Claim Missing Document
Check
Articles

TEMBANG DAN MODEL PENGAJARANNYA ., Bambang Sulanjari .
MALIH PEDDAS Vol 1, No 2/ Desember (2011): MALIH PEDDAS
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TEMBANG DAN MODEL PENGAJARANNYA Bambang Sulanjari4   Abstrak The major of Tembang is a small part of the constellation of the Java language curriculum that included in the clumps. Due to a less strategic position, this major is often overlooked, but if further explored, this major is so potential to develop the character of students. At least, tembang can be utilized most effectively to develop the four language skills: listening, reading, writing and speaking. Competencies can be developed in the tembang learning of them are the students able to sing the song, phrasing the song and make song. Learning model selection is crucial in the success of tembang learning. Creativity of teachers in selecting and implementing learning model is very influential on the success of tembang learning, therefore teachers must be creative to determine the model according to the circumstances. In terms of song selection of teaching methods, teachers can develop methods that are inherited ancestors, such as methods of learning with playing, the method of learning with moving, step by step method, and karaoke method.
Kemampuan Menyusun Soal Berbasis HOTS Guru Bahasa Jawa SMK Negeri Se-Kabupaten Kendal Setyaningrum, Triska Ayudya; Alfiah, Alfiah; Sulanjari, Bambang
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 8 No 2 (2020): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang.v8i2.42641

Abstract

This study aims to describe the results of the ability of Javanese language teachers in compiling Higher Order Thinking Skills (HOTS) -based questions in State Vocational High Schools in Kendal Regency. This research was conducted in four State Vocational High Schools (SMK) in Kendal Regency using descriptive qualitative research methods. The data in this study were questions. The final test of even semester in class X was obtained through documentation techniques, then the data was examined and the questions were coded. Furthermore, the data was studied using descriptive analysis techniques. From the analysis, it was found that the ability of Javanese language teachers in compiling HOTS-based questions was still dominated by LOTS elements. This is evident from the total number of questions found that the percentage level of cognitive level Cl is 0%. C2 cognitive level is 59.42% or it can be said that more than half of the maximum result. This percentage is obtained from 104 questions. In addition, there is a C3 cognitive level of 3.42% or consisting of six questions. The questions included in the C4 cognitive level were 37.14% or as many as 65 items. In the level of questions at the C5 cognitive level of 0% or not found the corresponding questions. The highest cognitive level of high-order thinking skills is C6 at 0% or there are no questions that use this cognitive level. It can be concluded that the ability to compose questions based on HOTS for Javanese language teachers of SMK in Kendal Regency is 37.14%.
Kemampuan Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 Revisi 2017 Guru Bahasa Jawa Sekolah Menengah Atas (SMA) Kota Semarang Asropah Asropah; Bambang Sulanjari; Alfiah Alfiah
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v11i2.3360

Abstract

Penelitian ini bertujuan memaparkan kemampuan guru Bahasa Jawa Kota Semarang menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang selaras dengan kurikulum 2013 revisi 2017. Indicator untuk mengetahui kemampuan guru menyusun RPP adalah tujuh aspek, yaitu: pengembangan indikator; penentuan tujuan pembelajaran; penentuan materi/bahan ajar; penentuan sumber belajar; penentuan metode pembelajaran; penentuan media pembelajaran; dan penilaian.Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di kota Semarang. Data penelitian ini adalah RPP hasil karya guru Bahasa Jawa Kota Semarang yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis model interaktif, meliputi reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menggambarkan kemampuan guru Bahasa Jawa dalam menyusu RPP. Dari tujuh aspek yang diamati, aspek keenam: kemampuan menentukan media pembelajaran merupakan aspek yang paling bagus dengan 98.21. Guru sudah mampu memanfaatkan kemajuan teknologi sesuai dengan karaketristik siswa yang diajarnya. Aspek ke tujuh, yaitu kemampuan menentukan penilaian menduduki tempat paling rendah, yakni 65.87. Hal ini disebabkan karena sebagian besar guru belum tepat dalam menentukan teknik penilaian, bentuk instrument, dan penyusunan rubrik penilaian. Kata Kunci: Guru Bahasa Jawa, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Kurikulum 2013
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA PAUD MELALUI TEMBANG DOLANAN KELURAHAN METESEH, KECAMATAN TEMBALANG, KOTA SEMARANG Asropah .; Alfiah .; Ismatul Khasanah; Bambang sulanjari
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2015): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v6i1.787

