Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Marine Research

Strategi Pemasaran, Penjualan dan Produksi Olahan Rumput Laut Berbasis IT saat Pandemi Covid-19 di Padepokan Suket Segoro Semarang Heriawan, Fauzan; Susanto, AB; Haryanti, Dwi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i1.29677

Abstract

Indonesia memiliki sumberdaya hayati laut yang beragam, salah satunya adalah rumput laut. Tumbuhan ini merupakan sumber komoditi laut yang saat ini mulai dilirik oleh masyarakat karena memiliki nilai ekonomis yang baik Kappaphycus alvarezii salah satunya jenis rumput laut yang memiliki nilai ekonomis karena karagenannya dapat digunakan sebagai bahan makanan, obat-obatan dan kosmetik. Berwirausaha dalam bidang rumput laut khususnya hasil produksi olahan rumput laut menjadi pilihan baru dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengasah keterampilan. Tingkat produktifitas dalam usaha produk olahan rumput laut kini terhambat karena adanya wabah Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak dari Covid-19 terhadap proses pemasaran, penjualan dan produksi olahan rumput laut. Penelitian ini diambil pada bulan April-September 2020 dilakukan secara deskriptif eksploratif dengan menggunakan metode wawancara online. Berdasarkan hasil penelitian dampak Covid-19 ini membawa dampak yang buruk terhadap Padepokan Suket Segoro. Pemasaran, penjualan dan produksi tidak berjalan secara baik. Hasil simulasi penjualan online pada bulan April-Mei 2020 terdapat sebanyak 12 pemesan dan bulan September sebanyak 8 pemesan, dari hasil analisis SWOT yang dilakukan pada masa pandemi Covid-19 Padepokan Suket Segoro perlu melakukan strategi Weakness-Opportunity (WO) dengan memanfaatkan peluang untuk memperbaiki kelemahan.Indonesia has abundant marine biological resources, one of which is seaweed. This plant is a source of marine commodities that are currently starting to be glimpsed by the public because it has a good economic value. Kappaphycus alvarezii is one type of seaweed that has economic value because its carragenan can be used as a food, medicine and cosmetic ingredient. Enterpreneurship in the field of seaweed, especially the product of processed seaweed is a new option in improving the community’s economy and honing skills. The level productivity in the seaweed processed product business is now hampered due to the Covid-19 outbreak. The purpose of this research is to determine the impact of Covid-19 on the marketing, sales and production of processed seaweed. This research was taken in April-September 2020 and was conducted in a descriptive exploratory manner using the online interview method. Base on the results of the research on te impact of Covid-19 has a bad impact on Padepokan Suket Segoro. Marketing, sales and production are not going well. The simulation results of online sales in April-May 2020 have 12 orders and 8  in September. From the results of the SWOT analysis carried out during the Covid-19 pandemic Padepokan Suket Segoro needs to carryout a Weakness Opportunity (WO) strategy by making Opportunities improve Weakness.
Kandungan Logam Berat Pb dan Cd dalam Sedimen di Pantai Trimulyo dan Pantai Tirang, Semarang Maulina, Dinda Rizky Ayu; Pringgenies, Delianis; Haryanti, Dwi
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.35038

