Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

THE ROLE OF ISLAMIC EDUCATION IN BUILDING RELIGIOUS MODERATION IN THE ERA OF SOCIAL POLARIZATION AND DIGITAL POLITICS Supandi, Supandi; Aini, Kurratul
Jurnal Al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ke-Islaman Vol 12 No 4 (2025): al-Ulum: Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid expansion of digital technology and social media has significantly changed communication, social interaction, and political dynamics in Indonesia. However, these developments have also intensified social and political polarization, often accompanied by hate speech, hoaxes, and politicization of religion. This study aims to analyze the role of Islamic education in promoting religious moderation as a response to the challenges of digital polarization. Using a qualitative phenomenological approach, the research was conducted in selected Islamic educational institutions, including madrasas, Islamic boarding schools, and Islamic universities, with purposive sampling of key actors such as educators, students, and community stakeholders. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis, and analyzed using Miles & Huberman's interactive model with triangulation for validity. The findings reveal that Islamic education plays a strategic role in strengthening religious moderation through four main practices: (1) curriculum integration of the values of tolerance, peace, and citizenship; (2) digital literacy programs to counter misinformation and ideological propaganda; (3) extracurricular activities that encourage interfaith dialogue and social solidarity; and (4) the role of exemplary educators (teachers, kyai, and lecturers) in realizing wasathiyah values. The study concludes that Islamic education is not only a means of transmitting religious knowledge but also an important agent of social cohesion and national stability in the digital age.
Implementasi Media Book World dalam Meningkatkan Literasi Anak Usia 5-6 Tahun Aini, Kurratul; Musayyadah, Musayyadah; Farida, Siti
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media Book World dalam meningkatkan kemampuan literasi anak usia 5–6 tahun di TK Al-Khairat Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informasi diperoleh dari guru kelompok B, kepala sekolah, dan orang tua yang terlibat dalam proses pembelajaran menggunakan media Book World. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Book World yang terdiri atas buku cerita bergambar, kartu huruf, kartu kata, serta bahan alam seperti kerikil, daun, dan ranting, efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak, membaca, menulis, dan berkomunikasi anak. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi saat berinteraksi dengan media, dan guru dapat mengelola pembelajaran literasi secara lebih kreatif dan kontekstual. Kendala yang dihadapi antara lain adalah keterbatasan ketersediaan bahan dan waktu implementasi. Namun demikian, media Book World terbukti menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan, dan mampu menumbuhkan minat literasi sejak usia dini.
Pengaruh lama simpan terhadap kualitas organoleptik pada soygurt buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) Putri, Oktariyani; Agustiana, Sena; Silviyanti, Tria; Ulpah, Siti Mariyah; Aini, Kurratul
Journal of Tropical AgriFood Volume 6 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.6.1.2024.15550.35-41

Abstract

Pada umumnya yogurt diolah dari susu hewani atau susu sapi, namun kemajuan bioteknologi yoghurt dapat juga dibuat dari susu nabati antara lain dari kacang kedelai, santan kelapa dan susu jagung. Soygurt adalah produk fermentasi yang melibatkan Bakteri Asam Laktat seperti bakteri Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus untuk menyediakan molekul-molekul yang lebih sederhana agar dapat dicerna oleh tubuh dengan baik. Penambahan buah naga merah dan lama simpan soygurt ini mempengaruhi rasa, aroma dan tekstur yang dihasilkan sehingga dilakukan uji organoleptik pada soygurt buah naga merah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama simpan terhadap kualitas dan sifat organoleptik soygurt buah naga merah (Hylocerecus polyrhizus). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan faktor tunggal (penambahan buah naga). Parameter yang diamati adalah lama simpan dan sifat organoleptik (warna, rasa, aroma dan tekstur). Lama simpan sangat berpengaruh pada hasil organoleptik pada soygurt buah naga merah yaitu memiliki rasa asam yang sangat tinggi, sedikit kental pada hari pertama dan kedua namun pada hari ketiga dan keempat teksturnya lebih cair karena terdapat air atau carian pada bawah soygurt. Aroma seperti tahu basi dan asam. Warna dihasilkan oleh konsentrasi buah naga, susu kedelai dan susu skim yaitu pink tua saat hari pertama sampai hari ke tiga dan pink muda saat hari ke empat sampai hari ke lima. Warna ini diperoleh pada soygurt saat diinkubasi selama 16 jam pada suhu ruang.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN RUANG SD KELAS VI Damayanti, Ni Putu Utami Indah; Aini, Kurratul
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 7 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan tentang problematika pembelajaran matematika materi bangun ruang SD kelas VI. Materi bangun ruang memiliki penerapan yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menyelesaikan permaslahan terdapat juga kesalahan-kesalahan penggunaan rumus yang bermula pada kurangnya konsep pemahaman siswa terhadap luas dan bangun ruang. Faktor penyebab hambatan pemahaman siswa tersebut disebabkan oleh : kurangnya melibatkan siswa dalam penggunaan alat peraga bangun ruang, kebiasaan siswa menghafal rumus dan kurangnya menginterpretasikan gabungan bangun ruang dalam soal. Untuk mengatasi problematika tersebut, terdapat beberapa alternatif pemecahannya antara lain : memaksimalkan penggunaan alat peraga, menekankan konsep luas dan sifat bangun ruang pada saat membedah alat peraga, memberikan suasana lingkungan kelas bernuansa bangun ruang, mengaitkan dengan pembelajaran etnomatematika, serta tugas terstruktur untuk mendukung kemampuan siswa dalam melaksanakan langkah demi langkah penyelesaian soal.
Identifikasi Kualitas Air dan Pelatihan Teknik Penjernihan Air Sederhana di Desa Tanjung Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir Noviyanto, Noviyanto; Kurnia, Alfia Rahma; Aini, Kurratul; Hapida, Yustina; Oktiansyah, Rian; Nurokhman, Amin; Habisukan, Ummi Hiras; Anggun, Wicaksono
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.3.304-317

