Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENERAPAN TAX PLANNING PENGADAAN ASET SECARA SEWA GUNA USAHA ATAU LEASING BERDASARKAN KMKNO. 1169/KMK.01/1991 PADA CV. GRESSINDO TEKNIK Iswoyo, Andi; Widianti, Linda Catur; Aminatuzzuhro, Aminatuzzuhro
Income Vol 3 No 1 (2022): INCOME : Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/akuntansi.v3i1.144

Abstract

Analisis sumber pendanaan leasing dalam pengadaaan aset dibutuhkan sebuah perusahaan yang dimana langkah pengambilan keputusan terkait investasi yang akan dilakukan. Dalam kasus Sewa Guna Usaha (Leasing)merupakan suatu perjanjian dimana antara pihak lessordengan pihak lessee. Pihak lessor memberikan beberapa hak kepada lesseeberguna untuk penggunaan barang dalam modal selama jangka waktu tertentu, dengan adanya suatu keuntungan berkala yang besar kecilnya tergantung dari perjanjian tersebut. Sewa Guna Usaha (Leasing) dapat dibedakan menjadi hal sewa guna usaha dengan hak opsi (Finance Lease) dan sewa guna usaha tanpa hak opsi (Operating Lease). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara menyeluruh dan komprehensif metode alternatif leasing mana yang lebih menguntungkan dalam pengadaan aset (kendaraan) antara metode finance leasedengan metode operating lease, serta untuk mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pihak manajemen dalam pengadaan aset
INTEGRASI TEKNOLOGI PRODUKSI DAN MANAJEMEN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS DAN KEBERLANJUTAN USAHA REBANA Iswoyo, Andi; Fauzuddin, Yanuar; Budi, Hutomo Setia
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i2.10390

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema PMUPUD dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi, mutu produk, dan kemandirian usaha mitra produsen alat musik rebana di Kabupaten Gresik. Analisis situasi menunjukkan bahwa UD. Rebana Gresik Tiga Putri dan Rebana Spesial Adnan Khozin menghadapi keterbatasan kapasitas produksi, distribusi barang yang tidak efisien, manajemen persediaan yang belum tertata, serta pemasaran digital yang belum optimal. Permasalahan prioritas yang dihadapi meliputi alur barang di gudang dua lantai yang masih manual, kebutuhan tambahan peralatan untuk gudang baru, pencatatan persediaan dan penjualan yang tumpang tindih, serta rendahnya pemanfaatan marketplace. Solusi yang ditawarkan mencakup rancang bangun Lift Barang, pengadaan kompresor 58 liter dan dua mesin amplas kayu, inventarisasi barang dengan kode/barcode, penerapan aplikasi Kasir Pintar dan Kledo, serta pendampingan pemasaran digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui perancangan, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi berkelanjutan dengan melibatkan mahasiswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi hingga 40%, manajemen persediaan lebih tertata, penjualan online meningkat 20%, dan omzet mitra naik 15–36%. Dampak yang dicapai adalah peningkatan aset mitra, efisiensi operasional, kemandirian pencatatan keuangan, serta perluasan pasar melalui digital economy.
MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM KULINER DESA MELALUI PENDAMPINGAN MANAJEMEN, PRODUKSI, DAN PEMASARAN DIGITAL Fauzuddin, Yanuar; Iswoyo, Andi; Budi, Hutomo Setia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2724

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Desa Cagakagung dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas BUMDes, PKK, dan tenant kuliner dalam mengelola sentra kuliner berbasis ekonomi hijau. Analisis situasi menunjukkan bahwa sebelum program, fasilitas kuliner masih terbatas, tata kelola BUMDes belum optimal, serta tenant kurang terampil dalam manajemen usaha, keuangan, dan pemasaran digital. Permasalahan tersebut diatasi melalui penerapan teknologi berupa penyediaan delapan unit rombong, meja kursi, lesehan, alas sintetis, dan lampu hias, serta pelatihan dan pendampingan intensif mencakup penyusunan business plan, akuntansi digital berbasis android dan QRIS, manajemen produksi, pelayanan, pemasaran online–offline, pembuatan konten media sosial, hingga fasilitasi legalitas usaha berupa NIB dan sertifikasi halal. Hasil program menunjukkan peningkatan aset BUMDes sebesar 12%, kenaikan pendapatan tenant rata-rata 30%, peningkatan omzet hingga 40%, serta peningkatan keterampilan manajerial tenant dan PKK mencapai 60%. Luaran program berupa artikel ilmiah, publikasi media massa, video dokumentasi, dan poster publikasi. Program ini terbukti mampu memperkuat kapasitas kelembagaan dan usaha kuliner desa, serta direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui diversifikasi produk, digitalisasi pemasaran, dan penerapan konsep green foodcourt yang dapat direplikasi ke desa sekitar.
INTEGRASI TEKNOLOGI PRODUKSI DAN MANAJEMEN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS DAN KEBERLANJUTAN USAHA REBANA Iswoyo, Andi; Fauzuddin, Yanuar; Budi, Hutomo Setia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2728