Abstract

Kandungan timbal (Pb) dan kadmium (Cd) di sedimen sebagian berasal dari limbah industri yang masuk ke perairan dan terakumulasi di muara sungai. Pantai Trimulyo berada di pesisir Semarang, dekat dengan Kawasan Industri Terboyo yang berpotensi membuang limbah logam berat ke peraian. Pantai Tirang juga berpotensi tercemar limbah logam berat dari industri di Kecamatan Tugu yang masuk ke aliran Sungai Tapak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam Pb dan Cd pada sedimen di Pantai Trimulyo dan Pantai Tirang. Penelitian dilakukan dengan metode survei eksploratif dan penentuan lokasi pengamatan dengan metode purposive sampling. Sampel sedimen diambil sebanyak 3 kali pengulangan disetiap lokasi dengan sediment core. Sampel sedimen dianalisis di Laboratorium BBTPPI Semarang menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) untuk menentukan kadar logam Pb dan Cd dalam sedimen. Hasil analisis kandungan logam Pb dalam sedimen menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat tertinggi ditemukan di Pantai Tirang sebesar 49,16 mg/kg dan Pantai Trimulyo memiliki kandungan Pb tertinggi 23,78 mg/kg. Hasil analisis kandungan logam Cd dalam sedimen di Pantai Trimulyo dan Pantai Tirang sebesar >0,050 mg/kg. Pengukuran parameter lingkungan (suhu, salinitas, pH, DO, kecepatan arus dan kecerahan perairan) secara in situ menunjukkan konstribusi terhadap kandungan logam berat pada sedimen. Secara keseluruhan, kandungan logam berat Cd pada sedimen di setiap lokasi penelitian tidak melebihi baku mutu, sedangkan kandungan logam berat pada sedimen yang melebihi atau mendekati baku mutu yaitu logam berat timbal.  The sediments contain lead (Pb) and cadmium (Cd) from industrial waste were often found to enter nearby waters and accumulates at river mouths. Trimulyo Beach is adjacent to the Terboyo Industrial Estate on Semarang's coast, which has the potential to dump heavy metal waste into the waters. Heavy metal waste from industry in Tugu District that enters the Tapak River might also pollute Tirang Beach. The aim of the study is to determine the Pb and Cd content of sediments at Trimulyo and Tirang beaches. The research was conducted by using an exploratory survey method, and the research site was determined using a purposive sampling method. Using the sediment core, sediment samples were taken three times in each location. The levels of Pb and Cd metals in sediment samples were analysed using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) at the Semarang BBTPPI Laboratory. The analysis of the metal content of Pb in the sediment showed that Tirang Beach had the highest concentration of heavy metal at 49.16 mg/kg, and Trimulyo Beach had the highest Pb content at 23.78 mg/kg. The results showed that the Cd metal content in sediments at Trimulyo Beach and Tirang Beach was >0.050 mg/kg. Environmental parameters measured in situ (temperature, salinity, pH, DO, current velocity, and water clarity) made a contribution to the heavy metal content in the sediment. Overall, the heavy metal content of Cd in the sediment at each research location did not exceed the quality standard, while the lead heavy metal exceeded or approached the quality standard.
Akumulasi Logam Berat Timbal (Pb) pada Air, Sedimen, dan Lamun (Thalassia hemprichii) di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu Triyanto, Handi Cahyo; Nuraini, Ria Tri Azizah; Haryanti, Dwi
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.35263

