Claim Missing Document
Check
Articles

PUSAT KEBUDAYAAN SUKU SASAK TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Abdurrahman Wahid; Gatot Adi Susilo; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Kebudayaan Suku Sasak di kota Mataram. Dengan meningkatnya perkembangan dan pelaku kebudayaan maka dibutuhkan wadah sebagai fasilitas yang mendukung untuk memaksimalkan kegiatan dalam memperkenalkan kebudayaan setempat. Pemilihan tema arsitketur Neo-vernakular yang merupakan pembaruan dari arsitektur lokal dengan melakukan pendekatan arsitektur tradisional yang di olah menjadi ruang yang mengikuti masa kini tanpa meninggakan ciri khas dari kebudayaan itu sendiri. Metode perancangan yang digunakan yaitu dengan metode kualitatif dengan cara pengumpulan data primer dan sekunder. Konsep bangunan menggunakan bentuk bale mangina sebagai bale adat sasak. Kemudian konsep struktur yang digunakan mengunakan struktur rangka kaku beton ekspos dengan struktur utama menggunakan material beton bertulang, struktur bawah mengunakan bore Pile dan menerus, kemudian struktur atas menggunakan baja hollow. Konsep tatanan massa pada bangunan terdiri dari 16 (enam belas) bangunan yaitu: Bangunan amphiteater, auditorium, sanggar tari, galeri seni, souvenir, kerajinan gerabah, foodcourt, pengelola, perpustakaan, mushola, lobby utama, bangunan elektrikal, pengolahan air dan TPS.
GAME CENTER DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HI-TECH Djoko Prastyo; Suryo Tri Harjanto; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren gaming dan Esport di Indonesia sangat berkembang pesat dan game telah menjadi hobi yang banyak digemari oleh banyak kalangan bahkan ada yang menjadikan industry game dan Esport sebagai lapangan pekerjaan. Semakin maju industry game membuat permainan lama dan tradisional mulai tertinggal dan banyaknya sarana bermain game yang menerapkan tempat yang gelap membuat dampak buruk bagi mata semakin bertambah. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mendesain bangunan Game Center yang dapat mewadai berbagai jenis game dan permainan tradisional serta sebagai tempat mengembangkan industry Esport di kota Malang dengan mendesain bangunan yang dapat meminimalisir dampak buruk bagi kesehatan mata. Arsitektur Hi - Tech menjadi tema desain karena tema Hi-Tech dapat menonjolkan kesan modern pada bangunan sehingga cocok dengan fungsinya sebagai Game Center dan cirikhas Hi-Tech yang menerapkan bukaan untuk mengekspos bagian dalam bangunan dapat membantu memberi pencahayaan pada interior bangunan sehingga sarana bermain game mendapat penerangan yang cukup.
GALERI SENI LUKIS DI MALANG TEMA ARSITEKTUR KONTEKSTUAL Lailatul Diah R.; Gatot Adi Susilo; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang memiliki reputasi kota dengan peninggalan bersejarahnya. Pemerintah kota malang berusaha memanfaatkan potensi tersebut melalui dukungan terhadap seniman dan industri kreatif. namun kurangnya fasilitas dan ruang publik yang menghambat pertumbuhan seni di kota ini. Galeri seni di Malang sering kali memiliki ruang pamer yang terbatas, bangunan sederhana dan beberapa tidak memiliki fasilitas parkir. Dalam perancangannya, bagaimana mendesain bentuk bangunan dan ruang dalam galeri seni lukis di Malang pada kawasan Kayutangan. proses perancangan melibatkan tiga tahap: identifikasi masalah, kajian teori tentang fungsi galeri seni, dan tema arsitektur kontekstual. Referensi literatur mencakup tiga studi preseden fungsi, dua studi preseden tema, sumber jurnal, dan informasi tentang wilayah Kayutangan. Mengusung tema arsitektur kontekstual dengan penekanan harmoni. Kriteria penerapan desain merujuk pada teori Hamid Shirvani tentang ruang publik, pencapaian, pemandangan, kecocokan, rasa, identitas, dan kenyamanan. Maka perlunya ruang visual untuk membuat kegiatan kesenian dapat dilakukan dengan mudah dan diperlukan ruang dalam yang repsentatif dengan gaya interior kolonial untuk menjaga keharmonian dan identitas kawasan. Selain itu, memberikan daya tarik dengan memperkaya pengalaman wisatawan, serta meningkatkan nilai budaya dan artistik dari kayutangan.
