Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Kinerja FBMC OQAM menggunakan Kode Konvolusi YUSUF, MIFTAKHUDIN; ISNAWATI, ANGGUN FITRIAN; LARASATI, SOLICHAH
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 9, No 4: Published October 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v9i4.775

Abstract

ABSTRAKSistem FBMC merupakan teknologi MCM yang dapat menyediakan laju data bit yang tinggi. Modulasi digital OQAM digunakan untuk meningkatkan bit rate. Pengkodean kanal digunakan untuk mengoreksi kesalahan yang diakibatkan noise. Penilitian ini menggunakan pengkodean kanal kode konvolusi yang digunakan pada bagian pengirim dan algortima viterbi pada bagian penerima. Simulasi dilakukan pada FBMC OQAM dengan kode konvolusi dan tanpa kode konvolusi dengan perbandingan parameter BER dan kapasitas kanal terhadap SNR. Hasil penelitian menunjukan FBMC OQAM dengan kode konvolusi lebih baik daripada FBMC OQAM tanpa kode konvolusi pada SNR tinggi. Pada FBMC OQAM untuk mencapai BER 10-3 membutuhkan SNR 17 dB sedangkan pada FBMC OQAM dengan kode konvolusi membutuhkan SNR 16 dB. Peningkatan SNR dapat meningkatkan kapasitas kanal yang dihasilkan, pada SNR 0 dB menghasilkan 0,4535 bps/Hz dan SNR 20 dB menghasilkan 5,858 bps/Hz.Kata kunci: kode konvolusi, algoritma viterbi, FBMC, OQAM, BER ABSTRACTThe FBMC system is an MCM technology that can provide high bit data rates. OQAM digital modulation is used to increase the bit rate. Channel coding is used to correct errors caused by noise. This research uses convolutional code channel coding used on the sender and viterbi algorithms on the receiver. Simulations are carried out on FBMC OQAM with convolutional code and without convolutional code with a comparison of BER parameters and channel capacity to SNR. The results showed that FBMC OQAM with convolutional code was better than FBMC OQAM without convolutional code at high SNR. In FBMC OQAM to reach BER 10-3 requires SNR of 17 dB while in FBMC OQAM with convolutional code requires SNR of 16 dB. Increasing SNR can increase the resulting channel capacity, at 0 dB SNR it produces 0.4535 bps / Hz and SNR 20 dB produces 5.858 bps / Hz.Keywords: convolutional code, viterbi algorithm, FBMC, OQAM, BER
Sub-Optimal Degree Distribution untuk Prioritas Komunikasi Manusia menggunakan Proyeksi EXIT Chart pada Jaringan Masa Depan LARASATI, SOLICHAH; NI’AMAH, KHOIRUN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 7, No 3: Published September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v7i3.442

