Claim Missing Document
Check
Articles

Assistance in Processing Polyethylene Terephthalate (PET) Strapping Waste into Economically Valuable Handicrafts for The Community of Dayu Village, Gondangrejo Subdistrict, Karanganyar Regency Hadibasyir, Hamim Zaky; Priyono, Kuswaji Dwi; Kiat, Umar El Izzudin; Sari, Dewi Novita; Wibowo, Afif Ari; Anggani, Nirma Lila
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v5i1.10499

Abstract

Dayu Village, located in Gondangrejo Subdistrict, Karanganyar Regency, faces challenges in infrastructure development and area management, alongside high unemployment rates and low community skills. To address these issues, a community service activity was conducted with the aim of providing assistance in processing polyethylene terephthalate (PET) strapping waste into economically valuable handicrafts to enhance residents' skills and income. The implementation method included pre-activity coordination with village government and community members, direct training in crafting products from PET waste, and evaluation and follow-up through discussions and aspiration gathering. The activity was attended by 19 participants who successfully produced marketable waste basket crafts. This initiative opened opportunities for Dayu Village residents to earn additional income through PET strapping waste processing. The high enthusiasm and hope expressed by participants indicate a desire for the activity to continue as a sustainable economic empowerment program in Dayu Village.
Pendampingan Pembuatan Desain Experiential Education dan Design Thinking untuk Mendukung Kegiatan Wisata Walking Tour Desa Wisata Mulur, Sukoharjo Priyono, Kuswaji Dwi; Setiawan, Wisnu; Suswardany, Dwi Linna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mulur memiliki kekuatan dalam infrastruktur, pertanian, UMKM, dan kelembagaan seperti BUMDes dan PKK. Dengan lahan pertanian yang luas yang dikelilingi oleh sungai serta adanya Waduk Mulur sebagai ikon, desa ini akan mengembangkan wisata alam, budaya, petualangan, dan olahraga. Pembangunan pariwisata berbasis pertanian menjadi langkah tepat untuk mengembangkan potensi wisata alam dan atraksi desa, dengan konsep Agroeduwisata yang berfokus pada tata kelola berbasis masyarakat (Community Based Tourism). Salah satu masalah yang dihadapi oleh mahasiswa KKNMAs dari 5 PTMA di Desa Wisata Mulur adalah pemahaman yang bervariasi tentang design thinking, yang merupakan pendekatan penting dalam merancang produk wisata seperti walking tour. Mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi memiliki latar belakang yang berbeda dalam design thinking, sehingga menyebabkan kebingungan dalam mengelola waktu dan mencapai output yang diharapkan. Di sisi lain, pengelola KKN dan BUMDes di Desa Wisata Mulur juga menghadapi kesulitan dalam mendampingi mahasiswa secara terarah dan mandiri. Pengabdian Masyarakat (PkM) ini bermaksud membuat panduan desain instruksional yang jelas untuk mengkombinasikan keahlian mereka dalam mendesain produk wisata dengan pelatihan yang diperlukan bagi mahasiswa dan masyarakat umumnya. Metode yang digunakan dalam capaian program PkM dengan kolaborasi gagasan DPL PTMA bersama BUMDes Desa Mulur. Hasil PkM ini berupa panduan yang komprehensif dan terintegrasi untuk kegiatan KKNMAs diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program dan memastikan bahwa mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan desa, terutama dalam pengembangan produk pendamping wisata Desa Mulur. Luaran Wajib PkM ini adalah naskah publikasi pada Seminar Nasional Urecol di UM Kudus, Video Youtube Kegiatan, dan Publikasi pada Media Massa Online, sedangkan Luaran Tambahan berupa Naskah Artikel pada Jurnal Abdimas Geomedisains UMS.
