Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KELIMPAHAN RELATIF BENIH LOBSTER (PUERULUS) PADA BIO-ATRAKTOR DI PERAIRAN RANOOHA RAYA KABUPATEN KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA Muhammad Fajar Purnama; Salwiyah Salwiyah; Subhan Subhan; Amadhan Takwir; La Ode Abdul Rajab Nadia
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i3.313

Abstract

Benih lobster fase puerulus merupakan stadia yang rentan oleh aktivitas predasi dan eksploitasi karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga perlu adanya introduksi teknologi konservasi yang mampu memproteksi siklus hidup secara alami benih lobster hingga dewasa di alam, dalam hal ini aplikasi bio-atraktor untuk tujuan perlindungan sumber daya benih lobster. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2020, bertempat di Perairan Ranooha Raya Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelimpahan relatif benih lobster (Puerulus) pada bio-atraktor. Penentuan stasiun penelitian menggunakan teknik purposive sampling atau secara sengaja berdasarkan lokasi fishing ground atau daerah penangkapan benih lobster nelayan Desa Ranooha Raya. Pengambilan sampel dilakukan dengan menempatkan bio-atraktor di kawasan penangkapan benih lobster (± 400 m dari garis pantai). Teknis pemasangan bio-atraktor dilakukan dengan cara menempatkannya pada media longline atau tali horizontal bekas perangkat budidaya rumput laut. Trip penangkapan atau pemasangan bio-atraktor berlangsung pada sore - malam hari (Pukul 17.00-03.00 WITA) hingga pengangkatan bio-atraktor pada pagi hari (Pukul 04.00-05.00 WITA). Kelimpahan relatif benih lobster pada periode Agustus sebesar 154 ind./trip, 143 ind./trip pada bulan September dan periode Oktober yaitu 139 ind./trip. Sedangkan menggunakan atraktor pocong-pocong yang digunakan oleh nelayan setempat sebesar 83-102 ind./trip. Hal ini menjadikan bio-atraktor sebagai prototipe konservatif untuk menjaga kelangsungan hidup (life cycle) benih lobster di perairan Ranooha Raya.
DIVERSITAS GASTROPODA PERAIRAN TAWAR KABUPATEN KONAWE UTARA, SULAWESI TENGGARA Muhammad Purnama; Salwiyah Salwiyah; La Ode Abdul Rajab Nadia
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i3.334

Abstract

Komunitas gastropoda air tawar di Kabupaten Konawe Utara menempati berbagai macam karakteristik morfologi perairan darat, antara lain: sungai, rawa, danau, air terjun, bendungan/DAM, areal persawahan, drainase/saluran air, hingga wilayah daratan yang menjadi habitat khas golongan siput terrestrial. Riset ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2021 di Kabupaten Konawe Utara. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap empirisitas aspek keanekaragaman gastropoda perairan tawar di Kabupaten Konawe Utara. Lokasi pengambilan sampel ditetapkan secara kualitatif menggunakan teknik purposive sampling, yang didasarkan oleh keberadaan komunitas gastropoda sebagai target atau objek penelitian. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling (Quantitative based). Sampel gastropoda dikoleksi secara manual (hand picking) tanpa alat tangkap khusus dengan alat bantu metal hand scoop, gloves dan transek kuadrat (plot) berukuran 1 m2. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah jenis gastropoda yang terdapat di Kabupaten Konawe Utara yaitu 32 spesies. Kisaran kelimpahan jenis sebesar 0,094-50,81 ind./m2 dan rerata kelimpahan total komunitas gastropoda yaitu 111,94 ind./m2. Spesies yang dominan ditemukan pada 32 lokasi sampling adalah jenis invasif (SAI) Tarebia granifera dan Melanoides tuberculata. Keanekaragaman jenis gastropoda berkategori sedang (H’ = 2,16), keseragaman Tinggi (E = 0,62), kekayaan jenis moderat (R = 3,79) dan dominansi yang menunjukan tidak adanya spesies yang mendominasi (C = 0,24). Secara keseluruhan sebaran gastropoda di Kabupaten Konawe Utara menunjukkan pola mengelompok (Clummped) (Ip = 0,12).
Spatial Variability of Nutrients and Chlorophyll-A as Contributing Factors of Trophic Condition in Kendari Bay, Southeast Sulawesi Rahayu, Siti Mira; Azzahra, Mutiah; Irawan, Hendra; Salwiyah, Salwiyah; Sari, Iya Purnama; Alsita, Indah; Bramana, Aditya; Maulita, Mira
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 2 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i2.26579

Abstract

Estuaries and coastal waters are heavily influenced by anthropogenic activities and environmental factors, which can lead to ecosystem degradation, increased nutrients, and the risk of eutrophication. Kendari Bay, with its complex hydrodynamic conditions and various human activities in the vicinity, requires an analysis of the distribution of nutrients and chlorophyll-a (chl-a) to estimate the potential for eutrophication and its impact on aquatic ecosystems. This research was conducted in March-May 2023 at six stations in Kendari Bay. The distribution of nutrients in Kendari Bay revealed a varied pattern, with DIN concentrations higher in the “neck area” or narrow parts of the bay, phosphates more concentrated in the inner part due to slow water flow, and silica more abundant in estuaries because it comes from weathering rocks carried by river flows. Chl-a concentration tended to correspond DIN pattern, suggesting that phytoplankton growth was more influenced by nitrogen nutrients than phosphorus nutrients, as supported by an N:P ratio of less than 16. Overall, Kendari Bay was classified as mesotrophic with a relatively uniform trophic level due to morphological and hydrodynamic characteristics that narrow towards the sea and a low flushing rate. A comprehensive approach to managing human activities from upstream to downstream must be performed effectively to protect the bay area from eutrophication and environmental decline due to excessive nutrient runoff from land-based activities.
PENGARUH PARAMETER FISIKA KIMIA TERHADAP KONSENTRASI KLOROFIL-a DI PERAIRAN PESISIR KABUPATEN KONAWE, PROVINSI SULAWESI TENGGARA Saputri, Andira; Salwiyah, Salwiyah; Halili, Halili
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v7i2.1386

