Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN HISTORICAL MODULE AND LAPBOOK (HIMLAP) PERJUANGAN KARAENG GALESONG UNTUK MENINGKATAN PEMAHAMAN SEJARAH LOKAL SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 NGANTANG Rohana, Melda Amelia; Sayono, Joko; Utami, Indah Wahyu Puji
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p149-162

Abstract

Abstract:Ngantang, a region in Malang, East Java, is known for its local history detailing the struggle of Karaeng Galesong. Karaeng Galesong, a son of Sultan Hassanuddin from the Kingdom of Gowa in Makassar, actively fought against the Dutch East India Company (VOC) in East Java during the 17th century. After his prolonged struggle, Karaeng Galesong ultimately passed away and was laid to rest in Ngantang. Despite Karaeng Galesong's renown in Ngantang, numerous students in the area remain unfamiliar with the details of his struggle. This unfamiliarity stems from a dearth of references or educational materials pertaining to this particular aspect of local history. To address this issue, researchers developed the 'Historical Module and Lapbook' (HIMLAP) teaching materials, focusing on history of Karaeng Galesong's 17th-century struggle against the VOC in East Java. The objective is to deepen Ngantang students' understanding of their local history and assess HIMLAP's effectiveness as a teaching tool. HIMLAP, an innovative educational tool, merges a module with a lapbook, offering students an engaging and visually appealing learning experience. This research employs Sugiyono's Research and Development (R&D) methodology. However, this research and development phase did not progress to mass production. The validation tests conducted on the materials and teaching resources revealed that the HIMLAP teaching materials, focusing on history of Karaeng Galesong's 17th Century struggle against the VOC in East Java, are exceptionally suitable for pilot testing. In both small and large group trials, an increase in student understanding was observed, as evidenced by the improvement in scores from pretest to posttest. Given these positive outcomes, it can be concluded that the HIMLAP, detailing Karaeng Galesong's struggle, is highly feasible as a local history teaching resource in enhancing student understanding. Abstrak: Ngantang adalah salah satu wilayah di Malang, Jawa Timur yang memiliki sejarah lokal tentang perjuangan Karaeng Galesong. Karaeng Galesong merupakan salah satu anak dari Sultan Hassanuddin dari Kerajaan Gowa (Makassar) yang berjuang melawan VOC di Jawa Timur di abad ke-17. Di akhir perjuangannya, Karaeng Galesong akhirnya meninggal dan dimakamkan di Ngantang. Meskipun tokoh Karaaeng Galesong terkenal di Ngantang, namun banyak siswa di Ngantang yang tidak memahami sejarah perjuangan Karaeng Galesong. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya referensi atau bahan ajar mengenai materi sejarah lokal tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan bahan ajar Historical Modul and Lapbook (HIMLAP) sejarah perjuangan Karaeng Galesong melawan VOC di Jawa Timur abad ke-17. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa di Ngantang mengenai sejarah lokalnya dan menguji efektivitas bahan ajar HIMLAP ini sebagai bahan ajar sejarah lokal. HIMLAP ini merupakan bahan ajar inovatif yang menggabungkan modul dengan lapbook agar memberikan tampilan yang menarik bagi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) Sugiyono, namun peneliti dalam penelitian dan pengembangan ini tidak sampai pada tahap produksi masal. Dari hasil uji validasi materi dan bahan ajar oleh validator, didapatkan hasil bahwa bahan ajar HIMLAP Sejarah Perjuangan Karaeng Galesong Melawan VOC di Jawa Timur Abad ke-17 ini sangat layak untuk di ujicobakan. Dalam ujicoba kelompok kecil maupun ujicoba kelompok besar didapatkan hasil adanya peningkatan pemahaman siswa yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil pretest ke posttest. Dengan adanya hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa HIMLAP perjuangan Karaeng Galesong ini sangat layak untuk menjadi bahan ajar sejarah lokal dalam meningkatkan pemahaman siswa.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Kejuruan Febriani, Shovi Wiranata; Ayundasari, Lutfiah; Sayono, Joko; Utami, Indah Wahyu Puji
Indonesian Journal of Instruction Vol. 5 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/iji.v5i3.82766