Abstract

Pulau Kelapa Dua yang merupakan salah satu pulau destinasi wisata yang ada di Kepulauan Seribu, banyaknya mobilitas dari aktivitas manusia seperti jalur kapal menjadi sumber masalah pencemaran logam berat Timbal (Pb). Lamun menjadi salah satu bioindikator yang berfungsi sebagai penyerap dan pengakumulasi logam berat, salah satu jenis lamun yang banyak ditemukan di perairan Pulau Kelapa Dua yaitu Thalassia hemprichii. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan logam berat Timbal (Pb) pada air, sedimen, dan lamun T. hemprichii dengan menggunakan metode survei eksploratif. Analisis kandungan logam Pb menggunakan Atomic Absorption Spectophotometer (AAS) dengan metode destruksi basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air dan lamun T. hemprcihii di Pulau Kelapa Dua sudah termasuk dalam kategori tercemar Pb berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021, sedangkan pada sedimen masih dibawah baku mutu yang ditetapkan oleh ANZECC (2000). Hasil kandungan logam Pb pada air berkisar 0,53–1,22 ppm, pada sedimen berkisar 0,06–0,41 ppm, pada akar lamun berkisar 4,2–10,4 ppm, dan hasil kandungan logam Pb tertinggi ditemukan pada daun lamun berkisar 14,5–28 ppm. Berdasarkan hasil tersebut, lamun T. hemprichii memiliki nilai tertinggi dalam mengakumulasikan logam berat dibandingkan sedimen dan air. Kelapa Dua Island is one of the tourists destination islands in the Kepulauan Seribu, and is heavily affected by human activities such as sea transportation that become source of heavy metal pollution problems. Seagrass is one of the bioindicators that functions as an absorber and accumulation of heavy metals. One of the most common seagrass found on Kelapa Dua Island is Thalassia hemprichii. This study was conducted to investigate the Lead (Pb) content in water, sediment, and seagrass (T. hemprichii) using explorative surveys. Lead content were analyzed using (Atomic Absorption Spectophotometer) AAS method with the use of wet destruction method. The research resulted that water and seagrass T. hemprichii on Kelapa Dua Island had already been polluted with Pb based on Indonesian Government Regulation No 22 of 2021. While the sediment are not polluted by Pb according to standards by ANZECC (2000). The result of heavy metal Pb content in the water ranging from 0,532 – 1,244 ppm, while sediment with value ranging from 0,006 – 0,41 ppm, and seagrass root scored between 4,2 – 10,4 ppm, highest level of Pb content was found on seagrass leaf with value ranging from 14,5 – 28 ppm. The results show that T. hemprichii has the highest absorption of Pb compared to sediment and water. 
Analisa Genetika Gastropoda Nudibranchia dari Pulau Panjang, Jepara Sinulingga, Wilhelmina br; Wijayanti, Diah Permata; Munasik, Munasik; Haryanti, Dwi
Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i3.38661

