Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Fun-tastic English Club guna Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa SMP di Kecamatan Kramatmulya Wahidin; Agustiana, Vina; Adawiyah, Siti Zulpa; Praptiwi, Septiana Dwi; Yulithalia Sianturi, Yulithalia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 5 No 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v5i1.507

Abstract

Speaking skills in English are essential for accessing global knowledge. However, many students struggle with shyness, low self-confidence, and a lack of interactive and enjoyable practice opportunities, which hinder their speaking development. One effective method to improve speaking skills is through News Anchoring, as it helps students practice expressing ideas, pronunciation, intonation, fluency, and news comprehension. To further support this development, extracurricular activities such as an English Club should be established outside regular school hours. The English Club serves as a strategic platform to provide practice opportunities, boost motivation, and build students' confidence in using English. The result of this community service program indicates a positive response from students, with their speaking skills improving from an average score of 3 to 4.6, after participating in the News Anchoring activities in the English Club.
Metode Drilling: Transformasi Pembelajaran Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Bagi Siswa Kelas 6 di Desa Manggari Kec Lebakwangi Kab Kuningan: Transforming the Learning of English Speaking Skills for Grade 6 Students in Manggari Village, Lebakwangi District, Kuningan. Azis, Ilham Ariffianto; Agustiana, Vina; Diani Rosa, Helfi; Cika Wandira, Inneke
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 5 No 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v5i1.509

Abstract

This community service activity aimed to improve English speaking skills among children aged 10 to 12 years in Manggari Village, Lebakwangi District, Kuningan Regency. The training approach employed a drilling technique combined with role play, speech, and singing methods. Conducted in two face-to-face sessions, the program was designed to develop speaking habits through repetition, pronunciation, and contextual interaction. The results indicated a significant improvement in pronunciation, intonation, fluency, and participants' confidence. Moreover, students showed high enthusiasm toward the enjoyable and contextual learning process. Despite time constraints and challenges in mastering new vocabulary, the applied methods proved effective in creating an active and participatory learning atmosphere. This activity is expected to serve as an alternative model for communicative English instruction in community settings.
Pembinaan Kepercayaan Diri dan Keterlibatan Sosial Bagi Siswa SMP Kecamatan Kramatmulya Melalui Metode Speech dalam Public Speaking Pratama, Reza Fatwa; Agustiana, Vina; Andini, Vina Soraya; Novita, Tia
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2025): Mei
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v4i3.506

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di salah satu sekolah di Kecamatan Kramatmulya dengan tujuan meningkatkan kepercayaan diri dan keterlibatan sosial siswa melalui pelatihan public speaking menggunakan metode speech. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya rasa percaya diri siswa dalam berbicara di depan umum serta minimnya aktivitas ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan keterampilan komunikasi. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pelaksana menyusun program pelatihan terstruktur yang mencakup koordinasi dengan pihak sekolah, sosialisasi kepada siswa, penyusunan materi inspiratif, pelatihan teknik speech, pendampingan individu, serta kegiatan puncak berupa Talent Show “English Performance Day”. Metode speech dipilih karena dinilai efektif dalam melatih keterampilan berbicara, penggunaan gestur, ekspresi, serta penguasaan intonasi yang mendukung komunikasi persuasif. Materi bertema motivasional seperti “Jangan Menyerah” dan “Don’t Be Afraid to Fail” digunakan untuk menginspirasi dan memperkuat karakter siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan partisipasi aktif siswa. Evaluasi melalui observasi dan umpan balik mengindikasikan bahwa siswa telah mampu menyampaikan pidato dengan cukup baik meskipun terdapat kekeliruan minor. Kesimpulannya, metode speech dalam konteks public speaking terbukti efektif dalam membina aspek afektif, kognitif, dan psikomotor siswa, serta layak direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran untuk memperkuat keterampilan abad ke-21 dan mendukung pendidikan karakter di tingkat SMP.
Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar di Desa Manggari, Kecamatan Lebakwangi melalui Fun English Ramadhan Turnip, Guido Tamba Raja; Mahdiyah, Fahra; Zulaikha, Farida; Rahma, Fitra Widya; Agustiana, Vina
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2025): Mei
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v4i3.508

Abstract

English proficiency among elementary school students remains a challenge in many regions, including at Manggari village, Lebakwangi district. The “Fun English Ramadhan” program was designed to increase students' interest and motivation in learning English through a fun and interactive approach. This program incorporates various teaching methods such as Storytelling and Singing, Reading Theater, and Speech and Song Combination. The activities include socialization, training, technology integration, mentoring, evaluation, and sustainability planning. The results of the program indicate that this approach effectively enhances students’ confidence, verbal expression, and interest in learning English in a natural and enjoyable manner. By fostering an active and creative learning environment, this initiative is expected to serve as a best-practice model for English language instruction at the elementary school level.
FUN ENGLISH DAY DALAM MENINGKATKAN ANIMO PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI PELAJAR PEMULA Agustiana, Vina; Darsih, Endang; Rahmatunisa, Wulan; Azka, Fina Saeila; Aldy, Elgah; Saputra, Nico
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i3.487

