Claim Missing Document
Check
Articles

INTEGRASI TEKNOLOGI PRODUKSI DAN MANAJEMEN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS DAN KEBERLANJUTAN USAHA REBANA Andi Iswoyo; Yanuar Fauzuddin; Hutomo Setia Budi
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 2 (2025): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i2.10390

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema PMUPUD dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi, mutu produk, dan kemandirian usaha mitra produsen alat musik rebana di Kabupaten Gresik. Analisis situasi menunjukkan bahwa UD. Rebana Gresik Tiga Putri dan Rebana Spesial Adnan Khozin menghadapi keterbatasan kapasitas produksi, distribusi barang yang tidak efisien, manajemen persediaan yang belum tertata, serta pemasaran digital yang belum optimal. Permasalahan prioritas yang dihadapi meliputi alur barang di gudang dua lantai yang masih manual, kebutuhan tambahan peralatan untuk gudang baru, pencatatan persediaan dan penjualan yang tumpang tindih, serta rendahnya pemanfaatan marketplace. Solusi yang ditawarkan mencakup rancang bangun Lift Barang, pengadaan kompresor 58 liter dan dua mesin amplas kayu, inventarisasi barang dengan kode/barcode, penerapan aplikasi Kasir Pintar dan Kledo, serta pendampingan pemasaran digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui perancangan, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi berkelanjutan dengan melibatkan mahasiswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi hingga 40%, manajemen persediaan lebih tertata, penjualan online meningkat 20%, dan omzet mitra naik 15–36%. Dampak yang dicapai adalah peningkatan aset mitra, efisiensi operasional, kemandirian pencatatan keuangan, serta perluasan pasar melalui digital economy.
Digital taxation and tax compliance in Indonesian Marketplaces: A qualitative study of Shopee Sellers Rodhiyah Rodhiyah; Andi Iswoyo; Antoni Antoni; Pujianto Pujianto
AFRE (Accounting and Financial Review) Vol. 9 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Postgraduate Program Merdeka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/afr.v9i1.16896

Abstract

This study examines how Indonesian marketplace sellers interpret and respond to evolving income tax arrangements in e-commerce, focusing on inclusivity and practical compliance in platform-based trade. Previous studies on digital taxation have largely focused on measurable compliance outcomes using quantitative approaches, providing limited understanding of how MSME sellers interpret settlement deductions in marketplace transactions. Using an interpretive qualitative case study approach, semi-structured interviews were conducted with five active Shopee sellers representing different product categories and seller tiers. The findings reveal three main themes. First, sellers experience a perception–regulation gap, as deductions displayed in transaction settlements are often interpreted as taxes, although they may also include platform fees and other charges. This creates uncertainty regarding the nature of the deductions and contributes to perceptions of unfairness. Second, sellers adopt various margin-protection strategies, including price adjustments, product modifications, and the use of paid platform services. Third, sellers’ express expectations for a more transparent and practical system, including clearer invoice labeling, simplified procedures for micro sellers, and integrated guidance within marketplace platforms. This study contributes to the literature by highlighting how transparency, administrative burden, and platform governance shape sellers’ perceptions of digital taxation and tax compliance. As an exploratory qualitative study based on a small sample from a single marketplace, the findings should be interpreted within their context.
SECTORAL MAPPING OF CREATIVE ECONOMY FIRMS ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE BASED ON KEMENPAREKRAF AND IDX Soedjatmiko Soedjatmiko; Andi Iswoyo; Nanang Setiawan; Akhmad Julian Saputra
Dinamika Ekonomi: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 18 No 2 (2025): DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.18 No.2 September 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional (STIENAS) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53651/jdeb.v18i2.593