Analysis of the Linking Vegetation, Buildings, and Carbon Footprint to Urban Heat Island Effects in Surakarta Aktaviani, Hariza Afia; Ardianti, Indah Marlina; Hadibasyir, Hamim Zaky; Priyono, Kuswaji Dwi; Wibowo, Arif Ari
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 4 No. 2 (2024): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v4i2.24496

Abstract

Surakarta City, serving as a center for government, community welfare, and economic activities, has experienced increased population density, land-use changes, and rising carbon emissions, leading to significant temperature differences with surrounding areas—identified as the Urban Heat Island (UHI) effect. This study aims to (1) map the distribution of carbon emissions, vegetation density, and building coverage in Surakarta; (2) analyze their relationship with UHI; and (3) determine UHI distribution within the city. Using Stratified Random Sampling for emissions sampling and Landsat 8 imagery for estimating NDVI, NDBI, and UHI, data analysis employed correlation and multiple linear regression. Findings reveal Surakarta’s household electricity emissions contribute 8,708 tons of CO₂ across five districts. Jebres District exhibits the highest vegetation cover (125.87 ha), while Serengan has the highest building density and non-vegetative area (55.48 ha). Moderate correlations were observed between NDBI and UHI (0.453) and NDVI and UHI (-0.434), indicating that higher NDBI values correlate with increased UHI, whereas lower NDVI values correlate with increased UHI. Serengan experiences the highest UHI levels, while Banjarsari has the lowest.AbstrakKota Surakarta, yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, kesejahteraan masyarakat, dan kegiatan ekonomi, mengalami peningkatan kepadatan penduduk, perubahan penggunaan lahan, dan kenaikan emisi karbon, yang menyebabkan perbedaan suhu signifikan dengan daerah sekitarnya—dikenal sebagai fenomena Urban Heat Island (UHI). Penelitian ini bertujuan untuk (1) memetakan distribusi emisi karbon, kerapatan vegetasi, dan kepadatan bangunan di Surakarta; (2) menganalisis hubungan ketiganya dengan UHI; dan (3) menentukan distribusi UHI di dalam kota. Menggunakan Stratified Random Sampling untuk pengambilan sampel emisi dan citra Landsat 8 untuk memperkirakan NDVI, NDBI, dan UHI, analisis data dilakukan dengan korelasi dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi listrik rumah tangga di Surakarta menyumbang 8.708 ton CO₂ di lima kecamatan. Kecamatan Jebres memiliki tutupan vegetasi tertinggi (125,87 ha), sedangkan Kecamatan Serengan memiliki kepadatan bangunan dan area non-vegetasi tertinggi (55,48 ha). Korelasi sedang diamati antara NDBI dan UHI (0,453) serta NDVI dan UHI (-0,434), yang menunjukkan bahwa nilai NDBI yang lebih tinggi berkorelasi dengan peningkatan UHI, sedangkan nilai NDVI yang lebih rendah berkorelasi dengan peningkatan UHI. Serengan mengalami tingkat UHI tertinggi, sedangkan Banjarsari memiliki tingkat UHI terendah
Kajian Kerawanan Tanah Longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Hulu Tengah Anna, Alif Noor; Priyono, Kuswaji Dwi; Suharjo, S; Priyana, Yuli
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentukondisi sumber daya air di suatu wilayah. Permasalahan kebencanaandi DAS Bengawan Solo Hulu Tengah seperti banjir, kekeringan, lahankritis, dan tanah longsor yang terjadi berdampak pada sektorsumberdaya air wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis tingkat kerawanan tanah longsor di DAS Bengawan SoloHulu Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode survei. Analisis data menggunakan metode skoring berjenjang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan tanah longsordi daerah penelitian dibagi menjadi 3 kelas, yakni kelas kerawananrendah, sedang, dan kelas kerawanan tinggi. Tingkat kerawanan tanahlongsor di daerah penelitian tersebar merata. Kelas kerawanan tanahlongsor rendah terdapat di Sub DAS Pepe dan Sub DAS WirokoTemon. Kelas kerawanan tanah longsor sedang tersebar di Sub DASAlang Unggahan, Bambang, dan Sub DAS dengkeng. Sementara itukelas kerawanan tinggi tersebar di Sub DAS Jlantah Walikun Ds,Keduang, dan Sub DAS Mungkung.
