Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

TINJAUAN OPERASIONAL USAHA PERIKANAN PUKAT CINCIN (PURSE SEINE) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI MAYANGAN, JAWA TIMUR Yulia Estmirar Tanjov; Liya Tri Khikmawati; Eky Dwi Pangestu; Made Mahendra Jaya
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.2.261-270

Abstract

Salah satu contoh pukat cincin (purse seine) dengan satu kapal dan menggunakan lampu adalah yang saat ini digunakan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan. Berdasarkan data monitoring UPT PPP Mayangan, terjadi peningkatan alat tangkap purse seine sebesar 13,9% dari tahun 2020 sebesar 216 menjadi 246 di tahun 2021. Berdaasarkan data tersebut, peninjauan usaha perikanan purse seine dilakukan untuk mengevaluasi usaha perikanan tersebut melalui analisis keuangan, apakah menguntungkan atau sebaliknya. Metode purposive sampling digunakan dalam pengumpulan data peninjauan tersebut dengan melakukan beberapa tinjauan di lapangan seperti wawancara dan observasi pada responden. Responden yang dipilih berjumlah 20 yang mewakili nelayan purse seine di PPP Mayangan. Berdasarkan kajian tersebut menunjukkan bahwa operasi penangkapan ikan pukat cincin di PPP Mayangan menghasilkan keuntungan sebesar Rp.28.310.000 selama 4 perjalanan, dengan nilai rasio pendapatan terhadap biaya (revenue cost ratio) sebesar 2,23, yang menandakan usaha yang menguntungkan. Periode pengembalian investasi (payback period) untuk usaha ini adalah 33 bulan, menunjukkan pengembalian investasi yang relatif cepat. Berdasarkan hasil peninjauan, dapat disimpulkan bahwa usaha perikanan pukat cincin (purse seine) di PPP Mayangan adalah usaha perikanan tangkap yang sukses dengan pengembalian investasi yang cepat, memungkinkan usaha ini dipertahankan dan ditingkatkan. Kata kunci: purse seine, studi kasus, usaha perikanan
PERKIRAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN LAUT JAWA DAN SELAT MAKASSAR Larasati, Rakhma Fitria; Khikmawati, Liya Tri; Mahardi, I Kadek Hary
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 16, No 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.16.2.2024.100-113

Abstract

Suatu perairan dapat dikatakan menjadi Daerah Penangkapan Ikan (DPI) jika memenuhi syarat yaitu terdapat ikan target tangkapan, alat tangkap dapat dioperasikan, serta tidak membahayakan nelayan maupun lingkungan sekitarnya. Keberadaan ikan di suatu perairan dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu ketersediaan klorofil-a (rantai makanan) dan Suhu Permukaan Laut (SPL) (suhu optimum untuk setiap jenis ikan). Parameter tersebut menentukan daerah optimum untuk penangkapan ikan. Tujuan kegiatan adalah memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi daerah penangkapan ikan dan jenis hasil tangkapan dengan melakukan pengkajian terhadap sebaran SPL dan kandungan klorofil-a pada setiap daerah penangkapan ikan selama bulan Oktober 2022 hingga Maret 2023. Metode kerja : Data terkait klorofil-a, SPL, kedalaman perairan yang diambil dari citra satelit pada WPPNRI 712 dan 713 dalam kurun waktu Oktober- Maret 2023. Titik koordinat pengambilan data adalah lokasi penangkapan KM. Tirta Putra Kencana I dengan ikan target adalah pelagis kecil (Layang panjang (Decapterus macrosoma), Banyar (Rastrelliger sp.), Siro (Amblygester sirm), Tewes (Sardinella sp.) dan besar (Tongkol (Euthynnus affinis) dan Tenggiri (Scomberomorus commerson)). Data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan ArcGIS. Hasil overlay menunjukkan bahwasanya SPL mengalami peningkatan pada bulan Oktober-Desember kemudian turun sampai dengan bulan Maret. Klorofil-a mengalami peningkatan pada bulan Oktober-Maret. SPL yang rendah dan kandungan klorofil-a yang tinggi merupakan ciri bulan-bulan yang cocok untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan. Sedangkan untuk penentuan DPI potensial dihubungkan dengan peta batimetri sesuai dengan swimming layer dari jenis ikan tertentu. Ikan layang panjang dan banyar potensial ditangkap pada bulan Oktober-Maret kecuali bulan Desember. Ikan tongkol dan tenggiri potensial pada bulan Maret. Ikan-ikan tersebut di tangkap pada perairan lau lepas. Ikan siro dan tawes potensial di tangkap bulan Desember-Maret pada perairan pantai.
USED OF FISHING TOOLS AND FISHING AID IN KENDARI OCEAN FISHERY PORT Suratna, Suratna; Khikmawati, Liya Tri; Jaya, Made Mahendra; Rahman, Alfian Fatur
Jurnal Segara Vol 19, No 2 (2024): August
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v19i2.14564

