Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Reification of religious figures in azab genre religious sinetron: An interpretative phenomenological analysis Haroni, Nanang; Arianti, Gusmia; Weaham, Muhammadroflee; Hamid, Abdul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024): Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose - To examine the phenomenon of reification in the presence of religious figures in Indonesian "azab" genre religious television series through the lens of Axel Honneth's theory of recognition. Method - This study employs an interpretative phenomenological analysis (IPA) and collects data through in-depth interviews with six informants (religious figures/actors, TV producers, directors, scriptwriters) involved in the production of "azab" genre religious television series. Results - This study indicates that individuals involved in the production of "azab" genre television series tend to neglect the antecedents of recognition—as per Honneth's concept of reification—such as the formation of identity and the role of media as a platform for da'wah. This neglect of recognition is influenced by interpersonal dynamics among workers and the market-driven pressures of the production environment. Implications -  This article offers a deeper understanding of the reality of the commodification of religion (Islam) and the perspectives of audiences who consume religious television, which is often positioned as a means of da'wah. Originality/Value - Theoretically, this article offers a new perspective on the dynamics and representation of religion (Islam) in the media. Through this, it is possible to develop academic critical strategies towards media and stakeholders who have a responsibility to improve religious broadcasting on television. *** Tujuan - Mengkaji fenomena reifikasi dalam kehadiran tokoh agama pada sinetron religi genre "azab" di Indonesia melalui lensa teori pengakuan Axel Honneth. Metode – Penelitian menggunakan metode Analisis Fenomenologi Interpretatif dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan enam informan (tokoh agama/pemain, produser TV, sutradara, penulis skenario) yang terlibat dalam produksi sinetron religi genre "azab." Hasil – Penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang terlibat dalam produksi serial televisi bergenre "azab" cenderung melupakan pengakuan anteseden—seturut konsep reifikasi Axel Honneth-- terkait makna dan identitas diri,  juga tentang aspek lain seperti  media sebagai platform dakwah, serta peran tokoh agama di dalamnya. Kondisi melupakan pengakuan ini dipengaruhi dinamika interpersonal di antara pekerja dan tekanan lingkungan produksi yang digerakkan pasar. Implikasi – Artikel ini menyuguhkan kedalaman realitas pemaknaan isu-isu agama (Islam) dari perspektif pelaku industri sinetron religi yang secara umum diklaim sebagai sarana dakwah untuk melengkapi perspektif yang relatif populer dalam kajian media dan agama seperti komodifikasi. Orisinalitas/ Nilai – Artikel ini menampilkan cara pandang baru dalam melihat dinamika hubungan sekaligus representasi agama (Islam) di media. Melalui ini, dimungkinkan pengembangan strategi kritik akademik terhadap media dan stakeholder yang memiliki kaitan tanggungjawab dengan pentingnya memperbaiki siaran agama di televisi.
Media Sosial TikTok dalam Fenomena Matinya Kepakaran (Studi Netnografi pada Dokumenter “Dirty Vote”) Rizqullah, Muhammad Shaddam; Arianti, Gusmia; Haroni, Nanang; Karolina, Cut Meutia
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 3 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i3.1400

Abstract

Social media algorithms allow for information bias, leading to what Tom Nichols calls the “death of expertise”. In social media, expertise tends to be viewed sceptically. Instead, influencers and buzzers are often used as references even though their traces of expertise are not clear and proven. “Dirty Vote”, a political documentary featuring experts as the main actors shows this phenomenon. Experts, in this context, are not considered objective and independent. This research will explain the phenomenon of the “death of expertise” by describing comments reflected in the political documentary “Dirty Vote” on TikTok social media. Through the qualitative netnography method, this research takes comment data from 3 accounts with the top searches related to the short video “Dirty Vote”. The study shows that the phenomenon of “death of expertise” is true on TikTok with several highlights: (1) the inability of metacognition that tends to corner the role of experts and believe in things beyond substance; (2) the lack of digital literacy that uses provocative language, lead opinions and denigrates expertise; (3) the emergence of repeated comments that are indicated to be systematic and come from political buzzers who counter opinions. Openness is needed, and people on social media should be more open when viewing information. This phenomenon can be developed in other social media domains using different methods.
CONSTRUCTION OF KOTA TUA AS CULTURAL HERITAGE AREA ON @KOTATUA.JKT Hasna, Safira; Sunuantari, Manik; Arianti, Gusmia; Klicek, Tamara
ASPIRATION Journal Vol. 5 No. 1 (2024): July Edition of ASPIRATION Journal
Publisher : ASPIKOM Jabodetabek Region