PUSAT SENI FLOBAMORA DI KOTA KUPANG NTT TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNACULAR Rocky A Y Tuka; Suryo Tri Harjanto; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Seni Flobamora Nusa Tenggara Timur di Kota Kupang merupakan wadah kreatifitas bagi anak – anak muda atau mahasiswa, untuk melakukan kegiatan yang lebih positif yang mempunyai tujuan budaya Tradisional Nusa Tenggara Timur, baik untuk seluruh masyarakat Indonesia atau kepada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke NTT khususnya di Kota Kupang. Rencana menghadirkan Pusat Seni Flobamora diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah dan pendapatan anak muda di Kota Kupang. Pusat Flobamora juga menyediakan fasilitas edukasi, pameran dan pusat penjualan tenun dan pernak-pernik khas NTT sebagai bentuk promosi produk tradisional khas NTT. Fasilitas seperti gedung, area pertunjukan seni budaya juga disediakan di Pusat Seni Flobamora. Pusat Seni Flobamora menggunakan penerapan tema arsitektur neo vernakular dengan penerapan konsep budaya tradisional NTT. Untuk penggambaran bangunan menggunakan konsep rumah adat NTT yang secara khusus sangat terkenal di mata masyarakat NTT, penerapan secara keseluruhan tidak hanya bentuk rumah adatnya saja namun juga melalui penerapan ruang dalam ataupun ruang luar, sehingga identitas keaslian dari setiap rumah adat yang diterapkan tidak hilang atau rusak.
EDUWISATA PENGOLAHAN SAMPAH DI KOTA MALANG Farhan Wicaksono; Gatot Adi Susilo; Bayu teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu sampah telah menjadi topik hangat di kalangan warga Kota Malang. Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kota Malang telah mengeluarkan peraturan yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memberikan sanksi terhadap pelanggarannya. Dalam rangka meningkatkan pengelolaan sampah, diperlukan penyempurnaan dan pengembangan melalui pendekatan pendidikan yang efektif, khususnya melalui metode pengajaran yang menarik dan berkembang, sehingga mendorong minat untuk memahami lebih lanjut tentang permasalahan sampah. Perancangan Pusat Pengelolaan Sampah ini mengadopsi metode perancangan dengan dasar analisis deskriptif yang mengusung pendekatan tema arsitektur modern dan menggunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Perancangan ini bertujuan untuk membantu menangani permasalahan sampah di Kota Malang dengan menyediakan sarana dan prasarana bagi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, termasuk tempat edukasi, pelatihan, pameran, serta kegiatan ekonomi dan lainnya. Pusat pengolahan ini juga merespon solusi untuk masalah tata letak yang sebelumnya terkesan kumuh, dengan mendesain ulang sesuai dengan prinsip arsitektur modern.
