Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PKM KELOMPOK USIA REMAJA DALAM PENCEGAHAN DINI DAN MENURUNKAN RESIKO REMAJA DENGAN ADIKSI INTERNET DI PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE RANTING TUGU SEMARANG Tsania, Novia Putri; Sulistyowati, Indah
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.100

Abstract

Pandemi covid-19 meningkatkan penggunaan internet. Remaja memiliki resiko efek negatif internet. Kondisi di lokasi kegiatan atau mitra menunjukkan adanya adiksi internet, salah satu faktornya yaitu karena internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Internet digunakan pada saat pembelajaran maupun istirahat. MR Spectroscopy Imaging brain dapat menunjukkan spektral dari metabolit tubuh. Tujuan pemeriksaan MR Spectroscopy diharapkan dapat digunakan sebagai alat penunjang diagnostik untuk pencegahan dini dan menurunkan resiko remaja menjadi adiksi internet dengan mengurangi pemakaian internet dalam kehidupan sehari-hari, setelah mengetahui hasil dari nilai metabolit yang berubah menggunakan MR Spectroscopy. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan memberikan pre test dan post test, pemberian materi dan penyuluhan, diskusi dan tanya jawab serta melakukan evaluasi dan monitoring. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada Minggu, 22 Januari 2023 yang berlokasi di SMK Bina Nusantara Semarang menunjukkan remaja telah memahami resiko remaja dengan adiksi internet dan bagaimana cara pencegahan dan menurunkan adiksi internetnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil pre test hampir semua remaja belum mengerti bahaya adiksi internet. Setelah diberikan materi mengenai resiko remaja dengan adiksi internet dan dilakukan post test pada remaja mereka mulai paham dan dapat menjawab pertanyaan dari penyaji mengenia resiko dari adiksi internet pada remaja.
PEMBERDAYAAN IBU PKK DALAM MENGEDUKASI PEMERIKSAAN RADIOGRAFI GENU UNTUK MENDETEKSI KASUS OSTEOARTHRITIS KABUPATEN KENDAL PROVINSI JAWA TENGAH Prayoga, Aryadiva Nugrahaning; Sulistyowati, Indah
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i2.156

Abstract

Osteoarthritis adalah suatu kondisi sendi degeneratif. Hal ini menyebabkan rasa sakit, bengkak dan kaku, sehingga mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak bebas. Hal ini paling sering terjadi pada lutut, pinggul, tulang belakang dan tangan. Banyak faktor yang dapat berkontribusi terhadap berkembangnya osteoarthritis. Prosedur  radiografi  genu adalah  pemeriksaan radiologi non kontras pada genu menggunakan sinar-x untuk mengevaluasi  kelainan anatomi yang ada di genu. Proyeksi  yang  dapat  digunakan  dalam  menegakkan klinis osteoarthritis pada genu adalah proyeksi Antero-Posterior  bilateral weight bearing. Pemeriksaan radiografi genu dengan proyeksi bilateral weight bearing direkomendasikan  untuk  kasus osteoarthritis. Metode yang dilakukan dalam kegiatan PKM ini adalah melakukan pendampingan dan pemberdayaan Ibu PKK dalam mengedukasi Masyarakat agar mengetahui akan pentingnya pemeriksaan radiografi Genu pada kasus OA dan mau melakukan pemeriksaan tersebut agar diagnose tepat dan mendapat pengobatan atau terapi yang sesuai. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah menambah wawasan Masyarakat khususnya PKK Kecamatan Pegandon Kab. Kendal serta memberdayakan ibu PKK untuk menjelaskan Peran Pemeriksaan Radiografi Genu Untuk Mendeteksi Kasus Osteoarthritis ( OA ) sehingga meningkatkan kesadaran untuk melakukan screening pemeriksaan radiografi Genu dengan kasus Osteoarthrtitis ( OA ).  Dari hasil kegiatan PkM yang sudah dilaksanakan oleh tim pengabdi tentang pemeriksaan Radiografi Genu untuk mendeteksi kasus Osteoarthritis (OA) maka simpulan yang diproleh ialah terdapat peningkatan pengetahuan Masyarakat tentang Osteoarthritis (OA), peningkatan pengetahuan tentang manfaat pemeriksaan dan pengetahuan tentang prosedur sebesar 94%. Serta terdapat peningkatan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan Radiografi Genu untuk mendeteksi kasus Osteoarthritis (OA) sebesar 97%.
PKM PEMBERDAYAAN ORANG TUA DAN GURU DALAM UPAYA PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI TK PEMBINA ABA 54 KOTA SEMARANG Zulaika, Chusnul; Sulistyowati, Indah
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i2.79