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56353/aspiration.v5i1.63

Abstract

Kota Tua Jakarta area has become a popular tourist icon of the capital city and has even been nominated as a World Heritage Center by UNESCO. This designation is based on buildings in Kota Tua area that emphasize cultural heritage. Kota Tua Jakarta area is currently managed by the Area Management Unit (UPK) under the Kemenkraf DKI Jakarta. The utilization of Instagram social media is used to promote tourist visits to Kota Tua area.The objective of this research is to understand the construction of meaning of Kota Tua Cultural Heritage and to identify the framing of Kota Tua as a Cultural Heritage Area on @kotatua.jkt Instagram account. The theory used in this research is the construction of reality and framing analysis of Robert Entman, as well as Gamson and Modigliani. The unit of analysis in this research is four Instagram contents that display the Cultural Heritage tourist destinations of Kota Tua Jakarta.The results showed that among the four Cultural Heritage Area contents on Instagram managed by UPK have the historical value of the struggle and the sense of collectiveness of the Batavia community which has now renamed Jakarta. The philosophy of collective cooperation known as “gotong royong”, serves as the fundamental philosophy of Indonesian society. These content represent a strategy employed by UPK to guide the audience’s thinking towards preserving the cultural values of the nation.
Kampanye public relation dan celebrity endorser: Membangun sikap remaja mengenai kanker serviks Shela, Anggita Rahma; Hasna, Safira; Arianti, Gusmia; Gunawan, Imsar
Comdent: Communication Student Journal Vol 2, No 2 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v2i2.61586

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia. Hampir 99,7% kasus kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Rendahnya pemahaman masyarakat, terutama remaja putri, terkait pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV menjadi tantangan utama. Untuk mengatasi permasalahan ini, PT. Merck Sharp & Dohme (MSD) meluncurkan kampanye #NgobrolinHPV dengan menggandeng Maudy Ayunda sebagai celebrity endorser guna menyampaikan pesan edukatif melalui media sosial Instagram. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pesan kampanye dan celebrity endorser terhadap sikap remaja putri mengenai vaksinasi HPV. Metode: Konsep utama yang digunakan meliputi pesan kampanye, celebrity endorser, dan sikap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivisme. Data dikumpulkan melalui Google Form kepada 356 remaja putri yang menjadi followers Instagram @ngobrolinhpv yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan statistik inferensial khususnya statistik parametris. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa pesan kampanye berpengaruh positif signifikan terhadap sikap remaja putri mengenai vaksinasi HPV. Celebrity endorser juga memberikan pengaruh positif signifikan terhadap sikap mereka. Secara simultan, pesan kampanye dan celebrity endorser memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk sikap remaja putri yang lebih positif terhadap vaksinasi HPV. Pesan kampanye dinilai efektif dalam menyampaikan informasi yang diterima dengan baik oleh mayoritas audiens.
Indonesia' Capital City (Jakarta) Image on National and Internasional Media Nasucha, Muchammad; Moenawar, Mohamad Ghozali; Arianti, Gusmia; Grzegorzewski, Michal
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024): December 2024 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v9i2.943

Abstract

The centrality of media amid society has been interrupted by gigantic impact of the internet nowadays. Departing from Lippman’s proposition, the foundation of agenda-setting theory with ecological online sphere consideration, and Galtung’s and devotees’ thought about international media works this research comparing national and international media Jakarta’s image as the capital city of Indonesia. Nevertheless, this essential topic seems neglected by previous research. This study used post-positivism paradigm, mixed-data with content analysis method, online observation. The sample of news taken randomly from the significant media according to pressgazette.co.uk for international media (6 media of 50), for Indonesia media was 4 of top 10 media. The selected news portal observed. The displayed news collected, structured, afterward analyzed systematically, objectively, from the title, paragraph, to the picture if any. The data shows both national and international media frame Jakarta’s image differently. International media portray Jakarta in negative way which is in line with Galtung’s and his devotee’s argument, appears as the third world country, framed with the negative attributes and tones as the most polluted city, sinking city, even dangerous city as the residence, workspace, and others. While major national media present Jakarta favorably as the central of national bustles in economy, business, education, and so forth, except one media reported Jakarta in deleterious way. This means the image of thing (capital city) related tightly to the interests or determining factors of media, while international media more complex layers than national media.
Reification of religious figures in azab genre religious sinetron: An interpretative phenomenological analysis Haroni, Nanang; Arianti, Gusmia; Weaham, Muhammadroflee; Hamid, Abdul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.23506