Abstract

Produktivitas ekosistem perairan sangat bergantung pada kelimpahan fitoplankton, yang dapat diukur melalui konsentrasi klorofil-a sebagai indikator utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parameter fisika-kimia terhadap kadar klorofil-a di perairan Desa Tapulaga, Sulawesi Tenggara. Parameter yang diamati meliputi suhu, salinitas, pH, kecerahan, dan kandungan nitrat serta fosfat. Pengambilan sampel dilakukan di beberapa titik lokasi selama bulan Maret 2025. Analisis laboratorium dilakukan untuk mengukur kadar klorofil-a serta parameter kimia terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara konsentrasi nutrien (nitrat dan fosfat) dengan kadar klorofil-a, yang menunjukkan potensi eutrofikasi di wilayah tersebut. Sebaliknya, suhu dan kecerahan memiliki pengaruh negatif terhadap konsentrasi klorofil-a. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan parameter lingkungan berperan penting dalam dinamika produktivitas primer perairan. Informasi ini penting sebagai dasar pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan di Desa Tapulaga.
RESTORASI EKOSISTEM MANGROVE BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT BINAAN PT HENG JAYA MINERALINDO DI DESA ONE ETE, MOROWALI, SULAWESI TENGAH afu, La Ode alirman; Sadarun, Baru; Nurgaya, Wa; salwiyah, Salwiyah; Balubi, Abdul Muis; Sabilu, Kadir; Cahyono, Harry; Nugroho, Oktsyavitto Adithya; Virginia, Chrisma; Permana, Nur; Afizha, Ainun; Emil, Wildan
Bina Bahari Vol 4, No 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v4i2.111

Abstract

This community service program aimed to enhance the capacity of residents in One Ete Village, Morowali Regency, to restore degraded mangrove ecosystems impacted by coastal abrasion, aquaculture activities, and land exploitation. The program was designed using a participatory and collaborative approach through technical training on mangrove seedling production and planting, with Rhizophora mucronata selected as the primary species. A total of 30 participants engaged in hands-on field training covering seed propagation, nursery maintenance, and post-planting monitoring and evaluation. Seedlings were cultivated independently using a sand-soil medium in polybags and later transplanted to abrasion-prone coastal zones using spaced planting supported by bamboo stakes. Monitoring over two months recorded an 85% seedling survival rate, with early signs of ecosystem recovery such as increased fine sediment deposition and the reappearance of coastal fauna. The community also formed working groups to ensure the continued management of mangroves independently. The outcomes demonstrate that a community-based approach, integrated with technical and institutional support, can produce both ecological and social benefits and offers a replicable model for other coastal regions.
PENINGKATAN BISNIS UMKM BERBASIS PRODUK OLAHAN IKAN DI PERUMNAS POASIA KOTA KENDARI Salwiyah, Salwiyah; Abdul Rajab Nadia, La Ode; Zubaydah, Wa Ode Sitti; Afu, La Ode Alirman; Abdullah, Abdullah
Bina Bahari Vol 4, No 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v4i2.113

Abstract

Diversification of processed food products based on fishery raw materials for The Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) at Perumnas Poasia, Kendari City is one of the efforts to diversify food products derived from fish on a business scale. The aim of this activity is to increase knowledge, skills and community welfare through making fisheries products diversification. The partners of this PKM activity are MSME businesses at Perumnas Poasia, Kendari City. The activity implementation method includes two stages, they are socialization and training in making products such as meatballs and nuggets.  It is hoped that MSME business actors can process local fish resources into food products that are more varied and attractive for consumption, and can improve community welfare through the production of diversified processed fish. This activity is important to increase the added value of products and the quantity of MSME products.
Sinergitas Pentahelix dalam Rehabilitasi Ekosistem Pesisir: Restorasi Mangrove Berbasis Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah Daerah di Kecamatan Moramo, Konawe Selatan Haslianti, Haslianti; Hidayat, Herlan; Purnama, Muhammad Fajar; Oetama, Dedy; Bahtiar, Bahtiar; Salwiyah, Salwiyah; Yasidi, Farid; Sadarun, Baru; Afu, La Ode Alirman; Ira, Ira; Abidin, La Ode Baytul; Patadjai, Andi Besse
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.285

Abstract

Degradasi ekosistem pesisir akibat perubahan tata guna lahan dan aktivitas antropogenik memerlukan intervensi strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Artikel ini mendokumentasikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo (FPIK UHO), dalam upaya restorasi ekosistem mangrove di pesisir Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan peran akademisi, pemerintah daerah, instansi militer (TNI-AL), dan masyarakat lokal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa melalui penanaman 6.000 bibit mangrove jenis Rhizophora sp. pada area seluas 0.6 hektar, dengan tingkat kelulushidupan (survival rate) mencapai 75% setelah enam bulan, serta partisipasi aktif lebih dari 200 individu dari berbagai elemen pentahelix, keterlibatan aktif civitas akademika FPIK UHO, yang didukung oleh kebijakan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, mampu mempercepat proses rehabilitasi lahan kritis. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai upaya konservasi biofisik, tetapi juga sebagai media edukasi ekologis dan penguatan kesadaran kolektif terhadap jasa ekosistem mangrove dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan garis pantai. Data kuantitatif ini menegaskan keberhasilan intervensi dalam mencapai tujuan restorasi yang terukur.