Analisis Risiko Bencana Longsorlahan di Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri Priyono, Kuswaji Dwi; Surastuti, Yunita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri merupakan daerahdengan bentuk morfologi berbukit dan bergunung yang mempunyairisiko bencana longsorlahan. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui tingkat risiko bencana longsorlahan dan sebarannya danmenganalisis faktor paling dominan yang mempengaruhi bencanalongsorlahan di Kecamatan Tirtomoyo. Data yang digunakan adalahDEM SRTM, citra ALOS, data jenis tanah, data curah hujan, datajenis batuan, data BPS, dan potensi desa. Penentuan risiko bencanalongsorlahan didasarkan pada tingkat kerawanan, kerentananpenduduk, dan kapasitas masyarakat. Proses analisis dilakukandengan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) dengan teknikoverlay menggunakan software ArcGis 10.2 terhadap peta-petaparameter longsorlahan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkanbahwa di Kecamatan Tirtomoyo mempunyai 3 tingkat risiko bencana,yaitu rendah, sedang, dan tinggi yang disajikan dalam bentukinformasi spasial risiko bencana longsorlahan. Risiko bencanarendah (7,8%), risiko sedang (30,2 %), dan risiko tinggi (56%).Faktor dominan yang mempengaruhi tingkat risiko bencana longsorlahan di Kecamatan Tirtomoyo adalah jenis tanah.
COPING STRATEGIES DAN TINGKAT KAPASITAS MASYARAKAT DESA MODANGAN KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA ERUPSI GUNUNGAPI KELUD Priyono, Kuswaji Dwi; Budiati, Wahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Modangan merupakan salah satu desa yang terdampak langsung erupsi Gunungapi Kelud, berada di Kawasan Rawan Bencana I dan Kawasan Rawan Bencana II. Ancaman bahaya erupsi Gunungapi Kelud di Desa Modangan merupakan bahaya primer berupa jatuhan piroklastik, lahar, gas vulkanik beracun, dan air danau kawah. Tujuan penelitian ini untuk (1) menganalisis kapasitas masyarakat, (2) mengetahui hubungan faktor jenis kelamin, pekerjaan, usia, dan pendidikan terhadap tingkat kapasitas masyarakat, dan (3) mengidentifikasi coping strategies dalam menghadapi ancaman erupsi. Metode yang digunakan adalah survey, menggunakan purposive sampling dalam pengambilan sampel, dilakukan dengan kuisioner, wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pembobotan, analisis regresi logistik ordinal, dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapasitas masyarakat Desa Modangan dalam mengadapi bencana erupsi terbagi menjadi dua kelas yaitu tingkat kapasitas tinggi dan tingkat kapasitas sedang. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kapasitas masyarakat di Desa Modangan pada tingkat signifikasi 5% adalah jenis kelamin, pekerjaan, usia, dan tingkat pendidikan dengan koefisien determinasi Negelkerke sebesar 0.558. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin, pekerjaan, usia, dan tingkat pendidikan mempengaruhi tingkat kapasitas masyarakat secara global sebesar 55.8%. Masyarakat lokal di Desa Modangan menerapkan empat bentuk coping strategies yaitu ekonomi, teknologi, sosial, dan kultural/budaya.
Analisis Spasial Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Potensi Gerakan Massa (Mass Movement) Menggunakan SIG di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali Priyono, Kuswaji Dwi; Jumadi, Jumadi; Wasiso, Tomi Yoga
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penggunaan lahan yang terjadi di kecamatan Mojosongo,kabupaten Boyolali memiliki potensi untuk mempengaruhi potensigerakan tanah. Perlu dilakukan penelitian pengaruh perubahanpenggunaan lahan terhadap tingkat potensi gerakan tanah yang ada.Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi perubahanpenggunaan lahan, (2) mengidentifikasi perubahan tingkat potensigerakan tanah, dan (3) melakukan analisis terhadap pengaruhperubahan penggunaan lahan terhadap tingkat potensi gerakantanah di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Metode yangdigunakan dalam penelitian untuk mencapai tujuan adalah (1)melakukan analisis overlay terhadap peta penggunaan lahan tahun2006 dan tahun 2016, (2) melakukan analisis overlay terhadap petapotensi gerakan tanah tahun 2006 dan tahun 2016, dan (3)melakukan analisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadaptingkat potensi gerakan tanah secara deskriptif kuantitatif dankualitatif. Hasil penelitian adalah: (1) peta perubahan penggunaanlahan, dengan perubahan penggunaan lahan paling besar adalah:kebun ke pemukiman sebesar 541,43ha atau 12,34%, (2) petaperubahan tingkat potensi gerakan tanah, dengan perubahan tingkatpotensi gerakan tanah terbesar adalah: dari rendah ke tinggi sebesar512,91ha atau 11,69%dan (3) Perubahan penggunaan lahan yangmengubah potensi gerakan tanah adalah: perubahan penggunaanlahan kebun ke pemukiman dan tegalan ke pemukiman.
