Claim Missing Document
Check
Articles

HIBRIDITAS, MIMIKRI, DAN AMBIVALENSI DALAM NOVEL “KIRTI NJUNJUNG DRAJAT” KARYA R.TG JASAWIDAGDA KAJIAN POSTKOLONIALISME Novtarianggi, Gina; Sulanjari, Bambang; Alfiah, Alfiah
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.81 KB) | DOI: 10.26877/jisabda.v2i1.6220

Abstract

ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk, kemunculan dan keberpihakan hibriditas, mimikri dan ambivalensi dalam Novel Kirti Njunjung Drajat Karya R.Tg. Jasawidagda Kajian Postkolonialisme. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian adalah Novel Kirti Njunjung Drajat. Data yang dikumpulkan berupa kata, frasa dan wacana. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca, catat yang dilakukan dengan cara memberi tanda pada novel. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data kemudian mengambil kesimpulan dan verfikasi. Dengan menggunakan kerangka berpikir postkolonialisme, penelitian ini berfokus mencari bentuk, kemunculan serta keberpihakan Hibriditas, Mimikri, dan Ambivalensi terhadap novel. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya bentuk Hibriditas dalam relasi budaya, sosial, politik dan bahasa. Bentuk mimikri dalam relasi budaya, sosial dan pola pikir di mana tokoh utama yang bernama Darba mengalami mimikri yang bertentangan dengan keluarganya yang priyayi. Bentuk ambivalensi juga ditemukan pada tokoh utama yang di mana Darba menyukai pola pikir kaum Barat, namun Darba juga tidak meninggalkan budaya Jawa. Kemunculan-kemunculan identitas tersebut dihadirkan oleh pengarang untuk mengetahui bahwa di dalam novel Kirti Njunjung Drajat ini kaum Timur mengalami perubahan identitas yang tidak sepenuhnya. Pengarang dalam novel ini berpihak kepada kaum Timur yang seolah mengikuti pola pikir serta pemahaman kaum Barat.
WEBSITE SASTRA.ORG SEBAGAI ALTERNATIF MATERI PEMBELAJARAN TEMBANG DI SMA Iswahyudi, Rizky; Alfiah, Alfiah; Sulanjari, Bambang
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.5028

Abstract

Materi pembelajaran tembang yang saat ini diajarkan memiliki beberapa keterbatasan pada saat proses pembelajaran salah satunya masih banyak guru yang menggunakan metode pengajaran yang konvensional dan kurang interaktif. Dengan adanya pembelajaran yang monoton ini dapat membuat pembelajaran tembang menjadi membosankan bagi peserta didik. Selain itu media yang digunakan oleh guru hanya mengacu pada buku saja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan website Sastra.Org sebagai alternatif materi pembelajaran tembang di SMA Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa website Sastra.Org menyediakan berbagai sumber sastra tradisional dan modern, termasuk tembang, yang dapat diakses dengan mudah oleh siswa dan guru. Website Sastra.Org memudahkan akses ke materi pelajaran tanpa harus bergantung pada buku teks fisik. Website Sastra.Org juga memiliki kelebihan antara lain adalah dari segi kemudahan akses, keberagaman materi, dan interaktivitas. Dengan adanya dukungan dan peran dari guru pada saat proses pembelajaran berlangsung, sehingga website Sastra.Org dapat menjadi alternatif materi pembelajaran tembang yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA
Kostum Tarian Topeng Ireng Kabupaten Magelang Menurut Perspektif Semiotika Charles Sanders Pierce Devina Reza Amelia; Sulanjari, Bambang; Sunarya, Sunarya
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.15685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dari kostum tarian Topeng Ireng. Tarian Topeng Ireng merupakan salah satu kesenian asli daerah Kabupaten Magelang yang masih berkembang sampai saat ini. Dengan metode deskriptif kualitatif, peneliti membahas makna dari kostum dan aksesoris yang dipakai dalam tarian ini. Sumber data berupa hasil observasi dan wawancara secara langsung dengan pengrajin kostum Topeng Ireng. Teori semiotika Charles Sanders Pierce digunakan peneliti sebagai acuan untuk mengupas makna dari kostum dan aksesoris yang dipakai dalam pertunjukan Topeng Ireng. Berdasarkan hasil penelitian, kostum tarian ini memiliki bentuk dan makna yang tidak jauh dari budaya suku Dayak. Kemudian menurut filosofi Jawa kostum ini diibaratkan seperti peribahasa Jawa “Ajining Raga Saka Busana”. Kemudian dari analisis menggunakan teori semiotika Pierce didapatkan tanda, objek, dan interpretan pada kostum tarian topeng ireng. Ditemukan beberapa objek dalam kostum topeng ireng di antaranya kuluk, kace dan rapek, serta krincingan. Kostum tarian ini memiliki peran dalam pertunjukkan tarian di antaranya sebagai identitas karakter tarian, daya tarik visual dan penguatan ekspresi serta gerakan para pemainnya. Kata kunci : Kostum, Topeng Ireng, Perspektif, Semiotika, Pierce
Pelatihan Penerapan Unggah-ungguh Bahasa Jawa di Panti Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang Alfiah; Bambang Sulanjari; Ayesa Siti Faijah; Feri Indriarto; Muhamad Nur Shodiq
Nuwo Abdimas Vol. 3 No. 1 (2024): Nuwo Abdimas
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu bagi sebagian besar pegawai dan penerima manfaat di lingkungan PGOT Mardi Utomo Semarang, sudah banyak ditinggalkan karena dianggap sulit. Bertolak dari kondisi tersebut, sejalan dengan kebijakan yang telah ditetapkan di Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang bahwa setiap hari Kamis seluruh pegawai diharuskan berbahasa Jawa, memunculkan keprihatinan dan menumbuhkan inspirasi Kepala Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang untuk meningkatkan kemampuan para pegawai dan penenrima manfaat dalam berbahasa Jawa.. Berangkat dari komitmen tersebut, Kepala Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang Bersama Tim PKM Universitas PGRI Semarang yang diketuai Alfiah, S.Pd., M.Pd. bersepakat untuk memberikan solusinterkait keterbatasan dalam berbahasa Jawa dengan menyelenggarakan pelatihan bagi pegawai di lingkungan Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang dalam menggunakan bahasa Jawa, khususnya penerapan unggah-ungguh bahasa Jawa. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara luring dalam dua kali pertemuan dengan jumlah peserta 25 orang. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan para pegawai dan penerima manfaat dalam menggunakan bahasa Jawa. Materi yang akan disampaikan dalam pelatihan ini antara lain: 1) Eksistensi dan Fungsi Unggah-ungguh Bahasa Jawa; 2) Penerapan Unggah-ungguh Bahasa Jawa.
Pelatihan Berpidato Berbahasa Jawa di Panti Pelayanan Sosial Untuk Membekali Hidup Mandiri Sulanjari, Bambang; Alfiah, Alfiah; Suyitno, Suyitno; Shodiq, Muhamad Nur; Burhan, Muhammad Najih; Widiyono, Yuli
Surya Abdimas Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v9i3.6075