Abstract

Profil Pelajar Pancasila menjadi aspek penting dalam pembentukan karakter peserta didik, namun implementasi proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah menengah kejuruan masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam aspek kesiapan guru dan perencanaan kegiatan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa di sekolah menengah kejuruan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif, yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila memerlukan kesiapan dalam berbagai aspek, baik dari segi pemahaman maupun penerapan. Kesiapan guru menjadi faktor kunci, karena kekurangan dalam aspek ini dapat menyebabkan pelaksanaan P5 berjalan kurang optimal. Proses perencanaan proyek P5 memerlukan langkah-langkah yang sistematis dan komprehensif untuk menjamin ketercapaian tujuan pembelajaran serta internalisasi nilai-nilai Pancasila. Pelaksanaan P5 menjadi momentum penting dalam pengembangan karakter siswa dan pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila membutuhkan perencanaan yang matang dan kesiapan guru yang memadai untuk memastikan keberhasilan program dalam menciptakan generasi berkarakter sesuai nilai-nilai Pancasila.
Tradisi Sanggring (Desa Gumeno Gresik) Sebagai Materi Penanaman Budaya Lokal Peserta Didik Febriani, Shovi Wiranata; Wahyudi, Deny Yudo; Sayono, Joko; Utami, Indah Wahyu Puji
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.12993

Abstract

Keanekaragaman budaya di masyarakat memiliki ciri khas dan keunikan yang berbeda. Gresik dengan segala keanekaragaman masyarakatnya, berakulturasi dengan budaya lokal yang ada. Tradisi Sanggring di Desa Gumeno Kecamatan Manyar Gresik menjadi budaya lokal yang dilaksanakan masyarakat. Sejarah dan keunikan tradisi tersebut, membuat tradisi tersebut dapat terjaga dan menjadi kebiasaan sampai saat ini. Dari keunikan tradisi Sanggring, guru dapat menjadikannya sebagai salah satu materi pembelajaran sejarah. Tepatnya pada materi sejarah lokal masyarakat pada Kurikulum Merdeka. Tujuan penulisan artikel adalah untuk mengetahui sejarah dan perkembangan tradisi Sanggring, serta tradisi Sanggring sebagai materi penanaman budaya lokal. Penggunaan metode sejarah dan studi pustaka digunakan dalam penulisan artikel untuk mengkaji dan mengeksplorasi pembahasan tradisi Sanggring. Tradisi Sanggring menjadi hasil budaya dari Kerajaan Giri, masa Sunan Dalem. Pengintegrasian materi budaya lokal dalam Kurikulum Merdeka dapat disesuaikan, salah satunya dengan penggunaan sumber-sumber sejarah. Peserta didik dapat belajar, mengenal, dan memahami budaya lokal di lingkungannya.
Digitalisasi Laboratorium Sejarah Berbasis Videografi Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Inovatif Sulistyo, Wahyu Djoko; Indah Wahyu Puji Utami; Deny Yudo Wahyudi; Syafa Nabila Kurnia Wahyuda
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.85228

Abstract

Laboratorium sebagai bagian dari lingkungan belajar memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran. Namun, pengelolaan yang kurang optimal sering kali menghambat fungsinya dalam menciptakan pengalaman belajar yang kondusif dan inovatif. Pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan digitalisasi laboratorium sejarah melalui videografi yang terintegrasi dengan platform digital lainnya, sehingga menciptakan sumber belajar yang inovatif, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era Society 5.0. Pengabdian ini menerapkan metode Research and Development (R&D). Subjek pengabdian meliputi 120 siswa dan 10 guru, sementara subjek uji coba terdiri dari 60 siswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara terstruktur, dengan instrumen yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengelolaan laboratorium yang baik berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa dan efektivitas pembelajaran, sejalan dengan tujuan utama pengabdian. Simpulan dari pengabdian ini adalah bahwa laboratorium berperan penting dalam mendukung pembelajaran interaktif dan kontekstual. Implikasi dari pengabdian ini mencakup rekomendasi untuk meningkatkan pengelolaan laboratorium sebagai upaya memperkaya sumber belajar.  
SELECTION OF VOCATIONAL EDUCATION OF STUDENTS WITH LEARNING DISABILITIES IN MALAYSIA: STUDENTS, PARENTS, AND TEACHERS` PERSPECTIVES Ibrahim, Rohaizat; Razalli, Abdul Rahim; Handrianto, Ciptro; Rahman, M Arinal; Utami, Indah Wahyu Puji
IJIET (International Journal of Indonesian Education and Teaching) Vol 5, No 2 (2021): July 2021
Publisher : Sanata Dharma University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/ijiet.v5i2.3411

