Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Melalui Kegiatan Fun Cooking pada anak Kelompok B di TK Negeri Pembina Kabupaten Muaro Jambi Nisasia, Regita; Destrinelli, Destrinelli; Ismiatun, Asih Nur
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1421

Abstract

Kemampuan kerjasama anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Kabupaten Muaro Jambi masih belum sepenuhnya berkembang, contohnya sebagian besar anak masih kurang berinteraksi, kurang sabar dan belum bisa bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kerjasama siswa dalam pembelajaran dengan memanfaatkan kegiatan Fun Cooking pada anak kelompok B4 di TK Negeri Pembina Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan bentuk tindakan kolaboratif dan terdiri dari II siklus selama 3 kali pertemuan pada setiap siklusnya. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakuakan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan fun cooking dapat meningkatkan kemampuan kerjasama anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Kabupaten Muaro Jambi. Sebelum kegiatan fun cooking duilakukan rata-rata kemapuan kerjasma anak usia 5-6 tahun di TK Negeri pembina terlihat hanya memperoleh 30,38% yang berada pada kategori rendah atau belum mencapai ketuntasan yang ditentukan yaitu >76%. Setelah dilakukanya tindakan pada siklus I kemampuan kerjasama anak usia 5-6 tahun mengalami peningkatan pada pertemuan satu sebesar 41,67% pertemuan dua 49,83% dan pertemuan ketiga 61,98%. Pada siklus II pertemuan satu meningkat sebesar 72,57% pertemuan dua 81, 60% dan pertemuan ketiga sebesar 89, 06%.  
Persepsi Orang Tua Tentang Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini di TK Hafizah Desa Bendar Sedap Kabupaten Kerinci Nabila, Sintia; Rahman, KA; Ismiatun, Asih Nur
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1425

Abstract

Penelitian ini menganalisis persepsi orang tua tentang pentingnya pendidikan anak usia dini yang pada faktanya begitu banyak kekeliruan dalam memahami pendidikan anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi orang tua tentang pentingnya pendidikan, masa peka, dan peran penting anak usia dini sebagai generasi emas suatu bangsa. Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan metode angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisa persentase (%). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang menyekolahkan anaknya di TK Hafizah Desa Bendar Sedap. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 orang tua. Penelitian ini dilaksanakan di TK Hafizah Desa Bendar Sedap Kabupaten Kerinci.  Hasil dari peneltian ini diantaranya meliputi persepsi orang tua tentang pentingnya PAUD berada pada kualitas sedang (46,0%), persepsi orang tua mengenai anak usia dini hidup pada masa peka berada pada kualitas sedang (44,8%), dan persepsi orang tua mengenai anak usia dini merupakan generasi emas suatu bangsa berada pada kualitas sedang (50%). Kesimpulannya persepsi orang tua tentang pentingnya pendidikan anak usia dini di TK Hafizah Desa Bendar Sedap Kabupaten Kerinci berada pada kualitas sedang yaitu (46,93%).
Pengaruh Media Smart Box Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B1 di TK Pertiwi 1 Kabupaten Merangin Putri, Mutiara Maeisa; Ismiatun, Asih Nur; Rosyadi, Akhmad Fikri
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1584

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan hasil pengamatan peneliti di lapangan yang menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun di TK Pertiwi 1 yang masih belum berkembang. Hal ini dibuktikan dari temuan awal yaitu pada saat proses pembelajaran anak belum bisa membuat hasil karya yang baru tanpa diberi contoh oleh guru, Anak belum dapat membentuk minat yang kuat hal ini terlihat banyak anak yang terlihat bosan, ngantuk, kurang tertarik, dan bahkan ada yang sibuk main sendiri saat mengerjakan keterampilan seperti menggambar, menjiplak, menggunting, atau keterampilan lainnya. Kemudian kurangnya keingintahuan pada anak dalam kegiatan serta anak belum bisa menunjukkan inisiatif saat melakukan hal-hal baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Smart Box Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B1 di TK Pertiwi I Kabupaten Merangin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Desain yang dipakai adalah Pre-Eksperimental Design dengan bentuk One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini di TK Pertiwi 1 Kabupaten Merangin yaitu 136 anak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Sampling Purposive, 16 anak. Instrumen yang digunakan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian membuktikan bahwa t hitung > t tabel yaitu 24.092 > 2.131 pada taraf signifikan = 0,05 hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan dari media smart box terhadap kemampuan membaca permulaan  anak kelompok B1 di Pertiwi 1 Kabupaten Merangin. Dengan demikian media smart box dapat digunakan dalam pembelajaran anak usia dini di sekolah dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Buku Panduan Stimulasi Motorik Halus Berbasis Practical Life Skill Siregar, Masyunita; Pangaribuan, Tumewa; Ismiatun, Asih Nur
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5517