Abstract

Usia dini (0 - 6 tahun) atau yang dikenal dengan “golden period” merupakan periode yang sangat mendasar bagi perkembangan individu karena pada masa ini terjadi pembentukan kepribadian dasar individu, penuh dengan kejadian-kejadian penting dan unik yang meletakkan dasar bagi kehidupan seseorang pada masa dewasa. Kesehatan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Jika kesehatan anak tidak diperhatikan sejak dini maka anak sering sakit-sakitan dan mengalami kelambatan atau kesulitan dalam perkembangannya (Novan Ardy Wiyani, 2014). Oleh karena itu, lembaga PAUD dan lembaga pendidikan sederajat lainnya merupakan sasaran strategis untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak usia dini, serta memperkenalkan dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan perbedaan pengetahuan dari hasil pre test dan post test mengenai pengetahuan tentang PHBS baik terhadap orang tua maupun guru dengan hasil P Value 0,000. Sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), peningkatan kesadaran penerapan PHBS dan peningkatan keterampilan dalam melaksanakan PHBS pada orang tua, guru dan siswa siswi TK Pembina ABA 54 Kota Semarang
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG DAMPAK RADIASI DARI PENGGUNAAN HANDPHONE BAGI KESEHATAN PADA KELOMPOK USIA REMAJA Sulistyowati, Indah; Tsania, Novia Putri
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 2 (Sept) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i2.104

Abstract

Handphone atau telepon genggam merupakan sebuah penemuan yang umum saat ini. Belakangan ini tercatat bahwa negara maju maupun berkembang menjadi pengguna handphone dengan penggunaan terbanyak. Handphone merupakan sebuah alat yang menerima dan memancarkan radiasi gelombang radio dengan frekuensi 900-2000 MHz (Maier et al, 2004). Kuat medan radiasi akan bertambah seiring penggunaan sebagai alat komunikasi aktif dan melakukan data sharing dengan server pemancar. Pengguna handphone kurang mempertimbangkan masalah kesehatan yang diakibatkan emisi radiasi elekromagnetik yang dipancarkan oleh handphone. Para remaja menghabiskan waktu mereka untuk menggunakan handphone diluar batas kewajaran. Fenomena ini menjadi kekhawatiran bagi peneliti di bidang kesehatan. Radiasi medan elektromagnetik secara implisit dapat mengakibatkan gangguan kesehatan secara Thermal maupun Non-Thermal (Derias et al, 2006). Berdasarkan hal tersebut alangkah lebih baik untuk mewaspadai sejak saat ini dampak radiasi dari penggunaan handphone bagi kesehatan. Untuk itu, diperlukan diseminasi pengetahuan tentang pencegahan dampak penggunaan handphone bagi kesehatan terutama pada kelompok yang lebih rentan yaitu usia anak dan remaja dengan cara memberikan informasi tentang dampak penggunaan handphone bagi kesehatan supaya masyarakat lebih bijak dalam menggunakan handphone.
DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN SADARI DAN SADANIS Sulistyowati, Indah; Utami, Lucky Restyanti Wahyu; Jamil, Masfufatun
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i1.65

Abstract

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan mengatakan terdapat dua jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, yakni kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks). Merujuk data yang dipaparkan Kemenkes per 31 Januari 2019, terdapat angka kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Pemerintah juga telah berupaya untuk pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia dengan cara deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks pada perempuan usia 30-50 tahun.Sebanyak 70 persen pasien yang datang ke dokter sudah berada pada stadium lanjut. Ini antara lain akibat masyarakat masih kurang paham terhadap penyakit kanker ini. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak segera mendapat pertolongan hingga akhirnya meninggal karena terlambatnya mendapat penanganan medis. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kanker perlu dimengerti oleh masyarakat. Selain itu perlu adanya kesadaran wanita untuk melakukan deteksi dini secara teratur, jika kanker itu ditemukan lebih dini maka angka kesembuhannya tentu akan lebih tinggi. Deteksi dini dapat menekan angka kematian. Selain itu, untuk meningkatkan kesembuhan penderita kanker payudara, kuncinya adalah penemuan dini, diagnosis dini, dan terapi dini. Untuk itu, diperlukan diseminasi pengetahuan tentang kanker payudara, dan pendidikan wanita untuk melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). 
PENDAMPINGAN POSYANDU BAYI DAN BALITA DI RW II KELURAHAN BENDAN DHUWUR KECAMATAN GAJAH MUNGKUR KOTA SEMARANG Sulistyowati, Indah; Cahyaningsih, Oktaviani; Alfiani, Novita
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i1.46