Abstract

Gastropoda Nudibranchia memiliki karakteristik insang telanjang atau insang berbulu atau tanduk di punggungnya merupakan anggota Ordo Opisthobranchia, kelompok Gastropoda terbesar dengan anggota lebih dari 3.000 species. Nudibranchia diketahui hidup di Pulau Panjang, salah satu destinasi wisata terkenal di Jepara. Pergerakannya yang lambat dan bentuknya yang menarik, dapat mengganggu keberadaannya di habitat alaminya. Penelitian mengenai Nudibranchia belum banyak dilakukan di Indonesia, termasuk analisa genetiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman genetik Nudibranchia dari Perairan Pulau Panjang. Analisa DNA dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro, dengan metode PCR-sequencing menggunakan mtDNA-COI (cytochrome oxidase subunit I gene dari DNA mitokondrial). Primer yang digunakan pada penelitian yaitu primer forward: LCOI1490: 5'-GGTCAACAAATCATAAAGATATTGG-3 dan reverse: HCOI2198: 5'-TAAACTTCAGGGTGACC AAAAAATCA-3'. Rekonstruksi pohon filogenetik dan keragaman genetik dilakukan menggunakan software MEGA 6.06 (Analysis of the Evolution of Molecular Genetics). Hasil analisis sampel Nudibranchia berdasarkan susunan DNA mitokondria, ditemukan 2 spesies dengan 8 individu yaitu, spesies Jorunna funebris dan Chromodoris lineolata. Tingkat kesamaan (homologi) dalam analisa BLAST (Basic Local Alignment Search Tool) sebesar 98 % - 100 %. Hasil analisis filogenetik secara menyeluruh memperlihatkan pengelompokan yang terjadi berdasarkan kemiripan genetiknya.Nudibranchia gastropods have the characteristics of naked gills or hairy gills or horns on their backs and are members of the Order Opisthobranchia, the largest group of Gastropods with more than 3,000 species. Nudibranchia are known to live on Panjang Island, one of the famous tourist destinations in Jepara. Its slow movements and attractive shape can disrupt its existence in its natural habitat. Not much research has been done on Nudibranchia in Indonesia, including genetic analysis. This research aims to analyze the genetic diversity of Nudibranchia from Panjang Island waters. DNA analysis was carried out at the Diponegoro University Integrated Laboratory, using the PCR-sequencing method using mtDNA-COI (cytochrome oxidase subunit I gene from mitochondrial DNA). The primers used in the research were forward primer: LCOI1490: 5'-GGTCAACAAATCATAAAGATATTGG-3 and reverse: HCOI2198: 5'-TAAACTTCAGGGTGACCAAAAAATCA-3'. Phylogenetic tree reconstruction and genetic diversity were carried out using MEGA 6.06 (Analysis of the Evolution of Molecular Genetics) software. The results of analysis of Nudibranchia samples based on mitochondrial DNA structure found 2 species with 8 individuals, namely, Jorunna funebris and Chromodoris lineolata species. The level of similarity (homology) in BLAST (Basic Local Alignment Search Tool) analysis is 98% - 100%. The results of a comprehensive phylogenetic analysis show that grouping occurs based on genetic similarity.
Co-Authors Abdillah Nugroho Abdul Ghofir Agus Wijayanto, Agus Amalia, Amrina Rosyadana Anam Sutopo Anggi Srimurdianti Sukamto, Anggi Srimurdianti Aningsih, Anissa Putri Antonius Budi Susanto Aryati Prasetyarini Ashom, Khatimul Assa, Indo Atiqa Sabardila Azizah, Mila Amelia Nur Bhagooli, Ranjeet Bramasta, Arrico Fathur Yudha Camalin, Dian Khasanto Chairunissa, Farasifa Darojah, Nisa Aula Dayani, Dona Nopi Delianis Pringgenies Desilawati, Fitria Devi Permata Sari Diah Permata Wijayanti Elis Indrayanti Fadhilla Tri Nugrahaini Farrah Zakiyah Anwar, Farrah Zakiyah Faruq, Asrul Faruq, Asrul Faruq Asrul Gita Permatasari, Kristina Gustinainah, Gustinainah Helfi Nasution Heni Widiastuti Heriawan, Fauzan Himmatul, Helina Indrawati Indrawati Indrayati, Novi Jamhar, Putri Yana Kencana, Dwike Cenderamata Khoiriah, Umul Fajar Kusumawardana, Kwica Guswantoro L, Maria Dominika Lomi Lubis, Sunarti Malikatul Laila Mansoor, Hafiza Sana Mariana, Silvia Maskur, Alif Maulina, Dinda Rizky Ayu Mauly Halwat Hikmat Muamaroh, M Munasik Munasik Musthofa, Zaini Na'mah, Lutfia Uli Ningsih, Nisa Kartika Nur Hidayat Nuraini, Ria Tri Azizah Nurhasan Nurhasan, Nurhasan Nurhilsa, Siti nurul latifah Orisu, Anthon Apolos Pamela, Elza Mega Prasetyorini, Aryati Pratiwi, Wenny Putri, Adiah Setia Putri, Amelia Putri, Aninda Ayu Putri, Avinda Putri, Deliya Salsabila Putri, Fitri Noor Sugiarto Qurrotul Aeni, Qurrotul Rahmah Rahmah Rahmawati, Shelfia Rahmawati, Wuri Ramadhan, Muhammad Fadhilah Retno Hartati Rian, Aristy Rini Hidayati Riya, Rosa Romli Romli, Romli Rosyidy, Luqman Rustananda, Dani Sanawiyah, Nelly Saputri, Nabila Ayu Sigit Haryanto Sinulingga, Wilhelmina br Suharyanto Sulastri Sulastri Susanti, Desy Syafma, Nidi Kurnia Thoyibi, M Thoyibi, Muhammad Triyanto, Handi Cahyo umi laelatul qomar Wijaya, Aditya Surya Wijaya, Nabila Rahindah Wiratmoko, Gandung Aulia Withasari, Yurinda Yanti, Maulida Yousef, Hateenah Ali Sulaiman Yulia Susanti, Yulia