Abstract

ABSTRAKPada jaringan masa depan melibatkan komunikasi antara mesin dan manusia. Penelitian ini mengusulkan konsep coding dalam jaringan menggunakan Maximum Distance Separable (MDS) codes. Desain sub-optimal degree distribution untuk memprioritaskan manusia menggunakan proyeksi EXIT Chart. Pada penelitian ini dasar dari skema multiple akses untuk jaringan super-padat menggunakan Coded Random Access (CRA). Usulan model jaringan menggunakan Binary Erasure Channel (BEC). Evaluasi performansi untuk grup manusia dan mesin diukur berdasarkan throughput dan packet-loss-rate dan hasilnya juga dibuktikan menggunakan frequency-flat Rayleigh fading. Sub-optimal degree distribusi yang diusulkan untuk manusia ((8,2),1) dan untuk mesin ((3.2),0.2),((4,2),0.8)), dengan hasil throughput sebelum fading untuk manusia 0.35 paket/slot dan throughput mesin 0.32 paket/slot, sedangkan setelah fading throughput manusia 0.34 paket/slot dan throughput mesin 0.22 paket/slot.Kata kunci: MDS codes, CRA, human, machines, EXIT chart ABSTRACTFuture wireless network involving machines and human communications.This research proposed new concept of network coding based on Maximum Distance Separable (MDS) codes. Designed optimally sub-optimal degree distribution for prioritizing human using projected EXIT chart. This research fundamental multiple access scheme for wireless super-dense network using Coded Random Access (CRA). In this research, proposed scheme under Binary Erasure Channel (BEC) to model a network. We evaluate the performance for human and machines group in terms of throughput and packet-loss-rate, and the result are then verified using frequency-flat Rayleigh fading. We have proposed sub-optimal degree distributions for human ((8,2),1) and for machines ((3.2),0.2),((4,2),0.8)), the resulting throughput for human 0.35 packet/slot and throughput for machines 0.32 packet/slot under fading and without fading throughput for human 0.34 packet/slot than throughput for machines 0.22 packet/slot.Keywords: MDS codes, CRA, human, machines, EXIT chart
Teknik Pengiriman File Audio Berbasis Software Defined Radio pada Kanal Komunikasi dalam Ruangan dengan Multicarrier OFDM ROSYID, FIGA AGHANI; LARASATI, SOLICHAH; PAMUNGKAS, WAHYU
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 12, No 4: Published October 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v12i4.908

Abstract

ABSTRAKTransmisi audio pada kanal indoor dipengaruhi oleh efek multipath fading yang dapat mengganggu kualitas sinyal. Multicarrier OFDM digunakan sebagai solusi untuk mengatasi fenomena ini. Penelitian ini mengkaji tentang karakteristik kanal indoor dan transmisi audio dengan multicarrier OFDM berbasis SDR. Simulasi menggunakan NI-USRP2920, RTL2832U, GNU Radio dan Matlab pada kondisi NLOS dan LOS. Analisa kanal berdasarkan parameter CCDF menunjukkan daya sinyal maksimum pada kondisi NLOS (0,535 dB) lebih rendah dibandingkan LOS (1,214 dB), menandakan multipath fading yang lebih signifikan. Transmisi audio dengan modulasi BPSK, QPSK, 16-QAM pada kondisi NLOS menunjukkan nilai BER secara berurutan 0.26880, 0.37976, 0.49522. Sementara untuk kondisi LOS, secara berurutan 0, 0, 0.00020. Hasil ini menunjukkan modulasi yang lebih sederhana pada multicarrier OFDM meningkatkan ketahanan terhadap multipath fading.Kata kunci: Audio, Kanal Indoor, Multicarrier OFDM, Multipath Fading, SDRABSTRACTAudio transmission on indoor channels is affected by the effect of multipath fading which can interfere with signal quality. Multicarrier OFDM is used as a solution to overcome this phenomenon. This study examines the characteristics of indoor channels and audio transmission with SDR-based OFDM multicarrier. The simulation uses NI-USRP2920, RTL2832U, GNU Radio and Matlab under NLOS and LOS conditions. Channel analysis based on CCDF parameters showed that the maximum signal power under NLOS conditions (0.535 dB) was lower than that of LOS (1.214 dB), indicating a more significant multipath fading. Audio transmission with BPSK, QPSK, 16-QAM modulation under NLOS conditions showed BER values of 0.26880, 0.37976, 0.49522 respectively. Meanwhile, for LOS conditions, 0, 0, 0.00020 respectively. These results show that simpler modulation of OFDM multicarriers improves resistance to multipath fading.Keywords: Audio, Indoor Channel, Multicarrier OFDM, Multipath Fading, SDR
Analisis Kinerja Jaringan 5G dengan Pengkodean QC-LDPC dan Polar WAHYUNINGRUM, RENI DYAH; GINTING, MELINDA BR; NI’AMAH, KHOIRUN; LARASATI, SOLICHAH
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 12, No 1: Published January 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v12i1.190