Abstract

Kegiatan Fun English Day dilaksanakan di MI Plus An-Nur, Desa Manggari, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, selama enam hari, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakat Desa Manggari dalam usia kelas 1-3 melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Analisis situasi menunjukkan bahwa meskipun Desa Manggari memiliki potensi pendidikan yang baik, minat belajar bahasa Inggris di kalangan masyarakat masih rendah akibat anggapan bahwa bahasa Inggris sulit dipelajari. Permasalahan ini diperparah oleh kurangnya sumber daya manusia yang mendukung pembelajaran bahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup sosialisasi, pelatihan tutor, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari, pada 23-Bulan Juni 2025 di Sekolah MI Plus Annur. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi kepada peserta, orang tua, dan guru untuk menjelaskan tujuan dan manfaat program. Pelatihan dilakukan untuk memastikan tutor memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengajar dengan metode yang efektif. Penerapan teknologi termasuk penggunaan aplikasi pembelajaran interaktif, serta aktivitas seperti "Listen and Say," "Listen and Do," dan "Listen and Repeat," memberikan pengalaman belajar yang menarik. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan bahasa Inggris peserta, baik dalam kosakata, keterampilan menyimak maupun keterampilan berbicara. Evaluasi yang dilakukan di akhir program menunjukkan bahwa peserta merasa lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Pembahasan mengungkapkan pentingnya keberlanjutan program agar metode yang telah diajarkan dapat terus diimplementasikan dalam pembelajaran reguler dan ekstrakurikuler. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan serupa diadakan secara berkelanjutan, dengan melibatkan orang tua dan masyarakat untuk mendukung penguasaan bahasa Inggris pelajar di Desa Manggari.
Insights on TPACK Implementation by Preservice English Teachers: Challenges and Solutions Darsih, Endang; Agustiana, Vina; Hanggara, Agie; Palmer, Roger
Script Journal: Journal of Linguistics and English Teaching Vol. 10 No. 1 (2025): April
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/sj.v10i1.2000

Abstract

Background: A crucial issue in teacher education today is ensuring that PTs are well prepared to integrate technology into their future classrooms. This study examines the implementation of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) among preservice English teachers in planning and implementing learning, as well as the barriers they face and their solutions.Methodology: This study used a case study research design to explore in depth how PTs apply the TPACK framework in real classroom situations. The participants in this study consisted of five PTs from teacher education programs at four universities in Indonesia.Findings: PTs generally show good alignment between technology use, pedagogical strategies, and content in their lesson plans, but are often not optimally integrated during implementation. The main barriers identified include limited access to and technology resources, differences in technology skill levels between students and teachers, students' difficulties in adapting to technology-based learning, and time management issues. The solutions are to provide device assistance to students in need, provide basic technology training and plan carefully and provide realistic time for students to adapt to technology and complete assignmentsConclusion: To enhance technology integration in education, universities must prioritize providing device assistance and basic tech training for PTs. By addressing these barriers, educators can better support effective technology use in the classroom, ultimately improving student learning outcomes.Originality: How pre-service teachers, who are the next generation of educators, develop and implement TPACK during their preparation and learning phases. In particular, there is very little research that specifically explores the implementation of TPACK in the classroom by PTs, as well as a lack of exploration of the challenges faced by them and the strategies used in the TPACK integration process.
English Vocabulary Fun Day: Aktivitas Kreatif untuk Memperluas Kosakata Darsih, Endang; Agustiana, Vina; Hanggara, Agie; Nugraha, Agung; Sulaksana, Johan
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v4i4.592

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa MI Plus An Nur, Kabupaten Kuningan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kurangnya praktik berbicara, keterbatasan akses sumber belajar, serta minimnya metode pembelajaran yang menarik. Solusi yang ditawarkan meliputi sesi dialog interaktif, permainan peran, workshop berbicara, penyediaan materi pembelajaran, serta penggunaan teknologi sederhana berupa aplikasi edukatif offline dan permainan papan. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan, pendampingan, evaluasi, hingga keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa lebih percaya diri dalam menggunakan kosakata bahasa Inggris, antusias mengikuti aktivitas, serta mampu menguasai minimal 10 kosakata baru dari setiap pertemuan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan keterampilan bahasa Inggris siswa dan mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Pelatihan Kemampuan Menyimak dan Membaca Melalui Storytelling dan Pengadaaan Pojok Baca di Desa Kutaraja Agustiana, Vina; Nugroho, M. Aprianto Budie; Azka, Fina Saeila; Sulaksana, Johan
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 5 (2025): September
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v4i5.594