Abstract

Fishing Gear is equipment used by fishermen to catch fish and other marine animals. The operation of the fishing gear itself is not always alone, some fishermen use fishing aids to increase the effectiveness and efficiency of fishing activities. Some types of Fishing aids commonly used by fishermen are lamps and fish aggregating devices (FADs) used to collect fish and power blocks/axles, or line haulers used by fishermen to facilitate the operation of the fishing gear. This study aims to find out what fishing gear and fishing aids are in Kendari and analyze their compliance with existing regulations. The research activities were carried out for 2 months, namely from November to December 2023 at the Kendari Fisheries Port. The type of data collected is qualitative data including construction data from each API in Kendari through direct observation. The data collected is then analyzed descriptively. Based on the data obtained, the types of Fishing Gear used by vessels based at the Kendari PPS are 5 (five) fishing gears, consisting of Tuna Hand Line, Huhate, Purse Seine, Hand Line, Squid Fishing. This fishing gear is an active fishing gear. Fishing aids used by fishermen at PPS Kendari include LED lights, Pakurung and fish aggregating devices. There are still violations related to the use and operation of fishing gear (purse seines), as well as the installation of fish aggregating devices. To avoid violations of the use of fishing gear and fishing aids, currently there is still a need for supervisory officers and equipment support using technology.
PENILAIAN DOMAIN SUMBER DAYA IKAN LEMURU MELALUI PENDEKATAN EKOSISTEM DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PENGAMBENGAN: PENILAIAN DOMAIN SUMBER DAYA IKAN LEMURU MELALUI PENDEKATAN EKOSISTEM DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PENGAMBENGAN Larasati, Rakhma Fitria; Sari, Iya Purnama; Jaya, Made Mahendra; Khikmawati, Liya Tri; Satyawan, Noar Muda; Tanjov, Yulia Estmirar; Mainnah, Muth; Aziz, Muh. Arkam; Suhery, Noveldesra; Sarasati, Wulandari; Suratna, Suratna
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 16 No 1 (2025): FEBRUARI 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.22-32