Analisis Spasial Destinasi Disaster Tourism di Kabupaten Blitar dalam Penguatan Kapasitas Masyarakat Menghadapi Bencana Erupsi Gunungapi Kelud Priyono, Kuswaji Dwi; Fatoni, Rois; Rauf, Rusdin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas masyarakat Gunungapi Kelud di Kabupaten Blitar dalam menghadapi bencana erupsi melalui disaster tourism. Disaster Tourism atau pariwisata bencana menjadi model penguatan masyarakat karena mampu memberikan kontribusi dalam sektor ekonomi-pariwisata sebagai dampak positif dan menambah kesadaran serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana. Penelitian ini menggunakan metode survei yang bersifat explanatory atau confirmatory yang menjelaskan hubungan sebab-akibat (causal). Data yang dikumpulkan berupa data pengambilan titik-titik yang merepresentasikan obyek pariwisata Gunungapi Kelud di Kabupaten Blitar, yang kemudian dibuat peta Disaster Tourism dari area of interest. Model Disaster Tourism dapat diterapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar untuk upaya memberdayakan masyarakat agar lebih siap dalam menghadapi bencana, yaitu melalui program pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana), standarisasi mitigasi kepada masyarakat dan informasi kunci (tokoh desa/ kepala desa dan tokoh berpengaruh lainnya), serta pengelolaan obyek pariwisata bencana yang berbasis masyarakat (Community Based Tourism). Model disaster tourism mampu memberikan kontribusi dalam sektor ekonomi-pariwisata sebagai dampak positif dan menambah kesadaran serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Aplikasi Arcgis 10.3 untuk Analisis Spasial Bencana dan Kerawanan Longsor di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul, Provinsi DI. Yogyakarta Dwi Priyono, Kuswaji; Anvanca Mubarok, Fayiz
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kebencanaan dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi Arcgis 10.3 untuk Analisis Spasial Bencana danKerawanan Longsor di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul, Provinsi DI. Yogyakarta
Aplikasi Citra Landsat 7 dan 8 OLI untuk Analisis Spasial Kerawanan Banjir di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat Priyono, Kuswaji Dwi; Andayani, Adinda Putri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir setiap tahun terjadi di wilayah Jabodetabek, terutama Kabupaten Bekasi yang dipicu adanya intensitas curah hujan yang tinggi dengan kondisikemiringan lereng yang datar, jenis tanah dengan permeabilitas rendah, dan penggunaan lahan permukiman dan kawasan industri yang luas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persebaran tingkat kerawanan banjir, karakteristik daerah rawan banjir, dan persebaran tingkat kerawanan banjir pada 10 tahun terakhir. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengolahan citra landsat 7 dan 8 OLI, skoring parameter banjir, dan overlay. Hasil penelitian menunjukkan persebaran tingkat kerawanan banjir terbagi lima klasifikasi. Klasifikasi sangat tinggi 267,795 km² (21,25 %), klasifikasi tinggi 921,322 km² (73,11 %), klasifikasi sedang 36,143 km² (2,87 %), klasifikasi rendah 33,406 km² (2,65 %), dan klasifikasi sangat rendah 1,237 km² (0,1 %). Karakteristik daerah rawan banjir berupa kemiringan lereng yang termasuk datar, jenis tanah berupa latosol dan alluvial yang memiliki infiltrasi lambat, curah hujan yang tingi serta penggunaan lahan yang menimbulkan berkurangnya daerah resapan seperti permukiman padat penduduk sehingga menjadi daerah rawan banjir. Klasifikasi sangat tinggi tersebar di 22 kecamatan dengan total luas wilayah 302,317 km² atau 24,03 %. Klasifikasi tinggi tersebar di 23 kecamatan dengan total luas wilayah 847,943 km² atau 67,41 %. Persebaran tingkat kerawanan banjir pada 10 tahun terakhir, yaitu klasifikasi sangat tinggi 302,317 km² (24,03 %). Klasifikasi tinggi 847,943 km² (67,41 %). Klasifikasi sedang 67,545 km² (5,37 %). Klasifikasi rendah 38,798 km² (3,08 %). Klasifikasi sangat rendah 1,28 km² (0,1 %).
