can affect anyone, whether young or old, whether rich or poor. Hypertension is one of the deadliest diseases in the world. As many as 1 billion people in the world or 1 in 4 adults suffer from this disease. It is even estimated that the number of people with hypertension will increase to 1.6 billion by 2025.This study aims to determine the description of the nutritional status of elderly hypertension in the working area of the North City Health Center.The type of research used in this study is a descriptive survey method, namely to obtain an overview of the nutritional status of elderly hypertensive patients. The research sample was 54 people. Data analysis using univariate analysis.Nutritional status of the hypertensive elderly in the North City Health Center Working Area with the category of normal nutritional status 16 people, 18 overweight people and the hypertensive elderly in the North City Health Center Working Area with blood pressure of 140-159 mmHg (Stage 1) as many as 23 people. or equivalent to 63.88%.Overview of the Nutritional Status of Elderly Hypertensive Patients In the North City Health Center Work Area the most with blood pressure of 140-159 mmHg or stage 1 hypertension. Most or 50% of 36 elderly hypertension patients have overweight nutritional status .Hipertensi merupakan suatu  penyakit yang bisa menyerang siapa saja, baik mudah maupun tua, entah orang kaya maupun miskin. Hipertensi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Sebanyak 1 miliar orang di dunia atau 1 dari 4 orang dewasa menderita penyakit ini. Bahkan diperkirakan jumlah penderita hipertensi akan meningkat menjadi 1,6 milyar menjelang tahun 2025.Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran status gizi hipertensi lansia di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara.Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei deskriptif yaitu untuk memperoleh gambaran status gizi pasien hipertensi lansia. Sampel penelitian sebanyak 54 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat. Status  gizi pada lansia hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Utara dengan kategori status gizi normal 16 orang, kelebihan berat badan 18 orang dan lansia yang hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Utara dengan tekanan darah 140-159 mmHg (Stadium 1) sebanyak 23 orang atau setara dengan 63,88%.Gambaran Status Gizi Pasien Hipertensi Lansia Di Wilayah   Kerja Puskesmas Kota Utara paling banyak dengan tekanan darah 140-159 mmHg atau hipertensi stadium 1. Sebagian besar atau 50% dari 36 orang pasien hipertensi lansia memiliki status gizi kelebihan berat badan 
KEMITRAAN DALAM PENCEGAHAN OBESITAS DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA PINOGU PROVINSI GORONTALO Arifasno Napu; Indra Domili; Zulfiayu Sapiun; Anna Y. Pomalingo; Novian Swasono Hadi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v3i2.16734

Abstract

Kegemukan dan obesitas cenderung meningkat dari masa ke masa. Ini dapat menjadi faktor risiko terjadinya berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, ginjal, hipertensi, gout, dan penyakit lainnya. Penyebabnya banyak faktor diantaranya pengetahuan gizi, pola makan dan aktivitas fisik. Keadaan ini dapat dialami oleh siapa saja apalagi masih dimasa pandemi Covid-19. Oleh karena itu Program Studi Gizi Poltenik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Pinogu Kecamatan Pinogu Kabupaten Bone Bolango. Kebaruan kegiatan ini adalah melakukan kemitraan dalam pencegahan obesitas di masa pandemic Covid-19. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan pengetahuan para kader gizi tentang kegemukan dan obesitas, sehingga dapat mengimplementasikan pengetahuannya ke dalam hidup sehari-hari serta menyampaikan kepada masyarakat di wilayahnya. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu penyuluhan dalam bentuk presentasi dan diskusi tentang obesitas berbasis lokal, dengan materi: pengertian obesitas, penyebab obesitas, dampak obesitas, pencegahan dan penaatalaksanaan obesitas berdasarkan potensi lokal. Hasil penyuluhan, peserta penyuluhan yang terdiri para kader gizi mendapatkan tambahan pengetahuan dan pemahaman tentang obesitas dan makanan yang seimbang berbasis lokal. Kesimpulan strategis untuk mencegah obesitas dimasa pendemi covid-19 dibutuhkan kemitraan dan dukungan kegiatan dalam bentuk penyuluhan dan diskusi yang berkesinambungan.Kata kunci: Desa Pinogu; Kemitraan; Obesitas; Penyuluhan  
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DAN DEMONSTRASI MAKANAN SELINGAN BERBAHAN PANGAN LOKAL Indra Domili; M. Anas Anasiru; Yusni Igirisa; Maya Kumalasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10796

