Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Discovery Learning Berbantu Media Spinning Wheel dalam Pembelajaran Menelaah Teks Serat Wedhatama Pupuh Pangkur Siswa Kelas X Kuliner 1 SMK Mataram Semarang Tahun 2022/2023 Safitri, Ima Yulia; Sunarya, Sunarya; Sulanjari, Bambang
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 6, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jisabda.v6i2.16725

Abstract

The background of this research is the lack of students' interest in the text of Serat Wedhatama Pupuh Pangkur which only contains chapters and complete sentences. Thus, the formulation of the problem can be formed as a result of applying the discovery learning model assisted by the rotating wheel media in Wedhatama's fibrous text repetition learning. Pupuh Pangkur for class X students of Mataram Mataram Vocational School in the 2022 academic year/2023 academic year. The purpose of this study was to describe the results of applying the Spinning Wh eel in learning and studying the text of Wedhatama Pupuh Pangkur. This research includes descriptive quantitative research, because the data obtained is calculated in a quantitative descriptive manner by presenting the results of data calculations. The source of this research data is the results of student scores in learning the Wedhatama Pupuh Pangkur fiber text. The technique used for data collection is testing and testing techniques. Sampling in this study using a purposive sampling technique. Based on the data analysis above, the results of this study can be stated: 1) Class X Culinary 1 does not use a Spinning Wheel, so students get bored easily when distributing material. 2) In Class X Culinary 1 using the Spinning Wheel, students tend to be enthusiastic and focus on the material presented.
Makna Semiotik Makanan Tradisional Jawa Dalam Slametan Kematian 40 Hari di Desa Baran Dukuh Lor Kecamatan Ambarawa Nugroho, Sri Prihatin; Sulanjari, Bambang
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 6, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jisabda.v6i2.18120

Abstract

Penelitian ini menggali makna semiotik makanan dalam tradisi slametan kematian di Jawa Tengah, Indonesia. Slametan 40 hari setelah meninggal merupakan momen yang kaya makna dan spiritualitas dalam budaya Jawa, mencerminkan pemahaman mendalam terhadap proses peralihan roh dan kebutuhan spiritual. Studi ini bertujuan untuk memahami hubungan antara makanan, budaya, dan identitas dalam konteks tradisi slametan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika dari Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan dalam slametan tidak hanya memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga membawa nilai-nilai sosial, simbolik, dan historis yang memperkaya tradisi masyarakat Jawa. Makanan di dalam slametan menjadi media untuk memperkuat ikatan antar-anggota keluarga dan masyarakat, sambil mencerminkan keyakinan spiritual dalam peralihan kehidupan setelah kematian.Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana masyarakat Jawa memberikan makna dan simbol terhadap jenis-jenis makanan dalam tradisi slametan. Pemahaman ini dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian warisan budaya dan kearifan lokal, serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang identitas kolektif, ritual, dan interaksi sosial dalam praktek makanan di masyarakat tersebut.
KEMAMPUAN GURU MENYUSUN BAHAN AJAR KELAS X SMA NEGERI 1 WIROSARI KABUPATEN GROBOGAN Christianty, Devy; Alfiah, Alfiah; Sulanjari, Bambang
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 6, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jisabda.v6i2.16719

Abstract

This study contains the ability of teachers to prepare teaching materials for class X SMA Negeri 1 Wirosari. This study aims to describe how teachers prepare teaching materials according to the curriculum. With the formulation of the problem of how the Javanese language teacher's ability to compile teaching materials for class X SMA Negeri 1 Wirosari. This research uses a qualitative research method because the data is in the form of words, phrases and sentences, the source of the data used is teaching materials Javanese for class X SMA Negeri 1 Wirosari. Data collection techniques in the form of documentation and interviews. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study were the preparation of teaching materials written by Mrs. Siti Nurasih, S.Pd, class X semester 2, in which there were 5 main materials, namely types of text, geguritan, wayang mahabarata, upload-ungguh basa, and pawarta according to the rules for preparing teaching materials. In this study using assessments based on content feasibility and language feasibility. Assessments on content feasibility and language feasibility used predetermined assessment instruments.
Dominasi Perempuan dalam Proses Produksi Batik (Studi Kasus 2 Produsen Batik di Kabupaten Pekalongan) Kajian Dekontruksi Febriane, Alifat -; Werdiningsih, Yuli Kurniati; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v4i2.24718

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dominasi peran perempuan dalam produksi batik, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan untuk membedah konstruksi ini adalah dekontruksi Derrida. Gagasan Derrida dianggap mampu memahami konstruksi masyarakat secara kritis dan mendalam. Dominasi perempuan dalam produksi batik memiliki peran serta pada posisi penting dan kuasa didalamnya. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara bersamaowner dan pekerja, dalam proses produksi batik diperoleh hasil, hampir seluruh proses produksi batik dilakukan oleh kaum perempuan. Meskipun, dalam proses pewarnaan masih memerlukan tenaga laki – laki. Hal ini, menunjukan bahwa dominasi perempuan dalam proses produksi batik, memberikan peran sosial dan ekonomi yang tinggi di masyarakat. Dibuktikan dengan dokumentasi saat observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti di tempat produksi batik di Desa Wiradesa, Kecamatan Wiradesa dan Desa Babalan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Kata kunci : Dominasi perempuan, produksi batik, Kabupaten Pekalongan, dekonstruksi Derrida