Abstract

This study aims to map creative economy firms listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) based on the official subsector classification issued by the Ministry of Tourism and Creative Economy (Kemenparekraf) and the IDX Industrial Classification (IDX-IC). Using a descriptive qualitative approach, this study employs content analysis of annual reports, initial public offering (IPO) prospectuses, and other official corporate documents. The classification framework is developed based on indicators of creative activities, intellectual property intensity, and alignment with the 17 nationally defined creative economy subsectors. The findings indicate that only a limited number of IDX-listed firms can be classified as core creative economy companies, with a concentration in the media, film, broadcasting, and advertising subsectors. In contrast, art- and culture-based subsectors such as performing arts, fine arts, crafts, and architecture are largely underrepresented. These findings reveal a structural gap between the strategic role of the creative economy and its capital market representation, while providing a sectoral mapping that supports the development of a creative economy stock index in Indonesia.
MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM KULINER DESA MELALUI PENDAMPINGAN MANAJEMEN, PRODUKSI, DAN PEMASARAN DIGITAL Yanuar Fauzuddin; Andi Iswoyo; Hutomo Setia Budi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2724

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Desa Cagakagung dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas BUMDes, PKK, dan tenant kuliner dalam mengelola sentra kuliner berbasis ekonomi hijau. Analisis situasi menunjukkan bahwa sebelum program, fasilitas kuliner masih terbatas, tata kelola BUMDes belum optimal, serta tenant kurang terampil dalam manajemen usaha, keuangan, dan pemasaran digital. Permasalahan tersebut diatasi melalui penerapan teknologi berupa penyediaan delapan unit rombong, meja kursi, lesehan, alas sintetis, dan lampu hias, serta pelatihan dan pendampingan intensif mencakup penyusunan business plan, akuntansi digital berbasis android dan QRIS, manajemen produksi, pelayanan, pemasaran online–offline, pembuatan konten media sosial, hingga fasilitasi legalitas usaha berupa NIB dan sertifikasi halal. Hasil program menunjukkan peningkatan aset BUMDes sebesar 12%, kenaikan pendapatan tenant rata-rata 30%, peningkatan omzet hingga 40%, serta peningkatan keterampilan manajerial tenant dan PKK mencapai 60%. Luaran program berupa artikel ilmiah, publikasi media massa, video dokumentasi, dan poster publikasi. Program ini terbukti mampu memperkuat kapasitas kelembagaan dan usaha kuliner desa, serta direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui diversifikasi produk, digitalisasi pemasaran, dan penerapan konsep green foodcourt yang dapat direplikasi ke desa sekitar.
PEMBERDAYAAN TP-PKK DESA CAGAKAGUNG DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN KELUARGA MELALUI URBAN FARMING BERBASIS HIDROPONIK DAN ECO-ENZIM Heri Susanto; Andi Iswoyo; Didik Daryanto; Pujianto Pujianto; Dedy Setiawan; Khilya Al Majida
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2804

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu Tim Penggerak PKK Desa Cagakagung Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui penerapan urban farming berbasis hidroponik dan pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk cair. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman pangan di lahan sempit, belum adanya pemanfaatan sampah rumah tangga, serta administrasi keuangan kelompok yang masih sederhana. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan yang diikuti oleh 38 anggota aktif PKK. Materi pelatihan mencakup pembuatan instalasi hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT), pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair atau eco-enzim, serta pencatatan keuangan berbasis digital sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam budidaya hidroponik sebesar 60%, pembuatan pupuk cair sebesar 50%, dan pengelolaan administrasi keuangan sebesar 50%. Selain itu, terbentuk Kelompok Hidroponik PKK Cagakagung sebagai wadah keberlanjutan kegiatan dan pengelolaan hasil panen. Dampak program meliputi peningkatan pendapatan kelompok sekitar 10–15%, penguatan solidaritas sosial antaranggota, serta berkurangnya volume sampah organik rumah tangga. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas perempuan desa, menumbuhkan kesadaran lingkungan, dan memperkuat ketahanan pangan berbasis green economy di tingkat keluarga dan masyarakat.
PENINGKATAN KAPASITAS USAHA MIKRO “DAPUR ARISHA” MELALUI PENGEMBANGAN PRODUKSI, PEMASARAN, DAN DIGITALISASI KEUANGAN DI KABUPATEN GRESIK Fitra Mardiana; Trisa Indrawati; Lili indah Pratiwi; Andi Iswoyo; Budi Sesariani; M. Saiful Hilal
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2818