Abstract

Lemuru adalah salah satu jenis ikan yang memberikan kontribusi besar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Potensi sumber daya perikanan lemuru melimpah dan bernilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai performa status domain sumber daya ikan dengan pendekatan ekosistem. Penelitian dilaksanakan selama tujuh bulan terhitung dari bulan Januari sampai Juli 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan yakni pendekatan analisis multi kriteria dengan penilaian dan visualisasi indeks komposit dengan model bendera. Enam indikator pada domain sumber daya ikan (SDI) yang diteliti yakni tren CPUE baku, ukuran ikan lemuru, proporsi juvenile yang ditangkap, komposisi spesies hasil tangkapan, range collapse sumber daya ikan, dan spesies endangered, threatened, and protected (ETP). Indikator pada domain SDI menandakan bahwa tren CPUE baku menurun, tren ukuran ikan lemuru relatif tetap, proporsi ikan yuwana yang tertangkap 53%, komposisi spesies hasil tangkapan yakni proporsi ikan target lebih banyak, range collapse sumber daya ikan untuk daerah penangkapan ikan relatif tetap tergantung spesies target, dan untuk spesies ETP tertangkap namun dilepas. Hasil akhir penilaian status sumber daya ikan lemuru yang berbasis di PPN Pengambengan mendapatkan nilai komposit sebesar 70 sehingga masuk dalam kategori baik.
KETERKAITAN MUSIM HUJAN DAN MUSIM ANGIN DENGAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN LEMURU YANG BERBASIS DI PPN PENGAMBENGAN Noveldesra Suhery; Jaya, Made Mahendra; Khikmawati, Liya Tri; Sarasati, Wulandari; Tanjov, Yulia Estmirar; Larasati, Rakhma Fitria; Azis, Muh. Arkam; Purwanto, Agus; Sari, Iya Purnama; Mainnah, Muth; Satyawan, Noar Muda
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 14 No. 1 (2023): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v14i1.44383

Abstract

Musim penangkapan ikan seringkali dikaitkan dengan kondisi iklim dan cuaca seperti hujan dan musim angin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara musim hujan dan musim angin dengan musim penangkapan ikan lemuru di perairan Selat Bali. Data yang digunakan adalah data produksi bulanan dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan periode Januari 2015 hingga Oktober 2022. Selain itu, data curah hujan, data arah dan kecepatan angin didapatkan dari data harian stasiun klimatologi BMKG Jembrana pada periode data yang sama. Masing-masing komponen data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Selanjutnya dihitung indeks musim hujan, musim angin kencang dan musim penangkapan dengan metode persentase rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan periode musim hujan terjadi pada bulan Oktober hingga Maret dan musim kemarau pada bulan Juni hingga September. Arah angin dominan adalah arah tenggara (150 derajat) dengan nilai resultan 62%. Musim angin tenggara (muson timur) terjadi pada bulan Juni – September dan musim angin barat daya (muson barat) pada bulan Desember – Maret. Diantara dua musim utama tersebut terdapat musim peralihan yaitu bulan April-Mei dan Oktober-November. Musim penangkapan ikan lemuru terjadi pada bulan September, Oktober, November, Desember dan April. Hasil uji beda Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan musim penangkapan ikan lemuru pada musim muson barat dan muson timur dengan musim peralihan.Kata kunci: musim hujan, musim angin muson, musim penangkapan lemuru
KAJIAN TEKNIK PENANGKAPAN IKAN PADA PERIKANAN LEMURU DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PENGAMBENGAN, BALI, INDONESIA: KAJIAN TEKNIK PENANGKAPAN IKAN PADA PERIKANAN LEMURU DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PENGAMBENGAN, BALI, INDONESIA Jaya, Made Mahendra; Khikmawati, Liya Tri; Larasati, Rakhma Fitria; Sudananjaya, Bagus
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 16 No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.101-111