Abstract

This study aims to identify the tendency of students with learning disabilities in choosing the field of their vocational education. This study also highlights the perceptions of parents and teachers towards the vocational field chosen by the students. A survey method is used in this study which involves 351 students with learning disabilities, 336 parents, and 248 teachers in the State of Selangor, Malaysia. The findings of the study indicate that there are several constructs namely, realistic, investigative, artistic, social, entrepreneurial, and conventional which determine students with learning disabilities choosing the field of vocational education. Meanwhile, several factors that influence parents' perceptions of their child's choice of vocational education field have been discussed in this study. This study illuminates the phenomena and tendency of difficulties faced by students with learning disabilities in choosing their field of vocational education. In this regards, parents and teachers have an important role in providing support to students with special needs in their learning and vocational choices.
A CRITICAL REVIEW OF THE POST-REFORM STUDENT MOVEMENT ESCALATION (1999-2024) IN THE PARADIGM OF KARL MARX'S CLASS THEORY Maulana, Donny; Hariyono; Utami, Indah Wahyu Puji; Widiadi, Aditya Nugroho
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol. 17 No. 1 (2025): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) JUNE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v17i1.65337

Abstract

The student movement has always emerged as a disruptive force in every episode of the history of the Indonesian national movement. It often emerges as a response to a condition (problem and crisis). The pattern of the escalation of the student movement is certainly different in several contexts of events in Indonesia every era. This article will more specifically discuss the pattern and escalation of the student movement in the post-reform context. The author takes the periodization between 1999-2024 as the limit of analysis. This is because during this period, there were several major events and unique phenomena that occurred related to how the pattern of the re-establishment of the escalation of the student movement after the 1998 reformation. The author will also discuss the phenomenon of student movement escalation using a class perspective (Karl Marx). In the process of preparing this article, the author used the literature study research method (library research). Desk research limits research activities to library collections without the need for field research. There are several findings from the process of unraveling the direction and results achieved by the student movement in the post-1998 Reformation period that the author found including; the phenomenon of bourgeois activism, the failure of efforts to elaborate the structural basis by movement actors, the urgency to translate an empowered and sovereign student movement, to the need to form an organic movement node by involving cross-sectors to achieve a people's movement that is not exclusive. Through the following contribution, the author hopes that today's students will no longer lose their identity as academic elites as well as social control and value guardians.
Analisis Efektivitas Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Sistem Blok di SMKN 10 Malang Indah Wahyu Puji Utami*, Nur Elifianita Susanti, Nadya Rahmah, Prasepti Andriani, Aprilia Iva Swasti
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan pembelajaran dengan sistem blok di SMKN 10 Malang. Sistem blok merupakan metode pembelajaran di mana waktu belajar untuk setiap mata pelajaran diperpanjang dalam satuan blok yang lebih besar. Tujuan dari sistem ini adalah untuk memberikan waktu yang lebih panjang bagi siswa untuk mendalami materi, mengerjakan proyek dan melakukan kegiatan pembelajaran yang lebih mendalam dan adaptif. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method) dengan desain Sequential Explanatory Designs yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara kepada peserta didik, guru, wakil kepala kurikulum, dan kepala sekolah untuk mengukur efektivitas sistem blok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan sistem blok di SMKN 10 Malang cukup efektif dengan skor mencapai 70,14% bagi siswa dan 81,25 dari guru dan pihak manajemen sekolah. Namun beberapa tantangan yang dihadapi termasuk kesulitan dalam pengaturan ruang kelas, merancang model pembelajaran yang menarik serta fasilitas teknologi yang masih kurang. Penelitian ini merekomendasikan beberapa perbaikan termasuk peningkatan dukungan teknis dan model pembelajaran yang inovatif agar sistem blok dapat diterapkan secara optimal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN 10 Malang serta sebagai referensi bagi sekolah lain yang ingin mengadopsi sistem blok.
Redefine Our Nationalism? Critical Reflection on Indonesian Nationalism as a "Joint Project": Case Study of Post-1998 Racial Communal Conflict Donny Maulana; Hariyono, Hariyono; Utami, Indah Wahyu Puji
Yupa: Historical Studies Journal Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v8i4.4102

