Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN RUMAH SUSUN DI KOTA BLITAR TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Al Aziz Nur Muhammad; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah rumah yang ada di Kota Blitar sejumlah 33.000 dengan jumlah kepala keluarga lebih dari 40.000. Dengan perbandingan jumlah rumah dan kartu keluarga tersebut terdapat permasalahan kurang ketersediaanya unit hunian bagi masyarakat Kota Blitar. Selain kurangnya ketersediaan rumah juga terdapat permasalahan lingkungan berupa kurangnya lahan terbuka hijau. Dalam peraturannya minimal dalam satu kota memiliki 18% ruang terbuka Hijau yang harus tersedia. Dalam penganalisaan permsalahan tersebut diharapkan hadirnya arsitektur dapat memberikan solusi berupa produk desain. Dalam prosesnya perlu adanya kejelasan metode kerja yang digunakan. Pada kasus ini metode yang dilalui dengan menganalisa data dan studi serta menentukan tema yang ydigunakan sebagai rambu-rambu dalam melakukan perancangan. Tema atau pendekatan yang digunakan pada penyelesaian masalah ini merupakan asitektur neo-vernakular, tema ini dipilih karena memiliki ciri dan karakter yang sesuai dengan lingkungan sekitar. Setelah proses Analisa permasalahan tersebut muncullah judul berupa perancangan rumah susun di Kota Blitar dengan tema arsitektur neo-vernakular. Desain yang diharapakan dapat memberikan solusi berupa fasilitas hunian yang layak bagi manusia, lingkungan dan tidak meninggalkan nilai-nilai kedaerahan yang sudah ada sebagai wujud menghargai dan melestarikannya.
GRAND ART CENTER TEMA: METAFORA Okki Hosea Tefu; Gatot Adi Susilo; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grand Art Center secara umum merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat pertunjukan seni secara visual maupun audio. Tujuan dari perencanan Grand Art Center adalah untuk memfasilitasi kegiatan seni di kota Yogyakarta. Secara kultur budaya dan juga sejarah kota Yogyakarta sebagai kota seni memiliki potensi untuk menarik wisatawan dalam dan luar negeri. Oleh karena itu perlu perancangan dengan memperhatikan pendekatan tapak, akustik serta tata ruang. Metode pendekatan tapak yaitu analisa vegetasi, iklim, dan topografi. Sementara itu akustik dan tata ruang yaitu dengan memperhatikan analisa suara dalam dan luar ruangan, kemudian penataan ruang dengan memperhatikan organisasi ruang. Grand Art Center tidak hanya berperan sebagai pertunjukan seni saja akan tetapi juga berpotensi sebagai landmark kota Yogyakarta. Oleh karena perancangan Grand Art Center bertemakan arsitektur metafora. Bentuk dari bangunan Grand Art Center sendiri juga terpengaruh oleh analisa pada tapak itu sendiri. Pada akhirnya desain model Grand Art Center alternatif ini membentuk kolaborasi antara pengguna dengan rancangan desain sehingga dapat memanfaatkan linkungan dengan maksimal.
KANTOR BUPATI MANGGARAI ARISTEKTUR NEO-VERNAKULAR Gaudensius Saputra; Gatot Adi Susilo; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manggarai merupakan salah satu daerah di NTT yang memiliki dua belas kecamatan dengan enam agen yang difasilitasi oleh Pemkot Ruteng. Namun karena adanya badai seroja, banyak bangunan yang rusak parah termasuk kantor Bupati Manggarai. Jadi saya ingin merancang kembali kantor Bupati Manggarai agar dapat digunakan kembali oleh pemerintah dan masyarakat dengan aman dan nyaman. Dalam perencanaan ini, saya memanfaatkan teknik dan pengumpulan informasi yang dilakukan melalui studi tulis dan konsentrat lapangan yang terjadi di Kantor Bupati Manggarai, NTT. Studi lapangan yang berhubungan dengan Kantor Bupati berarti melihat dan memperhatikan rencana struktur, konstruksi dan pedoman terkait. Gaya struktural neo vernakularisme saat ini menggabungkan komponen dalam desain masa kini dengan komponen adat. Oleh karena itu, dipercaya bahwa kantor ini akan benar-benar ingin menjadi bantuan bagi pemerintah daerah Manggarai yang baik dan aman untuk mendorong wilayah Kabupaten Manggarai.
