p-Index From 2021 - 2026
7.479
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Dialektika Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Litera Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) BAHASTRA BAHASA DAN SASTRA Lingua Cultura LITERASI: Jurnal Ilmu-Ilmu Humaniora Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Arbitrer Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KEMBARA Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika Indonesian Language Education and Literature International Journal of Humanity Studies (IJHS) Jurnal Orientasi Baru Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Aksara RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Diglosia Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Kandai Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Linguistik Indonesia Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa SALINGKA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Suar Betang Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Jurnal Edukasi Sumba (JES) Jurnal Pena Indonesia Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra Journal of Pragmatics and Discourse Research Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran BAHASTRA Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MISSIO Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Diglosia

Makna Ikonis dan Makna Indeks pada Kuliner Khas Purworejo: Kajian Ekolinguistik Jasmine Belinda Budijanto; R. Kunjana Rahardi
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.305 KB)

Abstract

Kuliner adalah salah satu ciri khas dari setiap daerah. Salah satu keunikan kuliner adalah penamaannya. Biasanya penamaan kuliner didasarkan pada makna ikonis dan makna indeks. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan makna ikonis dan makna indeks dari kuliner khas Purworejo. Selain itu, artikel ini juga mendeskripsikan hubungan antara aspek dengan makna indeks dan makna ikonis. Penelitian dalam artikel ini bersifat kualitatif. Data penelitian ini adalah nama-nama kuliner khas Purworejo, transkripsi hasil wawancara dan dokumentasi berupa gambar. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara tak terstruktur. Hasil kajian makna ikonis dan makna indeks dari kuliner khas Purworejo adalah sebagai berikut: (1) Dawet Ireng Jembut Kecabut yang memiliki kesamaan dengan warna dawet yang hitam dan nama jembut kecabut berasal dari warung dawet Pak Ahmad; (2) Sate Winong yang namanya berasal dari daerah tempat dijualnya sate tersebut; (3) Kue Lompong berasal dari nama lompong atau talas. Daun talas kering tersebut menjadi pewarna dari kue lompong; (4) Clorot memiliki kesamaan dengan cara makannya yang di-clorot atau ditekan ke atas. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada makna ikonis dan makna indeks dari nama-nama kuliner khas Purworejo dan nama-nama kuliner tersebut tidak bersifat arbitrer.Kata kunci: ekolinguistik, kuliner khas Purworejo, makna ikonis, makna indeks Culinary is one of the characteristics of each region. One of the culinary uniqueness is its naming. Usually culinary naming is based on iconic meaning and the meaning of index. This article aims to describe iconic meaning and index meaning from Purworejo culinaries. Other than that, this article also describes the relationship between aspects with iconic meaning and index meaning. Research in this article is qualitative research. The data of this research are Purworejo culinary names, interview transcript and images documentation. Data collections were done by literature study and unstructured interviews. The result of iconic meaning and index meaning from Purworejo’s culineries are: (1) Dawet Ireng Jembut Kecabut which has similarities with the black color of dawet and the name Jembut Kecabut comes from Pak Ahmad’s dawet shop; (2) Sate Winong, whose name comes from the area where the satay is sold; (3) Kue Lompong comes from name Lompong or taro. The dried taro leaves become the coloring of the kue lompong; (4) Clorot is similar to the way it is eaten which is clotted or pressed upwards. From the results of this article, it can be concluded that there are iconic meaning and index meaning of Purworejo culinary names and culinary names are not arbitrary.Keywords: ecolinguistics, Purworejo culinary, iconic meaning, index meaning