Abstract

The discourse on Indonesian Nationalism will never end. As the basis of the state, nationalism needs to continue to be reflected to remain relevant to current developments. The phenomenon of narrowing the meaning of Indonesian Nationalism and stagnation in the mainstream narrative which leads to the fossilisation of meaning is also an important and urgent topic to study. The big question is whether Indonesian Nationalism is still on rails and corridors that are relevant to the current condition of the nation. This article will specifically dissect in a deconstructive manner the paradigm of Indonesian Nationalism as a "joint project" as a form of response to stagnation and narrow mainstream narratives about nationalism. This paper also analyzes it in a historical framework, specifically taking a case study of racial communal conflict after the 1998 Reformation using the analytical knife of Benedict Anderson's Imagined Communities. There are three sub-discussions which will explain the background conditions and challenges of Indonesian Nationalism, the deconstruction of the paradigm of Indonesian Nationalism and how nationalism should be addressed as a "joint project" of a nation.
Decolonizing Indonesian History Curriculum, 1946-1964 Utami, Indah Wahyu Puji; Sapto, Ari; Leksana, Grace Tjandra; Ayundasari, Lutfiah
Paramita: Historical Studies Journal Vol 34, No 1 (2024): The Election and Political History
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v34i1.43482

Abstract

Decolonization of history education mainly seeks to decenter Eurocentric narrative in history curriculum and teaching. Whilst this topic has been widely explored, the discussion related to the decolonization of history education has yet to be explored. This research aims to trace the complex process of decolonization of the history curriculum in Indonesia, which took place at the beginning of its independence, and how the political situation might have influenced this process. Historical research was conducted. Archival materials were obtained from various institutions both in Indonesia and overseas. The data were analyzed and interpreted using decolonization as a framework. This research found that the Indonesian government has tried to decolonize the history curriculum by foregrounding the role of Indonesians in History. However, the effort was not easy because the references used in teaching were still written using sources from the colonial period. Moreover, this research shows that political changes could affect the history curriculum.Dekolonisasi pendidikan sejarah terutama berupaya untuk menghilangkan narasi Eurosentris dalam kurikulum dan pengajaran sejarah. Meskipun topik ini sudah banyak dieksplorasi, namun pembahasan terkait dekolonisasi pendidikan sejarah masih belum tereksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri kompleksnya proses dekolonisasi kurikulum sejarah di Indonesia yang terjadi pada awal kemerdekaannya, dan bagaimana situasi politik mempengaruhi proses tersebut. Penelitian sejarah dilakukan. Bahan arsip diperoleh dari berbagai institusi baik di Indonesia maupun di luar negeri. Data dianalisis dan diinterpretasikan dengan menggunakan kerangka dekolonisasi. Penelitian ini menemukan bahwa pemerintah Indonesia telah mencoba mendekolonisasi kurikulum sejarah dengan mengedepankan peran masyarakat Indonesia dalam Sejarah. Namun upaya tersebut tidak mudah karena referensi yang digunakan dalam pengajaran masih ditulis menggunakan sumber-sumber dari masa kolonial. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan politik dapat mempengaruhi kurikulum sejarah.
Eksplorasi Tata Pamer Museum Edukasi Universitas Negeri Malang Rahmawati, Rahmawati; Sapto, Ari; Widiadi, Aditya Nugroho; Utami, Indah Wahyu Puji
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v8i1.25199

Abstract

This research aims to explore comprehensive information about the display system of the State University of Malang (UM) Educational Museum collection which contains material from a collection of historical objects from the past, as well as identifying the role and potential for the sustainability of educational museums as a source of historical learning. The research method used is a qualitative approach with exploratory study analysis. Data collection through field observations, interviews, and documentation. The research results show that the UM Education Museum's display system has its characteristics and strategies for conveying effective information to visitors. In various challenges of the times, the existence of the UM educational museum can play an important role as a source of historical learning for students and the beautiful exhibition layout can have an impact on the sustainability of the UM educational museum in the future. The implications of this research provide input for the UM Education Museum and other museums in Indonesia in presenting museum exhibition arrangements that support learning and culture as a whole. Apart from that, the results of this research provide a real contribution to increasing insight into the exhibition layout of the Education Museum for visitors.