Abstract

Pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem merupakan hal yang sangat penting untuk diterapkan. Pendekatan ini memiliki tujuan untuk mencapai keberlanjutan dan keseimbangan dimensi sosial ekonomi, ekologi, dan tata kelola perikanan yang lebih efektif. Aspek yang dinilai dalam penelitian ini adalah teknik penangkapan ikan. Penilaian tersebut terbagi menjadi enam indikator, yang mencakup metode penangkapan ikan, kapasitas perikanan, selektivitas alat tangkap, modifikasi alat penangkap ikan, kesesuaian ukuran dan fungsi kapal, serta awak kapal perikanan yang telah tersertifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status sumber daya perikanan lemuru di Perairan Selat Bali, khususnya terkait teknik penangkapan ikan. Kegiatan penelitian berlangsung di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan dari bulan Maret hingga Juli 2023. Pengumpulan data menggunakan beberapa metode, meliputi wawancara, survei, dan pengambilan sampel ukuran ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator teknik atau metode penangkapan ikan yang bersifat ilegal atau dektruktif memperoleh skor 3, modifikasi dari alat penangkap ikan yang digunakan juga mendapatkan skor 3. Kapasitas perikanan, selektivitas alat tangkap, dan kesesuaian fungsi serta ukuran kapal perikanan yang digunakan berdasarkan dokumen legal masing-masing meraih skor 3, 3, dan 1, sedangkan awak kapal perikanan yang telah tersertifikasi mendapatkan skor 1. Secara keseluruhan, penilaian komposit pada domain teknik penangkapan ikan mencapai 90%, menandakan bahwa telah diterapkan dengan baik prinsip-prinsip Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM).
SUSTAINABILITY LEVEL LEMURU (SARDINELLA LEMURU) MANAGEMENT ECONOMIC AND SOCIAL DIMENSION IN THE BALI STRAIT'S WATERS Tanjov, Yulia Estmirar; Satyawan, Noar Muda; Bramana, Aditya; Jaya, Made Mahendra; Khikmawati, Liya Tri; Sarasati, Wulandari; Mainnah, Muth; Azis, Muh. Arkam; Purwanto, Agus
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 2 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.2.175-182

Abstract

This study aims to evaluate the persistence of lemuru management in the waters of the Bali Strait from social and economic perspectives. The methodology involves observations and interviews. Data utilized are based on direct observations and interviews with fishermen in the Pengambengan village. Fishermen interviewed were randomly selected and considered to represent the total lemuru catch using purse seines. Data were analyzed using Monte Carlo analysis with the RAPFISH method to determine which behaviors impact each social and economic factor. RAPFISH ordination results in the economic domain showed an index of 48,36, while in the social dimension, it had an index value of 44,48. These index results indicate that lemuru fisheries management for both economic and social dimensions is deemed less sustainable. Key words: lemuru, fisheries management, PPN Pengambengan
Physical Degradation of Toli Shad Gillnet: Breaking Strength, Elongation, and Fisheries Implications Mardiah, Ratu Sari; Park , Subong; Yurizal , Yurizal; Nugraha , Erick; Rasdam , Rasdam; Prasetyo, Ganang Dwi; Khikmawati, Liya Tri; Febriyanto , Fredi; Purwanto , Yuli; Isman, Khairudin
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 3 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v17i3.74560