Abstract

Mitra dalam program ini adalah Ibu Widi Suci Ariani, pemilik usaha mikro Dapur Arisha yang berlokasi di Desa Cagakagung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Usaha kuliner ini menghasilkan dua produk utama, yaitu minuman teh dan jagung kriwil, dengan skala produksi rumahan dan peralatan sederhana. Tujuan program ini adalah meningkatkan kapasitas usaha dan pendapatan mitra melalui penguatan aspek produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan peralatan produksi, variasi produk yang minim, penjualan yang masih terbatas pada pesanan WhatsApp, belum memiliki rombong untuk penjualan langsung, serta belum melakukan pencatatan keuangan berbasis digital. Solusi yang diterapkan mencakup pengadaan peralatan produksi, pendampingan peningkatan keterampilan, pelatihan penjualan langsung dan pemasaran online, serta penerapan pencatatan transaksi melalui QRIS. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam penggunaan peralatan hingga 60%, penambahan variasi produk menjadi 10 jenis, peningkatan kemampuan pemasaran online hingga 40%, serta peningkatan omzet penjualan sebesar 50%. Selain itu, mitra kini memiliki satu unit rombong angkringan untuk berjualan di Foodcourt Cagakagung dan telah menerapkan pencatatan keuangan berbasis digital. Dampak kegiatan ini tidak hanya meningkatkan daya saing usaha mikro, tetapi juga memperkuat kemandirian perempuan desa dalam berwirausaha secara berkelanjutan. Rekomendasi selanjutnya adalah memperluas jangkauan pasar digital dan memperkuat jejaring kemitraan dengan CSR serta pemerintah desa
Beyond Disclosure: Does Sustainability Control Maturity Drive Eco-Efficiency in State-Owned Enterprises? Andi Iswoyo; Rodhiyah Rodhiyah; Endah Supeni Purwaningsih; Pramandyah Fitah Kusuma; Salsabila Azka Az-Zahra
The Indonesian Accounting Review Vol. 16 No. 2 (2026): Volume 16 No 2 2026
Publisher : Universitas Hayam Wuruk Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/tiar.v16i2.5686

Abstract

This study examines whether Sustainability Management Control System Maturity (SMCSM) is associated with eco-efficiency in Indonesian non-financial state-owned enterprises. Using annual reports and sustainability reports from 33 enterprises over the 2015–2024 period, this study develops a report-based SMCSM index covering sustainability target setting, KPI measurement, monitoring and evaluation, managerial accountability and governance, corrective action and learning, and integration with operational and risk control. The full dataset contains 320 firm-year observations, whereas the main energy model uses 90 observations from 12 firms due to uneven availability of environmental data. Eco-efficiency is measured using revenue-based environmental efficiency indicators, with energy eco-efficiency as the main dependent variable and emission and water eco-efficiency as robustness measures. The empirical analysis employs panel regression with firm fixed effects and clustered standard errors. The results do not support a significant association between SMCSM and energy eco-efficiency, and similar patterns appear in lagged models, sensitivity tests, and robustness models using emission and water eco-efficiency. However, changes in the scope of environmental reporting are consistently associated with energy eco-efficiency, indicating that the reporting boundary and measurement coverage affect the comparability of report-based environmental performance. This study contributes to sustainability management accounting by introducing a documentary SMCSM index and highlighting the importance of the reporting scope for interpreting eco-efficiency data. Practically, the findings suggest that managers and regulators should not treat disclosed sustainability control maturity as direct evidence of environmental efficiency improvement unless reporting boundaries and operational embedding are clearly established.
EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PIUTANG USAHA DALAM IMPLEMENTASI ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (Studi Kasus di PT. Semen Indonesia Logistik) Nindy Puspita Sari; Andi Iswoyo
Income Vol 1 No 2 (2020): INCOME : Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/akuntansi.v1i2.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengendalian intern piutang usaha berdasarkan Committee Of Sponsoring Organizations 2013 (COSO 2013) agar dapat membantu manajemen perusahaan sebagai bahan evaluasi pengendalian intern piutang usaha di perusahaan untuk meningkatkan kinerja manajemen. Data yang diperoleh dianalisis dengan membandingkan dengan teori berdasarkan Committee Of Sponsoring Organizations 2013 (COSO 2013). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan denga menggunakan metode wawancara, dokumentasi, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Semen Indonesia Logistik telah efektif dalam pengendalian intern piutang usaha dengan ditunjukkan aktivitas perusahaan yang telah dilakukan sesuai Standard Operating Procedure.
ANALISIS PENGGUNAAN METODE ALTMAN Z-SCORE UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR MINYAK BUMI DAN GAS (MIGAS) YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) Fitri Dita Febriani; Andi Iswoyo
Income Vol 2 No 1 (2021): INCOME : Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/akuntansi.v2i1.89