Abstract

Abstrak : Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah salah satu yang merupakan penyebab kematian di dunia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebutkan bahwa Provinsi Gorontalo termasuk dalam 10 besar provinsi dengan prevalensi PTM tertinggi secara nasional. Lansia di Desa Poowo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango sebagian besar menderita penyakit tidak menular (PTM) berdasarkan hasil Posbindu. Salah satu cara untuk mengatasi PTM pada lansia yaitu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta mengkonsumsi makanan yang sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada 42 orang lansia di Desa Poowo Kecamatan Kabila berupa pemeriksaan kesehatan. Lansia yang mengalami masalah kesehatan diberikan konseling gizi, kemudian dilakukan demonstrasi pembuatan makanan selingan menggunakan bahan pangan local. Hasil kegiatan berdampak positif bagi lansia dimana 100% lansia telah melakukan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan kolesterol, peningkatan pengetahuan sebesar 61,9% pada lansia dilakukan melalui konseling gizi serta aktif mengikuti kegiatan demonstrasi makanan selingan menggunakan bahan lokal.Abstract: Non-Communicable Diseases (NCD) is one of the leading causes of death in the world. Basic Health Research Data (Riskesdas) 2018 states that Gorontalo Province is included in the top 10 Provinces with the highest prevalence of NCDs nationally. The elderly in Poowo Village, Kabila District, Bone Bolango Regency mostly suffer from non-communicable diseases (PTM) based on the results of Posbindu. One way to overcome PTM in the elderly is to carry out regular health checks and consume healthy foods. This community service activity aims to carry out health checks for 42 elderly people in Poowo Village, Kabila District in the form of health checks. Elderly who experience health problems are given nutritional counseling, then a demonstration of making snacks using local food is carried out. The results of the activity have a positive impact on the elderly where 100% of the elderly have carried out health checks in the form of checking blood pressure, blood sugar and cholesterol, increasing knowledge in the elderly after nutrition counseling and being active in snack demonstration activities using local ingredients
EDUKASI KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT HIPERTENSI Wenny Ino Ischak; Suwarly Mobiliu; Indra Domili; Herman Luawo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10798

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan masalah kesehatan berakibat peningkatan angka kesakitan dan kematian serta beban biaya kesehatan termasuk di Indonesia. Penanggulangan masalah hipertensi di Indonesia meliputi upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Salah satu cara untuk mengatasi hipertensi pada lansia yaitu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengukuran status gizi serta meningkatkan pengetahuan pada 48 orang lansia di Desa Dutohe Barat Kecamatan Kabila. Lansia diberikan penyuluhan tentang pola hidup sehat di masa lansia kemudian dilakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol dan pengukuran antropometri. Hasil kegiatan berdampak positif bagi lansia dimana terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 29%, lansia telah melakukan pemeriksaan kesehatan sebesar 100% serta diketahuinya lansia yang memiliki status gizi normal sebesar 58%.Abstract: Hypertension is a health problem resulting in an increase in morbidity and mortality as well as the burden of health costs, including in Indonesia. Handling the problem of hypertension in Indonesia includes promotive, preventive, curative and rehabilitative efforts. One way to treat hypertension in the elderly is to have regular health checks. This community service activity aims to carry out health checks and nutritional status measurements as well as increase knowledge of 48 elderly people in Dutohe Barat Village, Kabila District. Elderly were given counseling about a healthy lifestyle in the elderly then blood pressure, cholesterol and anthropometric measurements were checked. The results of the activity have a positive impact on the elderly where there is an increase in knowledge of 29%, the elderly have carried out health checks by 100% and it is known that the elderly have normal nutritional status by 58%.
TINGKAT PENERIMAAN DAN NILAI GIZI NUGGET IKAN CAKALANG DENGAN PENAMBAHAN DAUN BAYAM HIJAU Nur Iin Bumulo; Novian Swasono Hadi; Denny Indra Setiawan; Indra Domili; Sofyawati D. Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 2 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i2.456