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema PMUPUD dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi, mutu produk, dan kemandirian usaha mitra produsen alat musik rebana di Kabupaten Gresik. Analisis situasi menunjukkan bahwa UD. Rebana Gresik Tiga Putri dan Rebana Spesial Adnan Khozin menghadapi keterbatasan kapasitas produksi, distribusi barang yang tidak efisien, manajemen persediaan yang belum tertata, serta pemasaran digital yang belum optimal. Permasalahan prioritas yang dihadapi meliputi alur barang di gudang dua lantai yang masih manual, kebutuhan tambahan peralatan untuk gudang baru, pencatatan persediaan dan penjualan yang tumpang tindih, serta rendahnya pemanfaatan marketplace. Solusi yang ditawarkan mencakup rancang bangun electric scaffolding, pengadaan kompresor 58 liter dan dua mesin amplas kayu, inventarisasi barang dengan kode/barcode, penerapan aplikasi Kasir Pintar dan Kledo, serta pendampingan pemasaran digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui perancangan, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi berkelanjutan dengan melibatkan mahasiswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi hingga 40%, manajemen persediaan lebih tertata, penjualan online meningkat 20%, dan omzet mitra naik 15–36%. Dampak yang dicapai adalah peningkatan aset mitra, efisiensi operasional, kemandirian pencatatan keuangan, serta perluasan pasar melalui digital economy.
PEMBERDAYAAN TP-PKK DESA CAGAKAGUNG DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN KELUARGA MELALUI URBAN FARMING BERBASIS HIDROPONIK DAN ECO-ENZIM Susanto, Heri; Iswoyo, Andi; Daryanto, Didik; Pujianto, Pujianto; Setiawan, Dedy; Al Majida, Khilya
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2804

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu Tim Penggerak PKK Desa Cagakagung Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui penerapan urban farming berbasis hidroponik dan pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk cair. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman pangan di lahan sempit, belum adanya pemanfaatan sampah rumah tangga, serta administrasi keuangan kelompok yang masih sederhana. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan yang diikuti oleh 38 anggota aktif PKK. Materi pelatihan mencakup pembuatan instalasi hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT), pengolahan limbah organik menjadi pupuk cair atau eco-enzim, serta pencatatan keuangan berbasis digital sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam budidaya hidroponik sebesar 60%, pembuatan pupuk cair sebesar 50%, dan pengelolaan administrasi keuangan sebesar 50%. Selain itu, terbentuk Kelompok Hidroponik PKK Cagakagung sebagai wadah keberlanjutan kegiatan dan pengelolaan hasil panen. Dampak program meliputi peningkatan pendapatan kelompok sekitar 10–15%, penguatan solidaritas sosial antaranggota, serta berkurangnya volume sampah organik rumah tangga. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas perempuan desa, menumbuhkan kesadaran lingkungan, dan memperkuat ketahanan pangan berbasis green economy di tingkat keluarga dan masyarakat.
PENINGKATAN KAPASITAS USAHA MIKRO “DAPUR ARISHA” MELALUI PENGEMBANGAN PRODUKSI, PEMASARAN, DAN DIGITALISASI KEUANGAN DI KABUPATEN GRESIK Mardiana, Fitra; Indrawati, Trisa; Pratiwi, Lili indah; Iswoyo, Andi; Sesariani, Budi; Hilal, M. Saiful
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2818

Abstract

Mitra dalam program ini adalah Ibu Widi Suci Ariani, pemilik usaha mikro Dapur Arisha yang berlokasi di Desa Cagakagung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Usaha kuliner ini menghasilkan dua produk utama, yaitu minuman teh dan jagung kriwil, dengan skala produksi rumahan dan peralatan sederhana. Tujuan program ini adalah meningkatkan kapasitas usaha dan pendapatan mitra melalui penguatan aspek produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan peralatan produksi, variasi produk yang minim, penjualan yang masih terbatas pada pesanan WhatsApp, belum memiliki rombong untuk penjualan langsung, serta belum melakukan pencatatan keuangan berbasis digital. Solusi yang diterapkan mencakup pengadaan peralatan produksi, pendampingan peningkatan keterampilan, pelatihan penjualan langsung dan pemasaran online, serta penerapan pencatatan transaksi melalui QRIS. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam penggunaan peralatan hingga 60%, penambahan variasi produk menjadi 10 jenis, peningkatan kemampuan pemasaran online hingga 40%, serta peningkatan omzet penjualan sebesar 50%. Selain itu, mitra kini memiliki satu unit rombong angkringan untuk berjualan di Foodcourt Cagakagung dan telah menerapkan pencatatan keuangan berbasis digital. Dampak kegiatan ini tidak hanya meningkatkan daya saing usaha mikro, tetapi juga memperkuat kemandirian perempuan desa dalam berwirausaha secara berkelanjutan. Rekomendasi selanjutnya adalah memperluas jangkauan pasar digital dan memperkuat jejaring kemitraan dengan CSR serta pemerintah desa