Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Work Stress Management Due to Fatigue Among Textile Workers Atmojo, Tutug Bolet; Rinawati, Seviana; Rha, Warda Yussy; Sumardiyono; Wijanarti, Maria Paskanita; Ismayenti, Lusi; Suratna, Farhana Syahrotun Nisa; Gustav, Jordan Syah; Utomo, Bekti
IJESS International Journal of Education and Social Science Vol. 6 No. 2 (2025): VOL 6 NO 2 OCTOBER 2025
Publisher : INTERNATIONAL PENELITI EKONOMI, SOSIAL, DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56371/ijess.v6i2.537

Abstract

Work stress in the workplace is an important issue that requires special attention, because if not properly managed, it can lead to various serious symptoms that affect employees’ health, productivity, and capability. The aims of research to analyze the relationship between fatigue and work stress. Methods: This research used a quantitative method with a cross-sectional design approach. The study was conducted from April to June 2025. The sampling technique used was random sampling with a sample of 41 respondents. Data were analyzed using the chi-square test. Results: Work stress was experienced by 46.34% of workers, and 48.78% experienced fatigue. Among those who were fatigued, 34.15% experienced work stress and 12.20% of non-fatigued workers experienced work stress. Meanwhile, 39.02% of non-fatigued workers did not experience work stress, and 14.63% of fatigued workers did not experience work stress. The significance test result showed p = 0.004, indicating that fatigue is related with work stress among textile workers.
RISK FACTORS FOR COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) IN HOSPITAL ADMINISTRATION WORKER Wardani, Tyas Lilia; Ismayenti, Lusi; Qadrijati, Isna; Setyawan, Haris; Fajariani, Ratna; Nugroho, Hengky Ditya Eko; Atmojo, Tutug Bolet; Rinawati, Seviana
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2587

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) adalah gangguan pada mata yang disebabkan oleh penggunaan komputer atau perangkat elektronik. Kondisi ini mengacu pada kumpulan gejala kelelahan mata yang timbul akibat kebiasaan menatap layar komputer atau gadget dalam durasi yang panjang. Pekerja administrasi rumah sakit merupakan bagian penunjang pelayanan pasien yang bekerja selama 8 jam per hari di depan layar komputer yang dituntut untuk mengerjakan pekerjaan administrasi secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko CVS pada pegawai administrasi rumah sakit di Surakarta. Faktor risiko CVS pada penelitian ini yaitu usia, masa kerja, jarak mata dengan layar, penggunaan kacamata, durasi menggunakan komputer dan durasi istirahat mata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel peneltian ini yaitu pegawai administrasi rumah sakit X dan Y di Surakarta sebanyak 128 responden dengan menerapkan metode pengambilan sampel acak. Instrumen penelitian yang dipakai terdiri dari kuesioner faktor risiko CVS yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, serta kuesioner CVS-Q yang disebarkan melalui Google Form. Penelitian ini menggunakan uji Chi Square untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko usia berhubungan signifikan dengan CVS (p = 0,028 < 0,05), sedangkan faktor risiko masa kerja, jarak mata dengan layar, penggunaan kacamata, durasi menggunakan komputer dan durasi istirahat mata tidak berhubungan dengan CVS (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia merupakan faktor risiko CVS pada pegawai administrasi rumah sakit X dan Y di Surakarta. Oleh karena itu, responden sebaiknya melakukan senam mata untuk menurunkan gejala CVS.