Abstract

 Skipjack  is a medium-sized fish from the skombride family and  the only species from katsuwonus genus, and it contains macro and micro minerals contain  needed by body. The minerals in skipjack includes K, Na, Ca, Fe, Cu, and Zn. Also, the fish contains good nutrientl content such as omega-3, omega-6, iron, vitamin A, D, E, B1, B6 and C. This research aims at finding out the preference level and nutritional value of skipjack nuggets with the addition of green spinach leaves for 10gr, 20gr and  30gr. Method applied in the research is organoleptic test with Friedman test and Wilcoxon test. The research data are collected by using  organoleptic test. The results of preference level indicated that the most preferred test by panelist is treatment I with average value of 2.88,  the most preferred aroma of skipjack nugget by panelist is in  treatment 2 with average value of 2.92,  the most preferred texture of skipjack nugget by panelist is in  treatment 2 with average value of 2.92 and the highest nutritional value  found in treatment 3 with value of  4.8 for energi,  0.27 for protein,   0.12 for fat and  0.87 for carbohydrate. To sum up, the most preferred skipjack nugget, reviewed from taste, color, aroma and texture, is in treatment2 (addition of 10 grams of skipjack. Ikan cakalang adalah ikan berukuran sedang dari familia skombride (tuna) satu-satunya spesies dari genus katsuwonus.Ikan cakalang memiliki kandungan mineral makro dan mikro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Jenis mineral yang terkandung dalam ikan cakalang yaitu K, Na, Ca, Fe, Cu, dan Zn dan ikan cakalang memiliki kandungan gizi yang baik di antaranya omega-3, omega-6, zat besi, vitamin A, D, E, B1, B6 dan C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan dan nilai gizi nugget ikan cakalang dengan penambahan daun bayam hijau 10gr, 20gr, 30gr. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji organoleptik dengan uji friedman test/perengkingan dan uji Wilcoxon. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan form uji organoleptik. Hasil tingkat penerimaan nugget ikan cakalang terhadap rasa yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 1 nilai rata-rata diperoleh 2,88 untuk warna nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 1 dengan nilai rata-rata 2,92 untuk aroma nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakukan 2 dengan nilai rata-rata 2,92 untuk tekstur nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 2 dengan nilai rata-rata 2,95 dan nilai gizi yang tertinggi yaitu ada pada perlakuan 3 dengan energi 4,8 protein 0,27 lemak 0,12 karbohidrat 0,87. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai ditinjau dari rasa, warna, aroma dan teksturnya itu pada nugget jantung pisang dengan perlakuan 2 (penambahan ikan tuna 10 gram).  
GAMBARAN STATUS GIZI DAN PRESTASI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Dilla Fadlila Hasania; M. Anas Anasiru; Misnati Misnati; Novian Swasono Hadi; Indra Domili
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 1 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i1.576

Abstract

Adolescents are one of the nutritionally vulnerable groups because adolescents are in a growth or development cycle that requires nutrients in larger amounts than other age groups. Nutritional status is the condition of the body as a result of food consumption and use of nutrients.This study aims to describe the nutritional status and achievement of high school students in Tanggilingo Village, Kabila District, Bone Bolango District. This research method uses a descriptive survey method, namely a survey conducted to describe the variables studied. The population is 46 students and a sample of 30 students. The independent variable is the learning achievement of high school students in Tanggilingo Village, Kabila District, Bone Bolango Regency. The results of the study: 7 students (23.4%) with poor nutritional status, 18 students (60%) with good/normal nutritional status, 4 students (13.3%) with overweight nutritional status and 1 student with obesity nutritional status (3.3%). Student achievement with high report card scores is 20 people (66.4%), moderate report card scores are 9 people (30.3%), and low report card scores are 1 person (3.3%).Most high school students in Tanggilingo Village, Kabila District, Bonebolango Regency have normal nutritional status and high academic achievement.Remaja  termasuk salah satu kelompok rentan gizi karena remaja berada pada siklus pertumbuhan atau perkembangan yang memerlukan zat-zat gizi dalam jumlah yang lebih besar dari kelompok umur yang lain, status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan pengunaan zat-zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Status Gizi  Dan Prestasi Siswa Sekolah Menengah Atas Di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan metode survey deskritif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variable yang diteliti. Populasi sebanyak 46 siswa dan sampel 30 siswa. Variable mandiri yaitu prestasi belajar siswa sekolah menengah atas di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango.Siswa dengan status gizi kurang sebanyak 7 siswa (23,4%), status gizi baik/normal sebanyak 18 siswa(60%), status gizi lebih sebanyak 4 siswa (13,3%) dan status gizi obesitas sebanyak 1 siswa (3,3%). Prestasi belajar siswa dengan nilai raport tinggi yaitu 20 orang (66,4%), nilai raport sedang 9 orang (30,3%), dan nilai raport rendah 1 orang (3,3%). Sebagian besar siswa Sekolah Menengah Atas di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bonebolango memiliki status gizi yang normal dan prestasi belajar tinggi.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Desliana Dai; M. Anas Anasiru; Indra Domili; Novian Swasono Hadi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 1 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i1.575