Abstract

Perkembangan motorik halus anak adalah salah satu bagian penting dalam perkembangan setiap individu. Sehingga dibutuhkan kegiatan untuk stimulasi perkembangan motorik halus. Namun, guru-guru masih kesulitan dalam menentukan kegiatan yang seusai dengan kegiatan sehari-hari atau sesuai dengan practical life skill. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru tentang buku panduan  stimulasi motorik halus berbasis practical life skill. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner terbuka melalui google form disebar pada 20 guru PAUD yang dipilih melalui random sampling. Teknik analisis data dengan miles and hubermen terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada buku panduan berbasis practical life skills untuk mengembangkan motorik halus anak. Guru memerlukan buku panduan motorik halus yang sistematis dan terstruktur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD.
Pengaruh Penggunaan Media Busy Board terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Sari, Purnama; Sukendro; Ismiatun, Asih Nur
Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2025): DIRASAH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the effect of using Busy Board media on the fine motor skills of children aged 4–5 years at TK Negeri 15 Mendalo, Muaro Jambi. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design, involving 11 children selected through purposive sampling. Initial observations indicated that the children's fine motor development was not yet optimal, as shown by difficulties in drawing, coloring, and writing, particularly in hand-eye coordination. Data were collected through observation sheets and documentation, and analyzed using normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing. The results of the paired sample t-test showed a significant effect of Busy Board usage on children’s fine motor skills (t = 31.894 > tₜable = 2.228; p < 0.05), with an effect size of 4.41, categorized as very strong. These findings indicate that the Busy Board is an effective and recommended medium for stimulating fine motor skills in early childhood. Further research is suggested to examine the effectiveness of Busy Board in larger and more diverse populations.
PELATIHAN PEMBUATAN SERIOUS GAME EDUKASI BERBASIS ETNOMATEMATIKA ANYAMAN TRADISIONAL JAMBI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI TEKNOLOGI GURU Syafmen, Wardi; Simatupang, Gugun Manosor; Ismiatun, Asih Nur; Novferma, Novferma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5418

Abstract

ABSTRACTThis community service activity was designed to improve teachers’ digital literacy and their ability to integrate local culture into mathematics learning. The program was implemented through five stages: preparation, socialization, workshop, evaluation, and mentoring, involving 25 mathematics teachers from MGMP Muaro Jambi/Rayon Jaluko. The method combined workshops and structured mentoring supported by pretest–posttest, observation, product assessment, and satisfaction surveys. The results showed a significant increase in teachers’ technology literacy, with the average pretest score of 45.6 rising to 82.4 in the posttest. Teachers successfully developed 20 prototypes of serious games that integrated mathematical concepts with local weaving motifs such as Tikal and Pucuk Rebung. In addition, 92% of participants expressed high satisfaction with the program. These findings confirm that the training not only improved teachers’ digital competencies but also supported the preservation of Jambi’s cultural heritage through innovative and interactive learning media.Keywords: Serious game, ethnomathematics, digital literacy, weaving, teacher trainingABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan literasi digital guru serta kemampuan mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran matematika. Program dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi, workshop, evaluasi, dan pendampingan, dengan melibatkan 25 guru matematika MGMP Muaro Jambi/Rayon Jaluko. Metode yang digunakan berupa workshop dan pendampingan terstruktur dengan instrumen pretest–posttest, observasi, penilaian produk, serta angket kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi teknologi guru, di mana skor rata-rata pretest 45,6 meningkat menjadi 82,4 pada posttest. Guru berhasil menghasilkan 20 prototipe serious game yang mengintegrasikan konsep matematika dengan motif anyaman lokal seperti Tikal dan Pucuk Rebung. Selain itu, 92% peserta menyatakan sangat puas terhadap program yang diikuti. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan tidak hanya meningkatkan kompetensi digital guru, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya Jambi melalui media pembelajaran inovatif dan interaktif.Kata Kunci: Serious game, etnomatematika, literasi digital, anyaman, pelatihan guru
PEMBINAAN KOMPETENSI PROFESIONAL, PEDAGOGIS DAN KONTEKSTUAL INSTITUSI GURU SD BINAAN DALAM MENERAPKAN DEEP LEARNING Kuntarto, Eko; Ismiatun, Asih Nur; Pamela, Issaura Sherly; Hidayat, Akhmad Faisal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5465