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis prediksi financial distress pada Perusahaan Minyak bumi dan Gas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2017 menggunakan metode Altman Z-Score dengan jenis penelitian kuantitatif dan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah bahwa Alman Z Score mampu memprediksi kondisi financial distress pada Perusahaan Manufaktur sektor Minyak Bumi dan Gas (Migas) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013 -2017 dapat dilihat dari data PT. Ratu Prabu Energi Tbk , PT. Benakat Intergra Tbk, PT. Surya Esa Perkasa Tbk, PT. Medco Energi Internasional Tbk periode 2013 – 2017 di indikasi sebagai perusahaan yang mengalami financial distress karena berada dalam kondisi bangkrut, sedangkan selama periode 2013-2018 PT. Elnusa Tbk dan PT. Radiant Utama Interinsco Tbk di indikasi dalam kondisi rawan bangkrut, selanjutnya PT. Energi Mega Persada Tbk selama periode 2013-2014 di kategorikan bangkrut akan tetapi pada 2015 naik menjadi rawan bangkrut hingga 2016 di indikasi tidak bangkrut namun pada akhirnya pada 2017 kembali menjadi perusahaan yang rawan bangkrut.
ANALISIS PENERAPAN TAX PLANNING PENGADAAN ASET SECARA SEWA GUNA USAHA ATAU LEASING BERDASARKAN KMKNO. 1169/KMK.01/1991 PADA CV. GRESSINDO TEKNIK Andi Iswoyo; Linda Catur Widianti; Aminatuzzuhro Aminatuzzuhro
Income Vol 3 No 1 (2022): INCOME : Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/akuntansi.v3i1.144

Abstract

Analisis sumber pendanaan leasing dalam pengadaaan aset dibutuhkan sebuah perusahaan yang dimana langkah pengambilan keputusan terkait investasi yang akan dilakukan. Dalam kasus Sewa Guna Usaha (Leasing)merupakan suatu perjanjian dimana antara pihak lessordengan pihak lessee. Pihak lessor memberikan beberapa hak kepada lesseeberguna untuk penggunaan barang dalam modal selama jangka waktu tertentu, dengan adanya suatu keuntungan berkala yang besar kecilnya tergantung dari perjanjian tersebut. Sewa Guna Usaha (Leasing) dapat dibedakan menjadi hal sewa guna usaha dengan hak opsi (Finance Lease) dan sewa guna usaha tanpa hak opsi (Operating Lease). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara menyeluruh dan komprehensif metode alternatif leasing mana yang lebih menguntungkan dalam pengadaan aset (kendaraan) antara metode finance leasedengan metode operating lease, serta untuk mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pihak manajemen dalam pengadaan aset