Abstract

ABSTRAKJaringan 5G telah menjadi penanda penting dalam evolusi teknologi nirkabel yang menawarkan kecepatan dan kinerja yang luar biasa untuk memenuhi kebutuhan konektivitas yang semakin meningkat. Dalam jaringan 5G, pengkodean kanal merupakan elemen penting dalam memastikan pengiriman data yang handal dan efisien. Penelitian ini mengkaji sistem 5G pada frekuensi 26 GHz dan bandwidth  200 MHz menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dengan ukuran Fast Fourier Transform (FFT) sebesar 256 dan modulasi Binary Phase Shift Keying (BPSK). Penelitian ini mengevaluasi perbandingan penambahan channel coding yaitu QC-LDPC dan polar codes. Performansi QC-LDPC codes pada BER sebesar 10-4 dapat dicapai dengan SNR 𝛾 = 17 𝑑𝐵 untuk kode QC-LDPC dan SNR 𝛾 = 15 𝑑𝐵 untuk polar codes. Hasil menunjukkan bahwa penambahan channel coding mampu menangkap diversity order kedua dan performansi polar codes lebih baik dibandingkan dengan QC-LDPC.Kata kunci: 5G, BPSK, OFDM, Polar, QC-LDPC ABSTRACTThe 5G network has become a significant milestone in the evolution of wireless technology, offering remarkable speed and performance to meet the growing demands of connectivity. In the 5G network, channel coding is a crucial element to ensure reliable and efficient data transmission. This research evaluate the 5G network operating at a frequency of 26 GHz and a bandwidth of 200 MHz, utilizing Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) with an Fast Fourier Transform (FFT) size of 256 and Binary Phase Shift Keying (BPSK) modulation. The research evaluates the comparison of adding channel coding using QC-LDPC and polar codes. The performance of QC-LDPC codes at a bit error rate (BER) of 10-4 can be achieved with an SNR of 𝛾 = 17 𝑑𝐵 for QC-LDPC codes and an SNR of 𝛾 = 15 𝑑𝐵 for polar codes. The results shows the addition of channel coding is capable of capturing second-order diversity, and polar codes outperforms QC-LDPC in terms of performances.Keywords: 5G, BPSK, OFDM, Polar, QC-LDPC
PENINGKATAN KAPASITAS DIGITAL UNTUK HIMPAUDI BANYUMAS MELALUI PELATIHAN DESAIN DAN KOMUNIKASI DIGITAL Romadhona, Shinta; Pradana, Zein Hanni; Larasati, Solichah; Praja, Muhammad Panji Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v8i3.5786

Abstract

Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Banyumas berperan penting dalam mempromosikan pentingnya pendidikan anak usia dini yang berkualitas, melakukan pembinaan dan pengembangan organisasi secara berjenjang, menampung dan memperjuangkan aspirasi para pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. Mereka menyediakan pelatihan-pelatihan berkualitas tinggi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam merancang dan mengimplementasikan program pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak. Dengan terlaksana dalam 2 hari materi dibagi per hari ada dua yaitu hari pertama: Google Drive, dan Chat Gpt dan hari ke dua yaitu: Canva dan IG. Pelatihan ini dilaksanakan dengan jumlah peserta 47 guru PAUD dengan menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD) dengan pelaksanaan sebelum dan setelah pelatihan dilakukan survey. Dari hasil survey tersebut terdapat kenaikan nilai rata-rata disetiap materi dari pretest dan postest. Dimulai dari pengenalan dan pengoperasiannya IG kenaikan nilai rata-rata adalah 15,96% dan 18,32%. Selanjutnya Canva 25,86% dan 20,99% serta Google Drive 27,67% dan 25,00%. Peningkatan tertinggi adalah Chat Gpt dengan kenaikan nilai rata-rata dari pretest dan postes untuk pengenalan dan pengoperasian 58,33% dan 63,96%. Peserta guru paud diharapkan dapat mendesain poster/bahan ajar dari canva dengan memberi deskripsi, tagline dengan menggunakan Chat Gpt dan disimpan di google drive sehingga rekan sejawat dapat mengkoreksi dan memberikan masukan. Tahap selanjutnya mempublikasikan kegiatan/bahan ajar di media sosial melalui IG. Sehingga tercipta komunikasi antara orang tua murid, calon orang tua murid dan mitra mengenai program maupun kegiatan di Paud.
Rebranding Kemasan Stik Ubi Ungu Desa Kroya guna Meningkatkan Nilai Jual Produk UKM Indah Permatasari; Shinta Romadhona; Solichah Larasati
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i1.1949

