Claim Missing Document
Check
Articles

Memperebutkan warisan kolonial: Nasionalisasi taman rekreasi Selecta, Desa Tulungrejo 1942-1954 Epifania Puspo Diati Ernawan; Indah Wahyu Puji Utami
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 19, No 2 (2025): Tema Alternatif dalam Historiografi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v19i22025p207-219

Abstract

Taman rekreasi Selecta merupakan salah satu peninggalan pariwisata kolonial di desa Tulungrejo, Kota Batu, yang berkembang di tengah geografis dataran tinggi sejak awal abad ke-20. Kendati dikenal luas sebagai sebuah ikon wisata, proses nasionalisasi Selecta kerap terabaikan dalam historiografi sejarah lokal. Kondisi ini menunjukkan adanya celah penelitian dalam memahami dinamika perubahan sosial di bidang pariwisata kolonial desa Tulungrejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses nasionalisasi Taman Rekreasi Selecta dengan menggunakan Metode Sejarah yang meliputi tahap heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan tatanan sosial pada masa Pendudukan Jepang yang turut mempengaruhi dinamika manajerial dan praktek kerja dalam Taman Rekreasi Selecta. Setelah keehancurannya pada masa Agresi Militer Belanda II, masyarakat sekitar kemudian secara mandiri merekonstruksi dan mengelola kembali Taman Rekreasi Selecta, diikuti pendirian PT. Selecta pasca prosesi pembeliannya di tahun 1954.
The Experience of the European Community in the Malang Internment Camps from the Japanese Occupation Transition to the Bersiap Period, 1942–1946 Ahmad Riza Wijaya; Indah Wahyu Puji Utami
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 10 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v10i2.36284

Abstract

This study highlights the plight experienced by the European community in the city of Malang during the Japanese military occupation, a topic that rarely received attention in the historiography of the Japanese occupation period, especially regarding the internment camps used to hold prisoners of war as well as European civilians. This article focuses on three main topics: (1) the condition of the internment camp in Malang City, (2) the daily life of the European community in the camp, and (3) the end of the internment camp. This research uses a variety of primary and secondary sources, including newspapers, illustrations, interviews, and memoirs from the victims. The results of this study show that at the beginning of the establishment of internment camps in Malang City, the health and comfort of European civilians were relatively good. However, the situation deteriorated significantly from the beginning of 1943 to 1945 caused by a lack of stock of groceries for the prisoners. The situation is also exacerbated by poor sanitation, limited space to rest and the prohibition of the use of electricity and lighting.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila (P3) Dalam Pembelajaran Sejarah Di SMA Negeri 1 Kota Malang Intan Kurnia Padma Safa; Indah Wahyu Puji Utami
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i12026p56-72

Abstract

Pengembangan karakter dimulai sejak seseorang dilahirkan, namun sangat dipengaruhi oleh lingkungan sepanjang kehidupannya. Dalam konteks kemajuan teknologi yang pesat, teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan karakter. Oleh karena itu, peran guru dan sekolah menjadi semakin penting dalam mewujudkan tujuan pembentukan karakter nasional. Pembelajaran sejarah yang dilaksanakan melalui Kurikulum Merdeka di Indonesia menjadi salah satu wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai dalam Profil Pelajar Pancasila, dengan tujuan utama memperkuat karakter siswa sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Pancasila. Penelitian ini mengkaji implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Malang, dengan fokus pada siswa kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran sejarah telah berjalan secara umum sesuai dengan pedoman Kurikulum Merdeka. Model pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif dalam menumbuhkan nilai-nilai seperti gotong royong, kemandirian, dan kreativitas. Namun demikian, beberapa tantangan masih dihadapi, seperti alokasi waktu yang tumpang tindih, keterlibatan siswa dalam diskusi yang masih terbatas, serta kekurangan guru sejarah yang kompeten, yang semuanya berdampak pada optimalisasi proses pembelajaran sejarah. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterpaduan antara desain kurikulum, strategi pembelajaran, dan kapasitas guru dalam meningkatkan capaian pendidikan karakter.
Pelatihan pemanfaatan buku panduan guru pada platform SIBI untuk MGMP Sejarah Kota Malang Indah Wahyu Puji Utami; Aditya Nugroho Widiadi; Lutfiah Ayundasari; Yuliati Yuliati
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i12025p15-22

Abstract

Abstract The implementation of the Merdeka Curriculum in Indonesia faces a number of challenges, especially among history teachers, including members of the Malang City History MGMP. One of the problems that needs to be addressed immediately is the curriculum change that will be implemented starting July 2024. Most teachers are still confused about curriculum operations, especially in implementing the curriculum in schools (enacted curriculum). As a solution, we carry out technical guidance activities for utilizing the Teacher's Manual (BG) on the SIBI platform. The History BG, compiled by experts, contains suggestions for curriculum operationalization as well as alternative resources to improve teachers' understanding of essential materials. This community service activity includes preparation, implementation, and evaluation, held at the SMAN 1 Malang Hall, involving 30 Malang City History MGMP teachers. The material presented included new perspectives on the Merdeka Curriculum, essential material mapping, and technical guidance on the use of the SIBI and BG History platforms. Based on a survey conducted at the end of the meeting, this activity was found to increase the readiness and competence of Malang City History MGMP members in dealing with curriculum changes. Abstrak Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, khususnya di kalangan guru sejarah, termasuk anggota MGMP Sejarah Kota Malang. Salah satu masalah yang perlu untuk segera ditangani adalah perubahan kurikulum yang diterapkan mulai Juli 2024. Sebagian besar guru masih bingung dengan operasional kurikulum, terutama dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah (enacted curriculum). Sebagai solusi, kami melaksanakan kegiatan bimbingan teknis pemanfaatan Buku Panduan Guru (BG) di platform SIBI. BG Sejarah, yang disusun oleh para ahli, berisi saran untuk operasionalisasi kurikulum serta sumber alternatif untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap materi esensial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, diadakan di Aula SMAN 1 Malang, dengan melibatkan 30 guru MGMP Sejarah Kota Malang. Materi yang disampaikan mencakup perspektif baru Kurikulum Merdeka, pemetaan materi esensial, serta bimbingan teknis penggunaan platform SIBI dan BG Sejarah. Berdasarkan survey yang dilakukan pada akhir pertemuan, kegiatan ini ternyata meningkatkan kesiapan dan kompetensi anggota MGMP Sejarah Kota Malang dalam menghadapi perubahan kurikulum.