Abstract

Posyandu dibentuk oleh masyarakat desa/kelurahan dengan tujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar, terutama Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), imunisasi, gizi, dan penanggulangan diare kepada masyarakat setempat. Kegiatan rutin posyandu diselenggarakan dan dimotori oleh kader posyandu dengan bimbingan teknis dari petugas kesehatan. Peran kader saat ini hanya menimbang bayi jika balita datang ke posyandu dan memberi PMT (pemberian makanan tambahan). Dan keberhasilan posyandu tak lepas dari kerja keras kader yang dengan sukarela mengelola posyandu di wilayahnya masing-masing. Kurangnya pelatihan dan pembinaan keterampilan memadai bagi kader menyebabkan kurangnya pemahaman tugas kader, lemahnya informasi serta koordinasi antara petugas dalam kegiatan posyandu dapat mengakibatkan kurangnya tingkat kehadiran balita ke posyandu. Kelangsungan posyandu tergantung dari partisipasi masyarakat itu sendiri.Oleh karena itu upaya yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan peran kader posyandu yaitu dengan cara diadakanya pelatihan kader posyandu. Penyelenggaraan pelatihan kader dapat dilakukan oleh masyarakat itu sendiri yang berkoordinasi dengan petugas kesehatan dan melibatkan sektor lain di bawah bimbingan puskesmas, sedangkan metode yang digunakan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan, setelah melakukan pelatihan kader rencana tindak lanjutnya dengan melakukan evaluasi serta aplikasi atau penerapan hasil pelatihan di masyarakat. Sedangkan untuk meningkatkan sikap serta ketrampilan yang dilatihkan harus disesuaikan dengan tugas kader dalam meningkatkan program kesehatan di desa kader. Pelatihan yang dimaksudkan itu adalah kemampuan kader dalam pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan.Kata Kunci : Pendampingan, Posyandu, Bayi dan Balita
PKM PENDAMPINGAN REMAJA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE RANTING TUGU SEMARANG TENTANG EFEKTIVITAS VAKSIN COVID-19 DILIHAT DARI KU DAN HASIL RONTGEN THORAX Utami, Lucky Restyanti Wahyu; Sulistyowati, Indah; Jamil, Masfufatun
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.96

Abstract

Pengendalian penyebaran covid-19 dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan diantaranya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan melaksanakan vaksinasi covid-19. Adanya perbedaan kondisi penderita covid-19 antara yang sudah divaksin dan belum divaksin dapat dilihat dari keadaan umum (KU) dan hasil rontgen thorax. Sebagian besar keadaan umum (KU) penderita covid-19 yang sudah di vaksin kondisinya lebih baik dengan gejala lebih ringan jika dibandingkan dengan penderita covid-19 yang belum di vaksin. Dilihat dari hasil rontgen thorax penderita covid-19 yang sudah di vaksin kondisinya lebih bersih. Untuk membantu mengendalikan penyebaran covid-19, maka dilakukan kegiatan pendampingan kepada remaja dengan tujuan dapat mendorong penerapan protokol kesehatan dan program vaksinasi covid-19 berjalan dengan baik. Kegiatan berupa pendampingan kepada remaja Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tugu Semarang terkait efektivitas vaksin covid-19 dilihat dari keadaan umum (KU) dan hasil rontgen thorax serta penerapan protokol kesehatan yang tepat disaat pandemi covid-19 dilakukan dengan cara memberikan materi, penyuluhan dan diskusi terlaksana dengan baik. Dari sesi diskusi yang dilakukan kepada remaja terlihat adanya peningkatan kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan, meningkatnya kesadaran untuk melakukan vaksin covid-19 dan peningkatan pengetahuan mengenai efektivitas vaksin covid-19.
Early Detection of Gadget Addiction in Teenagers Using Magnetic Resonance Spectroscopy with the Single Voxel Tsania, Novia Putri; Sulistyowati, Indah; Pranandya, Brian Ilham
Journal of Applied Health Management and Technology Vol. 5 No. 3 (2023): July 2023
Publisher : Postgraduate Program , Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v5i3.10030

Abstract

Gadget addiction is one of the negative effects of excessive gadget use. Currently, there are many studies investigating internet addiction using a neuroimaging approach using diagnostic modalities. One of the modalities that can be used is Magnetic Resonance Imaging (MRI). One of the developments in MRI is the Magnetic Resonance Spectroscopy Imaging or MRS examination. MRS is a radiological examination that uses MRS supporting software in the MRI modality which can show correlations of anatomical and physiological metabolic or biochemical information present in the body, both in normal and abnormal conditions. The purpose of this study was to analyze the results of metabolite values in adolescents with suspected gadget addiction to prevent and support therapeutic research using MRS. The method in this study is descriptive qualitative research used to determine the results of metabolite values in adolescents with suspected gadget addiction to prevent and support therapeutic research using MRS with the single voxel. The sample used is teenagers with suspected gadget addiction. The result of the MRS examination can show the value of metabolites in the adolescent's body. The results of the MRS are in the form of graphs of metabolite values. Normal metabolite values will produce Hunter's Angle. The graph of teenagers with suspected gadget addiction does not form a Hunter's Angle. The values of NAA (5,49), Cho (3,63), Cr (3,65) and Glx (1.06) in adolescents with suspected gadget addiction decreased from the normal values of NAA (10-15), Cho (8), Cr (7) and Glx value (5-10).