Abstract

Clean water is a basic need for society. However, the problem of clean water sources still occurs in the Ogan Komering Ilir (OKI) area of South Sumatra Province. The condition of the water being brownish and oily is an unresolved problem. One source that has the potential to disrupt water quality is the presence of factories around rivers. This community service activity aims to identify water quality and provide training to the community regarding river water management strategies and drilled wells as the primary water source for obtaining clean water, as well as increasing understanding and knowledge about clean water management with the Gravity-fed Filter Technique. The method of activities related to clean water quality is carried out in four stages, namely: 1) Location survey (cross-sectional), 2) Water sampling and laboratory analysis, 3) Education on water quality standards, and 4) Training on Gravity-fed Filter Techniques. The laboratory analysis showed that the water samples smelled fishy and were brownish and oily. In addition, the results of microbiological tests on water samples contained Coliform bacteria (sanitation indicator bacteria), which were outside the provisions of Minister of Health Decree No. 907/MENKES/SK/VII/2002 concerning clean water quality requirements. Through training activities using the Gravity-fed Filter technique, the pH and bacteria contained in the water can be reduced. Clean water management strategies using the Gravity-fed Filter technique can be used as a solution to improve clean water quality. Every society can apply the Gravity-fed Filter technique. Through this activity, society has managed water sources into clean water for daily needs.
Analisis Keterampilan Metakognitif Melalui Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Materi Struktur dan Fungsi Tumbuhan Kelas VIII Anggraini, Sefti; Aini, Kurratul; Nurokhman, Amin; Hapida, Yustina
Jurnal BIOEDUIN : Program Studi Pendidikan Biologi Vol 14 No 2 (2024): Bioeduin Agustus
Publisher : Department of Biology Education UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/bioeduin.v14i2.33587

Abstract

Metacognitive skills help students think, manage their knowledge, analyze and solve problems, understand their learning methods and strategies, and think critically. Guided inquiry learning trains students to think critically, analyze, evaluate, and build information based on their acquired knowledge. This study aims to investigate students' metacognitive skills through guided inquiry learning on the material of Plant Structure and Function. The type of research used is Pre-Experiment with One-Group Pretest-posttest design. The sampling technique used saturated samples with a sample size of 19 students. The research instruments used were pretest and posttest questions on metacognitive skills with planning, monitoring, and evaluation indicators. Data analysis used the Wilcoxon non-parametric test. The results of the increase in cognitive skills in the pretest and posttest were indicated by the N-gain value of 0.59 with the Medium category. The results of the data analysis obtained the Asymp value, sig < 0.5, which is 0.00, which means that HI is accepted. This shows that learning using guided inquiry can affect students' metacognitive skills.
Peningkatan pemahaman siswa melalui pelatihan dan penggunaan media ”bibantar” (binder bangun datar) di sekolah menengah pertama Balqis, Malikatul; Rahman, Moh. Zainor; Agustiawan, Eko; Aini, Kurratul
Jurnal Anugerah Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/de7q1942

Abstract

Rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep bangun datar merupakan salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika di tingkat SMP. Hal ini disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang cenderung satu arah dan kurang interaktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui pelatihan dan penggunaan media pembelajaran yang inovatif. Media yang digunakan bernama BiBanTar (Binder Bangun Datar), yaitu alat bantu pembelajaran yang terbuat dari kardus yang dilapisi kertas berwarna dan dihias dengan berbagai tempelan kreatif sehingga mampu menarik minat belajar siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Batang-Batang dengan melibatkan 23 siswa kelas VII. Metode kegiatan meliputi observasi awal, pelatihan pembuatan media, penerapan dalam pembelajaran, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Instrumen evaluasi disusun oleh tim pelaksana berdasarkan materi pelatihan dan telah ditelaah oleh guru matematika dari sekolah serta dosen pengampu untuk memastikan kesesuaian isi. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dari nilai rata-rata pre-test  (kategori rendah) menjadi  (kategori tinggi) berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Sehingga media ini mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan serta mendorong guru lebih kreatif dalam mengembangkan media kontekstual.