Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan gulma perairan yang memiliki pertumbuhan sangat cepat dan berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Namun, kandungan lignoselulosanya menjadikan eceng gondok berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biomassa untuk energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pretreatment melalui variasi metode pengeringan dan ukuran partikel terhadap karakteristik biomassa eceng gondok sebagai bahan baku briket tanpa perekat. Proses pretreatment meliputi pencucian, pencacahan, pengeringan menggunakan sinar matahari, oven, serta kombinasi keduanya, kemudian dilanjutkan dengan proses grinding dan pengayakan. Analisa proksimat dilakukan untuk mengetahui perubahan kadar air, kadar abu, volatile matter, dan fixed carbon sebelum dan sesudah treatment termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pretreatment termal mampu meningkatkan kualitas biomassa secara signifikan. Kadar air menurun dari 9,95% menjadi 6,50% dan volatile matter menurun dari 56,30% menjadi 24,80%, sedangkan fixed carbon meningkat dari 17,40% menjadi 43,16%. Metode kombinasi pengeringan menghasilkan biomassa yang lebih homogen dengan efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan metode tunggal. Secara keseluruhan, proses pretreatment mampu meningkatkan karakteristik fisik dan termal eceng gondok sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan baku biomassa alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.