Abstract

Graphical Abstract   Highlight Research Synthetic nets, widely used in aquaculture and marine fishing, experience reduced performance over time due to environmental exposure. The study analyzes the effectiveness of Toli shad gillnets based on their technical age using statistical and experimental methods. A strong negative correlation exists between technical age and both breaking strength (r = -0.972) and elongation (r = -0.92). Toli shad gillnets perform optimally within 2 to 3 years of use, with effectiveness declining by the fourth year as indicated by scores of 40–59, suggesting adequate performance but the need for targeted improvements. Medium-term maintenance should be performed annually throughout the net’s service life, up to a maximum of 7 years, while replacement is recommended starting in the 4 year to mitigate performance degradation.     Abstract Synthetic nets have high elasticity and are widely used for both aquaculture and marine fishing. However, as their technical age increases, their performance declines due to wear, reduced breaking strength, and decreased elongation caused by continuous exposure to the marine environment. Monitoring the technical age of nets is crucial to maintaining the effectiveness of Toli shad gillnets, minimizing losses, and ensuring optimal catch yields. This study aims to examine the physical degradation of synthetic gillnets used in Toli shad (Tenualosa macrura) fisheries based on their technical age. This study utilized gillnets targeting toli shad (Tenualosa macrura), with varying technical ages (control net, 1-year, 2-year, and 3-year nets), all made from polyamide (PA) monofilament. The differences in net dimensions were attributed to variations in their service life. The method used is purposive sampling, analyzed using descriptive statistics, correlation analysis, a Completely Randomized Design (CRD), and effectiveness evaluation. The results show that the structure of Toli shad gillnets consists of mesh sizes of 77.82–99.60 mm, thread diameters of 0.34–0.53 mm, and knot heights of 1.52–2.28 mm. The relationship between technical age and breaking strength has a correlation coefficient (r) of -0.972, an R² of 0.94, and a regression equation of y = 9.85 - 1.31x. The LSD test indicates a significant difference in breaking strength across treatments. The correlation between technical age and elongation has an r-value of -0.92, an R² of 0.86, with the equation y = 20.11 - 0.34x. The LSD test shows that the control net has significantly different elongation compared to others, but nets aged 1, 2, and 3 years show no significant differences. The study concludes that Toli shad gillnets remain effective for up to 3–4 years, with an effectiveness value of ≥50%. The implications of this study contribute to the efficient management of fishing nets by informing maintenance and replacement strategies based on the technical age and mechanical degradation of the gear. These findings suggest the importance of integrating net lifespan into gear management to enhance catch performance and sustainability in small-scale fisheries.
Pelatihan Pembuatan Jala Tebar Modifikasi Sebagai Inovasi Alat Panen Udang bagi Desa Mitra “Kampung Vaname” Politeknik KP Jembrana Bali Noar Muda Satyawan; Made Mahendra Jaya; Liya Tri Khikmawati; Wulandari Sarasati; Muth Mainnah; Yulia Estmirar Tanjov; Muh. Arkam Aziz; Iya Purnama Sari; Noveldesra Suhery; Rakhma Fitria Larasati
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 3 No. 3 (2022): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v3i3.6111

Abstract

The purpose of this community service were to improve the skills of Partner Village "Kampung Vaname" cultivators in making modified Cast Net so as to minimize deaths that occur after partial harvest. The methods used in this service were socialization and training. The target of this service is the cultivator of Partner Village "Kampung Vaname" Marine and Fisheries Polytechnic of Jembrana. The service activity began with the presentation of the material then continued with training in making Cast Net. Evaluation were done by giving pre-test and post-test to all training participants. Based on the service results, there was an increase in the understanding of the farming group in Partner Village about fishing gear that could be applied in the vannamei shrimp cultivation process, the vannamei shrimp farming group in Partner Village was able to make modified Cast Net fishing gear properly, and modified of Cast Net fishing gear could be one of solution for solving the problem of vaname shrimp farmers related to partial post-harvest shrimp mortality.
ANALISIS USAHA PENANGKAPAN IKAN PADA KAPAL PUKAT CINCIN PELAGIS KECIL DI PPP BAJOMULYO JUWANA Sarasati, Wulandari; Sya’roni, Ahmad Faiz; Khikmawati, Liya Tri
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 2 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.2.221-233

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang manajemen usaha penangkapan ikan pada kapal pukat cincin pelagis kecil. Manajemen usaha penangkapan ikan yang mencangkup keuntungan pendapatan, Contribution Margin (CM), Break Even Point (BEP), Payback Period (PP), Revenue Cost Ratio (R/C) dan Return Of Invesment (ROI) pada kapal pukat cincin pelagis kecil perlu diketahui untuk menentukan kelayakan suatu usaha. Berdasarkan hasil penelitian keuntungan kotor sebesar Rp1.045.192.000 dan keuntungan bersih sebesar Rp830.561.667. CM didapatkan sebesar Rp1.045.192.000. BEP didapatkan bahwa produksi tangkapan harus mencapai 17.337 kg dengan nilai penjualan mencapai Rp570.956.377. Masa pengembalian atau PP didapat selama 3 tahun 5 bulan. R/C sebesar 1,43. Perhitungan ROI adalah 29%. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan maka usaha penangkapan ikan pada Kapal pukat cincin pelagis kecil di PPP Bajomulyo termasuk dalam usaha yang menguntungkan sehingga layak untuk dilanjutkan. Kata kunci: analisis finansial, manajemen, pukat cincin