Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS KARAKTERISTIK KECELAKAAN DI RUAS JALAN HAYAM WURUK KABUPATEN JEMBER Anita Dewi Pebrianti; Willy Kriswardhana .; Ririn Endah Badriani
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 6, No 2 DES (2020): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.855 KB) | DOI: 10.24114/ebjptbs.v6i2 DES.21987

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.Angka kecelakaan dengan korban meninggal dunia dari tahun 2009 hingga saat ini tidak menunjukkan penurunan.Kecelakaan terjadi karena beberapa faktor yaitu berkendara dengan kecepatan yang tinggi, melakukan kegiatan yang dapat menggangu konsentrasi berkendara, melawan arus, dan sebagainya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kecelakaan di Jalan Hayam Wuruk Kabupaten Jember. Berdasarkan data kecelakaan yang didapatkan dari web resmi IRSMS (Integrated Road Safety Management System) dari tahun 2014 hingga 2018, kecelakaan yang terjadi di Jalan Hayam Wuruk tercatat 118 kecelakaan. Karakteristik kecelakaan yang terjadi di Jalan Hayam Wuruk berdasarkan tingkat keparahan korban paling banyak mengalami luka ringan dengan tipe kecelakaan yang sering terjadi adalah tabrakan saat menyalip dari kanan, tabrakan depan-belakang, dan tabrakan kendaraan belok kanan dengan kendaraan yang datang dengan arah yang berlawanan. Pada keterlibatan pengguna jalan terjadi pada sepeda motor dengan persentase yang tertinggi. Berdasarkan waktu terjadi kecelakaan paling banyak terjadi pada pagi hari (05.01-09.00) dan malam hari (17.01-21.00).Berdasarkan penyebab terjadi kecelakaan paling banyak disebabkan oleh pengendara yang ceroboh dengan persentase tertinggi. Kata Kunci : IRSMS, Karakteristik, Kecelakaan, ABSTRACT Traffic accidents are one of the highest causes of death in the world. From 2009, accident rates with fatalities not showing a decline. Accidents occur due to several factors, such as driving at high speed, doing activities that can disrupt the driving concentration, wrong way driving, etc. The purpose of this research is to know the characteristic traffic accident on the Hayam Wuruk in Jember. Based on accident data from official web IRSMS (Integrated Road Safety Management System) since 2014 until 2018, accident that occurred on the Hayam Wuruk recorded 118 accidents. The characteristics of accidents that occured on the Hayam Wuruk Street based on the severity of the victims who suffered minor injuries with the accident’s types that occurred are collisions when overtaking from the right side, front-rear collisions, and collisions of vehicle turning right side with a vehicle that coming in the opposite direction. In the involvement of road users occurred on motorcycles with the highest percentage. Based the time of accident occurred most at morning(05.01-09.00) and night (17.01-21.00). Based on the causes of accidents most often caused by careless motorists with the highest percentage. Keywords: Characteristic, Accident, IRSMS
Evaluasi Saluran Drainase Jalan Manggis Kecamatan Patrang Kabupaten Jember Aqiel Iqbal Farrossandy; Wiwik Yunarni Widiarti; Ririn Endah Badriani
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.02.02

Abstract

Banyaknya pembangunan yang terjadi mengakibatkan perubahan tataguna lahan dan dapat berpengaruh terhadap kurangnya daerah resapan air, hal tersebut dapat memicu terjadinya bencana banjir pada wilayah tersebut. Dari pengamatan di lapangan Jalan Manggis Kecamatan Patrang Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah yang sering terjadi genangan dan banjir setiap musim hujan. Hal tersebut disebabkan karena saluran di Jalan Manggis terdapat banyak sampah yang mengakibatkan saluran tersumbat sehingga saat turun hujan tiba saluran tersebut tidak dapat mengalirkan air dengan baik, akibatnya air hujan meluap ke permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi saluran drainase Jalan Manggis Kecamatan Patrang Kabupaten Jember dengan menggunakan software Storm Water Management Model (SWMM). Dari pemodelan menggunakan software SWMM pada periode kala ulang 2, 5 dan 10 tahun menghasilkan beberapa titik lokasi banjir. Hal yang harus dilakukan dalam mengatasi banjir dan genangan di Jalan Manggis yaitu dengan melakukan perencanaan ulang perubahan dimensi saluran drainase, selain itu juga dilakukan pemeliharaan saluran secara berkala yang berguna untuk meminimalisir terjadinya banjir dan genangan pada Jalan Manggis
PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM BERDASARKAN SKALA PRIORITAS DI KECAMATAN JENGGAWAH Moh. Andre Hasan Mahendra; Ririn Endah Badriani; Abdur Rohman
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v6i2.32545