Abstract

Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang sebagai pelaksana teknis operasional di bidang rehabilitasi sosial menghadapi berbagai keterbatasan dalam upaya memberikan pelayanan kesejahteraan sosial. Pelatihan berpidato bahasa Jawa yang diselenggarakan oleh Tim PKM Universitas PGRI Searang merupakan salah satu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk melatih keterampilan berpidato menggunakan Bahasa Jawa bagi para penerima manfaat di panti pelayanan sosial. Dengan terampil berbahasa Jawa diharapkan dapat membekali peserta untuk hidup secara mandiri. Kegiatan pelatihan dilakukan secara tatap muka selama dua kali pertemuan dengan metode pembelajaran interaktif, demonstratif dan praktik. Peserta dalam kegiatan ini adalah para penerima manfaat di panti pelayanan sosial PGOT Mardi Utomo Semarang berjumlah 25 orang. Melalui metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis praktik, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teknik berpidato, tetapi juga mengedepankan pemahaman terhadap konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi penggunaan bahasa Jawa. Hasil dari pelatihan ini meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam berkomunikasi secara efektif dalam bahasa Jawa, serta mempererat hubungan sosial antara pegawai dan penerima manfaat. Selain itu, para peserta mampu berpidato menggunakan Bahasa Jawa dengan baik.
Kajian Stilistika dalam "Kidung Ati Tangise Bumi" Karya Yadhy S Asroh, Hasan; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v3i1.11139

Abstract

The purpose of doing this writing is to examine the style of language which includes diction, imagery, typography, and also figure of speech used in a literary work in the form of Kidung Ati Tangise Bumi by Yadhy S. Due to the purpose of writing which leads to the use of language style, the scalpel The method used to study this literary work is to use a stylistic scalpel. The method used to support this writing is a qualitative descriptive method which is carried out by collecting physical evidence in the form of words, phrases, clauses, and sentences in Kidung Ati Tangise Bumi which are suspected of having links with the scope of use of diction, imagery, typography, and figure of speech. . The results of the research that have been carried out show that this song contains the use of language styles in the form of diction, imagery, figure of speech, and typography which gives its own beauty value in describing a situation. 
Pendidikan Karakter dalam Tembang Macapat Mijil Ikawati, Iis Ikawati; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v3i1.12480