Abstract

Problems faced in selling purple sweet potato sticks include unattractive product packaging and very low selling prices, resulting in low profit margins. The purpose of this community service is to optimize the added value of the product by improving packaging quality. The methods applied include partner assistance, product development through rebranding the Purple Sweet Potato Stick Packaging, and training on Cost of Goods Sold (COGS). As a result of this community service activity, the purple sweet potato stick product now features packaging with nutritional adequacy information (AKG). The new, attractive packing not only enhances the perception of quality but also allows for more competitive pricing, thereby increasing the overall profit margin.
Perancangan Jaringan NB-IoT untuk Layanan InfrastructureSmart Meteringdi Perumahan Ginting, Melinda Br; Larasati, Solichah; Hikmaturokhman, Alfin; Amelia, Noor
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 7 No 1 (2025): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v7i1.1619

Abstract

Berbagai aplikasi Internet of Things (IoT) semakin populer saat ini, karena menawarkan berbagai solusi untuk mempermudah segala aktifitas yang dapat dipantau dari jarak jauh. Narrowband IoT (NB-IoT) merupakan salah satu teknologi komunikasi Low Power Wide Area (LPWA) yang dirancang khusus untuk mendukung perangkat IoT dengan konsumsi daya rendah dan jangkauan yang luas. NB-IoT didukung oleh Long-Term Evolution (LTE) dengan memanfaatkan sebagain bandwidth dari LTE dan dengan standar 3GPP Release 13, menjadikan NB-IoT menjadi teknologi tepat guna bagi masyarakat. Smart metering adalah salah satu aplikasi yang menggunakan NB-IoT sebagai gateway infrastruktur untuk konektivitas yang diperlukan untuk menjamin terkoneksinya layanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang jaringan NB-IoT dengan skema standalone untuk infrastruktur smart metering di area perumahan Purwokerto. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan jumlah site jaringan dan simulasi kinerja jaringan untuk memastikan kualitas layanan yang memadai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan jaringan NB-IoT mampu menyediakan konektivitas yang handal dan efisien bagi sistem smart metering di area perumahan. Hal ini dapat diketahui dari hasil simulasi perancangan jaringan diperoleh sebanyak 7 site yang mampu melayani area perumahan. Sehingga, diperoleh hasil Received Signal Strength Indicator (RSSI) yang diperoleh untuk mengetaui kuat sinyal memperoleh nilai sebesar -50 dBm sampai -60 dBm yang mampu mencakup 80% area perumahan.
Performance of LDPC Codes in Multipath OFDM System Wahyuningrum, Reni Dyah; Hafiza, Lia; Ni’amah, Khoirun; Larasati, Solichah; Udlhiya, Ida
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 7 No 1 (2025): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v7i1.1653