Abstract

Kecamatan Jenggawah merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Jember yang belum terlayani oleh jaringan perpipaan PDAM dan jaringan HIPPAM atau PAMSIMAS yang belum cukup tersebar sehingga untuk memenuhi kebutuhan air, masyarakat menggunakan sumur gali dan atau sumur bor. Perencanaan ini bertujuan untuk mengetahui prioritas wilayah pengembangan perencanaan sistem penyediaan air minum Kecamatan Jenggawah ditinjau dari tingkat keberminatan, pendanaan masyarakat dan kebutuhan air. Metode penelitian yang digunakan adalah AHP (Analytic Hierarchy Process). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa data survey keberminatan tiap desa, pendanaan, kebutuhan air, dan hasil kuesioner penilaian AHP. Data sekunder meliputi peta administrasi dan data kependudukan. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa desa yang layak mendapatkan prioritas utama pelayanan PDAM menurut skala prioritas adalah Desa Jenggawah, diikuti Desa Wonojati, Desa Sruni, Desa Jatisari, dan yang terakhir Desa Kertonegoro. Pelayanan non-PDAM (HIPPAM/PAMSIMAS) di Kecamatan Jenggawah menurut analisis skala prioritas yaitu Desa Cangkring sebagai desa dengan prioritas utama, yang diikuti Desa Kemuningsari dan selanjutnya Desa Jatimulyo.
Pembentukan Dan Analisis District Meter Area Dalam Perencanaan Jaringan Perpipaan Di Kecamatan Sukowono Adhisa Neela Noor Safira; Ririn Endah Badriani; Abdur Rohman
Jurnal Universal Technic Vol. 2 No. 1 (2023): April: Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v2i1.623

Abstract

Kebutuhan air bersih yang terus meningkat dan cakupan pelayanan yang kurang tersebar ke berbagai daerah di Kabupaten Jember menjadi latar belakang adanya perencanaan ini. Kecamatan Sukowono masih belum terlayani ada jaringan perpipaan dari PDAM. Perencanaan ini bertujuan untuk merencanakan sistem distribusi air minum di Kecamatan Sukowono pada 5 Desa Prioritas. Fokus penelitian ini adalah terhadap pembentukan District Meter Area (DMA) di Desa Sukowono karena kepadatan penduduk yang tinggi. DMA dipilih dikarenakan sudah efektif dan terbukti dalam mengoptimalkan jaringan yang kecil terjadi kebocoran air. Hasil perencanaan penelitian ini berupa jaringan perpipaan SPAM dengan sumber air gayam debit 75 l/detik menggunakan sistem bercabang, pengaliran secara pompa pada elevasi tinggi dan gravitasi pada elevasi rendah, peta pembagian blok pelayanan dan DMA serta hasil analisis hidrolis menggunakan EPANET. Dari hasil,analisis. EPANET diperoleh tekanan terendah 14.76, tekanan tertinggi yaitu 69,18 m. Pada jam puncak tekanan terendah yaitu 11,43 m dan tekanan tertinggi pada 62,58 m. Kecepatan terendah yaitu 0,30 m/s dan tertinggi 0,71 m/s. Sedangkan untuk kecepatan pada jam puncak terendah 0,58 m/s dan tertinggi 1,37 m/s. Pompa yang digunakan yaitu jenis submersible tipe inline single stage pumps. Pipa dalam perencanaan ini menggunakan rucika black dengan diameter terkecil 32 mm dan terbesar 500 mm.
Pengaruh Jenis Aerator Dan Media Filter Dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) Air Sumur Reza Megananda; Ririn Endah Badriani; Yeny Dhokhikah
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2023): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v8i2.1510

Abstract

The conversion of agricultural land into residential areas will have an impact on the need for clean water which contains various metal contaminants such as iron. One of them is the Randu Housing, Sumberejo Village, Sukodono District, Lumajang Regency, which is one of the many housing estates built from former rice fields. This study aims to analyze the effect of using types of aerators, namely cascade aerators and bubble aerators with a variety of filter media using dune sand and river sand with a discharge of 1 liter/minute. This type of research uses an experimental method which is carried out on a laboratory scale. The results showed the percentage reduction in Fe content in aeration treatment using cascade aerator and bubble aerator was 14,55% and 2,16%, sedimentation treatment was 3.34%, and filtration treatment using dune sand and river sand filter media was 81,85% and 89.13%. The results of the analysis showed that the variables of the cascade aerator, dune sand filter and river sand filter had a significant relationship with the decrease in iron content. While the relationship that does not have a significant effect is the bubble aerator and sedimentation variables. Keywords: Aeration, Sedimentation, Filtration and Iron (Fe)
Analisis Sistem Plambing Air Bersih dan Air Buangan pada Proyek Pembangunan Integrated Laboratory for Engineering Biotechnology David Firman Sudrajat; Yeny Dhokhikah; Ririn Endah Badriani
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