EKOWISATA HUTAN JATI di DESA ALAS RAJAH, MADURA TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Khansa’ Ade Taqiyyah; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Alas Rajah merupakan salah satu desa yang berada di Bangkalan, Madura. Potensi alam yakni area perbukitan yang mempunyai kawasan hutan jati, dapat dimanfaatkan untuk melindungi kawasan lingkungan desa dan pengembangan edukasi yang dapat dikembangkan melalui rancangan ekowisata. Tema pada rancangan adalah arsitektur tropis yang diambil berdasarkan kenyamanan thermal pada area tapak dan juga untuk mengkolaborasikan bentuk bangunan yang ada di lingkungan sekitar desa, dimana arsitektur tropis dituntut peka terhadap kebutuhan iklim (panas, curah hujan, kelembaban, curah hujan). Metode pada perancangan ini adalah analogi langsung dan personal diikuti dengan pengumpulan data berupa studi literatur, survey lapangan, dokumentasi dan analis. Struktur bangunan menggunakan pondasi footplat, rangka kaku, dan struktur atap kayu. Utilitas yang menjadi prioritas adalah kebutuhan air bersih, listrik dan sampah. Dengan adanya Ekowisata Hutan Jati di Desa Alas Rajah ini diharapkan dapat membantu terwujudnya program kerja daerah dan Desa Alas Rajah.
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PMI DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR KONTEKSTUAL Agnestri Tesalonika; Gatot Adi Susilo; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Pendidikan dan Pelatihan PMI di Kota Malang merupakan sebuah tempat untuk mewadahi kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepalangmerahan. Tempat ini untuk memfasilitasi pengurus, anggota, dan relawan PMI untuk kegiatan Diklat Dasar dan Diklat Spesialisasi. Kota Malang memiliki iklim yang hampir sama dengan kabupaten Malang, yaitu musim hujan dan kemarau. Lokasinya yang rentan terdampak gempa bumi dapat menyebabkan kerugian bagi manusia sehingga adanya PMI Kota Malang dapat meningkatkan kesadaran bagi masyarakat dan relawan dalam membantu bencana. Perancangan “Pusat Pendidikan dan Pelatihan PMI di Kota Malang dengan tema Arsitektur Kontekstual” bertujuan untuk mendukung kegiatan belajar, simulasi, dan latihan yang sesuai dengan kebutuhan dari anggota didik PMI seperti adanya fasilitas pendukung yaitu Lapangan, perpustakaan, serta Asrama. Metode yang digunakan dalam perancangan diperoleh dari survey lapangan, dokumentasi, dan wawancara serta data sekunder berasal dari buku, karya ilmiah, dan website. Pada Konsep perancangannya memperhatikan kontekstual dari fisik bangunan, tapak bangunan, dan kontras atau kecocokan bangunan dengan sekitarnya. Pusdiklat ini diharapkan mampu menampung dan memberikan fasilitas untuk pelaku anggota didik dan pendidik diklat PMI di kota Malang.
MALANG DESIGN CENTER TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Nabilah Qothrun Nada; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kemenparekraf statistik ekonomi 2020, sebaran pelaku ekonomi kreatif terbanyak kedua di Provinsi Jawa Timur merupakan Kota Malang dengan presentase 13,62%. Jumlah penduduk yang bekerja di Sektor Industri Kreatif Desain pada bidang Arsitektur, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual dan Desain Produk di Provinsi Jawa Timur tiap tahunnya mengalami peningkatan. Industri Kreatif ini perlu dikembangkan untuk mewujudkan visi Indonesia menjadi Negara yang maju. Kemudian permasalahannya ada pada hasil data kuisioner di Kota Malang berdasarkan kategori Mahasiswa, Praktisi dan Freelancer bahwa pelaku desain kurang memiliki fasilitas untuk berkembang. Berdasarkan isu-isu tersebut, Kota Malang berpotensi untuk memiliki wadah berupa Design Center. Stigma hasil karya pelaku desain yang selalu dititik beratkan pada visual maka tema yang diterapkan adalah arsitektur metafora. Lokasi tapak berada di Jalan Terusan Dieng, Malang. Metode yang digunakan adalah metode peracangan arsitektur dengan pendekatan arsitektur metafora jenis tangible metaphors. Hasil dari perancangan ini adalah skematik rancangan tapak, skematik rancangan bangunan dan gambar rancangan Malang Design Center dimana menjawab isu permasalahan yang diangkat dengan membantu para desainer untuk belajar, bekerja, berkolaborasi serta dapat menemukan semua kebutuhan mereka.