Abstract

The purpose of this study is to interpret the array of macapat songs, especially Mijil songs as a support for character education. The type of research used is library research. To sharpen the analysis of descriptive qualitative methods, content analysis techniques are used, namely scientific analysis based on the content of messages in communication. Message content in communication. The results of this study are in the form of character education values that exist in the mijil song, these values include being smart, humble, yielding, not arguing, simplicity, and not gossiping. The community and education actors can explore cultural values or local wisdom to provide a stimulus in learning with different, interesting, and fun nuances.
Struktur Cerkak Ing Kene Ana Cahya Ratu, Aurora Kusuma; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v2i1.10834

Abstract

Javanese short stories are one of the genres in modern Javanese literature. Short stories (short stories) in modern Javanese literature are called cekak stories (cerkak). The focus of the study of Javanese short stories is short stories contained in Javanese magazines, such as Jaya Baya magazine and Panyebar Semangat magazine. One of the stories that has pana magazine panjebar semangat is a cerkak entitled "“Ing Kene Ana Cahya” " by Sri Setya Rahayu. This research uses an objective approach and uses the theory of Structuralism. Based on the analysis of Structuralism in “Ing Kene Ana Cahya” ing, it can be concluded that the cerkak uses a mixed flow. In the character element, there are several figures, namely Widuri, Suryadi and Pak Tamin. The background element is divided into two, namely the setting of the place and the background of time, the setting where the event occurs is on the House and Street, the background time on the story of “Ing Kene Ana Cahya” occurs during the day. The point of view used in the story here is the third person point of view, where the author tells about the main character who experiences the events that occur.
Makna dan Fungsi Syair Pengiring Kesenian Sintren di Desa Luwijawa Kecamatan Jatinegara Nurkhayatun, Umi; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v2i1.10831

Abstract

This research was motivated by the lack of knowledge of researchers about the meaning reflected in the accompaniment of the traditional art of Sintren in Luwijawa Village, Jatinegara District, Tegal Regency. The text of the tembang poem has many reflections in the form of meaning and basic functions, both implied and explicit, that exist so that it creates a certain interpretation of the tembang rhyme. The formulation of the problem in this study is how the meaning and function of the accompaniment of the traditional art of Sintren poetry in Luwijawa Village, Jatinegara District, Tegal Regency are. The purpose of this research is to explain how the meaning and function of the accompaniment of the traditional art of Sintren in Luwijawa Village, Jatinegara District, Tegal Regency. The methodology used in this study used descriptive qualitative research methods. The source of this research data is in the form of an oral text that has been transliterated into a written text of poetry that accompanies the traditional art of Sintren in Luwijawa Village, Jatinegara District, Tegal Regency with research data in the form of words, phrases, clauses, sentences and discourses in it. Data collection techniques used were observation, interviews, recording, recording and translating data derived from the traditional art accompaniment of Sintren poetry. Then the data that has been collected is analyzed using data reduction techniques, data classification, and data presentation. Based on data analysis, the results of the study can be stated that in the text of the song lyrics accompanying the traditional art of Sintren found meaning in the form of meaning and function according to the song lyrics in each part.
Analisis Teks Eksposisi Pada Buku Pembelajaran Trampil Basa Kelas XI Terbitan Mediatama Prasanti, Alfina Diah Ayu; Sulanjari, Bambang
Kaloka Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/kaloka.v1i2.12294

Abstract

Teks eksposisi merupakan teks yang menonjolkan suatu hal yang berisi tentang informasi yang disajikan untuk memberi wawasan kepada pembaca. Salah satu bahan ajar yagdigunakan untuk mempelajari teks eksposisi adalah buku teks pelajaran bahasa jawa. Penelitian ini sendiri difokuskan pada analisis teks eksposisi dalam buku pelajaran bahasa jawa “Trampil Basa” untuk kelas XI SMA/SMK. Selanjutnya ,fokus penelitian tersebut dirumuskan dalam dua subfokus, yaitu isi dan bahasa teks eksposisimdalam buku teks pelajaran bahasa jawa untuk kelas XI. Penelitian ini memiliki manfaat secara teoritis dan praktis. Mafaat secara teorotis pada penelitian ini dapat memberikan mafaat yang berkaitan dengan wawasan keilmuan, sedangkan manfaat secara praktis pada penelitian ini dapat memberikan manfaat pada guru, siswa, dan peneliti lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Berdasarkan pendekatan yang digunakan, penelitia ini disusun dengan menggunakan jenis teks analisis teks. Data penelitia ini berupa teks eksposisi dalam buku teks pelajaran bahasa jawa kelas XI SMA/SMK, sedangkan sumber data penelitian ini berupa buku teks pelajaran bahasa jawa kelas XI SMA/SMK terbitan Mediatama. Instrument penelitian ini adalah peneliti sendiri dan di bantu dengan instrument pendukung lain, yaitu panduan pengumpulan data. Berdasarka hasil analisis data ditemukan teks eskposisi yang berisi (1) informasi tentang pengertian atau definisi “mantu” ,(2) informasi tentang tujuan “mantu”, dan (3) informasi tentang tata cara “mantu”.