When this article is written, University of Jember is conducting a development project for Integrated Laboratory Engineering Biotechnology. In building construction, good plumbing system planning is needed. For this reason, a study was carried out by comparing DED of the plumbing system with the results of calculations according to SNI 2015 based on the number of occupants. The building requires a water discharge of 550 L/minute or 792 m3/day (based on SNI 8153-2015) and 620 L/minute or 893 m3/day (based on DED Figure), while the wastewater discharge is 212 m3/day. The diameter of the clean water used ranges from 2-2.5 inches or 50-60 mm. The underground tank volume is 106 m3 and the roof tank is 40 m3. According to DED Figure, the underground tank volume is 120 m3 and the roof tank is 45 m3. The diameter of the wastewater pipe based on the minimum plumbing tool (SNI 8153-2015) ranges from 80-100 mm and the diameter of the vent pipe ranges from 80-100 mm. The calculation based on the DED Figure shows that the diameter of the exhaust pipe ranges from 100-125 mm, while the diameter of the vent pipe ranges from 80-125 mm. ABSTRAK Saat artikel ini dibuat, Universitas Jember sedang melakukan proyek pembangunan Integrated Laboratory Engineering Biotechnology yang terdiri atas 6 lantai. Dalam suatu pembangunan gedung dibutuhkan suatu perencanaan sistem plambing yang baik. Untuk itu dilakukan penelitian dengan membandingkan DED sistem plambing dengan hasil perhitungan sesuai SNI 2015. Penelitian ini dilakukan sebagai bahan perbandingan dan masukan pada proyek pembangunan gedung. Gedung Laboratory Engineering Biotechnology membutuhkan debit air sebesar sebesar 550 L/menit atau 792 m3/hari (berdasarkan SNI 8153-2015), dan 620 L/menit atau 893 m3/hari (berdasarkan Gambar DED), sedangkan debit air buangan sebesar 212 m3/hari (sesuai SNI 8153-2015) dan 238 m3/hari (sesuai Gambar DED). Diameter air bersih yang terpakai berkisar antara 2-2,5 inci atau 50-60 mm. Didapatkan volume tangki bawah tanah sebesar 106 m3 dan tangki atap sebesar 40 m3. Menurut Gambar DED didapatkan volume tangki bawah tanah sebesar 120 m3 dan tangki atap sebesar 45 m3. Diameter pipa air buangan berdasarkan minimum alat plambing (SNI 8153-2015) berkisar antara 80-100 mm dan diameter pipa ven berkisar antara 80-100 mm. Adapun berdasarkan Gambar DED didapatkan diameter pipa air buangan berkisar antara 100-125 mm, sedangkan diameter pipa ven berkisar antara 80-125 mm.
Aplikasi Koagulasi pada Pengolahan Air Bersih Menggunakan Serbuk Biji Bunga Flamboyan (Detonix regia L.) sebagai Biokoagulan untuk Menurunkan Kekeruhan Badriani, Ririn Endah; Febriani, Noly Paulina; Kartini, Audiananti Meganandi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v7i2.32549

Abstract

Air baku untuk air bersih dalam pemanfaatannya diperlukan adanya pengolahan, hal ini dikarenakan adanya kandungan bahan pencemar dalam air baku. Banyaknya kandungan bahan organik dan bahan anorganik pada badan air akan menyebabkan air menjadi keruh. Pengolahan air bersih secara kimia yang dapat dilakukan salah satunya adalah koagulasi dan flokulasi. Koagulan alami yang dapat digunakan untuk proses koagulasi air baku adalah biji bunga flamboyan (Delonix regia L.), dimana kandungan protein pada biji bunga flamboyan sebesar 8.75% dan asam amino kationik berupa lisin 32,78 mg/g, arginin 66,14 mg/g, dan histidin 32,83 mg/g. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimum biji bunga flamboyan (Detonix regia L.) dan pH optimum dalam menurunkan kekeruhan air baku pada pengolahan air bersih. Sampel air yang digunakan adalah air bersih hasil pengolahan dari PDAM Tegal Gede Jember yang diatur kekeruhan dan pH awalnya. Variasi kekeruhan pada air baku buatan adalah 50 NTU, 75 NTU dan 100 NTU dengan pH 4 - 9. Dosis optimum yang didapatkan dari setiap sampel air kekeruhan buatan berbeda-beda, semakin tinggi nilai kekeruhan airnya, maka semakin besar kebutuhan dosis koagulannya. pH optimum dalam menurunkan kekeruhan pada pengolahan air bersih dengan menggunakan serbuk biji bunga flamboyan (Detonix regia L.) adalah pada pH asam.
Kajian Kehilangan Air pada Perencanaan District Meter Area PDAM Kota Pasuruan Badriani, Ririn Endah; Ilmi, Barajati Jala; Kartini, Audiananti Meganandi
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 29, Nomor 2, DESEMBER 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v29i2.51769