Abstract

Abstrak ?é?á Pendidikan?é?á anak?é?á usia ?é?ádini ?é?ádilakukan?é?á dengan ?é?átujuan?é?á memberikan?é?á konsep ?é?áyang bermakna bagi ?é?áanak melalui pengalaman nyata dan bermakna. Hanya melalui pengalaman nyata dan bermaknalah anak menunjukkan aktivitas dan rasa ingin tahu (curiousity) secara optimal ?é?áUpaya pembentukan konsep yang bermakna dalam pendidikan anak usia dini, erat sekali dengan pembentukan karakter pada diri peserta didik. Pendidikan karakter adalah pendidikan?é?á ?é?ábudi?é?á ?é?ápekerti?é?á ?é?áplus,?é?á ?é?áyaitu?é?á ?é?ápendidikan?é?á ?é?áyang?é?á ?é?ámelibatkan?é?á ?é?áaspek?é?á?é?á pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Dengan pendidikan karakter, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi adalah bekal terpenting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan karena dengannya seseorang akan dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan yang akan dihadapi kelak. Salah ?é?ásatu ?é?áwarisan ?é?ábudaya ?é?áyang ?é?ádahulu ?é?ádigemari ?é?áoleh ?é?áanak-anak ?é?á(Jawa) ?é?áadalah tembang dolanan. Tembang dolanan ini bukan hanya berfungsi sebagai lagu yang biasanya ?é?á ?é?á dinyanyikan oleh anak-anak ketika bermain dan bersosialisasi dengan lingkungannya, atau lagu?é?á?é?á ?é?ásekedar hiburan semata-mata. Lebih?é?á?é?á ?é?ádari?é?á?é?á ?é?áitu tembang?é?á?é?á ?é?ádolanan merupakan?é?á?é?á ?é?ákarya seni yang?é?á sangat menarik karena di dalamnya terkandung makna yang tersirat, berisi pesan- pesan moral yang penting sebagai pembentuk karakter yang baik bagi anak bangsa Program Ipteks bagi masyarakat (IbM) ini bertujuan untuk membentuk karakteristik anak usia dini melalui tembang dolanan. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan pembelajaran karakter anak usia dini melalui tembang dolanan. Peserta pelatihan adalah para tutor PAUD dan kader Tutor PAUD di lingkungan kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang. ?é?á Kata kunci: Pendidikan anak usia dini, pembentukan karakter, dan tembang dolanan
Analisis Kecukupan Teks Deskriptif Sebagai Bahan Ajar Pada Buku Marsudi Basa Lan Sastra Jawa Kelas VII Rizka Auliya Rahmawati; Bambang Sulanjari
Kaloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i2.12286

Abstract

Pembelajaran bahasa berbasis teks merupakan salah satu kegiatan belajar mengajar yang berorientasi pada kemampuan siswa yang terdapat pada pengembangan kurikulum 2013. Permasalahan yang dibahas disini adalah teks deskriptif sebagai materi pembelajaran Bahasa Jawa SMP/MTS berdasarkan tujuan, struktur dan cirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecukupan serta kesesuaian teks deskriptif berdasarkan fungsi sosial, tahapan dan ciri kebahasaan sebagai bahan atau materi ajar bagi siswa SMP/MTS Kelas VII. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa teks deskriptif dari buku Bahan Ajar Marsudi Basa lan Sastra Jawa SMP/MTS kelas VII Jilid 1. Data dalam penelitian ini berupa wacana teks deskriptif dalam buku Marsudi Basa lan Sastra Jawa kelas VII Jilid 1. Adapun teknik analisis data meliputi membaca wacana teks deskriptif secara intensif, lalu menganalisis fungsi atau tujuan sosial, tahapan dan ciri-ciri kebahasaan dari wacana teks deskripsi tersebut lalu mendeskripsikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana teks deskriptif “Candhi Borobudhur” sudah cukup dan sesuai dengan tujuan, struktur dan ciri pembelajaran berbasis teks, sehingga teks tersebut sudah cukup dan sesuai untuk dijadikan sebagai bahan ajar pada pembelajaran.Kata kunci: Kajian Teks, Teks Deskriptif, Genre Faktual, Bahasa
Analisis Geguritan “Wutah Getihku” Karya Mahardono Wuryantoro dengan kajian Stilistika Rizky Iswahyudi; Bambang Sulanjari
Kaloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i1.10846