Abstract

Purpose - To examine the phenomenon of reification in the presence of religious figures in Indonesian "azab" genre religious television series through the lens of Axel Honneth's theory of recognition. Method - This study employs an interpretative phenomenological analysis (IPA) and collects data through in-depth interviews with six informants (religious figures/actors, TV producers, directors, scriptwriters) involved in the production of "azab" genre religious television series. Results - This study indicates that individuals involved in the production of "azab" genre television series tend to neglect the antecedents of recognition—as per Honneth's concept of reification—such as the formation of identity and the role of media as a platform for da'wah. This neglect of recognition is influenced by interpersonal dynamics among workers and the market-driven pressures of the production environment. Implications -  This article offers a deeper understanding of the reality of the commodification of religion (Islam) and the perspectives of audiences who consume religious television, which is often positioned as a means of da'wah. Originality/Value - Theoretically, this article offers a new perspective on the dynamics and representation of religion (Islam) in the media. Through this, it is possible to develop academic critical strategies towards media and stakeholders who have a responsibility to improve religious broadcasting on television. *** Tujuan - Mengkaji fenomena reifikasi dalam kehadiran tokoh agama pada sinetron religi genre "azab" di Indonesia melalui lensa teori pengakuan Axel Honneth. Metode – Penelitian menggunakan metode Analisis Fenomenologi Interpretatif dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan enam informan (tokoh agama/pemain, produser TV, sutradara, penulis skenario) yang terlibat dalam produksi sinetron religi genre "azab." Hasil – Penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang terlibat dalam produksi serial televisi bergenre "azab" cenderung melupakan pengakuan anteseden—seturut konsep reifikasi Axel Honneth-- terkait makna dan identitas diri,  juga tentang aspek lain seperti  media sebagai platform dakwah, serta peran tokoh agama di dalamnya. Kondisi melupakan pengakuan ini dipengaruhi dinamika interpersonal di antara pekerja dan tekanan lingkungan produksi yang digerakkan pasar. Implikasi – Artikel ini menyuguhkan kedalaman realitas pemaknaan isu-isu agama (Islam) dari perspektif pelaku industri sinetron religi yang secara umum diklaim sebagai sarana dakwah untuk melengkapi perspektif yang relatif populer dalam kajian media dan agama seperti komodifikasi. Orisinalitas/ Nilai – Artikel ini menampilkan cara pandang baru dalam melihat dinamika hubungan sekaligus representasi agama (Islam) di media. Melalui ini, dimungkinkan pengembangan strategi kritik akademik terhadap media dan stakeholder yang memiliki kaitan tanggungjawab dengan pentingnya memperbaiki siaran agama di televisi.
OPTIMALISASI PEMASARAN KUE TRADISIONAL MELALUI DIGITALISASI DAN PENYUSUNAN E-KATALOG UMKM DI KELURAHAN CIPUTAT, TANGERANG SELATAN Arianti, Gusmia; Tarsani, Oni; Riyansa, Ditha; Rizqullah, Muhammad Shaddam; Rahmah, Nahlazahira
MINDA BAHARU Vol 9, No 1 (2025): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v9i1.7021

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemasaran produk kue tradisional anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Berlian di Kelurahan Ciputat, Tangerang Selatan, melalui digitalisasi dan penyusunan e-katalog. Permasalahan utama yang dihadapi mitra mencakup rendahnya kualitas desain kemasan, minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam strategi pemasaran, serta belum tersusunnya e-katalog sesuai ketentuan LKPP. Sebagai solusi, dilakukan pelatihan berbasis hard skill yang meliputi desain kemasan, pengembangan promosi digital, dan penyusunan e-katalog. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang diberikan pelatihan desain menggunakan Canva/Adobe, fotografi produk, serta praktik penggunaan platform marketplace seperti Shopee, Tokopedia, WhatsApp Business, Instagram, dan TikTok. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan digital peserta, termasuk kemampuan membuat konten promosi dan mengunggah produk ke marketplace. Selain itu, satu e-katalog berhasil disusun sebagai output utama. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses terhadap dokumen administratif untuk pendaftaran e-katalog. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan lanjutan guna memastikan keberlanjutan transformasi digital yang telah dimulai.
Development of a Digital Storybook Based on Lebak Culture to Foster Critical Thinking Skills in Early Childhood Rohita, Rohita; Erika Firmiana, Masni; Arianti, Gusmia
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 19 Number 2 November 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpud.v19i2.54958