Abstract

In fifth-generation wireless networks (5G), a significant challenge arises: delivering high-speed data transmission and extensive networking services while maintaining a low bit error rate (BER). To meet the demands of 5G services, Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) emerges as a promising technique for ensuring high-quality communication and an FFT size of 256. Moreover, several channel coding methods have been employed to enhance BER performance. Among these methods, Quasi Cyclic- Low-Density Parity Check (QC-LDPC) has become the established standard for high-speed data transmission in 5G networks. However, implementing these coding methods in conjunction with 5G standard specifications presents various complexities and challenges. In this research, we analyze QC-LDPC in multipath fading using OFDM. The performance of QC-LDPC codes at a BER of 10-3 can be achieved with an SNR of 15 dB for OFDM with QC-LDPC codes and an SNR of 20 dB for OFDM. The inclusion of QC-LDPC coding in the OFDM system significantly improves performance by reducing the required SNR for a BER of 10-3 from 20 dB (uncoded) to 15 dB (coded), a 5 dB reduction. Channel coding with QC-LDPC also enhances system efficiency by consistently decreasing the BER across various SNR values. These results confirm that QC-LDPC coding provides better reliability and performance than the uncoded OFDM system.
Peningkatan Visibilitas UKM Dengan Pemanfaatan Google Map Untuk Menjangkau Pelanggan Lebih Luas Larasati, Solichah; Pradana, Zein Hanni; Kusuma Praja, Muhammad Panji; Niamah, Khoirun
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 3 No. 1 (2025): Renata - April 2025
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.107

Abstract

Salah satu usaha dalam peningkatan visibilitas usaha kecil dan menengah (UKM) di Desa Kroya dapat dilakukan dengan memanfaatkan platform Google Maps. Pemanfaatan Google Maps sebagai platform digital dapat mendukung pengembangan UKM Sindoro di Desa Kroya melalui pemcarian lokasi, navigasi, dan ulasan. Kegiatan ini melibatkan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UKM Sindoro, meliputi pembuatan akun Google Bussiness, pendaftaran lokasi di Google Maps, dan pengelolaan informasi usaha. Hasil kegiatan menujukan pelaku UKM mampu memahami materi yang diberikan dan terlibat aktif dalam kegiatan. Kendala yang ditemukan adalah keterbatasan koneksi internet dan kesulitan penentuan titik lokasi di peta. Pemanfaatan Google Maps dapat menjadi solusi dalam meningkatkan visibilitas UKM Desa Kroya dan memperluas jangkauan pelanggan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa
Multimedia Transmission Technique for Smart Ambulance with multi-carrier OFDM in a V2V and V2I Channel model using Software Defined Radio Technology Wahyu Pamungkas; Anggun Fitrian; Solichah Larasati; Ari Endang Jayati; Elfira Nureza Ardina; Jans Hendry
Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/jaets.v6i1.5030

Abstract

This research explores the implementation of a cutting-edge Software Defined Radio (SDR) framework to transmit multimedia files that can be assumed to be medical data in smart ambulances. The system utilizes multi-carrier Orthogonal Frequency-Division Multiplexing (OFDM) across V2V and V2I channels. The research is based on the notion that adaptive real-time communication is essential for the uninterrupted supply of key patient data to medical facilities and vehicles in transit, in order to address the problems posed by high mobility and dynamic environmental conditions. A comprehensive SDR system has been constructed and assessed in comparison to conventional communication mechanisms, demonstrating notable advancements in data accuracy and uninterrupted transmission. Our system successfully established stable connections in V2I channels, even in the presence of environmental obstacles. It maintained average power levels of approximately 32.074 dBm and a Peak-to-Average Power Ratio (PAPR) of 1.037 dB. These results indicate a constant signal envelope that promotes optimal signal transmission with excellent fidelity. In V2V scenarios, we successfully maintained data integrity with a low Peak-to-Average Power Ratio (PAPR) of 3.316 dB, even while vehicles were moving at a speed of 20 km/h. Additionally, we secured a high likelihood (94.5%) that the signal power remained close to the average, showing the robustness of our system against Doppler effects and signal dispersion. Text transmissions experienced errors when subjected to a Doppler shift of 20 km/h, which impacted the decoding of the received text. Similarly, image transmissions revealed limitations in bandwidth, as a transmitted image of 3640 KB was received with a degraded 4 KB. This emphasizes the importance of implementing effective error handling and recovery mechanisms. The results illustrate the efficacy of the suggested system in maintaining a high Quality of Service (QoS), offering proof of the effectiveness of contemporary wireless communication technologies in improving emergency medical services and setting new standards in smart ambulance capabilities.