PUSAT SENI DAN KERAJINAN DI MANDALIKA TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Tomi Karmawan; Gatot Adi Susilo; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau memiliki stok prawisata yang cukup terkenal di macanegara. Oleh karena itu perlu di manfaatkan untuk memperkenalkan kesenian dan kerajinan yang ada di pulau Lombok. Tedapat beberapa kesenian dan kerajinan yang ada di pulau Lombok seperti, seni tari, seni musik, seni rupa, kerajinan kain tenun, kerajinan Mutiara, kerajinan gerabah, dan kerajinan anyaman. Lokasi tapak ini berada di jalan sengkol kecamatan pujut dengan luas tapak 1,54 Ha. Tujuan merancang pusat seni dan kerajinan ini mampu memberikan informasi, pembelajaran dan memasarkan karya seni dan kerajinan yang di produksi. Dengan adanya Pusat Seni Dan Kerajinan Di Mandalika ini sangat bermanfaat bagi para seniman, pengerajin dan masyarakat umum karna mampu mewadiahi para seniman dan pengerajin untuk melestarikan kesenian dan kerajinan yang ada di Lombok. Dengan tema Arsitektur Neo-Vernakular
EDU WISATA CLAKET DENGAN KEARIFAN LOKAL MAJAPAHIT TEMA: ARSITEKTUR VERNAKULAR Dimas Iqbal Syehan Pratama; Gaguk Sukowiyono; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Claket adalah salah satu desa yang terletak di kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Claket merupakan desa pembudidaya tanaman bambu, selain menjadi desa pembudidaya tanaman bambu, desa claket juga menjadi tempat pembibitan serta edukasi tanaman bambu. Edu wisata yang akan didirikan di desa claket ini adalah edukasi wisata tentang tanaman bambu, dimulai dimulai dari pembibitan hingga proses pengolahannya dan dikombinasikan dengan pengenalan arsitektur Majapahit. Pendekatan desain yang digunakan dalam Edu Wisata Claket ini adalah arsitektur vernakular. Arsitektur Majapahit tidak hanya mementingkan fungsi dan kekuatan bangunan struktur itu sendiri, namun juga terdapat estetika ornament-ornamen yang menceritakan kehidupan pada masanya. Tema arsitektur majapahit sesuai dengan apa yang telah menjadi trademark Mojokerto. Dengan konsep tersebut akan membuat wisatawan lebih menikmati suasana pedesaan yang asri. Metode yang digunakan dimulai dari pencarian isu, perumusan masalah, pengumpulan data, analisa, konsep, kemudian perancangan. Penerapan arsitektur vernacular terlihat pada pola tatanan kerajaan majapahit. Kesimpulannya ialah perancangan ini menerapkan arsitektur vernacular yaitu arsitektur yang menggunakan material local dan kearifan khas daerah. Dengan demikian dengan adanya perancangan tersebut mampu memfasilitasi edukasi tanaman bambu dan pengenalan arsitektur majapahit.
SPORTAINMENT DI KOTA MOJOKERTO TEMA: ARSITEKTUR HIGH - TECH Trisnanto Wahyu Pamuji; Gatot Adi Susilo; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana dan prasarana olahraga yang kurang dan belum sesuai standar, dan belum optimalnya pemanfaatan IPTEK olahraga. olahraga rekreasi bisa menjadi sarana alternatif olahraga yang sifatnya mengibur di Kota Mojokerto. Sportainment adalah sebuah fasilitas olahraga yang bertujuan menghibur. Tema yang digunakan dalam rancangan ini adalah arsitektur high-tech dapat mengimplemntasikan ciri-cirinya. Metode perancangan terdapat, ide perancangan, data, Analisa, dan konsep. Konsep tapak hasil dari Analisa matahari, sensory, konsep bentuk mengikuti bentuk tapak dan kebutuhan ruangan, untuk stuktur menggunakan rangka kaku sebagai struktur utama, footplat sebagai struktur bawah, space frame dan plat lantai sebagai struktur atas. Dari hasil rancangan ini sportainment merupakan fasilitas olahraga dan non olahraga yang bertujuan untuk menghibur.
MUSEUM KESULTANAN BIMA TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Nur Fadillah Jannah; Gatot Adi Susilo; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kabupaten Bima adalah wilayah yang terbentuk karena adanya Kerajaan yaitu Kesultanan Bima yang berdiri pada tanggal 5 juli 1650 M. Hingga saat ini dana Mbojo (Tanah Bima) masih tetap melestarikan budaya, tahta Kerajaan Bima tetap berlaku dan mengalami perubahan. Tujuan dari perancangan Museum Kesultanan Bima adalah untuk mengedukasikan masyarakat tentang sejarah dan kebudayaan mbojo (Bima) terutama bagi generasi muda karena banyak dari generasi muda sekarang sangat minim pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan daerah. Tema yang digunakan pada perancangan Museum Kesultanan Bima adalah Arsitektur Neo-vernakular dengan menerapkan bentuk dari rumah tradisional khas Bima, pemilihan tema Arsitektur Neo-vernakular untuk mempertahankan desain bangunan tradisional khas Bima karena berdasarkan ciri khas dari Arsitektur Neo-vernakular yaitu menerapkan bentuk tradisional.