Abstract

Critical thinking is a vital 21st-century skill that should be nurtured from an early age. One effective approach is through the use of digital storybooks based on local culture. Despite its rich cultural heritage, including the traditions of the Baduy people, integration of local culture into early childhood education in Lebak Regency remains limited. A survey of 40 kindergarten teachers found that only 7 schools had access to reading materials related to Lebak’s local culture. This study aimed to develop a digital storybook titled “Hitam Putih Pakaian Adat Suku Baduy” using the ADDIE model. Validation results from media experts (95%), early childhood education experts (83%), communication experts (93%), and prospective users (91%) indicated that the product was highly feasible. Field trials with 10 children aged 5–6 years showed that the most developed critical thinking skills were evaluation and self-regulation, with average scores across six aspects ranging from 2.6 to 3.8 on a 4-point scale. Interpretation and inference were also strong, while analysis and explanation required additional support. These findings suggest that culturally based digital storybooks can effectively foster critical thinking in early learners, but teacher involvement remains essential to enhance deeper reasoning and understanding.
INFORMASI KEKERASAN DAN PERASAAN TIDAK AMAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL Hanafi, Des; Asri, Rahman; Arianti, Gusmia; Tambunan, Resman Muharul; Armia, Dhafin
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): JP2N :September - Desember 2024
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/5prp1763

Abstract

Literasi tentang informasi kekerasan dan perasaan tidak aman bagi siswa pada usia Sekolah Menengah Pertama dalam menggunakan media sosial sangat diperlukan, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang kekerasan dalam media sosial. Perasaan tidak aman tidak hanya terjadi bagi mereka dalam berkegiatan sehari-hari di dunia nyata, dalam dunia maya pun perasaan tidak aman ini juga sangat mungkin terjadi. Ini terlihat dari banyaknya kasus-kasus kekerasan yang terjadi khususnya di media sosial. Permasalahan yang ditemukan adalah banyaknya kasus kekerasan dalam media sosial banyak terjadi pada anak-anak khususnya mereka yang berusia 13-15 tahun. Anak-anak pada usia ini  merupakan usia rentan menjadi korban kekerasan dalam media sosial. Solusi untuk menghadapi permasalahan yang ditawarkan Tim Pengabdian masyarakat  adalah literasi digital yang diberikan kepada 40 orang siswa MTs Al Falah yang duduk sebagai pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam bentuk workshop literasi digital. Workshop dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2023 dan 5 Juni 2024. Beberapa isu yang memungkinkan menimbulkan perasaan tidak aman bagi siswa berusia sekolah menengah pertama adalah kekerasan, stereotyping, penyalahgunaan narkotika, kepanikan dan ketakutan-ketakutan lainnya. Media dianggap memiliki kecenderungan secara ekstensif dan tidak proporsional menampilkan dan menayangkan berita atau informasi tentang kekerasan. Kata Kunci: Informasi kekerasan, media sosial, perasaan tidak aman
Komunikasi Intrapersonal dan Spiritualitas dalam Niat Berwirausaha Mahasiswa Digital Arianti, Gusmia; Shambodo, Yoedo; Hasna, Safira
Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial Vol 6, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaiss.v6i3.4525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi intrapersonal dan spiritualitas terhadap niat berwirausaha mahasiswa berbasis digital dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Di tengah arus transformasi digital dan meningkatnya partisipasi mahasiswa dalam usaha mandiri, perlu pemahaman mendalam tentang faktor internal yang mendorong intensi berwirausaha. Penelitian ini menekankan pentingnya peran komunikasi transendental sebagai bentuk komunikasi vertikal antara individu dengan Tuhan dan nilai-nilai spiritual seperti kejujuran, kerja keras, dan doa, yang diyakini membentuk sikap positif dalam berwirausaha. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif-deskriptif eksplanatori dengan teknik survei terhadap 150 mahasiswa wirausaha aktif di lima perguruan tinggi di Jakarta. Instrumen penelitian mengukur tiga variabel utama TPB: sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan perceived behavioral control, serta dimensi spiritualitas sebagai penguatan sikap. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel spirituallitas dan sikap terhadap perilaku yang berpengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha, sementara dua variabel lainnya tidak signifikan. Temuan ini diperkuat dengan analisis reflektif bahwa komunikasi transendental (seperti doa) menjadi sumber motivasi dan stabilitas psikologis mahasiswa dalam mengambil keputusan wirausaha. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas model TPB dengan mengintegrasikan aspek keagamaan dan dakwah dalam proses pembentukan niat berwirausaha.  Kata kunci: Digital Entepreneurship; Komunikasi Intrapersonal; Niat Berwirausaha; Spiritualitas