Abstract

ABSTRACTTransforming education through innovative implementation of a deep learning approach in the learning process requires qualified teachers and institutional support. Professional competence, teacher pedagogical competence, and institutional contextualization are the fundamental foundations for successful implementation of deep learning. However, in reality, teachers in assisted schools do not yet fully understand and have the skills to integrate the DL approach into their learning practices, and training facilities are still limited. The purpose of this training was to provide guidance on the professional, pedagogical, and institutional contextualization of assisted elementary school teachers in implementing deep learning. The results showed that teacher competence increased, both in terms of understanding and integration in the preparation of lesson plans (RPPP)/student activity worksheet (LKPD) and their application in the learning process. The institution also provided optimal support through the availability of training, comfortable and conducive learning spaces, and facilities for integrating technology. The coaching activities successfully had a positive impact on teachers and schools in implementing deep learning.).Keywords: Professional Competency, Pedagogic Competency, Contextual Competency, Deep Learning Approach, Elementary Teachers ABSTRAKTransformasi pendidikan melalui inovasi penerapan pendekatan deep learning pada proses pembelajaran membutuhkan peran guru yang berkualitas dan dukungan lembaga. Kompetensi profesional, kompetensi pedagogik guru dan kontekstual intitusi menjadi dasar fundamental yang mendukung keberhasilan implementasi deep learning tersebut. Namun, realitanya guru-guru di sekolah binaan yang belum sepenuhnya memiliki pemahaman dan keterampilan dalam mengintegrasikan pendekatan DL tersebut ke dalam praktik pembelajaran, serta masih terbatasnya fasilitas pelatihan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk melaksanakan pembinaan kompetensi profesional, pedagogik dan kontekstual institusi pada guru SD binaan dalam menerapkan deep learning. Hasil kegiatan menghasilkan bahwa kompetensi guru mengalami peningkatan baik dari level pemahaman dan integrase pada penyusunan RPP/ LKP serta apliksinya pada proses pembelajaran. Institusi juga memberikan dukungan optimal melalui ketersediaan pelatihan, ruang belajar yang nyaman dan konusif, dan fasilitas untuk mengintegrasikan teknologi. Kegiatan pembinaan berhasil memberikan dampak positif pada guru dan sekolah dalam penerapan deep learning.Kata Kunci: Kompetensi Profesioanal, Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kontekstual Insttusi, Deep Learning, Guru Sekolah Dasar
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA MOBILE LEARNING BERBASIS TIKTOK BERILUSTRASI BUDAYA LOKAL BERBANTUAN AI Simatupang, Gugun Manosor; Syafmen, Wardi; Ismiatun, Asih Nur; Novferma, Novferma; Romundza, Febbry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5643