HOTEL RESORT DI KEK MANDALIKA KABUPATEN LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT TEMA ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Rizki Gunawan; Gatot Adi Susilo; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 01 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika adalah satu dari 10 tempat wisata nasional. Presiden Republik Indonesia telah melakukan perletakkan batu pertama pada tanggal 20 Oktober 2017.Terletak di Pulau Lombok. Tempat ini merupakan hamparan pantai pasir putih sepanjang 7,5 km. Di kawasan ini juga dibangun Sirkuit Internasional Mandalika. Kawasan ekonomi khusus saat ini menjadi kawasan yang paling menarik bagi investor dan diharapkan menjadi destinasi wisata kelas dunia. Melihat kenyataan tersebut maka diperlukan suatu tempat menginap seperti hotel yang dapat memberikan fasilitas dan tentunya menjamin kenyamanan pengunjungnya. Tema rancangan ini menggunakan tema arsitektur neo-vernakular juga menggunakan dan mengaplikasikan elemen fisik bangunan tradisional yang secara alami ada di suku Sasak Lombok. Memanfaatkan lingkungan sekitar untuk meningkatkan nilai budaya Pulau Lombok untuk memberikan suasana yang nyaman bagi penghuninya.
Co-Authors Abdul Wahab Asya’ Roni ABDURRAHMAN WAHID Adheik Timor Ayu Wijayanti Adhi Widyarthara Afif Ahmad Al Fandi Agha Primatio Agnestri Tesalonika Ahdari Muharrar Ahmad Shobi Fakhirul Al Aziz Nur Muhammad Andhika Cholil Gibran Andry Putra Purna Irawan Antika Achiyarini Ar Rafi Maulana Ashar B. Sri Umniati Bambang Joko Wiji Utomo Batari Kharisma Lubis Bayu Teguh Ujianto Berlian Aulia Pratiwi Breeze Maringka Budi Fathony Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Dewinta Pratiwi Dhanang Pamungkas Dicky Winanto Dimas Iqbal Syehan Pratama Djoko Prastyo Dyna Try Puspa Sari Elia Rahmawati Fadilah Prayoga W Farhan Abidin Farhan Wicaksono Farid Achmad Fery Aziz Zulpiyan Gaguk Sukowiyono Galih Priambodo Gaudensius Saputra Ghoustanjiwani Adi Putra Ghustanjiwani Adi Putra Haikal Hidayatulah Hamka Hanik Mutia Safitri Herman Farozi I Gusti Ade Pradnyana ILHAM Indri Fitriawati Indria Maulani Irfanni Wahyu Nurdyanto Jarot Wahyono Joanita Vertude Lay do Rego Khansa’ Ade Taqiyyah Lailatul Diah R. Lalu Mulyadi Lukman Hakim M Bayu Hidayatullah Moch Rizqa Al Chasani Moh. Syahru Romadhon Sholeh Mufti Fajar Dzakaria Muhamad Miladi Muhammad Fikri Ardiansyah Muhammad Nelza Mulki Iqbal Muhammad Nur Tirta Amanda Nabila Azizah Nabilah Qothrun Nada Natanael Nelson Pala Nur Fadillah Jannah Okki Hosea Tefu Putri Ayu Mustika Putri Churil Aini Putri Herlia Pramitasari Raisya Aurelia Azzahra Redi Sigit Febrianto Riva Grahito Renaldy Rizki Gunawan Rocky A Y Tuka Sabrina Hazimi Siti Fathimah Sri Winarni Stefanus Herdianto kaha Suryo Tri Harjanto Tomi Karmawan Trisnanto Wahyu Pamuji Wa Ode Rindiyani Winny Rahelia Saputri Wira Rizki Maulana Yacobus Adnan Sukamto Maay Yam Febrian Norga Yuda Kristianto Zelin Velania Devi