Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Medical Scope Journal (MSJ)

Perilaku Profesional Tenaga Medis terhadap Tanggung Jawab Etik dan Transaksi Terapeutik dalam Menjalankan Kewenangan Klinis Vini H. R. Gosal; Aaltje E. Manampiring; Caecilia Waha
Medical Scope Journal Vol. 4 No. 1 (2022): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v4i1.41689

Abstract

Abstract: Professional medical personnel must have elements of professionalism, basic principles of medicine and professional ethics in carrying out their profession. Clinical privilege is a doctor's special right obtained through the credential process by the Medical Committee. This study aimed to analyze the medical personnel towards ehical responsibility and therapeutic transactions in doing their clinical privilege. This was a qualitative study using case study method. Subjects were eight people consisting of general practitioners, specialists, the chairman of the Medical Committee, and the sub-committee for credentials of Rumah Sakit Umum Manado Medical Center. Primary data were obtained through in-depth interviews and observation guidelines. Validity of the data was done using the triangulation method. The results showed that the behavior of doctors was in accordance with the element of professionalism, but not all of them applied the professional behavior ethics according to hospital standard operating procedure (SOP). Based on the implementation of therapeutic transactions, not all of them have carried out the doctor's obligation to explain the patient's diagnosis completely and in detail simplly to be understood. The results of implementation of the credential were suitable to the procedure, but for evaluation, it was not optimal due to the re-credential was not carried out. In conclusion, not all medical personnel applied the professional behavior ethics according to hospital (SOP). Monitoring and evaluation through re-credentialing of medical personnel had not been performed at Manado Medical Center.Keywords: professional behavior; ethics; therapeutic transactions; clinical privilege Abstrak: Tenaga medis yang profesional harus memiliki unsur-unsur profesionalisme, prinsip dasar kedokteran dan etika profesi dalam menjalankan profesinya. Kewenangan klinis merupakan hak khusus dokter yang didapatkan melalui proses kredensial oleh Komite Medik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku profesional tenaga medis terhadap tanggung jawab etik dan transaksi terapeutik dalam menjalankan kewenangan klinis. Jenis penelitian ialah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian berjumlah delapan orang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, ketua Komite Medik dan sub komite kredensial Rumah Sakit Umum Manado Medical Center. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dan pedoman observasi. Validitas data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan perilaku dokter sesuai dengan unsur profesionalisme, tetapi belum semua menerapkan etika perilaku profesional sesuai standar prosedur operasional (SPO) Rumah Sakit. Dalam pelaksanaan transaksi terapeutik, belum semua dokter melaksanakan kewajibannya yaitu menjelaskan diagnosa pasien secara lengkap dan rinci dengan bahasa yang mudah dipahami. Pelaksanaan kredensial sesuai dengan prosedur, tetapi untuk evaluasi belum optimal karena pelaksanaan re-kredensial tidak dilakukan. Simpulan penelitian ini ialah belum semua dokter menunjukkan sikap dan perilaku sesuai SPO Rumah Sakit dan belum dilakukan monitoring dan evaluasi kembali melalui proses re-kredensial dokter umum dan dokter spesialis di Manado Medical Center.Kata kunci: perilaku professional; etik; transaksi terapeutik; kewenangan klinis
Implementasi Perlindungan Hukum Profesi Dokter Terhadap Layanan Telemedicine di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Andre M. Watulingas; Erwin G. Kristanto; Caecilia J. J. Waha
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i2.46257

Abstract

Astract: Reviews of telemedicine concept in various places reported that there were many internal and external problems in each healthcare provider giving telemedicine services. Through interviews, there were several problems found in the concept of telemedicine at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital, Manado, especially problems with law protection. This study aimed to analyze the legal protection of the medical profession at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital. This was a qualitative and descriptive study with grounded research method using interviews. There were five informants in this study. This study used primary data sources obtained by conducting interviews containing open statements. Data were analyzed accordance to the Miles and Huberman method. Based on interviews, legal basis for telemedicine services was still not concrete in the scale of national regulations since only reference regulations were used. The responsibilities of medical profession were in accordance with existing regulations, including ethical, law, and administrative responsibilities. The legal protection for medical profession at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital was very promising, especially the law society organization unit that played an important role in reviewing legal problems experienced by the health workers, especially problems in telemedicine services. The legal principles regarding telemedicine services in Indonesia was not yet concrete and comprehensive, but regarding legal protection they were in accordance with the existing reference rules. In conclusion, at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital the legal protection for medical profession is very promising, however, a fixed law is needed, so that the services provider can work optimally. Keywords: telemedicine; medical law; law path; doctors; patients   Abstrak: Tinjauan konsep telemedicine di berbagai tempat melaporkan permasalahan internal maupun eksternal pada setiap provider layanan kesehatan. Melalui wawancara, terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan dalam konsep telemedicine di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado terutama mengenai permasalahan perlindungan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum profesi dokter di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Jenis penelitian ialah deskriptif kualitatif menggunakan metode grounded research dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara. Jumlah informan berjumlah lima orang. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yang diperoleh dengan dilakukan wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan terbuka. Analisis data sesuai dengan metode Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil wawancara, didapatkan bahwa landasan hukum layanan telemedicine masih belum konkrit dalam skala peraturan nasional yaitu hanya memakai peraturan acuan. Tanggung jawab profesi dokter sudah sesuai dengan peraturan yang ada, meliputi tanggung jawab etik, hukum, administratif. Perlindungan hukum profesi dokter sudah sangat baik, yaitu pihak rumah sakit khususnya unit HUKORMAS berperan penting dalam meninjau permasalahan hukum yang dialami oleh tenaga kesehatan terlebih permasalahan dalam layanan telemedicine. Asas hukum mengenai layanan telemedicine di Indonesua masih belum bisa dijadikan peraturan yang konkrit dan menyeluruh, tetapi mengenai perlindungan hukumnya sudah sesuai dengan aturan-aturan acuan yang ada. Simpulan penelitian ini ialah perlindungan hukum terhadap profesi dokter sudah sangat baik di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, tetapi dibutuhkan landasan hukum yang lebih jelas, agar pemberi layanan dapat bekerja dengan lebih maksimal. Kata kunci: telemedicine; hukum kesehatan; jalur hukum; tenaga kesehatan; pasien