Galeri Seni Rupa Di Kota Malang TEMA: Arsitektur Neo-Vernakular Galih Priambodo; Suryo Tri Harjanto; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan kota dengan sejuta seniman yang dimana banyak sekali kebudayaan yang melahirkan seniman dengan hasil karya yang menakjubkan baik karya seni 2D maupun 3D. Selain itu Kota Malang beberapa tahun ini menjadi kota yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Namun hingga saat ini masih belum ada fasilitas baik sarana maupun prasaran khusus bagi seniman Kota Malang dalam mengembangkan potensi dan juga memaperkan karya karya seni yang dapat meningkatkan baik ekonomi, sosial maupun budaya. Dengan dirancangnya Galeri Seni Rupa di Kota Malang ini diharapkan menjadi wadah bagi para seniman dengan memberikan fasilitas lengkap dalam mendukung potensi seni di Kota Malang. Galeri Seni Rupa di Kota Malang ini dilengkapi fasilitas seperti ruang pameran, workshop, ruang lelang. Galeri Seni Rupa di Kota Malang ini menerapkan tema arsitektur neo-vernakular dengan tujuan menggambarkan bagaimana kebudayaan tradisional saat ini beriringan dengan modernisasi sehingga dapat menjadi bangunan yang ikonik di Kota Malang.
SPORT CENTER TIPE B DI KOTA PROBOLINGGO TEMA: ARSITEKTUR MODERN Mufti Fajar Dzakaria; Gatot Adi Susilo; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situasi ini menjadi perhatian besar pemerintah Kota Probolinggo, banyak fasilitas yang rusak, antara lain terdapat permainan untuk anak-anak berupa ayunan juga tidak memiliki baut karet dan peralatan olahraga. Menurut Komite Olahraga Nasional Indonesia belum memiliki agenda besar di Kota Probolinggo. Juga program rutin Pekan Olahraga Perkotaan baru akan diselenggarakan pada awal tahun 2022. Menurut tentang Sistem Keolahragaan Nasional Penyediaan prasarana dan sarana olahraga yang merupakan tanggung jawab pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai impelementasi dari ketentuan tata cara Penetapan Prasarana Olahraga, menjadi hal pokok yang harus diimplemantasikan. Oleh karena itu, Sport Center Tipe B diharapkan dapat menjadi wadah sarana dan prasarana bagi para atlet dan masyarakat dalam mengembangkan potensi minat bakat sampai menjuarai kejuaraan serta membanggakan Kota Probolinggo. Dalam Perencanaan Sport Center Tipe B ini menggunakan tema Arsitektur Modern dengan teori Le Corbusier yang mengutamakan nilai fungsional bangunan. Metode perancangan di mulai dari pencarian isu permasalahan yang dibahas sampai ditemukannya judul, kemudian pengumpulan data kajian primer dan sekunder sampai ditemukannya ide analisa dan konsep. Konsep yang digunakan diperoleh dari data yang telah diperoleh dan menerapkannya menjadi sebuah bangunan yang memiliki nilai fungsional dan penyediaan sarana dan prasarana olahraga.
PUSAT KEBUDAYAAN SUKU SASAK TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Abdurrahman Wahid; Gatot Adi Susilo; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Kebudayaan Suku Sasak di kota Mataram. Dengan meningkatnya perkembangan dan pelaku kebudayaan maka dibutuhkan wadah sebagai fasilitas yang mendukung untuk memaksimalkan kegiatan dalam memperkenalkan kebudayaan setempat. Pemilihan tema arsitketur Neo-vernakular yang merupakan pembaruan dari arsitektur lokal dengan melakukan pendekatan arsitektur tradisional yang di olah menjadi ruang yang mengikuti masa kini tanpa meninggakan ciri khas dari kebudayaan itu sendiri. Metode perancangan yang digunakan yaitu dengan metode kualitatif dengan cara pengumpulan data primer dan sekunder. Konsep bangunan menggunakan bentuk bale mangina sebagai bale adat sasak. Kemudian konsep struktur yang digunakan mengunakan struktur rangka kaku beton ekspos dengan struktur utama menggunakan material beton bertulang, struktur bawah mengunakan bore Pile dan menerus, kemudian struktur atas menggunakan baja hollow. Konsep tatanan massa pada bangunan terdiri dari 16 (enam belas) bangunan yaitu: Bangunan amphiteater, auditorium, sanggar tari, galeri seni, souvenir, kerajinan gerabah, foodcourt, pengelola, perpustakaan, mushola, lobby utama, bangunan elektrikal, pengolahan air dan TPS.