Abstract

ABSTRACTThis study aims to improve teachers’ competence in developing mobile learning media using TikTok supported by Artificial Intelligence (AI) to create contextual visual learning materials. The training was conducted at SMP Negeri 6 Muaro Jambi with 20 participating teachers. A participatory workshop model was applied through orientation, demonstration, guided practice, and independent production stages. Data were collected through performance assessments, observation, and response questionnaires. The results show a significant increase in teachers’ skills: the mean score for media design improved from 62.5 to 83.0, TikTok-based instructional use from 58.0 to 86.5, and AI-based visual creation from 55.0 to 88.0. Teacher motivation and readiness to apply the media in class also increased, reflected by a positive response score of 3.6 on a 4-point scale. Classroom trials showed an increase in student engagement from 56% to 84% and participation from 48% to 73%. These findings indicate that AI-assisted TikTok-based mobile learning media is effective in enhancing teacher creativity, classroom interaction, and student learning engagement.Keywords: mobile_learning; tiktok; local_culture; artificial_intelligence; teacher_training ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media mobile learning dengan memanfaatkan TikTok yang didukung oleh Kecerdasan Buatan (AI) untuk menghasilkan materi pembelajaran visual yang kontekstual. Pelatihan dilaksanakan di SMP Negeri 6 Muaro Jambi dengan melibatkan 20 orang guru sebagai peserta. Model pelatihan yang digunakan adalah workshop partisipatif yang terdiri dari tahap orientasi, demonstrasi, latihan terbimbing, dan produksi mandiri. Data dikumpulkan melalui penilaian kinerja, observasi, dan angket respons. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru yang signifikan: nilai rata-rata kemampuan desain media meningkat dari 62,5 menjadi 83,0, pemanfaatan TikTok sebagai media pembelajaran meningkat dari 58,0 menjadi 86,5, dan kemampuan pembuatan visual berbasis AI meningkat dari 55,0 menjadi 88,0. Motivasi dan kesiapan guru untuk menerapkan media di kelas juga meningkat, yang tercermin dari skor respons positif sebesar 3,6 dari skala 4. Uji coba kelas menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dari 56% menjadi 84% dan partisipasi dari 48% menjadi 73%. Temuan ini menunjukkan bahwa media mobile learning berbasis TikTok berbantuan AI efektif dalam meningkatkan kreativitas guru, interaksi pembelajaran, dan keterlibatan belajar siswa.Kata Kunci: mobile_learning; tiktok; budaya_lokal; kecerdasan_buatan; pelatihan_guru
Pelatihan Peningkatan Computational Thingking Guru sebagai Persiapan Menghadapi Era Pembelajaran Coding Pada Pembelajaran PAUD Ismiatun, Asih Nur; Siregar, Masyunita; Amanda, Rizki Surya; Hasni, Uswatul; Rosyadi, Akhmad Fikri; Kasmiati, Kasmiati
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.1937

Abstract

Computational thinking is becoming one of the most important skills in the 21st century. Computational thinking skills are not only about computer science but also about problem-solving skills, so they should be trained and mastered by every individual. Computational thinking has become a popular skill in education, where educators are also required to possess this skill as an indicator of teachers who are able to adapt to the era of educational reform and prepare a generation to face future challenges. This ability can be measured through aspects of abstraction, decomposition, algorithms, evaluation, and generalization. This training involved kindergarten teachers in Kerinci Regency, with the aim of improving computational thinking skills for the era of coding learning in early childhood education (PAUD).
Pelatihan Pembuatan Media Interaktif Berbasis Digital Educaplay untuk Penguatan Nilai Resiliensi Anak Usia Dini dan Peningkatan Keterampian Guru Siregar, Masyunita; Sofyan, Hendra; Harianja, Sri Indriani; Hasni, Uswatul; Ismiatun, Asih Nur
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.1949

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) membutuhkan inovasi pembelajaran yang dapat menstimulasi perkembangan holistik, termasuk kemampuan resiliensi anak. Tantangan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya keterampilan guru PAUD dalam mengembangkan media digital interaktif, khususnya yang berfokus pada penguatan nilai resiliensi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD anggota HIMPAUDI Kecamatan Bukit Kerman, Kerinci dalam merancang dan menggunakan media interaktif berbasis digital Educaplay. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research melalui pelatihan dan pendampingan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Rata-rata skor pengetahuan guru meningkat dari 11 pada pretest menjadi 24 pada posttest. Selain itu, persentase guru yang mengetahui Educaplay meningkat tajam dari 10% menjadi 90%. Kegiatan ini berhasil memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi digital dan keterampilan inovasi pembelajaran guru, yang pada akhirnya mendukung upaya penguatan resiliensi anak usia dini di era digital. Kata Kunci: Educaplay, Media Interaktif Digital, Resiliensi, Keterampilan Guru PAUD