Abstract

Nutritional status is a condition caused by a balance between the intake of nutrients from food and the need for nutrients needed formeta-bolism of the body. The impact of malnutrition is that it can inhibit growth, reduce endurance, so it is susceptible to infectious diseases, resulting in low levels of intelligence, decreased physical ability, impaired physical and mental growth, stunting, blindness and death in children.  This research aims to determine the picture of nutritional status in elementary school children. Jenis this research is descriptive research.  Accidental sampling by accidental sampling.  The number of samples was 25 samples. Var i abel research i.e. nutritional status in primary school children. The results showed that the largest age categories were 10 years old (24.0%) and the least at the age of 7, 11 and 12 years respectively – 8.0%, male schoolchildren (52.0%) more than schoolchildren of the female sex (48.0%), elementary school children with normal nutritional status of 56%, thin 28%, very thin and fat 4% each,  and obesity 8%. The conclusion of this study is that most primary school children have good nutritional status.Status gizi merupakan keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Dampak dari gizi kurang yaitu dapat menghambat pertumbuhan, mengurangi daya tahan tubuh, sehingga rentan terhadap penyakit infeksi, mengakibatkan rendahnya tingkat kecerdasan, penurunan kemampuan fisik, gangguan pertumbuhan jasmani dan mental, stunting, kebutaan serta kematian pada anak. Penetian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah  penelitian  deskriptif. Pengambilan sampel secara accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 25 sampel. Variabel penelitian yaitu status gizi  pada anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan kategori umur yang paling besar adalah usia 10 tahun (24,0%) dan yang paling sedikit pada usia 7, 11 dan 12 tahun masing – masing 8,0%, anak sekolah jenis kelamin laki – laki (52,0%) lebih banyak dibandingkan dengan anak sekolah jenis kelamin perempuan (48,0%), anak sekolah dasar dengan status gizi normal sebesar 56%, kurus 28%, sangat kurus dan gemuk masing-masing 4%, dan obesitas 8%. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar anak sekolah dasar memiliki status gizi baik.
Co-Authors Aboka, Ainun Octaviani Abubakar Sidik Katili Adinda oktaviani Agustian Maridji Ahmad, Sri Cindra Alam, Raden Ayu Cahyaning Anasiru, Mohamad Anas Anisa Dyahpratiwi Sadu Anna Y Pomalingo Anna Y. Pomalingo Arifasno Napu Arifasno Napu Atok Saputra Budy Santoso Denny Indra Setiawan Desliana Dai Dewi, Ayu Bulan Febry Kurnia Dilla Fadlila Hasania Dwi Indah Puspita Paramata Firka Kartasasmita Djafar Firka Kartasasmita Djafar Fitri Yani Arbie Ginaya Binolombangan hadi, novian s. Hasnawatty Surya Porouw Herman Luawo Hiola, Tumartony T. Imran Tumenggung Indri Adam Lidyawati Anis Liean N. Ntau Lusiana Moha M Anas Anasiru M Anas Anasiru M. Anas Anasiru M. Anas Anasiru M. Anas Anasiru M. Anas Anasiru M. Anas Anasiru Magdalena Tompunu Marendra, Zulfito Margaretha Solang Maya Kumalasari Misnati Misnati Misnati Misnati Misnati Misnati Misrawati Goi Mohamad Anas Anasiru Mohamad Renaldiyanto Lowanga Mohamad, Sinto Nangsih Sulastri Slamet Napu, Arifasno Novian Swasono Hadi Ntau, Liean N. Nur Ayu Ruhmayanti Nur Iin Bumulo Nurnaningsih Ali Abdul Nuryani Nuryani Nuryani Nuryani Olii, Melsi Pangalo, Paulus Pepi S Umar Pomalingo, Anna Yuliastani Rabia Zakaria Rahma Labatjo Rahma Labatjo Rhofsan Suryani Rizka Puji Astuti Daud Ruhmayanti, Nur Ayu Salman Salman Sapiun, Zulfiayu Saputra, Atok Sofyawati D. Talibo Sofyawati D. Talibo Sofyawati D. TAlibo Sri Cindra Ahmad Suwarly Mobiliu Syafrawati Wenny Ino Ischak Yanti Mustafa Yuliana Retnowati Yusmiati T. Tolo Yusni Igirisa Yusni Igirisa Zulfiah Nurhidayah Tangio