GAME CENTER DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HI-TECH Djoko Prastyo; Suryo Tri Harjanto; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren gaming dan Esport di Indonesia sangat berkembang pesat dan game telah menjadi hobi yang banyak digemari oleh banyak kalangan bahkan ada yang menjadikan industry game dan Esport sebagai lapangan pekerjaan. Semakin maju industry game membuat permainan lama dan tradisional mulai tertinggal dan banyaknya sarana bermain game yang menerapkan tempat yang gelap membuat dampak buruk bagi mata semakin bertambah. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mendesain bangunan Game Center yang dapat mewadai berbagai jenis game dan permainan tradisional serta sebagai tempat mengembangkan industry Esport di kota Malang dengan mendesain bangunan yang dapat meminimalisir dampak buruk bagi kesehatan mata. Arsitektur Hi - Tech menjadi tema desain karena tema Hi-Tech dapat menonjolkan kesan modern pada bangunan sehingga cocok dengan fungsinya sebagai Game Center dan cirikhas Hi-Tech yang menerapkan bukaan untuk mengekspos bagian dalam bangunan dapat membantu memberi pencahayaan pada interior bangunan sehingga sarana bermain game mendapat penerangan yang cukup.
Co-Authors Abdul Wahab Asya’ Roni ABDURRAHMAN WAHID Adheik Timor Ayu Wijayanti Adhi Widyarthara Afif Ahmad Al Fandi Agha Primatio Agnestri Tesalonika Ahdari Muharrar Ahmad Shobi Fakhirul Al Aziz Nur Muhammad Andhika Cholil Gibran Andry Putra Purna Irawan Antika Achiyarini Ar Rafi Maulana Ashar B. Sri Umniati Bambang Joko Wiji Utomo Batari Kharisma Lubis Bayu Teguh Ujianto Berlian Aulia Pratiwi Breeze Maringka Budi Fathony Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Dewinta Pratiwi Dhanang Pamungkas Dicky Winanto Dimas Iqbal Syehan Pratama Djoko Prastyo Dyna Try Puspa Sari Elia Rahmawati Fadilah Prayoga W Farhan Abidin Farhan Wicaksono Farid Achmad Fery Aziz Zulpiyan Gaguk Sukowiyono Galih Priambodo Gaudensius Saputra Ghoustanjiwani Adi Putra Ghustanjiwani Adi Putra Haikal Hidayatulah Hamka Hanik Mutia Safitri Herman Farozi I Gusti Ade Pradnyana ILHAM Indri Fitriawati Indria Maulani Irfanni Wahyu Nurdyanto Jarot Wahyono Joanita Vertude Lay do Rego Khansa’ Ade Taqiyyah Lailatul Diah R. Lalu Mulyadi Lukman Hakim M Bayu Hidayatullah Moch Rizqa Al Chasani Moh. Syahru Romadhon Sholeh Mufti Fajar Dzakaria Muhamad Miladi Muhammad Fikri Ardiansyah Muhammad Nelza Mulki Iqbal Muhammad Nur Tirta Amanda Nabila Azizah Nabilah Qothrun Nada Natanael Nelson Pala Nur Fadillah Jannah Okki Hosea Tefu Putri Ayu Mustika Putri Churil Aini Putri Herlia Pramitasari Raisya Aurelia Azzahra Redi Sigit Febrianto Riva Grahito Renaldy Rizki Gunawan Rocky A Y Tuka Sabrina Hazimi Siti Fathimah Sri Winarni Stefanus Herdianto kaha Suryo Tri Harjanto Tomi Karmawan Trisnanto Wahyu Pamuji Wa Ode Rindiyani Winny Rahelia Saputri Wira Rizki Maulana Yacobus Adnan Sukamto Maay Yam Febrian Norga Yuda Kristianto Zelin Velania Devi