Abstract

Penggunaan bahasa yang variatif didalam mengemas kebahasaan bisa menjadikan tolak ukur intelektualitas seorang penulis untuk menciptakan sebuah karya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis geguritan dengan judul “Wutah Getihku” Karya Mahardono Wuryantoro dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa frasa, gaya bahasa, dan diksi. Geguritan “Wutah Getihku” Karya Mahardono Wuryantoro menceritakan tentang aktifitas masyarakat pedesaan pada pagi hari yaitu pada kata “Gumelar jembar bumi asri Sumunar sumngringah sunare bagaskara Padhang sumilak anelahi jagad nuswantara”  dan menceritakan tentang tumpah darah pembelaan demi membela bumi pertiwi. Geguritan merupakan bentuk puisi jawa yang berkembang di kalangan penutur berbahasa jawa dan bali yang tidak terikat oleh sajak ataupun guru wilangan dan guru lagu. Pengumpulan data dengan cara membaca mengamati dan menerjemahkan apa yang ditulis oleh penulis. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Diksi merupakan pilihan kata dalam geguritan ini menggunakan   diksi leksikal. (2) Gaya bahasa dalam geguritan “wutah getihku” menjadi dua yaitu majas simile dan simbolik.Kata kunci : Gaya Bahasa, Stilistika, Diksi, Geguritan. 
Analisis Teks Narasi Pada Buku Marsudi Basa lan Sastra Jawa Kelas VII Terbitan Erlangga Tahun 2014 Aurora Kusuma Ratu; Bambang Sulanjari
Kaloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i2.12278

Abstract

Cerita rakyat adalah cerita yang berkembang di  lingkungan masyarakat, cerita rakyat ini telah berkembang di masyarakat di masa lalu dan merupakan ciri khas semua negara dengan budaya dan sejarah budaya mereka sendiri. Cerita rakyat dibagi menjadi mitos, legenda dan dongeng (Dananjaya, 1991: 22). Membaca narasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang ada di kelas VIII. Narasi adalah adalah karangan cerita yang menyajikan serangkaian peristiwa kejadian dan disusun secara kronologi sesuai dengan urutan waktunya. Dalam teks narasi peristiwa yang ditulis bisa benar-benar terjadi atau khayalan. Pembelajaran bahasa jawa pada kelas VIII mencakup kompetensi dasar memahami cerita legenda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis structural. Maksudnya adalah penggunaan metode ini adalah untuk mendeskripsikan fakta-fakta yang ada terkait dengan kesalahan berbahasa pada teks narasi pada buku paket Marsudi Basal an Sastra.
Diksi dan Pengimajinasian dalam Geguritan Sepuh Karya Dedek Witranto Mega Sukma Dewi; Bambang Sulanjari
Kaloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i1.10810