Abstract

This community service activity aims to enhance listening and reading skills among elementary school students through storytelling methods and the establishment of reading corners in Kutaraja Village, Maleber District, Kuningan Regency. The primary issue addressed is the low reading interest and literacy skills among children. The methods employed include initial observation, community socialization, training for volunteers and educators, as well as the implementation of technology for access to reading materials. The execution of the program involves a dedicated team of lecturers and students, alongside active participation from local government, parents, and students. Results indicate an increase in reading interest and community engagement, with the reading corner serving as an effective learning resource. Through this initiative, the community is expected to foster a sustainable literacy culture. The conclusion emphasizes the importance of collaboration among various stakeholders in supporting education and literacy, as well as the necessity for sustainable management of the reading corner to ensure long-term success.
ADAPTING ENGLISH INSTRUCTION: AN ANALYSIS OF NON-EFL STUDENTS’ LEARNING NEEDS Agustiana, Vina; Rahmatunisa, Wulan; Darsih, Endang
Indonesian EFL Journal Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ieflj.v9i2.8726

Abstract

This study aimed to conduct a need analysis to examine the non-EFL students’ needs of English subject in university. This needs analysis covers English in general and in particular needed by the students. A quantitative research method was followed in the present study. Data was collected by using questionnaires. The items in the questionnaires addressed various issues; in other words, the emphasis was determining students’ lacks, wants and necessity on English subject. All new non-EFL undergraduate students at Kuningan University in academic year 2021/2022 involved in this study. They are from five different faculties; Faculty of Economy, Faculty of Teacher Training and Education, Faculty of Computer, Faculty of Law and Faculty of Forestry. Based on the results of questionnaires filled out by 421 students, it is known that, first, in relation to students’ lack on English subject, this study focuses on the competence of language skills and students' difficulties in mastering the four English skills. Most students assessed their English language skills competence at moderate level. Listening and speaking skills are assessed as the first priority followed by writing and reading skills. However, the research findings also show that speaking skills seem to be the most difficult skills for them apart from weak grammar and low vocabulary mastery. Second, related to the students’ wants on English subject, the preferred language skills are reading followed by speaking, listening and writing. Third, related to necessity on English subject, learning activities that students need to function effectively is to combine English and Indonesian as a medium in delivering material. Most students also think that learning English is better in large groups under the supervision of lecturers. Furthermore, feedback, revision, and reflection are very important aspects for developing the ability to self-regulate learning. Therefore, students prefer to be corrected immediately by the lecturer when they make mistakes. To achieve learning effectiveness, students also expect the integration of a variety of activities and the development of learning materials.
KAMUSKUN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MASYARAKAT Agustiana, Vina; Rahmatunisa, Wulan; Yuniarti, Yuniarti; Octaviansyah, Noval; Azka, Fina Saeila
JE (Journal of Empowerment) Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v4i2.3780

Abstract

ABSTRAKDalam konsep kurikulum merdeka, pembelajaran bahasa asing diarahkan untuk membekali siswa dengan kemampuan berkomunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan Masyarakat. Penggunaan media untuk membantu meningkatkan literasi masyarakat menjadi salah satu solusi yang perlu diperhatikan. Dengan demikian diperlukan adanya media pembelajaran pendukung untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dengan tema budaya kearifan lokal yaitu budaya Kabupaten Kuningan. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini penulis mempunyai satu gagasan kreatif untuk mendukung kegiatan belajar masyarakat yang sedang menempuh pendidikan pada jenjang sekolah menengah atas melalui pembelajaran Bahasa Inggris berbasis aplikasi web. Media pendukung yang dipakai adalah sebuah media pembelajaran berbasis website dengan nama KAMUSKUN (KAMUS KUNINGAN) yang memuat materi bahasa Inggris seperti reading, listening, speaking dan vocabulary bertemakan kebudayaan lokal Kabupaten Kuningan. KAMUSKUN disusun dan dikembangkan oleh tim, sehingga penulis dapat mengembangkan materi yang termuat dalam website tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan. KAMUSKUN dapat diakses pada  https://kamuskun-6k1d.glide.page/dl/3b1bc8. Berdasarkan hasil angket dapat diketahhui bahwa respon siswa terhadap penggunaan Kamuskun ada pada tingkatan baik, sehingga menjadi motivasi tim untuk senantiasa mengembangkan website Kamuskun. ABSTRACTIn the concept of kurikulum merdeka, foreign language learning is directed towards equipping students with relevant communication skills for the needs of the workforce and the community. One of the way to improve communities literacy skills is the implementation of media. Therefore, there is a need for supporting learning media to enhance English language proficiency with a theme of local wisdom, which is the culture of Kuningan District. Consequently, in this community service activity, the author has a creative idea to support the learning activities of individuals who are pursuing education at the high school level through English language learning based on a web application. The supporting medium used is a web-based learning platform called "KAMUSKUN" (KUNINGAN DICTIONARY), which contains English language materials such as reading, listening, speaking, and vocabulary related to the local culture of Kuningan District. "KAMUSKUN" is compiled and developed by a team, allowing the author to expand the website's content to suit the conditions in the field. "KAMUSKUN" can be accessed at https://kamuskun-6k1d.glide.page/dl/3b1bc8. The finding shows that students' responses to using Kamuskun are at a good level, so this is the motivation for the team to continue developing the Kamuskun website.