Abstract

Water loss that occurred in the service area of the Pleret 1 Reservoir managed by PDAM Pasuruan City from January to November was 42.92%. The highest water loss occurred in January of 46.85% and the lowest in May of 33.43%. This is still very far from the standard 20%. The current condition of the Pasuruan City PDAM distribution pipeline network is that all systems are connected to each other, so that there are no separate systems. Efforts that can be made by PDAM Kota Pasuruan to reduce water loss and interconnection networks are to isolate the piping network by establishing a DMA (District Area Meter). Formation of DMA requires hydrolysis modeling simulation of distribution pipeline network using Epanet 2.2 software. Besides using Epanet 2.2 software, Quantum GIS 3.16.16 software is needed to create a pipeline. The validity test in the field uses the discharge parameter with a correlation coefficient between EPANET and field discharge data obtained at 0.61. The formation of DMA with good results to reduce air loss is by reducing air pressure, if the air pressure decreases, the air loss will be lower.
Efisiensi penurunan kadar COD dalam air limbah industri laundry menggunakan metode elektrokoagulasi Nama, Aldo Rianda Purba; Ririn Endah Badriani; Kartini, Audiananti Meganandi
Jurnal Rekayasa Proses Vol 18 No 2 (2024): Volume 18, Number 2, 2024
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.12392

Abstract

Limbah laundry mengandung parameter pencemar yang tinggi, salah satunya adalah COD (Chemical Oxygen Demand). Kandungan pencemar tersebut berasal dari deterjen yang ditambahkan saat pencucian untuk menghilangkan noda pada pakaian. Pembuangan air limbah laundry secara langsung ke lingkungan dapat menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan air limbah industri laundry adalah dengan menggunakan metode elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan salah satu metode pengolahan air limbah secara elektrokimia dengan melepaskan koagulan aktif dari elektroda. Proses pengolahan air limbah industri laundry menggunakan variasi waktu kontak 60; 90; dan 120 menit dengan variasi tegangan 10; 20; dan 30 volt. Pengolahan air limbah laundry menggunakan metode elektrokoagulasi terbukti mampu menurunkan kadar pencemar pada air limbah industri laundry. Variasi tegangan 30 volt dan waktu kontak 120 menit mampu menurunkan kadar COD hingga 72 mg/L dari kadar awal 864 mg/L dengan efisiensi penurunan mencapai angka 91,48%. Hasil analisis data menggunakan anova di dapatkan nilai p-value < 0,05 yang artinya variasi tegangan dan waktu kontak berpengaruh signifikan terhadap penurunan COD pada air limbah industri laundry menggunakan metode elektrokoagulasi.
Efektivitas Media Filter Pasir Silika dan Arang Ampas Tebu untuk Menurunkan Warna Menggunakan Filtrasi Upflow Farras Fadillah, Raihan; Badriani, Ririn Endah; Fildzah, Cantika Almas
Rekayasa Vol 18, No 1: April 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v18i1.24483

Abstract

The availability of quality water is crucial for human survival. This study aims to evaluate the efficiency of reducing water colour through the upflow filtration method with variations in silica sand filter media and bagasse charcoal. The research method involves the preparation of research tools and materials, the manufacture of bagasse charcoal, and filter reactors. Experimental stages include raw water preparation and testing, the filtration process, filtration result water collection and testing, and data analysis. The results showed that the colour removal efficiency at 16.72 TCU was highest in reactor 2 (77.07%) and lowest in reactor 3 (45.85%). At 34.28 TCU, the highest efficiency was in reactor 2 (63.24%) and the lowest in reactor 3 (29.09%). The level of 46.08 TCU showed the highest efficiency in reactor 2 (59.33%) and the lowest in reactor 3 (22.53%). Two Ways ANOVA analysis showed that the thickness of bagasse charcoal filter media has a significant effect on colour reduction because the p value is smaller than 0.05. While the thickness of silica sand has no significant effect because the p value is greater than 0.05, The limitation of colour removal is due to the small surface area of silica sand, which cannot absorb a limited amount of dye.