Co-Authors - Priyono ., Muhtadi A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adaradoun, Oluwayemisi Shade Adekunle, Gabriel Temidayo Agus Anggoro Sigit Agus Triyono Agus Ulinuha Aktaviani, Hariza Afia Alausa, Olalekan Akeem Alif Noor Anna Alpha Febela Priyatmono Ambarwati Ambarwati, A Andayani, Adinda Putri Anvanca Mubarok, Fayiz Arif Jauhari Arif Jauhari Arif Jauhari Arif Rohman Audi, Fresilia Bahtiar, Efan Isnaini Bayu Fikri Hanafi Budiati, Wahyu Choirul Amin Chusniatun Chusniatun Chusniatun Chusniatun Dahroni Dahroni Dahroni Dahroni, Dahroni Damayanti, Elok Danang Nugroho, Danang Danardono Danardono Danardono, Danardono Dewi Novita Sari Djaka Marwasta Dwi Linna Suswardany Efri Roziaty Fayiz Anvanca Mubarok Fikriyah, Vidya N. Gabriel Temidayo Adekunle Gayuh Aji Prasetyaningtiyas Hamim Zaky Hadibasyir Herry Purnama Ihwan Susila indah marlina ardianti Indrawati Indrawati Indrawati Indrawati J Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi, J Junun Sartohadi Kamila Rahma, Tara Kiat, Umar El Izzudin Kun Harismah Listyana Ardhi Rachmawati Lotfata, Aynaz M. Musyiyam M. Musyiyam, M. Maisy Putri Lestari Masruroh, Heni Muhammad Eryan Anindyaputra Muhammad Najib Azhom Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Munawar Cholil Nawaz, Muhammad Nilawan Apriani Nirma Lila Anggani Nurhasan Nurhasan Nurhasan Nurhasan, Nurhasan Olalekan Akeem Alausa Oluwayemisi Shade Adaradoun Ongky Fernanda P Priyono, P Priyono Priyono Priyono Priyono Priyono Priyono Priyono Qomarun Qomarun Restu Dagi Utami Retno Woro Kaeksi Retno Woro Kaeksi Retno Woro Kaeksi, Retno Woro Rohman Hakim, Rohman Rois Fatoni Rusdin Rauf S Sudibyakto S Suharjo S Sunarto Sartono Putro Sattar, Farha Setiyaningsih, Diyah Ayu Siti Azizah Susilawati Sudibyakto, S Sugiharto Budi Santoso Sugiharto Budi Santoso, Sugiharto Budi Suharjo Suharjo Suharjo Suharjo Sunarhadi, M. Amin Sunarto, S Suranto Suranto Surastuti, Yunita Syaifudin, Muhammad Arif Teresita Oktavia Rosari Tjipto Subadi Tomi Yoga Wasiso Totok Budi Santosa Totok Budi Santosa, Totok Budi Ulayya Almast Nabila Wahyu Budiati Wasiso, Tomi Yoga Wibowo, Afif Ari Wibowo, Arif Ari Wijaya, Sri Rasa Nugra Santana Wiryatmoko, Jarot Wisnu Setiawan Yuli Priyana Yunita Surastuti