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai diksi dan pengimajinasian dalam geguritan “Sepuh” karya Dedek Witranto. Untuk mengungkapkan diksi dan pengimajinasian pada geguritan tersebut teori yang digunakan adalah stilistika yang menitikberatkan pada diksi dan pengimajinasian. Kajian bahasa di dalam karya sastra berkaitan erat dengan kajian stilistika. Pendekatan stilistika dilakukan dengan cara menganalisis sistem kebahasaan sebuah karya sastra yang selanjutnya disesuaikan dengan tujuan makna secara keseluruhan. Pada geguritan “Sepuh” karya Dedek Wiranto, pengarang memilih gaya bahasa sebagai fokus kajian yang menarik untuk dikaji, pengarang mengeksploitasi potensi bahasa untuk menyampaikan gagasannya. Tujuan  utama dari penelitian ini adalah penggunaan diksi, pengimajinasian, dan fungsinya dalam geguritan Sepuh karya Dedek Wiranto. Data dalam penelitian ini yaitu data deskriptif berupa frasa, kata, dan kalimat. Geguritan Sepuh karya Dedek Witranto hadir dalam berbagai variasi kebahasaan yang menjadikan isi dari geguritan lebih menarik bagi pembaca. Hasil yang ditemukan adalah terdapat pemilihan diksi yang beragam serta pengimajinasian yang akan membawa pembaca lebih menaknai setiap kata yang ada. Dimana pada pemilihan diksi yang digunakan penulis semakin memperkuat makna pada tiap kalimatnya selanjutnya geguritan ini juga memiliki citraan atau pengimajinasian yaitu pada, yang diperkuat dengan kata yang menghasilkan imajinasi bagi penikmat karya sastra.Kata kunci : Geguritan, diksi, pengimajinasian
Analisis Teks Deskriptif pada Buku Pembelajaran Asah Basa Jawa Kelas IX Gabriela Febriani; Bambang Sulanjari
Kaloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i2.13524

Abstract

Teks deskriptif adalah teks yang berisi tentang deskripsi suatu objek, lokasi, atau peristiwa, Struktur teks deskriptif adalah identifikasi, deskripsi, dan kesimpulan. Teks deskriptif memiliki ciri-ciri seperti (1) kemampuan menggambarkan suatu objek berdasarkan ciri fisik tertentu, (2) sebagai visualisasi sastra, dan (3) sarana promosi objek untuk memikat pembaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik budaya dan unsur kebahasaan teks deskriptif yang ada pada buku bacaan Asah Basa Jawa SMP/MTs kelas IX terbitan Guci Pustaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan kualitatif. Data penelitian ini tertuang dalam teks buku Asah Basa kelas IX terbitan Guci Pustaka berupa unsur budaya dan unsur kebahasaan. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi sosial dan dan menemukan ciri kebahasaan teks.
Stilistika dalam Geguritan “Mung iki Kang Dak Duweni” Karya Eka Nuranisih Pulung Sari; Bambang Sulanjari
Kaloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i1.10809

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan bentuk makna kajian stilistika dalam geguritan “Mung Iki Kang Dak Duweni” karya Eka Nuranisih.Metode yang digunakan untuk mengungkapkan diksi dan gaya bahasa dalam geguritan ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa,ataupun kalimat yang diduga mengandung diksi. Stilistika (stylistic) adalah ilmu yang meneliti penggunaan bahasa dan gaya bahasa di dalam karya sastra. Adapun dalam karya sastra sendiri tentunya mempunyai sebuah makna yang tersembunyi dan disampaikan langsung oleh pengarangny. Pada pembahasan ini akan fokus menganalisis Diksi dan Gaya Bahasa dalam geguritan. Geguritan sendiri merupakan puisi dalam bentuk bahasa jawa. Dalam gegeguritan“Mung iki Kang Dak Duweni” karya Eka Nuranisihini menceritakan tentang kehidupan sosial, dimana orang tersebut berusaha untuk senantiasa meminta kesabaran, kekuatan serta keberkahan dalam menghadapi berbagai ujian dari-Nya terutama dalam menghadap konflik sosial dalam kalangan masyarakat. Hasil yangditemukan adalah terdapat diksi,dan gaya bahasa pada geguritan “Mung iki Kang Dak Duweni” karya Eka Nuranisih, yaitu pemilihan diksi pada, Kudu daktutup kupingku amarga swaramu  (ingin kututup telingaku karena suaramu) Wis pirang papan olehmu adol warta  (diberapa tempat kau menjual omongamu). selain itu gaya bahasa yang digunaan juga sangat bervariasi ditunjukan pada kutipan “Senajan nalaku njerit” dimana pada kutipan tersebut termasuk gaya bahasa perbandingan, karena dalam kata tersebut terdapat bahasa kiasan, yang dimana pada kata nalaku njerit. Senajan nalaku njerit sendiri memiliki arti meskipun hatiku sedang menjerit.Kata kunci: Stilistika, makna, geguritan, diksi, gaya bahasa